PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 8 TERNYATA SUFU ADALAH..


__ADS_3

WAHH..... bagus sekali.....  ucap nara dengan takjub melihat disekeliling kerajaan bawlon.


kehadiran sufu membuat banyak orang menyambutnya ada seorang ratu dan raja bahkan yang serta menyambut sufu dengan hati senang seakan akan sufu sudah seperti anaknya, selain itu ada seorang putri yang sangat cantik dan anggun menawan disamping ratu.


" nak...akhirnya kamu pulang juga, aku sangat merindukan mu." ujar sang ratu.


nara merasa bingung mengapa sang ratu memanggilnya seakan akan memang benar bahwa sufu adalah anaknya.


lalu nara yang ada disampingnya sufu langsung menghampiri sang ratu dan salam padanya


" salamm... yang mulia ratu " ucap nara sambil membukukkan badannya.


ratu yang melihat nara sangat begitu menjijikan, karna muka yang sangat jelek dan hitam.


" siapa dia... mengapa kau membawa orang gila kemari " ujar sang ratu kepda sufu.


nara yang mendengarkannya benar benar merasa sakit, sang ratu tidak sesuai apa yang ia lihat, ratu sangat anggun di mata orang namun mengapa ucapnnya begitu sangat menyakitkan.


sufu pun menjawab" perkenalkan ratu.. dia adalah asisten koki ku"


" hah... mengapa kau memilih asisten yang sangat jelek... padahal di istina juga banyak koki yang lebih baik dari dia " ujar seorang putri yang tiba tiba menjawab pertanyaan sufu.


" aku tidak melihat dari penampilannya tapi aku melihat dari ketulusannya " ujar sufu padanya lagi


sang putri pun mersa kesal.


" sudah sudah lebih baik.. kita masuk dan makan bersama, saya akan mengetes gadis ini apakah dia bisa masak atau tidak" ujar sang raja yang menenang di tengah tengah pembicaraan.


" BAIK YANG MULIA..." jawab nara yang tiba tiba dan begitu sangat semangat.


nara pergi ke dapur istana untuk menyipkan makanan yang akan di sajikan. di dapur semua pelayan pada memperhatikan nara, dan nara tidak memperdulikannya dia hanya fokus untuk memasak. saat nara memasak disampingnya ada seorang perempuan yang sedang menyiapkan minuman namun ia terlihat sangat sendiri di dapur, nara pun yang sedang memasak ia sambil memperkenalkan diri denganya.


" hai.... namamu siapa.?" tanya nara


" nama ku Eun bi" dia menjawabnya dengan senyum

__ADS_1


" aku nara... salam kenal" ujar nara


mereka pun saling tersenyum


setelah semuanya selesai nara membawakan makannanya ke ruang makan, disana semua orang sudah duduk dengan tertib. nara pun mempersilahkan semuanya untuk mencoba masakannya.


sang ratu dan raja ketika mencoba masakannya nara " WAH.... ini lezat sekalli"


" nak.. siapa namamu?" ta ya sang raja yang belum sempat dari tadi menannyakan namanya.


" nama ku nara " jawab nara dengan senyum


" maafkan kami yang sudah menuduh mu sebgai orang gila, ternyata kau benar benar seorang koki yang hebat " ujar sang raja


nara pun langsung menjawab " iya yang mulia " nara pun tersenyum lebar dan hati yang sangat gembira.


sang putri yang tadi menghinanya ia masih merasa kesal dengan nara.


setelah semuanya selesai..


mereka kemabli ketempatnya masing masing dan nara pun mengikuti sufu dari belakang dan sesampainya dikamar yang sangat begitu luas...


dan tiba tiba nara teringat bahwa dia datang ke istana itu bertujuan bisa bertemu dengan pangeran pei.


 " sufu... dimana pangeran pei... kau sudah janji pada ku" ujar nara


pengawal yang disampingnya sufu pun tertawa sampai membuat nara kebingunngan.


" tentu saja aku akan menepati janji mu" jawab sufu denngan tersenyum kecil


" lalu dimana pangeran pei.." tanya nara lagi dengan penasaran..


saat sufu ingin memberi taunya tiba tiba seorang putri tadi datang tiba tiba dan teriak halus " pangeran pei..." dan lalu menghampirinya dan menggandeng tangannya.


nara yang terkejut akan hal itu " ter..ternyata sufu itu...selama ini adalah pangeran pei... mengapa aku sangat bodoh jelas jelas dia tadi sangat disayang oleh sang ratu, ternyata dia memang benar anaknya, yaitu pangeran pei." ujar dalam harinya sambil menepuk jidat dengan telapak tangan sendirinya.

__ADS_1


" apa yang kau lakukan.. pergi lah... aku ingin istirahat." ujar sufu kepad sang putri itu.


ta... tapi..." ujar sang putri lagi namun di potong pembicaraaannya oleh pengawal


" maaf nona, sebaiknya nona keluar dulu dari ruangan sang pangeran " ujar si pangeran itu


" lalu bagaiman dengan gadis jelek ini, apa kau bisa tidur dengan pemandangan yang jelek ini" ujar sang putri itu dengan sinis kepaada nara.


nara haanya diam dan berusaha mengabaikan perkataannya, karna nara berfikir hal ini hanya sementara sampai ia bisa menemukan ibunya.


" karna saya akan menyuruh dia untuk membuatkan sup hangat, jadi kau pergilah " ujar sufu lagi padanya


sang putri itu merasa kesal dan meninggalkan dari ruangan tersebut dengan wajah cemberut.


dan nara pun langsung bersuara


" mengapa kau berbohong kalo selama ini kau adalah pangeran pei" ujar nara pada pangeran pei


" kau saja yang bodoh dasar gadis jelek" jawab pangeran pei dengan tertawa.


" menyembalkan ku kira pangeran pen jauh lebih tampan darinya" ucap nara dengen bisik bisik


pei pun mendengarnya " apa kau bilang" tanya pei


" tidak tidak.... aku hanya senang karan aku beruntung bisa di dekat pangeran pei dengan lama." ujar nara sambil teratawa terpakasa


" sudahlah kau pergi aku ingin istirahat." ujar pangeran pei


nara pun diantar oleh pengawalnya. dan diantar ke tempat nara tidur, tempat itu sangat kecil namun nara menerimanya lagi pula nara hanya sebentar dan melakukan tujuannya.


dan ternyata sufu itu adalah pangeran pei.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2