PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 36 KEADAAN NARA


__ADS_3

berkali kali nara berusaha untuk meminta tolong dalam air,


dan sedangkan ombak air itu makin besar sehingga nara harus di ombang ombang


karena ombak. Sampai sampai nara terbawa dan akhirnya tersangkut di batu yang


besar dan agak dekat dengan darat namun nara tak sadarkan diri


Pangeran pei dan lainnya tak kunjung kunjung selesai


menemukan keberadaan nara, sampai sampai menahan lapar pun masih


mencarinya.  Mereka bolak balik dari kota ke desa dari desa ke hutan dan


seterusnya sampai sampai mereka merasa lelah sehingga membuatnya haus,


keberadaan mereka sekrang  berada di


tengah hutan jadi mereka tak bias harus balik ke kota untuk meminum air walupun


itu hanya segelas. Akhirnya mereka mencari sungai yang ada di sekitar untuk


diminum.


BRUUSSHH.. suara ombak “ apa kalian mendengar suara aliran


aliran air? “ ucap dokter cheng


“ iya…iya saya mendengarnya” ucap pangeran nor yang


bersemangat


Dan mereka pun berjalan mengikuti sura air itu berada, dan


sesampainya hanya pangeran pai yang baru sadar bahwa ada seseorang di batu


besar yang ada di sungai itu “ hah…” terkejut pangeran pei saat melihat dan


dengan cepat pangeran pei menuju padanya dan  untuk menolong orang tersebut, saat mendekati dan menghampirinya


pangeran pei di buat terkejut lagi dan ternyata itu adalah nara “ NARA..” ucap


pangeran pei yang terkejut begitu juga yang lainnya saat pangeran pei memanggil


nama nara.


Pangeran pei dengan cepat menggendong nara dan segera di


selamatkan karena tubuhnya yang sudah sangat dingin seprti es, mukanya yang


sangat begitu pucat dan  bibir tipisnya


yang sudah bewarna biru.


Disitu mereka makin panik hanya saja dokter cheng yang


berusaha tenang mengobati nara sampai sadar.  Pangeran pei berusaha mengularkan air dari


tubuhnya nara. Dan nara pun terbatuk mengeluarkan air, namun ia masih pingsan


karena tubuhnya yang sangat lemah dan perutnya yang kosong.

__ADS_1


Mereka saling berbagi tugas, dokter cheng membuatkan obat


untuk nara, pangeran pei menemaninya, pangeran nor mencari makanan di sekitar


hutan, dan sam membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan cuaca juga hampir


mulai gelap, dan mereka sekalian beristirah disitu sambil menunggu nara sadar.


Kesokan harinya..


Sudah pagi hari nara masih saja belum sadar dan ketika di


cek lagi kondisinya ia tiaba tiba deman sehingga ia harus di kompres, pangeran


pei makin khawatir dan cemas, ia masih saja menggenggam tangan nara, dan


menjaganya begitu perhatian.


“ dokter cheng apa dia pasti akan baik baik saja kan?” Tanya


pangeran pei masih merasa khawatir.


“ tenang… pangeran nara akan baik baik saja, saya sudah


mengompresnya dan saya priksa detak jantungnya sudah mulai stabil dan tubuh


nara sangat kuat. Sehingga penyakitnya masih ia tahan. “ ucap dokter cheng yang


menjelaskannya.


Pangeran pei pun sedikit lega akan mendengarnya. “ kak.. kau


pangeran nor


“ baiklah..” ucap pangeran pei yang sudah tak bias lagi


menahan rasa laparnya.


Sudah 2 jam menunggu nara untuk sadar dan akhirnya dia pun


siuman.


“ nara…” ucap pangeran pei yang senang karena dari tadi


menunggunya.


“ aduh.. pusing…” ucap nara


“ sini aku bantu “ ucap pangeran pei yang membantu nara


untuk duduk dan melendehkan  badanya ke


pohon.


“ nak.. sukurlah kamu sadar dan baik baik saja “ ucap dokter


cheng


“ memangnya aku kenapa “ tanya nara yang masih kebingungan


“ hei… nara kau tidak sadar? Kau itu abis terdampar di batu

__ADS_1


besar” ucap pangeran nor


“ pangeran.. gak enak banget bilangnya terdampar” bisik


bisik sam yang di sampingnya


Pangeran nor hanya tertawa kecil. Sedangkan nara seketika


menjadi diam ia mengingat ngingat kembali kejadian sebelumnya sambil meratapi tubuhnya


dari tangannya, kakinya meraba raba mata, mulut, hidung, dan telinga. Sampai mereka


yang melihat nara merasa aneh.


“ nara… ada apa ? “ Tanya pangeran pei.


“ aku nmasih hidup kan..? “ tanya nara kembali


“ hah..i..iya kau masih hidup “ jawab pangeran pei yang


bingun


“ sungguh? “ Tanya nara lagi yang masih tidak percaya.


“ bener nara… sepertinya kau sudah kelamaan di air yah..


sehingga membuatmu aneh seperti ini. “ ucap pangeran pei yang terheran heran.


“ haha… jangan jangan dia seperti ini karena terbentur batu


besar “ ucap pangeran nor dengan tertawa begitu sam yang tertawa kecil karena


perkataan pangeran nor.


“ sudah sudah. Nara.. memangnya kau berfikiran apa? “ Tanya dokter


cheng


“   terjun dari gedung tinggi lalu tenggelam


kemudian terombang ombak, dan aku piker aku tidak akan selamat. Hah…” jawab


nara dan tiba tiba langsung di peluk oleh pangeran pei.


“ kau pasti selamat.. maafkan aku yang tak bias menjagamu “


ucap pangeran pei yang masih saja memeluk nara dengan erat seakan akan tak mau


kehilangan.


“ ehmm.. pangeran.. aku.. tidak bias bernafas” ucap nara


Pangeran pei pun melepaskan pelukannya dengan pelan “ maaf “


ucapnya.


Nara pun tersenyum lebar


Baiklah ayo ayo kita makan “ ucap dokter cheng dengan


gembira.

__ADS_1


__ADS_2