
Pangeran pei dan pangeran nor sangat begitu kelelahan karena
bertarung dan dikejar oleh para penjahat penjahat tadi, mereka sedang istirahat
dulu dan sambil mencari cara untuk bisa berhasil dengaan tujuannya, dan dengan
cara meruvah strateginya.
Pangeran p[ei berfikir hal ini tidak bisa di lakukan hanya
berdua saja karena ini terlalu berat, penjahat penjahat tadi benar benar sangat
luar biasa, otak mereka terus dikuras dengan mencari ide baru, saat lagi lelah
lelahnya dan kebingungan tiba tiba burung merpati putih yang di sebut nori oleh
nara berbunnyi sambil mengerak gerakan kadang kecilnya, seakan akan agar
pangeran pei dan pangeran nor mendengarnya. Saat mereka berdua melihat burung
merpati putih itu, mereka langsung berfikiran sama untuk meminta bantuan lewat
burung merpati itu.
“nor kau paham kana pa yang di maksud dengan si burung nori
ini bergerak” Tanya pangeran pei pada nor.
“iya kak aku paham, aku malu yang terlalu meremehkan nara,
meski dia tidak ikut tapi tetap saja ia selalu membantu kita dengan cara dekat
meski lewat perantara dari burung merpati putih ini.” Ujar pangeran nor.
Pangeran pei langsung mengambil selembar kertas dan pena
untuk menulis surat pada kerajaan tapi akan diberikan pada nara, karena burung
nori hanya bisa datang kepada nara.
Isi surat.
“nara….ini aku pei dan
nor, maafkan aku yang terlalu meremehkanmu dalam membantu kita tapi ternyata
kau seperti malaikat yang selalu ada untuk kita.
__ADS_1
Nara… kita ingin minta
bantuan dari kamu dan lainya yang bisa membantu kami, tolong kirimkan esok hari prajurit 10 orang saja untuk
membantu kita dalam perjalanan, namun datangnya prajurit jangan mengikuti di
belakang badan perjalanan kita, sampaikan
padanya untuk sudah siap 5 orang berada di daerah gangga dan 5 orangnya lagidi daerah wau.
Sampaikan juga jangan
pada para prajurit untuk tidak menggunakan pakaian prajurit istana, melainkan
pakai saja pakaian biasa sekiaranya seperti warga sekitar, agar tidak keciri.
Itu saja nara… tolong
sampaikan ya…
Terima kasih… “
Salam manis
Pangeran pei :)
sekiranya tipis dan kecil agar tak terlalu kelihatan, dan pangeran pei
menaruhkannya pada burung nori dengan cara mengikatkan surat itu di kaki si
burungnya, dan pangeran pei berkata “sampaikan surat ini pada nara ya… nori”
ucapnya
Burung merpati putih itu langsung terbang untuk pergi ke
nara.
Pangeran nor bertanya “apa kau yakin kak dengan cara seperti
ini akan membantu kita berhasil ?”
“entahlah semoga saja ini berhasil, apasalahnya kita mencoba
lagi pula setidaknya kita terbantu dan sedikit rileks.” jawab pangeran pei
“baiklah.. lalu kita harus kemana sekarang kak” Tanya pangeran
__ADS_1
nor
“kita berjalan lagi saja sedikit kesana, jika ada pohon yang
rindang sekali dan nyaman kita istirahat disana saja, lagi pula kita sepertinya tidak mungkin untuk mencari
penginapan lagi, karena malam yang sudah larut sekali dan tubuh yang sudah
lelah ini” ujar pangeran pei menjelaskannya.
“Baiklah kak” jawab pangeran nor.
Merakapun mennemukan tempat yang nyaman dan mereka pun
istirahat dengan tenang dan sambil merileks kan badan dan pikiran untuk esok
pagi melanjuti tujuan.
Burung merpati putih itu sangat cepat untuk sampai ke nara,
sudah sangat malam sekali, burung nori pun langsung pergi ke arah jendela
kamarnya nara. Sambil berbbunyi sampai sampai nara pun terbangung dari
tidurnya.
“hah…nori” ucap nara yang melihat nori di jendela dan sambil
menghampirinya.
“loh kok, kau datang, apakah ada pangeran meminta bantuan ?”
Tanya nara
Burung nori pun menganggukan kepalanya.
“tapi.. mengapa cepat sekali mereka meminta bantuannya” ucap
dalaam hati nara, sambil mengambil surat yang ada di kakinya nori.
Narapun langsung melihat suratnya, “apa…mereka minta bantuan
untuk mengirim prajurit, memang apakah mereka diserang ? tapi mengapa secepat
ini ?” ucap rana dalam hatinya yang sambil melihat isi suratnya.
Tanpa berfikir panjang rana pun langsung pergi ke arah
__ADS_1
halaman prajurit dan mengikuti apa kata strategi pangeran pei.