
Nara dan 10 prajuritnya berangkat dengan diam diam dimalam
hari bahkan sang raja pun tidak ada yang tahu akan mengenai rencana ini, masing
masing kelompok mengambil jalan yang berbeda agar tidak terlihat jelas sebagai
seorang pendatang, dan rana pun mengikuti kelompok yang akan menempat di daerah
gangga seperti rencana awal, mereka mengenakan kuda begitu juga dengan nara
apalagi dengan penyamaran nara seperti seorang pria.
Cukup jauh untuk pergi ke daerah gangga, tapi nara tak ingin
berhenti di tengah jalan karena akan membuatnya tertunda waktu rencananya.
Dengan cepat dan sampai waktupun tak terasa akhirnya sampai juga di daerah
gangga, mereka tiba pukul 03.00 dimana masih pagi gelap. Mereka rasanya ingin
sekali untuk beristirahat di penginapan namun para prajurit yang bersama nara
tak ingin karena ada nara yang sebenarnya seorang perempuan tapi nara menyamar
sebagai seorang pria, hal ini akan membuatnya repot, dan nara pun menyadari
akan hal ini karena akan menjadi sebuah kecurigaan bagi orang di sekitarnya
sedangkan rencana seperti warga yang ada di tempat.
Akhirnya terpaksa mereka harus tinggal di luar gerbang
daerah ganggan untuk beristirahat namun tak jauh juga dari tempat gangga. Nara
dan 5 prajurit itu hanya bisa beristirahat dengan duduk di bawah pohon yang
terasa sejuk dimalam hari.
Keesokan paginya, matahari pun ingin muncul, nara dan 5 prajurit
itu terbangun lebih awal agar tidak ada orang yang melihat mereka, jika ada
yang melihat makan akan sangat terlihat curiga sekali bahwa mereka adalah
seorang pendatang, karena bagi warga setempat seorang pendatang juga butuh di
introgasi terlebih dahulu, nara mengerti akan hal itu namun ia juga tak ingin
mengambil resiko tersebut karena akan membuatnya sebuah masalah panjang.
Nara dan 5 prajurit itu masuk ke daerah gangga dan mencari
makan untuk sarapan, mereka membeli roti kukus dan teh hijau hangat untuk
sarapan dan mereka makan di tempat tersebutnya sambil menunggu kedatangan
pangeran pei dan pangeran nor.
Memasak roti yang sangat enak dan lezat cukup lama dalam
prosesnya, belum lagi dengan makan sambil di nikmatinya, namun tak masalah
mereka harus menunggu sarapannya, karena sambil menunggu kedatangan kedua
pangeran itu juga.
Cukup lama juga untuk menunggu kedua pangeran itu sampai
sampai mereka menyantap sarapan yang lezatnya sangat lama dan lagi lagi
__ADS_1
menambah sampai uang pun sudah tipis yang hanya baru saja beli sarapan, karena
mereka merasa bingung jika kegiatan makanannya sudah habis lantas kedua
pangeran itu belum datang entah apa yang akan di lakukan lagi, nara pun tak ada
ide untuk selanjutnya, dan mereka pun sarapan di dekat gerbang daerah gangga
agar langsung melihat pangeran pei dan pangeran nor kalau mereka berdua telah datang.
Burung merpatih putih si Nori, yang kini masih bersama nara,
sangat mengenal sekali akan pangeran pei dan pangeran nor meskipun mereka
mennyamar, dan cukup waktu yang lama akhirnya pangeran pei dan pangeran nor
datang, namun nara dan 5 prajurit itu tidak mengetahui kalau pangeran pei dan
pangeran nor sudah datang karena mereka menyamar terlalu berlebihan sampai
sampai mereka menyamar sambil berjalan kaki dan membawa padi padian yang cukup
banyak mereka gendong di pundaknya, mungkin agar lebih amann lagi agar tidak
terjadi seperti awal kembali. Nara dan 5 prajurit itu mengetahui akan kehadiran
dua pangeran itu kalau sudah datang di beri tahu oleh Nori (burung merpatih
putih ), nori mengisyaratkan ke nara kalau pangeran pei dan pangeran nor telah
datang.
Nara pun melihatnya merasa senang dan lega akhirnya mereka
datang juga, namun nara memberikan intruksi kepada 5 prajuritnya bahwa jangan
ada yang bilang kalau dirinya ikut dan
kepadanya, 5 prajurit itu hanya bisa berkata iya dan mengikuti apa kata nara.
Lalu nara menyuruh si Nori untuk pergi menjemput kedua pangeran
itu untuk datang ke tempat makan yang nara tempati, SI nori pun terbangg kea
rah dua pangeran itu, lalu pangeran pei melihat nori dan langsung mengikuti
nori.
“silahkan duduk” ucap nara yang menawarkan duduk kepada
mereka dengan nada dibuat buat seperti laki laki.
Kedua pangeran itu pun duduk, namun pangeran pei merasa
curiga dengan prajurit yang menawarkan duduknya, seakan seakan ia merasa ada
yang tidak beres.
“BU.. saya pesan dua roti kukus lagi dan teh hijau hangat juga
dua ya bu, jangan sampai lama, teman teman saya sudah datang dan mereka belum
sarapan” ucap nara yang lagi lagi dengan suara di buat buat seperti laki laki.
Roti kukus yang lezat dan teh hijau hangat sudah datang,
pangeran pei dan pangeran nor menyantapnya dengan lahap, nara yang terus saja
memandang wajah pangeran pei rasanya ingin sekali tertawa, dan ingin sekali
__ADS_1
rasanya meledek, seperti ada rasa jiwa jiwa ingin balas dendam kepadanya akan
seperti dulu ketika aku menyamar menjadi
orang yang jelek.
Setelah selesai makan, mereka berangkat untuk rencannya,
mereka hanya berencana melewati daerah gangga saja namun secara beramaian
karena jika terjadi sesuatu setidaknya pangeran pei dan pangeran nor terbantu
ketika menghadapi masalah.
Perjalanan mereka hanya jalan kaki saja, nara dan 5 prajurit
yang tadinya membawa kuda ia terpaksa untuk meninggalkannya di daerah gangga. Karena
mereka juga harus mengikuti akan arahan dari pangeran pei yang menjadi
kaptennya. Nara yang dari tadi menyamar merasa bahwa pangeran pei dan pangeran
nor tidak mengetahui akan dirinya kalau ikut bersamanya, tapi sebenarnya
pangeran pei merasa curiga dengan salah satu prajurit yang mana itu adalah
penyamaran nara, karena muka yang baru dan tidak sesuai dengan rencana awal,
karena pangeran pei menyuruhnya untuk membawa 5 prajurit saja tapi malah
menjadi 6 dan itu adalah pertanhyaan besar bagi ke curigaan pangeran pei.
Prajuritt yang sudah d tugas kan untuk melindungi pangeran
tetap siaga dan berjalan bersamanya agar tidak terjadi masalah, namun yang jadi
masalah adalah nara, karena ketika sudah keluar dari daerah gangga dan ingin
melanjutkan perjalannya, pangeran pei sengaja mengambil kea rah hutan, karena
pei punya rencana untuk prajurit yang mencurigakan yang tentu saja kalau itu
sebenarnya dalah nara.
Pangeran nor belum mengerti akan rencana dan pikirannya
pangeran pei, sampai samapi ia bertanya ketika sudah memasuki hutan hutan.
“kak… kita mau kemana kenapa kau mengambil jalan ini, hal
inni akan jauh lebih panjang dan sedangkan kita tidak tahu akan sampai hari apa
kita sampa ke daerang Tang ? “ ucap pangeran nor
Pangeran pei tidak menjawab pertanyaan panggeran nor,
melaikan pangeran pei langsung mengitrogasikan kea rah parajurit yang
mencurigakan yaitu nara dangan menyodongkan pedang ke arahnya “SIAPA KAU…”
Kelima prajurit yang melihat akan tindakan pangeran pei
langsung terkejut dengan tindakannya dan serempak menngatakan “JANGAN
PANGERAN..”
Pangeran semakin bingung, dengan sikap sikap prajuritnya,
dan yang akhirnya nara langsung berkata “pangeran pei ingin membunuhku” ucapnya
__ADS_1
sambil membuka kumis palsunnya.
Pangeran pei dan pangeran nor terkejut dengannya yang ternyata nara ikut dengannya.