Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Kejayaan Bagi Aquamarinia [Season 1 END]


__ADS_3

-o0o-


Dua tahun telah berlalu, Aquamarinia mulai tenang dan kembali melanjutkan aktivitas masing-masing. Tak ada lagi peperangan sejak keributan hebat di atas laut Aquamarinia, Claude berhasil menuntaskan dalang dari penyerangan tersebut yang tidak lain di pimpin oleh Silvia. Gadis itu berakhir di rumah sakit jiwa karna selama ini telah melakukan segala tindak criminal namun dengan uangnya ia berhasil membersihkan namanya dan terus melakukan kejahatan di balik bayang-bayang manusia.


Seluruh kejahatannya telah di umbar kepublik dan berhasil memenjarakan si pelaku dengan cerdik berkat bantuan dari seluruh masyarakat. Semua orang peduli dengan ratu mereka dan akan melakukan apa saja demi mengungkapnya, melindungi nama baik Aquamarinia dan juga semua yang ada di dalamnya.


Pihak kerajaan bekerja sama dengan masyarakat dan syukurlah semua berhasil, mereka membangun patung Risa berukuran besar dan sangat tinggi hingga bisa terlihat di ujung perbatasan Aquamarinia. Mereka membangunnya bersama-sama menghasilkan patung berlapis emas dengan wujud seorang Risa mengenakan gaun kebangsaannya duduk di atas kerang raksasa, satu tangannya memegang pedang panjang sedangkan satu lagi menunjuk ke arah lautan luas Aquamarinia. Wajah cantiknya tersenyum bahagia menampilkan eyes smile andalannya, rambut panjang tergerai indah dan terdapat mahkota berlian biru di kepalanya.


Di balkon Mega Ishland, Claude berdiri menatap patung dengan mata mengandung sejuta makna. Tak ada lagi kesedihan di sana tergantikan dengan rasa bangga dan cinta yang besar, perlahan tangan besar itu menyentuh dada kirinya merasakan debaran yang masih sama ketika melihat sosok Larrisa istri tercinta.


Selama dua tahun ini ia berjuang menaklukan lautan demi menemukan istrinya namun laut sama sekali tidak mengizinkannya, bersabar sebentar lagi bukanlah hal yang sulit bagi seorang Claude karna selama ini Risa telah bersabar menghadapi tingkah kekanakannya. Mari katakan saat ini tuhan sedang memberikan karma untuknya dan yakinlah esok hari kebahagiaan akan datang padanya.


“Mau sampai anda di sini yourhighness”. Seru sebuah suara membuat Claude sontak menoleh ke sampingnya.


“Xavier?”.


“Hai lama tidak jumpa”. Sapa Xavier sembari menepuk pundak Claude pelan.


“Maaf aku tidak menjemputmu ke bandara”.


“Berhenti bersikap formal begitu, santai saja kakak ipar. Aku bisa mengerti kau sangat sibuk”.


Claude terkekeh pelan. “Bagaimana kabarmu selama di Kota M? Ku dengar sutradara terkenal memintamu memerankan drama terbarunya”.


“Begitulah. Pria tua itu terus merecoki hari-hariku bahkan dia nekat membuat tenda di depan pagar rumah”.


“Usaha yang bagus”.


“Bagus apanya. Semua tingkahnya membuat Clarrisa mengamuk dan membuatku mau tidak mau menghentikan aksinya dengan memainkan dramanya”.


“Papa\~”. Seru sebuah suara membuat mereka sontak menoleh, di sana seorang bayi perempuan mungil berlari dengan susah payah mendekati Xavier.


“Putri cantik papa ternyata”. Seru Xavier sembari menggendongnya.


“Halo papa ketiga”. Sapanya pada Claude.


“Halo manis, sepertinya tuan putriku sudah tambah bisa berlari dengan baik. Anak pintar”. Balas Claude sembari membelai rambut putih itu sayang.


Ya sebenarnya Xavier telah menikah dengan Clarrisa dan hidup bahagia di kota M. Xavier langsung melamar Clarrissa saat itu juga, saat Xavier masih terpuruk atas kepergian Risa dan sebulan kemudian mereka resmi menikah. Kehadiran gadis mungil itu berhasil menormalkan psikologi Elene dan Zaven yang masih terguncang, berkat kepolosan dan tingkah manjanya Elene tidak lagi sakit-sakitan.


“Aku penasaran kemana perginya semua orang ternyata di sini”. Logan datang dan langsung mendekati dua saudaranya bahkan mengecup pipi keponakan cantiknya gemas.


“Ohooo lihatlah siapa yang datang, calon pengantin pria Logan de Zaven Aquamarinia”. Goda Xavier.


“Wahh kau terlihat tampan dengan tuxedo itu sobat”. Sambung Claude membuat Logan bersemu.


“Berhenti menggodaku setan-setan kecil”. Kesalnya berdiri di samping Claude memegang pagar balkon dengan satu tangannya sedangkan tangan lainnya masuk ke saku celana.

__ADS_1


“Bagaimana dengan Sharon?”. Claude mengeluarkan suara.


“Sedang berhias”.


“Yahh siapa yang bisa menyangka seorang Logan de Zaven Aquamarinia akan jatuh cinta dengan sekretarisnya sendiri. Bahkan masih terbayang di benakku saat dia memeluk Sharon dan menyatakan cintanya di depan umum”. Kekeh Xavier.


“Yang kutau seseorang saat itu berteriak keras membuat telingaku nyaris tuli”. Sambung Claude dan mereka tertawa bersama tanpa memperdulikan Logan yang sudah memerah hingga ke telinganya.


“Berhenti berbicara sebelum ku lempar kalian dari sini”. Geramnya namun dari nada bicaranya sama sekali tidak ada kesungguhan di sana.


“Iya iya aku senang kita bisa bahagia seperti ini. Yakin tidak jika saat ini Risa pasti tersenyum senang di sana? Aku bisa membayangkan wajah berserinya dengan suara cempreng yang menggelegar”. Lerai Claude membuat mereka terdiam sembari menoleh ke depan.


“Dia memang gadis yang hebat. Mementingkan kebahagiaan orang lain daripada dirinya sendiri, menjadi ratu di usia muda, dan rela mengorbankan diri menghadapi segala bahaya di depannya”.


“Dia memang adik terhebat. Aku bangga memiliknya”. Gumam Xavier.


“Ketulusannya berhasil membuat keamanan dan kedamaian di Aquamarinia bahkan cintanya membuat kita bisa menemukan pasangan hidup yang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggantikan dirinya”. Sambung Logan.


“Ya kalian benar. Dia memang hebat dan tak tergantikan”. Gumam Claude. Alhasil mereka terdiam menoleh ke patung besar yang tersenyum tanpa beban apapun.


Satu jam kemudian acara pernikahan Logan dimulai, semua tamu undangan sudah duduk di bangku masing-masing tak lupa media massa menyorot dan menyiarkan setiap momen ke seluruh dunia.


Di bangku terdepan telah di isi oleh Elene dan Zaven duduk saling bergandengan tangan, selanjutnya ada Xavier dan Clarrisa serta putri kecil mereka, juga orang tua Sharon dan terakhir sosok Claude berdiri di samping penghulu sebagai saksi pernikahan putra sulung kerajaan Aquamarinia. Tak lupa Steven menyaksikan dari kejauhan karna saat ini ia bertugas melindungi acara dari segala kegaduhan.


Dayang-dayang kecil berdatangan menebar kelopak bunga sepanjang jalan, kecerian mereka menular pada para tamu membuat suasana kaku mencair seketika bahkan putri Xavier meloncat-loncat senang. Tak lama kemudia sosok Sharon datang mengandeng tangan ayahnya berjalan di atas karpet merah, kecantikanya begitu terasa dengan balutan gaun pengantin panjang bertemakan warna biru kesukaan Risa. Mereka sengaja melakukannya atas permintaan Sharon sendiri karna selama ini ia selalu berada di sisi Risa bahkan menyayangi sosok gadis kuat tersebut.


Ayah Sharon memberikan tangan putrinya pada Logan dan mulailah pengucapan janji suci. Bergantian cincin kawin dan terakhir ciuman sebagai tanda sahnya mereka menjadi suami istri, sontak saja semua orang bangkit memberikan tepuk tangan yang meriah. Logan menggandeng tangan Sharon menghadap Claude kemudian membungkuk dalam.


“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Balas mereka serempak kemudian bangkit menghadap para tamu yang sudah bersorak-sorai bahagia.


“Papa!!!”. Seru sebuah suara menghentikan semua orang yang refleks menoleh ke satu titik fokus yang sama.


Di sana terdapat sepasang anak kembar berdiri memegang buket bunga, jika dikira-kira mereka usia mereka sekitar dua tahuanan. Bocah laki-laki tampak tampan dengan stelan jas biru dongker dipadukan dengan celana hitam, rambut emasnya tertata rapi dan mata elang beriris merah darah nan menawan. Sedangkan bocah perempuan di sampingnya mengenakan gaun berwarna biru laut dengan rambut hitam bergaya two tone nan imut, mata bulat besar beririskan biru safir. Sejenak mereka terdiam hingga dua makhluk imut tersebut berlari mendekat dan berhambur memeluk kaki Claude yang terkejut setengah mati.


“Papa\~”. Seru mereka serempak menampilkan eyes smile yang familiyar.


Semua orang mulai kebingungan bahkan tak satupun dari mereka mengeluarkan suara hingga Claude menyamakan tingginya dengan bocah kembar tersebut. Jantungnya berdebar kencang ketika menemukan kemiripan mereka dengan dirinya. Sesaat sebelum Claude mengeluarkan suara tiba-tiba seruan mendahuluinya.


“Arthur. Amelia”.


“Ibu\~”. Seru mereka sembari berlari mendekati sosok wanita bergaun biru panjang berdiri di ujung karpet merah. Semua orang termasuk Claude terbelalak. Elene, Irene,Clarrisa dan Sharon membungkam mulut mereka kaget sedangkan Zaven, Logan, Xavier dan Steven berdiri dengan mematung.


Tanpa sadar Claude melangkah mendekat masih dengan ekspresi yang sama, ayunan kakinya melangkah pelan semakin lama semakin cepat hingga berhenti tepat di depannya. Gadis berambut emas dengan wajah cantik yang semakin mempesona, iris mata biru safir nan indah dan bibir mungil berwarna merah muda. Ya Claude amat sangat familiyar dengan itu, tangannya terangkat menyentuh wajah chubby yang semakin bulat namun tidak memudarkan kecantikannya. Wajah yang menghantuinya selama dua tahun terakhir ini dan menjadi satu-satunya harapannya untuk tetap hidup.


Risa. Gadis itu masih hidup dan sekarang tersenyum manis ke arahnya. Tidak salah lagi semua ini bukanlah mimpi. Istrinya telah kembali, Larrisa de Zaven Aquamarinia masih hidup dan sekarang berada di hadapannya.


Perlahan mata indah itu terpejam menikmati sentuhan di wajahnya.

__ADS_1


“Aku pulang”.


“Risa?”.


“Ya ini aku sayang”.


“Larrisa kau kah itu?”.


“Iya ini aku Risa istrimu”.


Langsung saja Claude memeluk erat tubuh mungil tersebut, memeluknya erat berharap semua ini bukan mimpi yang akan hilang saat ini terbangun nanti. Risa telah kembali dengan sehat tanpa luka sedikitpun, tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.


“Ku fikir aku tidak bisa melihatmu lagi. Jangan tinggalkan aku, kumohon semua ini sangat menyakitkan”.


“Aku tau maafkan aku”.


“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, aku nyaris mati karna tidak bisa menemukanmu. Sayang akan kulakukan apapun bahkan harus mengorbankan nyawaku, jangan pernah meninggalkanku lagi”.


Risa mengangguk mendengar segala curahan hati suaminya, membenamkan wajahnya di dada bidang tersebut menumpahkan segala beban yang selama ini ia rasaka. Perlahan Claude melepaskan pelukannya.


“Kemana saja kau ha? Aku mencarimu kemana-mana”.


“Maafkan aku. Sebenarnya saat terjatuh, selama tiga hari aku hidup terombang ambing di lautan hanya berpegangan dengan galon air. Hingga sepasang manusia paruh baya menyelamatkanku lalu merawatku di desanya, saat itu ingatanku hilang dan seminggu kemudian aku hamil. Selama dua tahun aku tinggal tanpa bisa mengingat apapun hingga tiba saatnya melahirkan semua ingatanku kembali. Berkat bantuan mereka aku berhasil ke Aquamarinia dan mengamati semua perubahan yang ada. Maafkan aku sayang ini semua salahku”.


Claude menggeleng kembali memeluk Risa erat, mencium aroma tubuhnya bahkan menciumi setiap inci wajahnya.


“Ini bukan salahmu. Terima kasih telah bertahan dan memberikanku dua malaikat kecil yang manis, kau telah menderita selama ini. mulai sekarang aku akan melindungi kalian dengan segenap jiwa dan ragaku. Tak akan kubiarkan kalian menderita dan kuberikan segala kebahagianku untuk mu dan keluarga kecil kita, terima kasih sayang terima kasih”. Balas Claude beralih memeluk dua buah hatinya sayang.


Melihat hal itu sontak saja Elene berlari memeluk putri semata wayangnya. Zaven, Logan dan Xavier ikut memeluk mereka bersamaan. Steven yang berdiri tidak jauh di sana sudah tersenyum lega dengan air mata yang siap jatuh kapan saja sampai Irene datang memeluk tubuh kekarnya lembut.


Akhirnya tidak ada lagi air mata kesedihan karna semua sudah tergantikan dengan air mata kebahagiaan. Semua berkat doa dan kepercayaan seluruh keluarga dan masyarakat Aquamarinia, kesungguhan mereka membuahkan hasil yang baik dengan selamat dan kembalinya Risa ke tengah-tengah Aquamarinia. Seorang perempuan yang sangat berjasa karna memiliki hati yang suci dan jiwa berani membuatnya bisa menghadapi seluruh cobaan yang datang bertubu-tubi. Statusnya sebagai seorang perempuan bukanlah suatu hambatan karna dia bisa menjadi pemimpin yang baik dan juga di cintai masyaratnya.


Kejayaan bagi Aquamarinia.


@@@@@@@@


-o0o-


**Alhamdulillah Putri Aquamarinia telah tamat.


Terima kasih kepada seluruh para pembaca setia Noveltoon yang mau membaca dan memberikan supportnya dengan like, komentar, dan vote untuk karya saya ini.


Berkat doa dari kalian semua aku berhasil menyelesaikannya dengan baik. Apabila terdapat typo dan kesalahan lainnya saya mohon maaf.


Bagi pembaca setia Putri Aquamarinia dan sering meninggalkan komentar dan like nya terima kasih banyak setiap kata dari kalian menjadi sumber kekuatan bagi author bisa menghasilkan karya yang terbaik.


Terus berikan like, komentar dan vote nya untuk karya Putri Aquamarinia dan jangan lupa ikuti karya-karyaku yang lainnya. Kita juga bisa berkomunikasi lewat chat di grup, di sana teman-teman bisa tanya apapun selama dalam jalur positif.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih banyak atas dukungannya.


KEJAYAAN BAGI AQUAMARINIA 👑🥰**


__ADS_2