PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 27 TAHTA AZURA


__ADS_3

Sudah berhari hari rasanya ada disini, beradaptasi dengan apa yang ada di sekitarnya. berkali kali harus bisa menemukan sebuah arti. yang mana memang harus bisa diselesaikannya.


naraa masih bingun dengan apa tujuuan selanjutnya ketika berada di istana yang besar ingin mencari informasi tentang ibunya namun tak ada jejak sama sekali dan ingin mencarinya pun bingung harus bagaiman caranya.


nara terus saja selalu meratapi langit langti biru dengan indah dan bertanya apakah ada sebuah jalan?


lalu tiba tiba dtang seorang pelayan " salam tuan putri..." ucap nya dengan hormat.


" ada apa ? " tanya nara


" tuan putri di panggil raja untuk datang ke ruang aula istana. " ucap pelayan itu


" baiklah.. terima kasih.." ucap nara dan nara pun pergi menemui raja.

__ADS_1


saat di ruangan aula istana yang sangat luas dan begitu megah. dan di situ juga ada neneknya, ibunya yeijin atau ratu yang sombong itu dan yeijin beserta mentri dan pengawal di samping raja. dan bahakan dokter cheng pun berada di aula istana, ntah ada apa dokter cheng ke istana.


" salm.. yang mulia.. " ucap nara dengan hormat


" salam,  nara... aku ingin kau naik tahta sebagai tanggung jawab kedokteran di istana tangli. " ucap sang raja.


yeijin yang mendengarnya terkejut  " apa apaan ayah..maksudku.. yang mulia dia kan baru disini lagi pula dia juga tidak sekolah tentang obat obatan, bagaimana bisa yang mulia percaya padanya " ucap yaijin pada raja karena tidak setuju dengan tawarannya.


"  saya percaya dengan Azura, karena azura sangat mirip sekali kepintarannya dengan ibunya atau yang dikenal Ratu azura. " ucap sang raja.


" tenang saja putri azura, namanya juga belajar lagi pula aku akan membimbing mu. " ucap dokter cheng yang ikut berbicara.


" iya nak.. jadi kau tidak usah takut.. " ucap neneknya

__ADS_1


" tidak aku tidak setuju.. benar yang di katakan yeijin, yang mulia.. yeijin sekolah dengan baik.. sedangkan azura.. dia tidak sama sekali " ucap ibunya yeijin atau ratu yang ada di sampingnya.


" dia memang tidak sekolah yang mulia ratu.. tapi dia lebih dari orang yang bersekolah" ucap dokter cheng lagi.


" ta..tapi.." sang ratu ingin menjawabnya lagi namun di potong oleh sang raja.


" sudah lah.. lagi pula dia juga kan putri kerajaan tangli yang pertama dan tidak heran juga jika dia harus menjadi tanggung jawab sebagai kedokteran istana karena ia mewarisi dari Ratu azura. " ujar sang raja yang menjelaskannya.


" lalu bagaimana denganku yang sekolah kedokteran namun tidak di naikan tahtanya " ujar yeijin pada sang raja dengan kesal.


" aku khawatir karena kau terlalu takut ketika melihat luka yang sangat parah apalagi dalam otopsi mayat. " ujar sanga raja.


yeijin merasa geram akan apa yang semua orang katakan. " menyebalkan.. rasanya aku benar benar ingin membunuh nara. " ucap dalam hatinya.

__ADS_1


dan tak ada kata kata lain selagi menerimannya, dan naaraa pun merasa senang karena dia memang dari dulu ingin bekerja seperti tentang obat obatan atau kedokteran, namun rasa senangnya itu dia tidak puas karena ia merasa tidak enakan dengan yeijin.


ibunya yeijin sangat mwersa kesal dengan kehadiran nara di istana, dan rasanya ingin cepat untuk mengusirnya dari istana.


__ADS_2