
Nara hanya terpaksa untuk menahan laparnya ia hanya berharap besok ada makanan yang tiba tiba datang di hadapan mata lalu mereka semua menemukan dirinya. ia berusaha sebisa mungkin untuk tertidur lelap agar melupakan rasa laparnya.
Pangeran tak henti henti dengan lelahnya yaang masih bersi keras untuk mencari nara, padahal langit langit sudah sangat begitu gelap. dan dengan terpaksanya pangeran nor menepuk badan bagian punggungnya agar pangeran pei pingsan karena tidak mungkin harus mencarinya di langit yang sangat begitu gelap.
dan dengan cepatnya mererka beristirahat di gua kecil untuk melanjutkan esok pagi.
Keesokan paginya.
pangeran pei terbangun " aduh.... kepala ku pusing sekali, dimana aku? mana yang lainnya " ucap pangeran pei yang sambil memegang tangannya karena terasa pusing dan bertanya tanya kemna semuanya pergi, ia terbangun hanya seorang diri saja. pangeran pei berjalan jalan mencarinya keluar dari gua kecil dan melihat dokter cheng sedang masak, nor sedang membuat peta dan sam sedang membersihkan pedang pedang.
" kemarilah... pangeran pei... aku membuatkan sup jamur untuk mu " ucap dokter cheng
pangeran pei pun mengambil dan meminumnya " terimakasih dokter cheng " ucapnya.
setelah ia minum dan makan pei teringat dengan nara. " mengapa kalian membuatku tertidur... bagaiman dengan nara ? " ucap pangeran pei dengan kesal sehingga semunya merasa terkejut.
" ka... sadar.. kita juga tidak bisa memaksakannya dimalam hari yang sangat begitu gelap percuma kita juga tidak ada jejak.. jika kau sakit hanya karena satu malam saja itu akan jauh lebih sulit.. lagi pula aku yakin nara akan baik baik saja karena dia adalah wanita yang pintar. " ucap pangeran nor yang menyadarkan kakanya dengan begitu jelas.
" aku mengertui perasaan mu ka... " ucap pangeran nor lagi
Nara terbangun
__ADS_1
" hmmm... aduh... badan ku sakit sekali tiidur bertekuk teku karena tali rantai ini.." ucap nara yang terbangun sambil merasakan sakitnya.
naraa yang berharap esok hari akan ada makanan di depan mata namun tak ada sama sekali hanya debu debu yang beterbangan kecil. pengawal hanya mondar mandir menjaga penjara yang sampai membuat mata nara terasa pusing.
berjam jam nara menunggu akan hal baik seperti datangnya makanan, pangeran, dokter cheng, sam atau setidaknya sebuah kunci untuk lolos. nara berfikir fikir dan akhirnya ia punya pemikiran " aku tidak bisa menunggu seperti ini saja seperti bangkai, aku harus bisa melakukannya sendiri. akhirnya nara cari cari ide memutarkan otak yang terutama membuat 2 pengawal didepannya tidak ada akhirnya ia menggunakan cara untuk membohonginya.
" sut..sut... " saut nara pada kedua pengawal itu.
" ADA APA KAU... " ucap salah satu pengawal itu dengan gentaknya
" sut... jangan berisik.. nanti tuan tau...hei... kalian gak mau dapet hadiah dari tuan kalian.." ucap nara yang membuatnya agar bertanya tanya.
" apa maksudmu " tanya salaah satu pengawal lagi
" cepat katakan... atau kita akan membuatmu terbunuh. " ucap pengawal itu lagi.
" tenang tenang... jika kalian ingin tau... kita hrus sepakat dulu " ucap nara lagi
" apa kesepakatannya "
" ya.. kalian harus lepaskan aku dulu supaya aku akan memberi tahu kalian dengan rahasia. " ucap nara agar lebih mudah.
__ADS_1
" hala.. kau ini pasti hanya ingin membohongi kami.." ucap pengawal itu tak percaya.
nara sedikit bingung apa lagi yang harus ia katakan tapi otaknya masih berjalan les " heii.. aku ini orang yang kalian tangkap kan.. yan aku bakaalaan tau lah apa apa yang akan direncankan oleh teman teman ku nanti, mungkin saja saat mereka kesini kalian akan di buatnya seperti kerupuk kapes..." ucap nara yang menakut nakutinya.
" apa kau bilang.. sudahlah cepat katakan saja.. " ucap pengawal itu menekan
" baik.. aku akan bilang dengan nada yang keras tapi.. kalian akan rugi nanti pengawal yang lain akan denggar dan hadiah kalian dari tuan akan sangat sedikit " ucap nara yang masih membohonginya.
2 pengawaal itu saling diskusi dan akhirnya " baiklah " ucap dua pengawal itu dengan sepakat.
mereka membuka pintu besinya dan nara berusaha berdiri sendiri. kata pengawal " cepatlah kaatakan.. "
" hai.. kalian tidak mau lebih mudah tau.. jika aku hanya memberi tau kalian dengan ucapan kalian tidak akan mengerti karena teman teman ku menggunakan kode yang harus di gerakan dengan tangan dan kaki. " ucap nara agar rantai rantainya terputus.
" baik.. baiklah.." ucap 2 pengawal lagi dengan makin setuju.
lalu pengawal itu membukannya dan tiba tiba dengan cepatnya nara langsung mendorong 2 pengawal itu jatuh dan menutupnya kembali di kunci lalu cepat lari untuk kabur, namun banyak sekali rintangan pengawal pengawl itu ternyata masih ada di setiap jalannya namun tak ada lagi jalan selain jaln itu satu satunya, dan terpaksa nara nekat melewatinya sambil melawan pengawaal itu dengan belah dirinya. dan menggunakaan cara unik yang mendorong satu pengawal sehinga terdorong semuanya seperti bola besar menggelinding, nara tertawa kecil dan lanjut pergi mencari jalan keluar. tempat penjara itu benar benar seperti di bawah tanah. nara bener bener sangat kesulitan mencari jalan keluar sampai sampai ia harus terus kuat melawan banyaknya pengawal yang menyerbu. nar terus berusah membela dirinya agar lolos, nara memancing satu orang pengawal untuk di jadikan umpan sebagai mengelabui dirinya sedangkan nara diam diam berjalan jongkok di kerumahan mereka dan segera lolos darinya dan akhirnya nara lolos dengan sangat senang dan dengan cepat nara mencari jalan keluar.
Saat nara mencari jalan keluar tiba tiba tembok tembok di sekitarnya berbunyi teriak kencang. yang berkata " TOLONG.... TOLONG... TOLONG AKU..." ucap teriakan itu dan sedikit terdengar dengan nada menyedihkan.
akhirnya nara berhenti berjalan dan meraba raba tembok ada apa dengannya sehingga berbunyi seakan akan ada orang didalam temboknya. saat nara melakukan dengan telitinya agar mengetahui apa yang ada di dalam tembok itu tiba tiba segerombolan pengawal itu mengahpirinya seperti serigala kelaparan dan dengan refleknya nara langsung lari dengan cepat. dan menemukan cahaya terang yang sudah pasti itu adalah jalan keluar.
__ADS_1
nara dengan terburunya terus berlari sampai jauh namun nara merasa bingung karena jumlah pengawalnya sangat banyak dan mengejarnya dengan cepat. sampai sampai ia kehilangan jalan yang mana jalan buntu tibanya adalah jurang. nara merasa bingun dengan cemas karena apa yang harus ia lakukan.
segerombolan pengawal itu mengepungnya dan maikn mendekat untuk menangkap nara. nara yang hanya berfikir hanya memiliki satu harapan lagi ia dengan beraninya terjun ke jurang yang sangat tinggi. BRUUMMM... dan ternyata bawahnya air. nara berenang renang untuk ke atas permukaan air namun tidak bisa karena ia merasa ada di tengah tengah laut sehingga membuatnya cukup dalam, nara berusah naik dan sambil melambaikan tangan untuk minta tolong namun keadan disitu sangat sepi sehingga nara...