PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 42 TERNYATA PUTRINYA


__ADS_3

Setelah nara mengantarkan ibu tersebut pulang kerumahnya,


dengan cepat nara mencari tau akan keberadaaan putrinya, namun disisi lain nara


juga penasaran denga perempuan yang akan disakiti oleh rati tangli, akhirnya


nara memutuskan untuk mencari ratu tangli dan mengikutinya.


“ mari, ikaeci, mion, saka, dan ubin kalian pulang duluan


saja yah.. ka nara ada sesuatu yang harus di urus “ ucap nara kepada temannya


“ yah… kak nara… selalu saja sibuk semenjak menjadi putri


kerajaan “ jawab mari dengan mengeluh sedih.


“ mari.. kau tidak boleh gitu.. lagi pula kita juga ada


saatnya dimana bisa main dan dimana disaat tidak main “ ucap mion yang


menenangkan hatinya mari.


“ baiklah… aku mengerti “ jawab nara dengan masih nada


rendah.


“ anak pintar… nanti selesai dari urusan ini, ka nara janji


akan mengajak mari lebih jauh dan lebih lama lagi “ ucap nara


“ yey… janji ya.. ka nara “ ucap mari dengan gembira


Ke lima teman kecil nara pulang bersamaan ke istana dan nara


segera mencari keberadaannya ratu tangli, nara merasa kebingungan ia benara


benar ketinggalan jejak karena lama tertinggal juga. Nara berfikir untuk


kembali saja ke istana, karena mungkin saja ratu tangli sudah kemabli ke


kerajaan.


Di kerajaan tangli.


Saat nara masuk, nara melihat yeijin sedang duduk di taman


halam utama, ia seperti sedang termenung. Lalu nara menghampirinya.


“ hai.. yeijin…” sapa nara


“ iss.. kenapa kau disini “ ucap yeijin yang masih saja


sinis terhadap nara.

__ADS_1


“ hmmm aku kesini justru menanyakanmu, kenapa kamu disini “


ucap nara


“ ya terselah akulah mau dimana aja.. “ ucap yeijin


“ kau sedang memikirkan apa ? “ Tanya nara


“ iss.. kepo banget sih.. “ ucap yeijin yang lagi lagi sinis


terhadap nara


“ baiklah aku akan menemanimu disini, kita mengobrol yuk “


ucap nara mengajak dengan riang


“ ih… malas banget..” ucap yeijin dengan sinisnya sambil


meninggalkan nara, namun tiba tiba BRUK… aw… yeijin terjatuh karena kakinya


tiba tiba terpelintir, dan dengan cepat nara pun membatunya.


“ yeijin…. “ ucap nara yang ingin menolongnya.


“ lepaskan tanganmu.. aku bisa sendiri “ ucap yeijin yang


berusaha so kuat


Nara pun melepaskan tanganya, namun saat yeijin ingin


pergelangan kakinya. Dan nara masa bodo jika yeijin harus marah marah pada nara


karena menolongnya.


Nara mebuka sepatu dan kaus kakinya nara yang seblah kiri


untuk di urut, saat nara mengurut kakinya yeijin, nara melihat tanda lahir di


pergelangan kakinya nara sebelah nara, dan nara teringat akan ucapan ibu tadi,


kalau saat itu beliau mengatakan, untuk mencarikan purtinya yang memiliki ciri


tanda lahir di pergelangan kakinya sebelah kiri.


“ nara…nara…” teriak yeijin


Nara pun terkejut


“ mengapa kau melamun, jika kau tidak ingin menolongku ya


sudah “ ucap yeijin


“ mengapa kau selalu saja marah marah tanpa sebab “ ucap

__ADS_1


nara dengan melanjutkan mengurut kakinya yeijin.


Setelah yeijin diurut kakinya oleh nara, yeijin mengucapkan


“ terima kasih “


“ sama sama “ jawab nara dengan senyum


“ yeijin boleh aku bertanya “ ucap nara


“ Tanya apa? Silahkan saja “ ucap yeijin


“ hmm.. kau tadi sedang memikirkan apa ? “ Tanya nara, yang


mencari basa basi agar tidak langsung ke point keran tanda lahir yang ada di


kakinya.


“ okelah.. aku akan berkata kepadamu apa yang aku pikirkan,


sebenarnya aku agak iri denganmu, lihatlah dirimu banyak sekali orang yang


mengagumi, lalu banyak juga orang yang menyayangimu, dan bahkan ibumu tidak ada


juga masih saja dicari sampai begitu pentingnnya, dan terkadang aku berfikir,


mengapa giliran aku yang mempunyai seorang ibu tapi tak pernah ada luang waktu


untukku. “ ucap yeijin menjelaskan


“ oh… yeijin, maaf jika aku membuat mu iri, tapi sejujurnya


aku tidak ada maksud seperti itu, kita saling sama sama menyayangi ko, jika kau


berkata iri, aku juga sama merasakan iri, karena aku baru bisa merasakan


artinya keluarga disaat ini, dan entah ibuku kemana. “ ucap nara


Yeijin berfikir apa yang dikatakan nara benar


“ oh iya, memangnya ibumu sibuk apa ? “ Tanya nara lagi


“ ntah lah, ibuku selalu saja sibuk diluar istana, aku tidak


mengerti 2 ucap yeijin yang masih kesal dengan hatinya.


Nara berfikir bahwa perempuan yang akan disakiti olehnya


bukan putri dari ibu tersebut melainkan bisa saja putrinya itu adalah yeijin,


karena persis dengan ciri cirinya pada pergelangan kakinya, namun nara berfikir


lagi, lalu perempuan siapa yang akan mereka sakiti, dan nara pun tak bisa

__ADS_1


menjelaskan langsung sekarang kepada yeijin soal ibu tersebut yang sedang


mencari putrinya.


__ADS_2