PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 32 MISI BERSAMA


__ADS_3

Nara memasuki kamar dan langsung berbaring diranjang kasur sambil senang senag sendiri akan tersipu malu oleh kata katanya pangeran pei. bahkan hatinya merasa berdetuk kencang seakan akan ingin keluar dari tubuhnya.


" ih... kenapa aku jadi kepikiran seperti ini ya? sampai samapi aku tidak sadar sendiri dari tadi senyum senyum 2 ucap dalam dirinya. " sudahlah aku harus tidur besok harus melanjutkan perjalanannya " ucapa dalam dirinya nara lagi.


Ke esokan paginya..


pagi yang amat cerah dan membuatnya makin bersemangat. mereka saling sibuk dengan dirinya masing masing untuk mengamisi barang barang nya kemabli dan siap berangkat melajutkan perjalanannya ke daerah ZU. mereka saling bekerja satu sama lain untuk menlesaikan misinya.


" nara.. apa kau sudah siap " tanya pangeran pei yang menghampiri disampinya saat nara ingin menaiki tangga kereta kuda.


" iya.. tentu saja aku sudah siap .." ucap nara sambil tersenyum kepadanya.


" ekhem..ekhemm... sudahlah..ayo..nanti kita terlambat sampai sore nih.." ujar pangeran nor yang mengganggu saja akan pembicaraan kakanya dengan nara.

__ADS_1


" ishh.. ayo lah.." ucap pangerai pei yang sambil memasang muka sebal kepada adiknya.


nara yang akan melihat kelakuan adik kaka benar benar membuatnya tertawa.


semuanya pun sudah siap dan berangkat dengan hati hati. mereka membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di daerah ZU.


perjalanannya cukup sangat jauh sehingga membuatnya sangat begitu sabar, dan akhirnya sampai juga di tempat daerah ZU.


pangeran pei mengawali perjalannanya diikuti dengan yang lainnya dan melihat lihat akan sekelilingnya bahwa semua warga disittu sudah habis terbunuh. mereka pun makin bertanya tanya apa yang terjadi dengan semua ini.


" ka.. bagaimana ini? " tanya pangeran nor pada kakanya yang dirinya jauh lebih merasa bingung


" aku rasa ini baru saja kejadian, lihat lah darah darahnya juga masih segar, jika mereka sudah dari hari hari sebelumnya pasti mereka semua sudah membusuk" ucap nara berpendapat.

__ADS_1


" iya.. saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh nara " ucap dokter cheng yang ikut berbicara.


" baiklah gini saja aku akan menyuruh prajurit yang bersama kita untuk mengubur mayat mayat ini dan akan sisahkan 2 mayat untuk kalian otopsi sedangkan aku, nor, dan sam akan mencari petunjuk dengan memasuki rumah rumah warga terutama rumah kepala daerah ZU. " ucap perintah pangeran pei


dan mereka pun menyetujuinya dan mulai melakukan misinya.


masing masing melakukan misi dengtan apa yang sudah di bagikan tugasnya masing masing.


nara dan dokter cheng mulai melakukan otopsi mayat untuk mencari tau apa penyebab semua kematian ini, sedangkan pangeran pei, pangeran nor dan sam mencari sebuah petunjuk.


nara menemukan sebuah racun pada tubuh mayat itu yang benar benar langsung mematikan namun darah pada leher mayat itu tidaklah dengan racun melainkan goresan yang terkena pedang, namun darah itu tidak hanya pada leher tapi terdapat juga pada nadi. yang seakan akan kejadian ini adalah bunuh diri. namun nara dan dokter cheng tidak percaya akan semua ini jika mereka semua bunuh diri.


begitu juga pangeran pei. nor dan sam juga menemuka sebuah lembaran kertas yang berisi sebuah perjanjian untuk mengosongkan daerah ZU secepatnya namun warga  tidak menyetujuinnya, dan hal ini kemungkinan terjadi akan karna surat perjanjian ini. namun sayangnya di surat itu tidak tertara dari siapa dan darimana. mereka saling memberitahukan hasil apa yang ditemukannya dan membuat sebuah rencana untuk memancing musuh.

__ADS_1


__ADS_2