
berkali kali nara berusaha untuk meminta tolong dalam air,
dan sedangkan ombak air itu makin besar sehingga nara harus di ombang ombang
karena ombak. Sampai sampai nara terbawa dan akhirnya tersangkut di batu yang
besar dan agak dekat dengan darat namun nara tak sadarkan diri
Pangeran pei dan lainnya tak kunjung kunjung selesai
menemukan keberadaan nara, sampai sampai menahan lapar pun masih
mencarinya. Mereka bolak balik dari kota ke desa dari desa ke hutan dan
seterusnya sampai sampai mereka merasa lelah sehingga membuatnya haus,
keberadaan mereka sekrang berada di
tengah hutan jadi mereka tak bias harus balik ke kota untuk meminum air walupun
itu hanya segelas. Akhirnya mereka mencari sungai yang ada di sekitar untuk
diminum.
BRUUSSHH.. suara ombak “ apa kalian mendengar suara aliran
aliran air? “ ucap dokter cheng
“ iya…iya saya mendengarnya” ucap pangeran nor yang
bersemangat
Dan mereka pun berjalan mengikuti sura air itu berada, dan
sesampainya hanya pangeran pai yang baru sadar bahwa ada seseorang di batu
besar yang ada di sungai itu “ hah…” terkejut pangeran pei saat melihat dan
dengan cepat pangeran pei menuju padanya dan untuk menolong orang tersebut, saat mendekati dan menghampirinya
pangeran pei di buat terkejut lagi dan ternyata itu adalah nara “ NARA..” ucap
pangeran pei yang terkejut begitu juga yang lainnya saat pangeran pei memanggil
nama nara.
Pangeran pei dengan cepat menggendong nara dan segera di
selamatkan karena tubuhnya yang sudah sangat dingin seprti es, mukanya yang
sangat begitu pucat dan bibir tipisnya
yang sudah bewarna biru.
Disitu mereka makin panik hanya saja dokter cheng yang
berusaha tenang mengobati nara sampai sadar. Pangeran pei berusaha mengularkan air dari
tubuhnya nara. Dan nara pun terbatuk mengeluarkan air, namun ia masih pingsan
karena tubuhnya yang sangat lemah dan perutnya yang kosong.
__ADS_1
Mereka saling berbagi tugas, dokter cheng membuatkan obat
untuk nara, pangeran pei menemaninya, pangeran nor mencari makanan di sekitar
hutan, dan sam membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan cuaca juga hampir
mulai gelap, dan mereka sekalian beristirah disitu sambil menunggu nara sadar.
Kesokan harinya..
Sudah pagi hari nara masih saja belum sadar dan ketika di
cek lagi kondisinya ia tiaba tiba deman sehingga ia harus di kompres, pangeran
pei makin khawatir dan cemas, ia masih saja menggenggam tangan nara, dan
menjaganya begitu perhatian.
“ dokter cheng apa dia pasti akan baik baik saja kan?” Tanya
pangeran pei masih merasa khawatir.
“ tenang… pangeran nara akan baik baik saja, saya sudah
mengompresnya dan saya priksa detak jantungnya sudah mulai stabil dan tubuh
nara sangat kuat. Sehingga penyakitnya masih ia tahan. “ ucap dokter cheng yang
menjelaskannya.
Pangeran pei pun sedikit lega akan mendengarnya. “ kak.. kau
pangeran nor
“ baiklah..” ucap pangeran pei yang sudah tak bias lagi
menahan rasa laparnya.
Sudah 2 jam menunggu nara untuk sadar dan akhirnya dia pun
siuman.
“ nara…” ucap pangeran pei yang senang karena dari tadi
menunggunya.
“ aduh.. pusing…” ucap nara
“ sini aku bantu “ ucap pangeran pei yang membantu nara
untuk duduk dan melendehkan badanya ke
pohon.
“ nak.. sukurlah kamu sadar dan baik baik saja “ ucap dokter
cheng
“ memangnya aku kenapa “ tanya nara yang masih kebingungan
“ hei… nara kau tidak sadar? Kau itu abis terdampar di batu
__ADS_1
besar” ucap pangeran nor
“ pangeran.. gak enak banget bilangnya terdampar” bisik
bisik sam yang di sampingnya
Pangeran nor hanya tertawa kecil. Sedangkan nara seketika
menjadi diam ia mengingat ngingat kembali kejadian sebelumnya sambil meratapi tubuhnya
dari tangannya, kakinya meraba raba mata, mulut, hidung, dan telinga. Sampai mereka
yang melihat nara merasa aneh.
“ nara… ada apa ? “ Tanya pangeran pei.
“ aku nmasih hidup kan..? “ tanya nara kembali
“ hah..i..iya kau masih hidup “ jawab pangeran pei yang
bingun
“ sungguh? “ Tanya nara lagi yang masih tidak percaya.
“ bener nara… sepertinya kau sudah kelamaan di air yah..
sehingga membuatmu aneh seperti ini. “ ucap pangeran pei yang terheran heran.
“ haha… jangan jangan dia seperti ini karena terbentur batu
besar “ ucap pangeran nor dengan tertawa begitu sam yang tertawa kecil karena
perkataan pangeran nor.
“ sudah sudah. Nara.. memangnya kau berfikiran apa? “ Tanya dokter
cheng
“ terjun dari gedung tinggi lalu tenggelam
kemudian terombang ombak, dan aku piker aku tidak akan selamat. Hah…” jawab
nara dan tiba tiba langsung di peluk oleh pangeran pei.
“ kau pasti selamat.. maafkan aku yang tak bias menjagamu “
ucap pangeran pei yang masih saja memeluk nara dengan erat seakan akan tak mau
kehilangan.
“ ehmm.. pangeran.. aku.. tidak bias bernafas” ucap nara
Pangeran pei pun melepaskan pelukannya dengan pelan “ maaf “
ucapnya.
Nara pun tersenyum lebar
Baiklah ayo ayo kita makan “ ucap dokter cheng dengan
gembira.
__ADS_1