PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
EPISODE 55 : TERKEJUT


__ADS_3

Nara dan 10 prajuritnya berangkat dengan diam diam dimalam


hari bahkan sang raja pun tidak ada yang tahu akan mengenai rencana ini, masing


masing kelompok mengambil jalan yang berbeda agar tidak terlihat jelas sebagai


seorang pendatang, dan rana pun mengikuti kelompok yang akan menempat di daerah


gangga seperti rencana awal, mereka mengenakan kuda begitu juga dengan nara


apalagi dengan penyamaran nara seperti seorang pria.


Cukup jauh untuk pergi ke daerah gangga, tapi nara tak ingin


berhenti di tengah jalan karena akan membuatnya tertunda waktu rencananya.


Dengan cepat dan sampai waktupun tak terasa akhirnya sampai juga di daerah


gangga, mereka tiba pukul 03.00 dimana masih pagi gelap. Mereka rasanya ingin


sekali untuk beristirahat di penginapan namun para prajurit yang bersama nara


tak ingin karena ada nara yang sebenarnya seorang perempuan tapi nara menyamar


sebagai seorang pria, hal ini akan membuatnya repot, dan nara pun menyadari


akan hal ini karena akan menjadi sebuah kecurigaan bagi orang di sekitarnya


sedangkan rencana seperti warga yang ada di tempat.


Akhirnya terpaksa mereka harus tinggal di luar gerbang


daerah ganggan untuk beristirahat namun tak jauh juga dari tempat gangga. Nara


dan 5 prajurit itu hanya bisa beristirahat dengan duduk di bawah pohon yang


terasa sejuk dimalam hari.


Keesokan paginya, matahari pun ingin muncul, nara dan 5 prajurit


itu terbangun lebih awal agar tidak ada orang yang melihat mereka, jika ada


yang melihat makan akan sangat terlihat curiga sekali bahwa mereka adalah


seorang pendatang, karena bagi warga setempat seorang pendatang juga butuh di


introgasi terlebih dahulu, nara mengerti akan hal itu namun ia juga tak ingin


mengambil resiko tersebut karena akan membuatnya sebuah masalah panjang.


Nara dan 5 prajurit itu masuk ke daerah gangga dan mencari


makan untuk sarapan, mereka membeli roti kukus dan teh hijau hangat untuk


sarapan dan mereka makan di tempat tersebutnya sambil menunggu kedatangan


pangeran pei dan pangeran nor.


Memasak roti yang sangat enak dan lezat cukup lama dalam


prosesnya, belum lagi dengan makan sambil di nikmatinya, namun tak masalah


mereka harus menunggu sarapannya, karena sambil menunggu kedatangan kedua


pangeran itu juga.


Cukup lama juga untuk menunggu kedua pangeran itu sampai


sampai mereka menyantap sarapan yang lezatnya sangat lama dan lagi lagi

__ADS_1


menambah sampai uang pun sudah tipis yang hanya baru saja beli sarapan, karena


mereka merasa bingung jika kegiatan makanannya sudah habis lantas kedua


pangeran itu belum datang entah apa yang akan di lakukan lagi, nara pun tak ada


ide untuk selanjutnya, dan mereka pun sarapan di dekat gerbang daerah gangga


agar langsung melihat pangeran pei dan pangeran  nor kalau mereka berdua telah datang.


Burung merpatih putih si Nori, yang kini masih bersama nara,


sangat mengenal sekali akan pangeran pei dan pangeran nor meskipun mereka


mennyamar, dan cukup waktu yang lama akhirnya pangeran pei dan pangeran nor


datang, namun nara dan 5 prajurit itu tidak mengetahui kalau pangeran pei dan


pangeran nor sudah datang karena mereka menyamar terlalu berlebihan sampai


sampai mereka menyamar sambil berjalan kaki dan membawa padi padian yang cukup


banyak mereka gendong di pundaknya, mungkin agar lebih amann lagi agar tidak


terjadi seperti awal kembali. Nara dan 5 prajurit itu mengetahui akan kehadiran


dua pangeran itu kalau sudah datang di beri tahu oleh Nori (burung merpatih


putih ), nori mengisyaratkan ke nara kalau pangeran pei dan pangeran nor telah


datang.


Nara pun melihatnya merasa senang dan lega akhirnya mereka


datang juga, namun nara memberikan intruksi kepada 5 prajuritnya bahwa jangan


ada yang  bilang kalau dirinya ikut dan


kepadanya, 5 prajurit itu hanya bisa berkata iya dan mengikuti apa kata nara.


Lalu nara menyuruh si Nori untuk pergi menjemput kedua pangeran


itu untuk datang ke tempat makan yang nara tempati, SI nori pun terbangg kea


rah dua pangeran itu, lalu pangeran pei melihat nori dan langsung mengikuti


nori.


“silahkan duduk” ucap nara yang menawarkan duduk kepada


mereka dengan nada dibuat buat seperti laki laki.


Kedua pangeran itu pun duduk, namun pangeran pei merasa


curiga dengan prajurit yang menawarkan duduknya, seakan seakan ia merasa ada


yang tidak beres.


“BU.. saya pesan dua roti kukus lagi dan teh hijau hangat juga


dua ya bu, jangan sampai lama, teman teman saya sudah datang dan mereka belum


sarapan” ucap nara yang lagi lagi dengan suara di buat buat seperti  laki laki.


Roti kukus yang lezat dan teh hijau hangat sudah datang,


pangeran pei dan pangeran nor menyantapnya dengan lahap, nara yang terus saja


memandang wajah pangeran pei rasanya ingin sekali tertawa, dan ingin sekali

__ADS_1


rasanya meledek, seperti ada rasa jiwa jiwa ingin balas dendam kepadanya akan


seperti dulu ketika aku  menyamar menjadi


orang yang jelek.


Setelah selesai makan, mereka berangkat untuk rencannya,


mereka hanya berencana melewati daerah gangga saja namun secara beramaian


karena jika terjadi sesuatu setidaknya pangeran pei dan pangeran nor terbantu


ketika menghadapi masalah.


Perjalanan mereka hanya jalan kaki saja, nara dan 5 prajurit


yang tadinya membawa kuda ia terpaksa untuk meninggalkannya di daerah gangga. Karena


mereka juga harus mengikuti akan arahan dari pangeran pei yang menjadi


kaptennya. Nara yang dari tadi menyamar merasa bahwa pangeran pei dan pangeran


nor tidak mengetahui akan dirinya kalau ikut bersamanya, tapi sebenarnya


pangeran pei merasa curiga dengan salah satu prajurit yang mana itu adalah


penyamaran nara, karena muka yang baru dan tidak sesuai dengan rencana awal,


karena pangeran pei menyuruhnya untuk membawa 5 prajurit saja tapi malah


menjadi 6 dan itu adalah pertanhyaan besar bagi ke curigaan pangeran pei.


Prajuritt yang sudah d tugas kan untuk melindungi pangeran


tetap siaga dan berjalan bersamanya agar tidak terjadi masalah, namun yang jadi


masalah adalah nara, karena ketika sudah keluar dari daerah gangga dan ingin


melanjutkan perjalannya, pangeran pei sengaja mengambil kea rah hutan, karena


pei punya rencana untuk prajurit yang mencurigakan yang tentu saja kalau itu


sebenarnya dalah nara.


Pangeran nor belum mengerti akan rencana dan pikirannya


pangeran pei, sampai samapi ia bertanya ketika sudah memasuki hutan hutan.


“kak… kita mau kemana kenapa kau mengambil jalan ini, hal


inni akan jauh lebih panjang dan sedangkan kita tidak tahu akan sampai hari apa


kita sampa ke daerang Tang ? “ ucap pangeran nor


Pangeran pei tidak menjawab pertanyaan panggeran nor,


melaikan pangeran pei langsung mengitrogasikan kea rah parajurit yang


mencurigakan yaitu nara dangan menyodongkan pedang ke arahnya “SIAPA KAU…”


Kelima prajurit yang melihat akan tindakan pangeran pei


langsung terkejut dengan tindakannya dan serempak menngatakan “JANGAN


PANGERAN..”


Pangeran semakin bingung, dengan sikap sikap prajuritnya,


dan yang akhirnya nara langsung berkata “pangeran pei ingin membunuhku” ucapnya

__ADS_1


sambil membuka kumis palsunnya.


Pangeran pei dan pangeran  nor terkejut dengannya yang ternyata nara ikut dengannya.


__ADS_2