
Ratu azura menceritakan semua yang terjadi selam bertahu tahun ke belakang.
" saat putriku nara berumur 5 tahun aku sengaja meninggalkan dia, karena ada sebuah alsan yang sangat berbahaya, dan itu pun menyangkit nyawanya nara, aku tidak memiliki cara apapun selain menyembunyikan nara dan merahasiakan identitasnya. pada saat itu suamiku, yaitu raja tamgli yang pertama, dia ikut membela dalam peperangan di daerah ZU, sebenarnya dia sudah menang akan peperangan itu, dan disaat dia ingin pulang kekerajaan untuk memberitahukan kabar baik, dia harus berhenti di pertangan jalannya dan pulang untuk selamanya, karena dia di bunuh oleh salah satu musuh yang pada saat peperangan tadi, dan tentu saja dia adalah bos dari musuh musuh tersebut, tetapi dia hanya sebagai boneka saja, karena dalang sebenarnya ada di kerajaan ku sendiri, yaitu Ratu yang sangat kejam dan tamak itu. Dia melakukan banyak sekali kejahatan, pertama dia membunuh suami ku, lalu dia ingin mengambil segumpalan darah dari putriku, karena darah putriku keturunan dari darah suci bangsawan, yang mana akan dia gunakan untuk menyembuhkan putranya yang selama ini terkena racun mematikan, sebab itu aku hanya memilki cara ini saja. " ucap sang ratu tangli bercerita
" apa.. sang ratu aku bisa bengerti dengan ketamakannya ratu tangli, tetapi aku tidak mengerti kenapa ratu tangli menangkap mu juga ? dan kenapa harus dengan cara seperti ini ? sang ratu kan bisa pergi ke kerajaan aku atau kemana yang setidaknyya bisa tingggal bersama dengan nara bukannya malah terpisah " ucap pangeran pei.
" jika saat itu juga tidak darurat, mungkin aku juga akan melakukan hal tersebut, tapi bagaimna mereka sudah ada di depan mataku, walupun setidaknya aku sudah jauh meninggalkan kerajaan tangli untuk menyelamatkan putriku, tapi mereka ternyata mengejarku, dan saat itu cara ini hanya lah satu satunya, aku melumuri semua badannya nara dengan tanah, kemudian aku memberikan obat sementara yang mana saat di cek darahnya tidak ketangguan bahwa itu adalah darah suci bangsawan, dan aku tidak bisa nara harus tinggal bersama ku, dan aku juga sengaja untuk membiarkan diriku tertangkap agar putriku baik baik saja " ucap sang ratu
" tapi, bukannya justru seorang ibu harus selalu ada di samping putrinya, jika itu ingin baik baik saja ? " ucap pangeran pei yang terus bertanya
" yah..kau benar, aku mengajukan juga karena aku memiliki darah suci bangsawan sebagian, dan sebagaiannya lagi ada di putriku, dan mereka membutuhkannya sebagai lagi, tetapi aku tak bisa melakukan hal itu, karena saat itu nara masih terlalu kecil baginya, danĀ itu bukan darah sebagian melainkan darah sepenuhnya. jika di ambil putriku akan tiada. bahkan sampai sekarang walaupun putriku sudah besar dan mungkin bisa di ambil darahnya, tapi ada kemungkinan juga jika di ambil putriku akan tiada karena dia tidak sepertiku, dia melebihi dariku. " ucap sang ratu azura yang menjelaskannya.
__ADS_1
" melebihi dari sang ratu maksudnya apa ? " tanya pangeran pei
" kan tadi aku sudah bilang, darah sucinya bukan sebagian tapi sepenuhnya, yang mana mungkin dia akan tiada, aku sangat takut sekali. " ucap sang ratu
" jadi seperti itu, tapi kenapa sang ratu tidak berusaha lolos juga dari mereka? walaupun sudah tertangkap, setidaknya ada cara lainkan biar lolos dari mereka atau memberikan darah sebagian pun itu sudah lebih bukan ? " ucap pangeran pei.
" iya, aku ada rencana untuk lolos dari kurungan mereka tapi, mereka mengancamku, aku tidak mau jika terjadi apa apa dengan nara, kau mengertikan " ucap sang ratu
" iyah, anak kandungnya, dia memiliki seorang putra ? " ucap sang ratu azura
" apa? maksudnya bagaimana, putranya itu anaknya sang raja juga ? tapi jika anaknya sang raja juga tapi kenapa aku tidak pernah melihat putranya selama ini wajahnya pun aku tidak tahu . " tanya pangeran lagi
__ADS_1
" iya, dia membohongi kerajaan tangli dengan besar, dia menikah dengan adik iparku hanya sebuah kekayaan, dan tentu saja dia juga ingin mencari petunjuk tentang putri ku, ucap sang ratu
" apa sang ratu tahu, dimana dan siapa putranya ? " tanya pangeran pei lagi
" tidak, saat itu aku ingin mencoba menolongnya denga cara ku, mungki saja bisa kan, karena akuu seorang dokter tapi mereka tidak mengizinkannya, tetapi mereka pernah bilang putranyya ada di kerajan Tang, dan saat peperangan juga tangli melawan tang. " ucap sang ratu
" Tang ? " pangeran pei pernah mendengar kerajaan tang, dan pangeran pei juga teringat pada saat itu ada serangan panah saat pertama kali bertemu dengan nara, dan panah itu memilki tanda bahwa panah itu punya kerajaaan tang, tapi mengapa mereka menyeraang tiba tiba ? " ucap dalam pikirannya pangeran pei.
pangeran pei terus terusan berfikir, dan pangeran menemukan jawabanya, bahwa kenapa kerajaan tang selalu menyerang tiba tiba jika nara ingin berpergian jauh, karena mereka memang sasarannya adalah nara, tapi jika saat itu juga, bagaimna bisa mereka tahu, kalo itu adalah nara padahal dia terlumuri oleh banyak tanah di wajahnya dan kenapa juga nara yang sudah jelas jelas identitasnya terbuka, kenapa tidak di tangkap oleh ratu tangli, padahal itu hal yang paling dekat bagi dirinya.
pangeran pei terus berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenernya, karena tidak mungkin jika hanya tujuannya sebuah darah suci bangsawan, jika nara begitu sangat aman di sekitar mereka.
__ADS_1