
-o0o-
Musim panas mulai menguasai dunia, terik matahari terasa amat sangat menyengat namun hal tersebut menjadi nilai plus bagi para nelayan. Kali ini populasi ikan meningkat dan hampir setiap sisi laut, saling melempar jala dan beberapa dari mereka memancing di atas kapal.
Tidak mau ketinggalan, Risa dan kedua kakaknya berlibur di atas kapal pesiar berukuran besar. Bukan hanya mereka tetapi beberapa penduduk Aquamarinia ikut hadir mengisi kapal besar tersebut.
Miracle of The Sea.
Kapal milik kerajaan Aquamarinia yang memiliki 20 geladak dengan 15 diantaranya diperuntukan bagi tamu. Selain itu, kemewahan begitu terasa di 30 restoran, 24 kolam renang termasuk untuk anak-anak, 2.759 kabin dan sebuah taman dengan lebih dari 20.000 tanaman tropis. Belum lagi seluncuran air tertinggi di perairan dna 7 tema lingkungan yang berbeda. Memiliki panjang 361 meter dengan berat 228.081 GT. Maksiumum kapasitas kapal dapat diisi dengan 7.680 dan 2.200 kru. Di sisi kapal terdapat tiga kapal patroli 24 jam.
Risa duduk santai bersama Logan dan Xavier. Mereka menikmati suasana laut ditemani dengan orange juice serta beberapa potongan buah yang lezat. Mereka bertiga mengenakan pakaian santai layaknya para pemuda-pemudi modern. Hal tersebut menjadikan mereka pusat perhatian para lawan jenis.
“Wah lihat mereka mendapatkan ikan besar”. Seru Risa ketika melihat seorang nelayan berhasil strike pertamanya.
“Aku bahkan bisa menangkap lebih besar dari itu”.
Logan dan Risa menatap Xavier yang bergumam kesal.
“Kau bahkan tidak bisa memasang kail, berhenti mengumbar omong kosong”. Kekeh Logan membuat Xavier membara.
“Jangan remehkan aku. Tak tau kah kau seorang Xavier selalu bisa melakukan apapun”.
“Sebuah wacana sangat tidak pantas di percaya”.
“Ck menyebalkan”. Dengus Xavier meraih garpu dan mengambil sepotong buah manga.
“Anak-anak!”. Seru sebuah suara membuat mereka menoleh ke belakang.
Risa dan Logan terbelalak dengan mulut menganga sedangkan Xavier tersedak dan menyemburkan makanannya.
__ADS_1
Di sana Irene dan Sharon datang dengan wajah berbinar alasan dari keterkejutan mereka ialah pakaian bikini yang dikenakan.
Sharon tampak mempesona dengan bikini yang tidak terlalu terbuka namun masih meninggalkan kesan sexy sedangkan Irene mengenakan pakaian yang sama hanya saja ia menambahi dengan make up.
“IRENE KAU BERNIAT MEMBUNUHKU HA”. Xavier menumpahkan keterkejutannya.
“Wahh siapa sangka kalian akan datang seperti ini”. Kekeh Logan
“Kurasa mataku akan buta”. Gumam Risa tercengang.
“Dasar tidak sopan. Aku ini tidak setua yang kalian fikirkan, lihat tubuhku masih kencang dan indah”.
“APA-APAAN INI, HEY NENEK SADARLAH KAU SUDAH PUNYA CUCU”.
“Ck jangan berteriak, kau bisa merusak telingaku”.
Pletak!
“Apa kau bilang? Dasar anak nakal”.
“Aww sakit. Nona Irene kau fikir sedang memukul siapa ha”.
“Kenapa? Aku memukul anak nakal yang selama hidupnya selalu bersamaku. Jadi apa salahnya”.
“Cih selalu menggunakan alasan yang sama”.
Risa memutar bola mata malas melihat pertengkaran dua manusia tersebut dan beralih menatap gadis cantik yang berdiri sedikit malu-malu bahkan rona merah menghiasi wajah manisnya.
“Ohoo siapa sangka sekretarisku berubah menjadi gadis berbikini nan menawan hm”.
__ADS_1
Sharon tersentak kemudian membungkuk beberapa kali.
“M, maafkan aku Your Highness kepala pelayan Irene memaksaku mengenakannya, jadi aku…”.
“Sudah tidak apa-apa lagian saat ini kita tidak sedang bekerja jadi bersantailah”.
“Ba, Baik”.
Risa berbalik hendak kembali menikmati buahnya namun perhatiannya teralihkan pada sosok pria yang duduk mematung dengan mata terbuka lebar serta sedikit rona merah di pipinya.
Perlahan Risa mengikuti arah pandang nya dan tersenyum miring.
Sedetik kemudian Risa melingkarkan kedua tangannya di leher Logan membuat pria tersebut tersentak sadar.
“Melihat kemana hm?”.
“T, Tidak aku..”.
“Apa kakak ku ini sedang menikmati pemandangan indah”.
“E, eh?”.
“Bahkan ini pertama kalinya aku melihat seorang Logan pria dingin dengan 101 pesona terlihat gugup dan salah tingkah”.
“Berhenti menggodaku”.
Risa tertawa kemudian melepaskan tangannya kemudian melahap kembali buah segar tersebut. Matanya masih menatap Logan yang sesekali mencuri pandang ke arah Sharon yang berusaha melerai pertengkaran Irene dan Xavier.
“Falling in love ha?”.
__ADS_1