
Nara yang menerima surat dari mereka langsung segera bergegas ke arah prajurit untuk meminta bantuan sesuai apa yang di perintahkan oleh pangeran pei dan pangeran nor.
malam malam yang harusnya tertidur lelap nara harus terbangun dan membantunya, agar masalah ini segera selesai.
saat rana berjalan di lorong lorong istana dan sebentar lagi akan sampai ke tempat prajurit tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak nara dari belakang "PUUKK" sangat begitu gemetar dan kaget badan nara.
saat nara menengok ke arah belakang dengan pelan pelan ternyata orang itu adalah yeijin. "YEIJIN" sentak nara karena merasa terkejut.
"apa yang kau lakukan disini nara ? " tanya yeijin dengan nada yang lemas
"harusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada disini kenapa kau tidak tidur, hari sudah sangat malam, dan ibumu sendirian di kamar" ujar nara sambil menyebut ibu yang selama ini mencari putrinya adalah ibu kandungnya yeijin.
"semuanya berkata bahwa dia adalaha ibuku, tapi aku masih belum percaya denganya" ucap yeijin yang sampai sekarang masih bimbang padahal kondisi tubuhnya masih rapuh.
"jika kau tidak percaya kalau itu adalah ibumu lalu bagaimna dengan ratu tangli yang kau anggap itu adalah ibumu, sedangkan dia telah diam diam menyakitimu sampai sekarang dan entah dimana dia sekarang juga apa kau masih akan percaya kalau dia tetap ibumu ?" ucap nara yang menjelaskannya.
"mungkin dia telah jahat melakuai diriku tapi, bagaimana pun juga dia tetap ibuku yang sudah membesarkanku sampai sekarang" ucap yeijin
nara yang mendengarkan akan perkataan yeijin merasa "yeijin yang terlihat seperti putri sihir ternyata dia bisa menjadi putri malu yang menganggumkan" ucap dalam hati nara sambil melihat wajah murungnya yeijin, sampai sampai terlupa dengan tugasnya.
"hah sudahlah yeijin nanti kita bahas ini lagi ya, lebih baik kau pergilah ke kamarmu dan istirahat, aku masih banyak urusan yang harus di kerjakan" ucap nara
__ADS_1
"memangnya ada tugas apa untukmu sampai harus jam segini kau masih saja melakukannya, aku bantu ya agar masalahnya cepat selesai" jawab yeijin
"tidak usah yeijin, kau pergilah dan istirahat dan kondisimu ini kan masih belum membaik, lagi pula aku bisa kok melakukan ini sendirian karena tugas ini kecil hanya masalah obat obatan saja aku takut basi karena menyimpannya kurang aman" ucap nara yang menjelaskannya menipu agar yeijin tidak khawatir dengan masalah ini apalagi bersangkutan dengan pangeran pei, yang mana yeijin sangat suka sekali dengan pangeran pei, dan nara pun akan mengerti akan perasaanya.
"baiklah, kau hati hati ya" ucap yeijin
"siap" jawab nara yang sambil tersenyum kepada yeijin.
yeijin pun langsung kembali pergi ke arah kamarnya dan begitu juga dengan nara yang segera pergi ke tempat prajuritnya, dan nara pun menemukan ide baru untuk lebih membantu pangeran pei dan pengeran nor, yaitu membawa obat obatan ini juga berkat yeijin.
sesampainnya di lingkungan prajurit.
"hei bron..." saut nara ke salah satu prajurit yang nara kenal dan cukup dekat karena biasa mengantar nara kemana mana.
"iya..tuan putri ada apa, dan mengapa malam malam putri datang kemari apakah ada maling di kamar tuan putri?" ucap bron prajurit itu.
"sudahlah, aku butuh bantuan mu dengan yang lainnya, aku minta jumalah 10 orang prajurit untuk membantu pangeran pei dan pangeran nor." ucap nara lagi
"pangeran pei menyuruh kalian untuk di bagi menjadi 2 kelompok masing masing 5 orang, untuk berada di daerah gangga dan wau, tapi kalian kesana tidak menggunakan pakaian seragam prajurit istana, melainkan berpakaian biasa seperti warga sekitar, dan bawa senjata secukupnya saja yang tidak terlalu terlihat namun mampu bisa untuk menolong" ujar nara menjelaskan para prajurit yang sudah di tentukan.
"dan yah kalian berangkat lah dari sekarang dan menempatkan masing masing daerah yang sudah di tempatkan" ucap nara.
"baik yang tuan putri" ujar para prajurit, dan mereka pun bersiap siap untuk berangkat bertugas.
nara kepikiran untuk lebih baik ikut saja dalam hal ini dan nara pun bersiap siap, akhirnya ketika para prajurit itu ingin berangkat, nara memberhentikan "tunggu" para prajurit itu langsung berhenti.
ketika para prajurit menoleh ke arah belakang bron yang sebagai kapten nya langsung kaget "siapa kau" ucap bron sambil menunjukan pisau ke arahnya.
__ADS_1
"hei.. ini aku putri nara aku menyamar sebagai seorang laki laki, agar aku bisa ikut kesan dan membantu pangeran pei dan pangeran nor." ucap nara
"hah tuan putri maafkan aku yang tidak tahu jika ini adalah tuan putri" ucap bron yang meminta maaf karena telah menyondongkan pisau ke arahnya.
"iyah sudah tidak apa apa aku mengerti " jawab nara.
"tapi tuan putri sebaiknya tuan putri tidak perlu untuk melakukan hal ini, karena takut ini sangat membahayakan tuan putri" ujar bron
"tenanglah aku tidak akan merepotkan kalian semua, aku akan melakukan dengan benar untuk ikut membantu pangeran." ujar nara
para prajurit hanya bisa mematuhi printah, dan akhirnya nara pun ikut kesana untuk membantunya, dengan dirinya menyamar seperti laki laki dan berpakaian warga sekitar apalagi di tambah kumis kumisan palsu agar terlihat persis seperti laki laki dan nara juga tak lupa untuk membawa obat obatan yang akan diperlukan.
nara dan para prajurit pun berangkat menuju daerah yang di tentukan nara mengikuti daerah gangga derah yang paling awal dalam misi barunya sebelum ke daerah wau, karena pangeran pei dan pangeeran nor akan berhenti sejenak di awal daerah gangga.
__ADS_1