Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Lusa


__ADS_3

-o0o-


Di sisi lain Claude menyesali kebodohannya. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan Risa yang sudah jelas pergi bersamanya hanya karna melihat Jasmin dengan anggun bermain piano membawakan lagu yang sering ia mainkan ketika masih kecil.


Ia baru tersadar ketika mendengar suara langkah kaki Risa berlari keluar, sebisa mungkin ia melepaskan diri dari Jasmin lalu mengejar gadis tersebut.


Sayangnya, ia kalah cepat. Saat dirinya sampai di luar Risa sudah pergi menggunakan mobil milik pengawalnya.


“Risa!!”. Panggilnya seraya berlari mengejar namun usahanya sia-sia karna mobil tersebut melaju kencang bergabung dengan beberapa kendaraan lainnya.


Claude mengacak rambutnya kesal kemudian menatap Jasmin yang berusaha menangkan dirinya.


“Aku yakin dia akan mengerti, berhenti menyalahkan dirimu”.


Claude tidak bersuara dan hanya menatap nanar jalanan kota yang baru saja di lalui tunangannya tersebut.


-o0o-


 


Risa PoV


“Larrisa de Zaven Aquamarinia focus!!”.


 


Aku membuang nafas kasar kemudian menatap gadis yang sejak tadi menceramahiku.


“Astaga Clara aku mendengarmu, berhenti berteriak”.


“Oh ya? Kalau begitu cepat ulangi setiap kata yang ku bicarakan sejak satu jam yang lalu”.


Ku teguk air liur dengan susah payah sedetik kemudian tertawa kecil.


“Hahhh apa yang sebenarnya kau fikirkan nona muda. Kenapa sejak kemarin otakmu susah sekali menerima koneksi? Kenapa, wifi mu mati”.


“Sama sekali tidak lucu Clara Smith”.

__ADS_1


“Lalu katakan kenapa?”.


“Tidak ada. Sebaiknya lanjutkan saja praktekmu”.


“Bagimana aku bisa praktek sejak tadi kau sama sekali tidak memotong apapun”.


Sebenarnya saat ini kami sedang melakukan praktek biologi dengan tema melihat struktur tumbuhan dengan menggunakan mikroskop.


Aku bertugas memotong sedangkan Clara bagian meneliti. Hanya sejak tadi fikiranku tidak bisa berkonsentrasi karna semalam aku hanya tidur selama dua jam saja.


“Lalu apa kau akan tetap diam seperti itu sampai pak guru mengambil alih tugasmu nona muda”.


“Iya iya cerewet”.


“Diberitahukan kepada siswi kami Larrisa agar dapat menuju sumber suara. Sekali lagi….”.


Kegiatan ku terhenti ketika mendengar suara dari bagian pemberitahuan.


Clara menoleh dengan tatapan yang sama.


“Ada apa mereka mencarimu?”.


“Baiklah”.


Alhasil kamipun keluar labor menuju lantai satu dimana bagian informasi berada.


Sepanjang jalan kami dibuat bingung karna semua siswa bergumam histeris sembari menatap ke bawah bahkan para pria pun tidak kalah antuasisnya.


“Kak Xavier?”. Kagetku ketika melihat sosok pria sibuk berbincang bersama bapak kepala sekolah tepat di tengah lapangan basket.


Sepertinya ia mendengarku terbuti dengan pandangannya tertuju padaku kemudian mendekat di ikuti oleh pria paruh baya tersebut.


Sedetik kemudian ekspresi cool nya berubah cerah.


“My little sista, I miss u so much”. Serunya sembari memeluk ku erat, sesekali ia menyerang dengan mengecup pipiku bertubi-tubi.


“Apa yang kakak lakukan disini? Sejak kapan kakak pulang?”.

__ADS_1


Seketika ia melepaskanku kemudian menggaruk belakang kepalanya yang bisa ku yakini tidak gatal.


“Sebenarnya aku sudah pulang sejak kemarin hanya saja Logan memaksaku membantunya di kantor”.


“He did?”.


“Of course. Accually i am so tired you know? But… that man threaten me”.


“Berhenti memeluk ku di depan umum. Kau membuatku malu ”. Kesalku melepas paksa pelukan erat tersebut menyebabkan wajah tampan itu tertegun sedetik kemudian menunduk sayu.


“Kenapa adik kecilku berubah menjadi gadis yang kasar, hatiku terluka”.


“Bersikaplah layaknya pria dewasa Xavier de Zaven Aquamarinia. Kau itu sudah terlalu tua untuk bermanja seperti ini”.


“Bahkan mulutnya pedas sekali, hahhh malangnya nasibku”.


Kutepuk jidat malas kemudian menatap kepala sekolah yang hanya diam dengan senyum lembut diwajahnya.


“Maafkan ketidaksopanan kakakku pak”. Ucapku tidak enak.


“Tidak apa-apa bagiku hal wajar ketika sang kakak merindukan adiknya”.


“Hmm kau Clara bukan?”. Ucap Xavier menatap gadis di sampingku.


“Lama tidak jumpa tuan muda Xavier. Kejayaan bagi Aquamarinia”. Balas Clara sembar membungkuk hormat.


Xavier melompat mendekat kemudian merangkul pundak Clara semangat.


“Sejak kapan kau sesopan ini padaku hm? Seingatku dulu kau sering menyumpahiku dengan kajian kamus kata makian”. Kalimat Xavier berhasil membuat Clara bersemu.


“Itu karna tuan muda sering menggodaku”.


“Benarkah? Hmm sejujurnya aku sangat merindukan perdebatan denganmu, entah kenapa aku jadi tidak sabar”. Kekehnya seraya mengacak rambut Clara gemas.


“Sudah cukup. Jadi cepat katakan ada apa kakak datang ke sekolah?”. Leraiku sembari membebaskan Clara dari rangkulan kakak.


Seketika wajah bodoh itu berubah serius, mata elang beririskan merah muda itu menatapku intens.

__ADS_1


“Besok lusa Logan akan menikah”.


__ADS_2