Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Youre Mine


__ADS_3

-o0o-


Siang ini Risa kembali bekerja sebagai seorang ratu, di damping oleh Steven ia pergi mengunjungi sebuah objek wisata yang sebentar lagi akan menaiki masa akreditasinya. Di belakang Risa selalu ada beberapa wartawan meliput segala kegiatan resmi sang ratu.


Kegiatan itu memakan waktu setengah hari dan kali ini Risa berbelok menuju gedung pencakar langit namun bedanya hanya ada dirinya dan Steven saja.


Steven mengimbangi langkah kaki Risa menuju lift dan menekan tombol 15. Menunggu sejenak dan suara dentingan terdengar menandakan mereka sampai di tujuan.


Risa melangkahkan kaki menuju sebuah pintu yang melewati meja sekretaris.


“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Sapa gadis yang hanya berbeda 2 tahun darinya tersebut.


“Apa dia didalam?”.


“Tuan sedang kedatangan tamu tapi Your Highness bisa langsung masuk”.


“Tamu?”. Bingung Risa kemudian membiarkan Steven membukakan pintu untuknya.


Risa memutar bola mata malas ketika menyadari tamu yang dimaksud si sekretaris. Seorang gadis bergaun merah menampilkan lekukan tubuhnya, pada bagian dada sedikit terbuka membuat belahan dada terlihat dengan jelas. Wanita itu memeluk pria yang berdiri bersandar pada meja kerjanya.


“Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat”. Ucap Risa membuat dua insan tersebut menoleh.


Claude terbelalak menatap Risa berdiri dengan wajah datar tepat di depan pintu sedangkan Steven dan sang sekretaris hanya bisa menepuk jidat. Secepat mungkin Claude melepaskan diri dari dekapan gadis tersebut lalu melangkah mendekat.


“Risa”.


“Sepertinya kau berpaling dari Jasmin tuan Claude”.


“Ini tidak seperti yang kau fikirkan”.


“Sudahlah”. Balas Risa cepat kemudian mengalihkan pandangan pada gadis yang kini berdiri memucat. “Maaf tapi aku harus meminjam pria mu nona”.


Gadis sexy itu tersentak kaget lalu membungkuk sedetik kemudian melangkah pergi bersama Steven dan Liona si sekretaris baru Claude.


Claude memandang Risa penuh tanda tanya pasalnya ini pertama kali seorang Larissa de Zaven Aquamarinia datang menemuinya sendiri karna biasanya selama ini Steven selalu menjadi wakil untuk segala kegiatan Risa.

__ADS_1


Claude meraih lengan Risa lalu membawanya ke ruangan yang biasanya ia gunakan untuk istirahat, mendudukan diri di sofa dengan saling berhadapan.


“Katakan padaku ada apa sampai kau jauh-jauh datang”.


Risa membuang nafas berat memberanikan diri menatap pria yang masih berstatus tunangannya.


“Aku hanya ingin menanyakan kepastian darimu”.


“Kepastian apa”.


“Tentang pertunangan kita, ku rasa saat ini kita dalam kondisi yang tidak baik. Aku hanya ingin meluruskan tentang hubungan kita”.


“Kau dan aku sudah terikat dengan pertunangan dan sebentar lagi kita akan menikah, lalu apa yang menjadi permasalahan disini”.


“Jangan berpura-pura bodoh tuan Claude, apa kau melupakan kehadiran Putri Jasmin? Bukankah dia kekasihmu? Bagaimana bisa kita menikah jika kau masih berhubungan dengan gadis lain”.


Claude terdiam namun sedetik kemudian tersenyum, mengulurkan tangan membelai rambut emas tersebut.


“Sepertinya seseorang cemburu disini”.


Seketika Risa terkejut menampilkan rona merah di wajahnya.


“Lalu kepastian apa yang kau inginkan Your Highness”.


“Jangan membalas pertanyaanku dengan pertanyaan”. Kesal Risa seraya menampar pundak Claude.


“Aww nice slap”.


“Just answer me Mr. Claude”.


“Baik baik”. Sejenak Claude terdiam kemudian menatap mata biru safir Risa intens.


“Jasmin memang kekasihku dan ikatan itu sudah terjalin cukup lama. Munafik jika kukatakan aku tidak mencintainya karna selama ini otak ku selalu memikirkan dia”.


Seketika Risa merasakan sesak pada dadanya namun sebisa mungkin ia tetap tegar mendengarkan kelanjutan cerita pria tersebut.

__ADS_1


“Sekarang apa yang harus ku lakukan? Bagaimana bisa hati yang sudah lama ku berikan pada Jasmin berubah arah begitu saja karna seorang gadis polos dengan segudang keberanian. Ketika pertama kali melihatnya jantungku langsung merasakan debaran yang tidak pernah kurasakan ketika bersama Jasmin, hanya dengan tatapan seorang bayi semua selesai begitu saja. Kau fikir apa yang harus ku lakukan sekarang?”.


Risa tetap diam tidak tau harus berbuat apa yang pasti saat ini kegugupannya meningkat begitu cepat bahkan ia bisa merasakan saat ini wajahnya memanas. Claude yang menyadari tingkah manis itu tersenyum geli kemudian membawa tubuh mungil ke dalam pelukannya.


“Maafkan aku karna selama ini menyakitimu karna sifat ku yang tidak bisa mengerti bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik. Maafkan pria bodoh ini yang tidak bisa berbuat apa-apa ketika wanita lain mendekatinya padahal ia sudah memiliki tunangan yang lebih sempurna dari mereka”.


Claude perlahan menangkup wajah chubby Risa lalu membelai kelopak matanya.


“Karna aku kau selalu mengeluarkan air mata. Mulai saat ini aku akan selalu menjagamu dan bisa ku pastikan tidak akan ada lagi yang berani menyakiti seorang Larrisa karna Claude de Alger Ophelia selalu berada di belakangnya”. Gumamnya senada dengan kecupan yang mendarat di kedua kelopak mata tersebut.


“K, Kenapa tiba-tiba seperti ini”.


“Kenapa? Memangnya seseorang melindungi tunangannya?”.


“Bukan begitu maksudku hanya saja..”.


“Sttt.. Dasar bodoh jangan bertanya lagi”. Potong Claude kembali memeluk erat tubuh mungil Risa sesekali bibirnya mengecup puncak kepalanya sayang.


Risa yang menyadari jika semua ini terasa begitu mengejutkan hanya bisa diam mencerna setiap kalimat yang keluar dari bibir Claude. Sulit mempercayai setiap kalimatnya namun entah kenapa jauh di dalam lubuk hatinya tercipta rasa senang dan lega.


Menurutnya perlahan Claude mulai membuka hati untuk dirinya dan berharap semua akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, semoga saja.


Setelah berbincang lama akhirnya Claude memutuskan untuk mengantar Risa kembali ke Mega Ishland dengan menggunakan mobil pribadinya. Sedangkan Steven dan beberapa special knight lainnya mengikuti dari belakang.


“Claude”.


“Hm?”.


“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”.


“Katakan saja”. Balas Claude masih fokus mengemudi namun sesekali ia menoleh.


“Hmm itu, aku… Maksudku jika misalkan aku dalam kondisi yang berbahaya apakah kau akan datang menyelamatkanku?”.


“Apa maksudmu? Tentu saja, tapi aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan namun kau tidak perlu cemas karna ingatlah satu hal youre mine”.

__ADS_1


Risa menunduk kemudian secepat mungkin menghadap ke jendela, menyembunyikan senyumannya dari Claude karna menurutnya akan sangat memalukan jika terlihat. Hati kecilnya mulai bergejolak dan hanya ada satu di fikirannya saat ini.


Mengadu pada Elene.


__ADS_2