
-o0o-
Di balkon mansion Logan dan Claude memutuskan untuk duduk berdiri di samping pagar. Tak lupa mengeratkan baju hangat yang menutupi tubuh adik nya.
Bersyukur karna hawa hangat istana masih terasa walaupun mereka berada di balkon.
“Ku dengar kau menyetujui keputusan ayahmu untuk turun mengurusi beberapa cabang perusahaan di Paris”. Ucap Claude membuka suara.
Logan mengangguk. “Begitulah”.
“Kapan?”.
“Saat usiaku memasuki 17 tahun”. Claude memandang wajah sahabatnya, disana ia bisa melihat keraguan di balik ekspresi datar tersebut.
“Apa yang menganggu pikiranmu?”.
“Tidak ada”.
“Apa kau takut?”.
Pertanyaan itu berhasil memodesilent kan Logan, memalingkan wajah pada hamparan salju yang memenuhi halaman istana.
“Aku juga merasakan hal yang sama ketika pertama kalinya. Rasa takut akan kegagalan menggerogotiku. Tapi setelah merasakan nya langsung kau harus tetap tenang dan percaya jika semua akan selesai dengan cepat”.
Claude membuang nafas berat dan tanpa sengaja pandangan nya jatuh pada Risa yang kebetulan sedang menatapnya.
“Tenanglah kawan, bukankah otakmu lebih jenius dari perkiraannya?”.
Secepat mungkin Claude menyadarkan diri lalu kembali fokus pada Logan.
“Semoga beruntung tuan muda Logan de Zaven Aquamarinia. Aku percaya kau bisa menyelesaikan nya dengan mudah”.
__ADS_1
-o0o-
Setelah berbincang panjang akhirnya dua sahabat tersebut kembali memasuki hall. Melanjutkan pesta yang jadwal selanjutnya adalah melakukan dansa berpasangan.
Logan yang kini sibuk bertengkar dengan Xavier perihal menjaga Risa menjadi hiburan tersendiri bagi Elene dan Zaven.
Menurutnya ini pertama kali mereka melihat keakuran antara ke dua putra mereka karna selama ini mereka sangat tidak dekat dan saling acuh.
Semua berkat kehadiran Risa yang berhasil merubah suasana menjadi lebih hangat.
“Kejaayan bagi Aquamarinia”. Seru sebuah suara membuat semua mata memandang ke satu titik fokus yang sama.
Di hadapan Zaven dan istrinya telah ada seorang gadis cantik berambut coklat dengan iris mata hijau nan cantik. Berkulit putih dan tubuh ramping yang di bungkus gaun lengan panjang bermanik-manik berat berkonsep hijau emas.
“Selamat datang Esmeralda, kau pasti lelah karna perjalanan yang jauh”.
“Saya baik-baik saja tuan besar. Pelayanan anda lebih dari cukup untuk gadis seperti saya”.
“Ada apa ayah?”. Tanya Logan yang datang dengan wajah kesal.
“Berhenti bertengkar dengan adik mu. Esemeralda baru saja tiba, temanilah dia kalian bisa berdansa bersama. Setidaknya cobalah untuk akrab dengan tunangan mu”.
Seketika Risa terbelalak ketika mendengar kalimat ayah nya. Mata beririskan biru tersebut memandang gadis cantik yang berdiri di sisi kakaknya.
Cantik. Walaupun ia mengakui kecantikan tunangan Logan tersebut namun ada sesuatu yang mengganjal tapi apa?.
Dunia orang kaya memang mengejutkan, bahkan anak SD sudah memiliki jodoh kenapa rasanya hidupku terdahulu menyedihkan, sudah SMA tapi tidak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki kekasih. Jomblo cap kaki tiga. Risa membatin
“Berikan Risa pada ku, kalian bisa pergi berdua”. Ucap Zaven, Logan menurut dengan berat hati memberikan sang adik pada ayah nya.
Menggandeng pergi Esmeralda ke lantai dansa dan mulai menari, otomatis semua pandangan tertuju pada nya.
__ADS_1
“Tatt….ttaa”. Oceh Risa seraya menunjuk sang kakak.
“Tidak bisa sayang. Kakak sedang bersama dengan calon kakak iparmu. Sekarang waktunya bermain bersama ayah”. Ucap Zaven seraya mengecup pipi chubby Risa gemas.
“Ayah berikan Risa pada ku”. Seru Xavier antusias.
“Tidak bisa, kau bisa di marahi Logan”.
“Kakak kan sedang sibuk. Ayolah ayah aku ingin menggendong nya”. Xavier memasang wajah memelas membuat Elene dan Zaven gemas. Bagaimana bisa seorang pewaris Aquamarinia bersikap seperti ini. Lucu bukan.
“Aku tidak berani mengambil konsekuensi. Maafkan ayahmu nak tapi pria tua ini masih menyayangi nyawanya”. Ucap Zaven pura-pura cemas, Xavier terohok menunduk lemas lalu pergi bergabung dengan teman-teman nya di sisi hall.
Risa memutar bola mata malas melihat sikap kekanakan Xavier. Padahal sebentar lagi ia akan menjadi seorang knight kelas 2 tapi sifatnya itu menghancurkan segalanya.
Hari semakin gelap Risa baru saja selesai mendapatkan nutrisi dari ibu nya. Pesta sudah selesai 2 jam yang lalu dan sekarang waktunya tidur.
Kali ini Elene membawa Risa bersama nya, ia akan tidur bersama kedua orang tua nya. Zaven telah ready di ranjang duduk bersandar sembari membaca buku.
Elene meletakkan bayi mungil tersebut ke sisi suami nya kemudian melangkah memasuki kamar mandi.
Risa memandang bingung ayah nya yang fokus tanpa menyadari kehadiran nya. Tiba-tiba ide jahil masuk ke otaknya.
Perlahan Risa merangkak mendekat dan menyelip di bawah buku. Aksinya berhasil mengalihkan pandangan Zaven pada buku dan memandang lembut bayi mungil yang kini tersenyum manis.
"Dddaaa...daaa".
“Putri kecilku sudah berani memanggangu papa membaca ya”. Kekeh Zaven seraya memeluk Risa.
“Siapa sangka bau bayi bisa seharum ini”. Risa tertawa karna Zaven menggelitikinya dengan menggunakan hidungnya.
Tanpa mereka sadari Elene yang sudah selesai berganti pakaian tersenyum bahagia melihat suami dan anak nya bermain bersama.
__ADS_1
Dalam hatinya ia bersyukur jika kehadiran Risa berhasil mencairkan suasana kaku yang selama ini memenuhi Aquamarinia.