
Setelah nara mengantarkan ibu tersebut pulang kerumahnya,
dengan cepat nara mencari tau akan keberadaaan putrinya, namun disisi lain nara
juga penasaran denga perempuan yang akan disakiti oleh rati tangli, akhirnya
nara memutuskan untuk mencari ratu tangli dan mengikutinya.
“ mari, ikaeci, mion, saka, dan ubin kalian pulang duluan
saja yah.. ka nara ada sesuatu yang harus di urus “ ucap nara kepada temannya
“ yah… kak nara… selalu saja sibuk semenjak menjadi putri
kerajaan “ jawab mari dengan mengeluh sedih.
“ mari.. kau tidak boleh gitu.. lagi pula kita juga ada
saatnya dimana bisa main dan dimana disaat tidak main “ ucap mion yang
menenangkan hatinya mari.
“ baiklah… aku mengerti “ jawab nara dengan masih nada
rendah.
“ anak pintar… nanti selesai dari urusan ini, ka nara janji
akan mengajak mari lebih jauh dan lebih lama lagi “ ucap nara
“ yey… janji ya.. ka nara “ ucap mari dengan gembira
Ke lima teman kecil nara pulang bersamaan ke istana dan nara
segera mencari keberadaannya ratu tangli, nara merasa kebingungan ia benara
benar ketinggalan jejak karena lama tertinggal juga. Nara berfikir untuk
kembali saja ke istana, karena mungkin saja ratu tangli sudah kemabli ke
kerajaan.
Di kerajaan tangli.
Saat nara masuk, nara melihat yeijin sedang duduk di taman
halam utama, ia seperti sedang termenung. Lalu nara menghampirinya.
“ hai.. yeijin…” sapa nara
“ iss.. kenapa kau disini “ ucap yeijin yang masih saja
sinis terhadap nara.
__ADS_1
“ hmmm aku kesini justru menanyakanmu, kenapa kamu disini “
ucap nara
“ ya terselah akulah mau dimana aja.. “ ucap yeijin
“ kau sedang memikirkan apa ? “ Tanya nara
“ iss.. kepo banget sih.. “ ucap yeijin yang lagi lagi sinis
terhadap nara
“ baiklah aku akan menemanimu disini, kita mengobrol yuk “
ucap nara mengajak dengan riang
“ ih… malas banget..” ucap yeijin dengan sinisnya sambil
meninggalkan nara, namun tiba tiba BRUK… aw… yeijin terjatuh karena kakinya
tiba tiba terpelintir, dan dengan cepat nara pun membatunya.
“ yeijin…. “ ucap nara yang ingin menolongnya.
“ lepaskan tanganmu.. aku bisa sendiri “ ucap yeijin yang
berusaha so kuat
Nara pun melepaskan tanganya, namun saat yeijin ingin
pergelangan kakinya. Dan nara masa bodo jika yeijin harus marah marah pada nara
karena menolongnya.
Nara mebuka sepatu dan kaus kakinya nara yang seblah kiri
untuk di urut, saat nara mengurut kakinya yeijin, nara melihat tanda lahir di
pergelangan kakinya nara sebelah nara, dan nara teringat akan ucapan ibu tadi,
kalau saat itu beliau mengatakan, untuk mencarikan purtinya yang memiliki ciri
tanda lahir di pergelangan kakinya sebelah kiri.
“ nara…nara…” teriak yeijin
Nara pun terkejut
“ mengapa kau melamun, jika kau tidak ingin menolongku ya
sudah “ ucap yeijin
“ mengapa kau selalu saja marah marah tanpa sebab “ ucap
__ADS_1
nara dengan melanjutkan mengurut kakinya yeijin.
Setelah yeijin diurut kakinya oleh nara, yeijin mengucapkan
“ terima kasih “
“ sama sama “ jawab nara dengan senyum
“ yeijin boleh aku bertanya “ ucap nara
“ Tanya apa? Silahkan saja “ ucap yeijin
“ hmm.. kau tadi sedang memikirkan apa ? “ Tanya nara, yang
mencari basa basi agar tidak langsung ke point keran tanda lahir yang ada di
kakinya.
“ okelah.. aku akan berkata kepadamu apa yang aku pikirkan,
sebenarnya aku agak iri denganmu, lihatlah dirimu banyak sekali orang yang
mengagumi, lalu banyak juga orang yang menyayangimu, dan bahkan ibumu tidak ada
juga masih saja dicari sampai begitu pentingnnya, dan terkadang aku berfikir,
mengapa giliran aku yang mempunyai seorang ibu tapi tak pernah ada luang waktu
untukku. “ ucap yeijin menjelaskan
“ oh… yeijin, maaf jika aku membuat mu iri, tapi sejujurnya
aku tidak ada maksud seperti itu, kita saling sama sama menyayangi ko, jika kau
berkata iri, aku juga sama merasakan iri, karena aku baru bisa merasakan
artinya keluarga disaat ini, dan entah ibuku kemana. “ ucap nara
Yeijin berfikir apa yang dikatakan nara benar
“ oh iya, memangnya ibumu sibuk apa ? “ Tanya nara lagi
“ ntah lah, ibuku selalu saja sibuk diluar istana, aku tidak
mengerti 2 ucap yeijin yang masih kesal dengan hatinya.
Nara berfikir bahwa perempuan yang akan disakiti olehnya
bukan putri dari ibu tersebut melainkan bisa saja putrinya itu adalah yeijin,
karena persis dengan ciri cirinya pada pergelangan kakinya, namun nara berfikir
lagi, lalu perempuan siapa yang akan mereka sakiti, dan nara pun tak bisa
__ADS_1
menjelaskan langsung sekarang kepada yeijin soal ibu tersebut yang sedang
mencari putrinya.