
-o0o-
Risa PoV
Hujan deras turun tiba-tiba saat Logan berniat memetik buah untuk ku. Alhasil kami berakhir di ruang kelurga, duduk diam mendengarkan Alfred berceramah mengenai kecerobohan Risa.
Alfred adalah tangan kanan andalan Zaven hanya saja mereka sudah menganggapnya keluarga sejak pertama kali ia memasuki mansion.
Awalnya Alfred seorang remaja 12 tahun hidup sebatang kara yang di selamatkan oleh Zaven saat ia berlindung di samping mobil nya dari kejaran polisi. Pakaian compang-camping, tubuh penuh luka, rambut acak-acakan, tubuh kurus berlindung dari kerasnya hidup yang terjadi di desa nya.
Sejak saat itu Zaven membawanya ke mansion dan melatih nya menjadi seorang pengawal namun selalu gagal, suatu ketika dengan tidak sengaja Zaven kehabisan strategi dalam berbisnis karna harus mengorbankan banyak hal disana Alfred memulai peran nya, seketika ia bisa memberikan ide cemerlang yang sedetik itu juga ia dilatih oleh para penasehat perusahaan dan berakhir menjadi tangan kanan Zaven sang Direktur Utama.
“Berjanjilah padaku untuk tidak melakukannya lagi”. Aku mengangguk patuh dengan kepala tertunduk, pasalnya tak ada yang bisa menghentikan Alberd jika sudah dalam cold mode bahkan untuk Zaven sekalipun.
Kesalahan ku juga karna gigih memancat pohon tinggi dan berakhir jatuh, beruntung Alfred datang dan menyambutku jika tidak bisa saja tulangku patah semua.
Alfred membuang nafas pasrah kemudian berlalu pergi, mengangkat wajah seraya mem-poutkan bibir kesal.
“Menyebalkan. Memangnya perlu semarah itu?”.
“Penasehat Alberd benar, kau seharusnya tidak membahayakan dirimu”.
Aku menoleh ke arah kakak kemudian menghadiahkan pukulan di pahanya.
“Kakak jahat”. Kesalku sembari melipat tangan di dada.
Logan tersenyum mengacak rambutku gemas kemudian bangkit.
“Ayo, jika diluar hujan setidaknya kita masih bisa jalan-jalan keliling mansion”.
Aku tersenyum senang menyambut tangan Logan cepat.
“Dengan senang hati”.
-o0o-
“Guru privat?”. Ucapku mengulang kalimat ayah.
“Benar sayang, mulai sekarang kau akan belajar bersama guru Abelia, di lulusan terbaik di kampusnya”.
“Ayah kenapa aku tidak belajar di akademi bersama kak Xavier?”.
“Tidak bisa sayang”.
“Kenapa? Apakah akademi hanya diperuntukkan pada laki-laki saja?”.
“Bukan begitu. Papa tidak bisa menjelaskan nya sekarang, ku mohon mengertilah putriku”. Gumam ayah seraya memegang kedua pundak ku.
__ADS_1
Ku buang nafas pasrah kemudian mengangguk. “Aku mengerti papa”.
Papa tersenyum kemudian mengecup keningku.
“Larissa de Zaven Aquamarinia, putri kesayanganku yang berharga”. Ku balas ucapan ayah dengan memeluknya, menyandarkan kepalaku di dada bidangnya. Nyaman dan hangat.
“Lalu kapan aku akan belajar, papa?”.
“Besok. Abelia akan datang setelah makan siang”.
“Kenapa tidak Alfred yang mengajariku? Dia kan tak kalah pintar dari penasehat-penasehat lainnya”.
“Alfred memiliki urusan penting sejak minggu yang lalu, dia harus siap kapanpun”. Kali ini kak Logan mengeluarkan suaranya.
“Baiklah”. Pasrahku kemudian mendudukan diri di samping mama.
“Bukankah kita harus siap-siap sayang?”. Ucap mama membuat papa mengalihkan pandangan dari dokumennya.
Papa menepuk jidat kemudian mengeluarkan suara. “Benar juga, bagaimana bisa aku lupa”.
“Ada apa ma?”. Tanyaku penasaran.
mama tersenyum kemudian mengelus rambutku sayang.
“Kita mengadakan pesta makan malam bersama keluarga calon kakak ipar mu sayang”.
“Pesta? Untuk apa?”.
Seketika tubuhku membeku bahkan kue yang ku pegang terjatuh ke lantai. Apa katanya. Pertunangan?.
“Hanya pertunangan, pesta pernikahan nya akan diadakan saat Risa berusia 18 tahun”.
Aku bernafas lega, setidaknya aku memiliki banyak waktu. Bagaimana pun Logan tidak boleh menikahi gadis jahat itu, tidak sampai ajal menjemputku.
Bagaimanapun aku aku melindungi Aquamarinia dari orang-orang jahat seperti Esmeralda.
“Kenapa Risa terlihat senang? Ahh ibu tau pasti putriku tidak mau kehilangan kakak nya bukan? Tenang saja sayang, Logan tetap milikmu”.
Ku lihat Logan tersenyum menambah kadar kegugupanku.
“Apakah Larissa-ku begitu menyayangi Logan? Ayah cemburu”. Mangut ayah memajukan bibirnya kesal.
Aku terkekeh seraya turun dan menghampiri Logan yang langsung membawaku ke pangkuan nya.
“Risa sayang kakak, Cup~”.
Ayah terkejut sedetik kemudian menunduk sayu.
__ADS_1
“Aku di campakkan begitu saja”.
Oh ayolah kenapa seorang CEO kekanakan seperti ini. Alhasil ibu hanya bisa tertawa mengasihani suaminya dengan mengelus tangannya sayang.
Malam harinya kami mulai berangkat ke gedung pertemuan yang tempatnya cukup jauh. Saat kami sampai semua orang berkumpul menyambut dengan pengawasan para special knight tentu nya. Apa aku lupa menjelaskan apa itu special knight?
Special Knight adalah para pengawal khusus. Perbedaan dari knight biasa adalah keahlian mereka.
Special Knight memiliki keahlian lebih seperti memiliki aura besar dan ahli dalam ilmu persenjataan apalagi pedang. Mereka di anugrahi otak yang jenius memikirkan berbagai macam strategi sekaligus insting yang tajam. Sedangkan knight biasa tidak memiliki aura dan hanya ditugaskan dalam pengamanan istana.
Kenapa zaman modern seperti ini memiliki pengawal knight bukannya bodyguard?
Karna keluarga Aquamarinia adalah turunan dari keluarga kerajaan, jadi sudah biasa jika sekeliling mereka di jaga oleh manusia berpedang.
Sedangkan keluarga bangsawan lainnya hanya menggunakan bodyguard berjas hitam seperti yang pernah kita lihat di drama-drama.
Suasana tampak meriah ketika kakiku memasuki gedung, dekorasi berbeda dari sebelumnya. Terkesan classic dan elegan, setidaknya kita merasa santai dan tidak terlalu formal.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Sapa pria paruh baya berambut coklat dengan wajah di tumbuhi kumis dan janggut yang tertata rapi.
“Lama tidak bertemu Direktur Ferdinand, kau terlihat awet muda di saat usiamu memasuki usia 60 tahun”.
“Suatu kehormatan bagi saya bisa kembali bertemu tuan”.
Beruntung yang menggendongku saat ini adalah Logan jadi aku bisa melihat semua orang dengan jelas, bahkan wajah Esmeralda yang membungkuk di sisi wanita paruh baya yang kemungkinan adalah ibu nya.
“Senang bertemu dengan kalian semua. Silahkan memulai pestanya”.
“As you wish, sir”. Seru mereka kompak.
Ayah dan ibu langsung melangkah pergi menuju singasana nya. Esmeralda yang tadi hanya diam melangkah mendekat dan membungkuk sopan.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, tuan muda Logan dan tuan putri Larissa de Zaven Aquamarinia”.
Samar-samar bisa ku lihat senyum seringainya yang sedetik kemudian hilang ketika kepalanya terangkat menatap kami.
“Maafkan kelancanganku tapi tuan putri Larissa terlihat manis sekali hari ini”. Lihatlah si ular mulai mengeluarkan bisa nya.
“Bolehkan aku menggendongnya?”. Tanyanya dengan nada aneh.
Aku menatap Logan yang masih memasang wajah datar, menatapku sebentar kemudian berbicara.
“Jangan melukainya”. Gumamnya dan tak bisa ku percaya langsung memberikanku dengan mudahnya.
Alhasil aku berakhir di gendongan Esmeralda, sejujurnya sama sekali tidak nyaman.
“Astaga lihatlah wajah imut ini, membuatku gemas”. Serunya yang bisa ku bertaruh hanya dibuat-buat hanya untuk mengambil perhatian Logan. Wanita licik.
__ADS_1
“Anda beruntung memiliki saudari secantik dan semanis ini, aku jadi iri”.
Siapa saja berikan aku penyumbat telinga!!.