
Di siang hari yang sedikit begitu panas rasanya nara, masih saja berkeliling di istana, ia ingin mencari perpustakaan istana ia harus terus mencari petunjuk tentang keluarganya.
istana yang sangat begitu besar dan luas sangat sulit untuk menemukanya nara merasa bingun dan cape untuk mencarinya akhirnya nara duduk di bahwah pohon persik. saat nara sedang istirahat tiba tiba BRUGGG... suara jatuh yang sangat kencang di sampingnya nara pun langsung mengambil ranting pohon dan memukuli orang tersebut dan berkata " penjahat penjahat penjahat..." teriak nara
saat orang itu bangun dan berkata " diam kau..." dan ketika melihat wajahnya nara ia langsung kaget " HA....."
" SIAPA KAMU " gentak orang itu sambil mengalihkan pedang ke nara
" KAMU YANG SIAPA... DASAR PENJAHAT.." teriak nara lagi
" hei... kau yang penjahat... dasar jelek " ujar orang itu lagi
tiba tiba pangeran pei datang " kayu bertingkah lagi ya...." ujar pangeran pei yang tiba tiba menghampirinya
" kaka... maafkan aku ka... a..aku hanya ingin mencari udara segar saja di luar " ujar orang itu
nara merasa berrsalah ternyata orang itu adalah adiknya
" ka..kaka lihat lah ada orang gila masuk ke istana " ucap adiknya
" kau yang orang gila yang tiba tiba masuk ke istana lewat tembok setinggi ini bahkan kau lebih dikatakan penjahat " ujar pangeran pei kakanya.
" ka...maaf.. tapi dia juga sama " ujar adiknya sambil menunjuk kepada nara
__ADS_1
" dia adalah asisten ku dan kau tidak boleh mengatakannya orang gila karna dia memiliki nama"
" a..apa dia asisten mu? yang benar saja " ujar adiknya dengan kaget
" perkenalkan dirimu " ucap pangeran pei kepada nara
" nama ku nara, pa..pangeran aku minta maaf karna tadi aku sudah memukulmu " ucap nara
" memang kau harus minta manta maaf" jawab adiknya dengan sinis dan merasa jijik kepada nara
" sudahlah Nor.. ayo ikut aku " ujar pangerai pei
Adiknya pangeran bernama pangeran Nor ia adalah pangeran kedua dia tidak sehebat belah dirinya seperti pangeran pei namun ia sangat jago sekali dalam psikologinya dan tingkahnya masih seperti kanak kanak. di kerajaan bawlon hanya memiliki seorang 2 pangeran.
mereka duduk dan sambil meminum teh bersama
" ka... mengapa kau jadikan perempuan gila itu menjadi asisten mu? aku juga bisa ka..." ujar adiknya yang masih heran
" aku bilang jangan panggil dia orang gila, lihatlah kamar ini dia yang merapihkan semuanya " ujar pangeran pei dengan sedikit marah pada adiknya
" ta...tapi ka.." ucap adiknya yang tiba tiba di potong pembicaraanya oleh kakanya
" diamlah.. dia memang jelek tapi tingkah tidak sejelek dirimu " ujar kakaknya
__ADS_1
pangeran Nor merasa bingun dengan pikiran kakanya.
" oke oke... PELAYAN...bawakan cemilan kemari " ujar pangeran nor
dan cemilan itu di bawakan oleh nara karna nara yang membuatnya sebab dia adalah koki pribadinya
" ka..kamu lagi..." ucap pangeran nor denga ekpresi mukanya yang tidak enak
" diamlah dia membawakannya karan dia adalah koki pribadiku " ujar pangeran pei
" dia yang memasaknya muka yang jelek pasti rasa cemilannya pun jelek " ujar pangeran nor dengan sedikit penasaran
nara hanya diam, dengan apa yang di bicarakan olehnya, dan nara pun cepat cepat kembali karna tidak tahan dengan ocehan pengeran nor yang menyebalkan
dan ssat pangeran nor memakan cemilan buatan nara mata dia langsung melotot dan lidah yang sangat lezat merasakan " WAHHH LEZAT SEKALI.." ujarnya
" tentu saja maka dari itu aku memikinya untuk koki pribadiku " ujar pangeran pei
pangeran nor masih belum mempercayainya " aku tidak percaya ini buatan dia..pasti dia hanya membantu sedikit di dapur " jawabnya
" hayyy terserah kau saja " ujar pangeran pein yang sudah capai akan tingkah dan pembicaraanya
pangeran pei dan pangeran nor mereka saling berbincang bincang tentang kerajaan dan seni belah diri.
__ADS_1