PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 16 MERENCANAKAN MISI


__ADS_3

Nara tak bisa tinggal diam akan tingkah laku sang ratu yang benar benar sangat egois. " aku harus keluar dari penjara dan membawa mereka semua pergi dari sini, karna hal ini benar benra sangat keterlaluan.


pangeran pei ia masih kepikiran saja dengan nara, tapi ia juga tidak harus selalu memikirkan kondisi nara karna permasalahan yang di hadapinya pun belum juga kelar.


" kak.. bagaimana kita sudah tiga hari ini belum mendapatkan apa apa, sedangkan nara dia masih di tahan di penjara." ucap pangeran nor


" aku juga tidak tahu, tapi aku merasakan hal ini itu tidak di lakukan oleh sang mulia raja tapi hal ini di lakukan oleh san ratu" ujar pangeran peei


" lalu apa yang kita lakukan kak.. kita tidak bisa menunggunya sampai lama" ujar panngeran nor lagi


" aku akan menarik perhatian sang ratu " ucap kakanya


pangeran mulai akan menarik perhatian sang ratu, karena kerajaan tangli bentar lagi akan menjadi keluarganya juga karna pangeran akan di jodohkan dengan putrinya yang bernama yeijin yang kini sedang berada di kerajaan bawlon sendiri, padahal pangeran pei tidak suka dengan putrinya karena akan sikapnya yang tamak.


" salam yang mulia ratu " ucap pangeran pei yang menghampirinya.


" salam.. berdirilah nak.. kau jangan panggil aku yang mulia ratu tapi panggil saja ibunda ratu " ucapnya


pangeran pei hanya diam dan sedikit tersenyum


" ada apa kau kemari nak" tanya sang mulia ratu


" saya hanya ingin mengobrol dengan yang mulia ratu emm maksudku ibunda ratu " ucap pangeran pei


" baiklah lagi pula saya sedang ada waktu luang " jawab sang ratu


" ibunda ratu bagaiman kondisi di daerah tang selama ini" tanya pangeran  pei padanya


" saya tidak tau apa kondisi di daerah sana sekarang " ucap sang ratu


pangeran pun makin penasaran mengapa ia tak tau akan kondisi wilayah sendiri.


" memangnya warga di daerah tang tidak pernah bekerja di sini atau tidak mengunjungi kerajaan tangli lagi " yanya lagi


" iyah.. mereka tidak datang datang lagi kemari sudah 2 minggu" ucapnya lagi


pangeran pun makin curiga karena kejadian wabah di daerah tang juga mengalami wabah selama 2 minggu


" apa kau pernah berkunjung kesan sebelumnya sebelum 2 minggu terakhir ini" tanya pangeran pei yang terus memastikan


" iyah saya pernah mengunjunginya sekali untuk meliha lihat kondisi disana " jawabnya sang ratu


" oohh seperti itu " jawab singkatnya pangeran yang benar benar merasa yakin bahwa ini adalah ulah sang ratu sendiri.


lalu tiba tiba ada 2 orang datang menemui sang ratu


" pangeran pei maaf sudah wajtunya sekarang say untuk bekerja jadi maaf sekali kita lanjutkan obrolan kita lain waktu saja " ucap sang ratu


" baik..baik lah yang mulia, saya permisi " jawab  sang pangeran sambil meninggalkan ruangan sang ratu


panngeran pun hanya keluar sampai depan pintu saja kerana ia mersa curiga denganya.


" yang mulia.. daerah tang kini sudah baik baik saja dan tiba tiba wabahnya terhapus bersih " ucap 2 orang itu kepada sang ratu


" APA... bagaimna bisa.. siapa yang beraninya bisa membuat penawar racun itu " tanya sang ratu dengan kagetnya.


" saat sayaa menyamar dan bertanya dia mengatakan bahwa yang membuatkan obatnya adalah seorang gadis yang bermuka jelek dan kotor namun otaknya sangat pintar, tapi saya tidak tau siapa nama gadis itu  yang mulia ratu " ucap salah satru orangg itu menjelaskannya.


" berani beraninya dia merusak rencana ku untuk menguwasai daerah tang " ucap sang ratu dengan kesal.


pangeran yang menguping akan pembicaraan mereka benar benar terkejut " jadi benar di belakangan semua ini adalah yang mulia ratu." ucap pangeran pei dalam benaknya.


pangeran pun cepat meninggalkan tempat itu dan segera pergi menemui sang raja dan untuk merencanakan sesuatu.

__ADS_1


" salam yang mulia raja " ucap pangeran pei


" kemari lah nak.. bentar lagi hari akan gelap dan akan ada acara disini untuk memperingati hari kerajaan tangli " ujar sang raja


" baik yang mulia " jawab pangeran dengan penuh hormat.


dan tak lam kemudia sang ratu pun datang dan duduk di samping sang mulia raja


begitu juga pangeran nor dan sam yang hadir di samping pangeran pei.


" kak... bagaimana ini.. apa kau menemukan sesuatu " bisik pangeran nor yang ada di sampingnya.


" tenanglah aku sudah menemukan semuanya" ujar pangeran pei yang bisiknya lagi padanya


    Acara pun di mulai, seperti biasanya acara itu hanya meminum teh bersam menyantap hidangan yang ada di mejanya masing masing dan teri tarian yang indah dan tak terlewatpun dengan berbicara sesama kerabat kerabat yang ada.


salah satunya pangeran pei yang berbicara akan mengenai ponit untuki sang ratu.


" salam yang mulia, bagaiman kalau kita memiliki hari untuk mengundang rakyat kecil dalam perayaan " ucap saran sang pangeran dengan penuh hormat.


" BENAR BENAR... " ucap kerabat lain dengan kompak


" baiklah lagi pula belum ada sama sekali merayakan dengan rakyat kecil," ujar sang raja tangli yang menyujui akan ide pangeran pei.


mereka terus berbincang basa basi dan pangeran pei pun terus saja memiliki pembicaraan untuk menunjukan point motif di balik sang ratu tangli.


Sedangkan nara ia masi saja dikurung di penjara ntah sampai kapan urusannya selesai dan bisa keluar dari tahannan yang begitu kejamnya, sehingga banyak anak kecil yang menagis karena kelaparan, nara tak bisa tinggal diam sampai pangeran menyelesaikan semuanya ia dengan cepatnya nara merencanakan sesuatu untuk keluar dari tahanan ini bersama warga lainnya. " permisi tuan tuan dan nyonya, boleh kah kita berkumpul sebentar untuk merencanakan sesuatu agar kita bisa keluar dari sini " teriak kecil nara


 mereka pun langsung berbondong bondong berkumpul untuk diskusi.


" nak.. apa kauu tidak takut akan malah menambahkann masalah 2 tanya seorang ibu yang tidak yakin


" tenag lagi pula kan kita juga banyak dan lagi pula kita juga tidak sepenuhnya salah bahkan tidak sama sekali salah jadi untuk apa kita takut, yang pasti namanya kebenaran itu akan di bela satu sama lain " ucap nara dengan tegarnya.


" iyaa. aku setuju dengan kakak aku sudah tidak betah disini , badan ku merasa sakit tidur disini " ujar salah satu anak yang sangat begitu kasian.


" lalu apa yang kau rencanakan " ucap salah satu bapak tua.


" kita akan pergi untuk berdemo kepada yang mulia raja untuk meminta keadilan dan nanti setelah kita keluar dari penjara kita serbu saja berlari hngga menuju ke ruangan istana yang mulia raja " ujar idenya nara


" BAIKLAH AKU SETUJU.. KITA HARUS MINTA KEADILAN " teriak salah satu warga di situ dengan semangat.


dan yang lain nya pun ikut bersorak " AYOK...."


" baiklah ssttt jangan terlalu berisik,  dek.. apa boleh kaka pinjam jepit rambut mu. " ucap nara yang sambil mengintruksi yang lain dan meminjam jepit rambut kepada anak tadi yang menangis.


" ini ka.." uacap anak kecil itu dengan senyum yang manis


nara pun membuka gembok kunci itu dengan jepitan rabut dan cepat cepat segra membukanya dan keluar dari situ karena penjaganya juga tidak ada dipan pintu karna semua penjaga sedang sibuknya lebih berada di daerha istan karena sedang melakukan acara perayaan.


" AYOK AYOK.. " teriak nara dan sambil menerobosnya.


penjaga pundengan siap menghalanginya namu mereka kalah karna jumlah yang sedikit dari pada orang yang ditahannya dan wraga pun terus saja menerobosnya bahakan anak anak kecil pun pada menggigit tangan tangan mereka. mereaka terus berlari sampai ke ruangan istana.


dengan banyaknya warga dan berbondong memasuki ruangan istana dan kagetnya semua orang yang ada di dalam istana terutama pangeran pei, pangeran nor dan sam yang melihat nara di depan mereka semua seakan akan ketuanya.


"PENGAWAL...CEPAT BAWA MEREKA SEMUA.. BEN AR BENAR KETERLALUAN " teriak sang ratu tangli


" tungu ada apa ini sebenarnya yang mulia ratu.. " tanya pangeran pei yang sedikit membela nara karna ada di antara mereka


" MEREKA SEMUA PENJAHAT YANG DI TAHAN " ujar sang ratu


semua orang yang ada di dalam istana hanya bingung terutama sang raja tangli yang hanya merasa ningun karena ia tak tahu kalo ada banyak orang yang di tahan di istananya.

__ADS_1


dan nara pun benar benar merasa kesal akan sikapnya sang ratu yang benar benar sangat licik.


" SALAM YANG MULIA RAJA  DAN RATU.." ucap nara dengan salam yang penuh hormat.


" APA YANG KAU LAKUKAN DISINI " ucap sang ratu dengan gentaknya.


" saya disini karna saya di unndang oleh sang ratu " jawab nara dengan santainya


" UNDANGAN APAAN.." gentak sang ratu lagi


" undangaan meminta keadilan.." ucap nara


" maksud mu apa nak " tanya sanga raja yang dari tadi benar benar merasa bingung


" maksud saya saya ingin meminta keadailan, mengapa sang ratu dengan kejamnya menghukum orang lain yang tidak bersalah bahkann anak kecil pun harus di hukumnya dengan kejam, mereka harus menerima hukuman sang ratu yang penuh dengan kegoisannya, dan harus mengurung orang orang yang tak bersalah dengan di tahan selama mungkin tampa makan, bahkan ada seorang ibu yang harus menyusui bayinya namun ia tak bisa karena tidak ada mkanan didalam perutnya. mengapa kau menyiksanya yang mulia ratu mengapa kau tidak ;langsung menghukunnya mati langsung saja " ujar nara dengan menjelaskannya dengan kesal


" MENGAPA KAU MELAKUKAN YANG BEGITU KEJAM SANG RATU " teriak salah satu kerabat.


" kalian semua jangan percaya dengan nya " ucap sang ratu yang membela dirinya


" lalu jika mereka tidak boleh percaya kepada kami lalu mengapa sang raja tidak mempercayai dirimu yang mulia ratu " ucap nara yang makin terus ubtuk membongkar kedoknya sang ratu.


" IYAH BENAR..." ucap semua orang dengan kompak


" dan lihat lah sang raja hanya diam saja, karena dia tak mengetahui apa apa." ucap salah satu kerabat lagi


" kak.. nara sangat berani sekali dia " bisik pangeran nor kepada kakaknya.


" biarkan jika ada sesuatu aku akan langsung melindunginya 2 jawab sang pangeran pei dengan sambil memandang ke nara penuh kaguum


" MEMANGNYA APA PPERMASALAHAN KAMU... " gentak sang ratu yang membalasnya kepada nara


" permaslahanya adalah yang mulia ratu , mengapa kau tidak bersikap adil kepada kita, kau mengukum semua orang kerena masalah yang sangat sepele, apakau tidak tahu malu? tanpa mereka kau itu tidak akan di dukung untuk menjadi seorang ratu, tanpa mereka kau itu tidak akan memiliki seorang yang bisa untuk menjaga wilayah keraajan tangli dan satu lagi kau adalah seorang perempuan dan kau juga adalah seorang ibu tapi kau mangapa dengan tegaknya menyiksa anak kecil dan seorang ibu yang memiliki bayi yang tak bersalah. bagaiman jika posismu berada di situ.?" ujar nara dengan tegarnya dan rasa kesal terhadap sang ratu.


orang orang di dalam istana pun merasa terkejut dengan apa yang dikatakan nara.


" DAN KITA DISINI INGIN MEMINTA KEADILANNYA YANG MULIA RAJA, kita yang tidak bersalah di hukum dengan siksa tapi mengapa orang yang melakukan penghinaan tak sama sekali untuk di siksa sedikit pun " ujar nara. dengan beraninya


" BERIKAN MEREKA KEBEBASAN YANG MULIA" ucap salah satu kerabat


" kalian semua maafkan akan perilaku sang ratu kalian boleh pergi dan pulang kerumah kalian masing masing dan bawalah uang dan emas, PEALAYAN..BERILAH MERAKA MAKANAN, UANG DAN EMAS " ujuar sang raja.


" TERIMA KASIH YANG MULIA..." ujar warga dengan kompak


mereka pun pergi dari ruangan tersebut kecuali nara ia pergi menuju ke pangeran pei.


dan acaranya pun di hentikan dan yang lainnay pun kembali pulang ke rumahnya masing masing sambil mendumel tentang sang ratu tangli  yang teganya.


" kau memang hebat nara.." ucap pangeran nor.


nara pun hanya tersenyum dan gembira begitu juga dengan pangeran pei yang merasa takjub dengan sikap dan perkataannya nara tadi.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2