PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
EPISODE 52 :MENUJU KE KERAJAAN TANG


__ADS_3

Pangeran pei dan pangeran nor


berencana untuk pergi ke kerajaan tang, dengan cara mereka menyamar sebagai


orang yang yang ingin melamar sabgai prajurit  untuk pergi kesana, rencananya hanya pangeran pei


dan pangeran nor saja yang akan kesana , namun nara mengetahui akan rencana ini


dan nara pun ingin ikut dengannya, namun pangeran pei tidak mengizinkannya


karena takut akan gagal dalam rencanannya itu, karena nara memiliki darah


bangsawan dan takutnya rang rang sana akan menerkam nara, karena mereka juga


sangat membutuhkan darah bangasawan.


“tidak nara kau tidak boleh ikut,


ini sangat berbahaya bagimu” ujar pangeran pei


“tapi aku ingin ikut, aku ingin


membantu kalian dan aku janji aku tidak akan merepotkan kalian” jawabnya dengan


pede.


“sudahlah nara, kau lebih baik


disini saja, lagipula kau harus menemani yeijin, dia pasti sangat


membutuhkanmu, meskipun sudah ada ibu kandungnnya, dia juga butuh kepastian


terlebih dahulu untuk menerima keadaan yang sebenarnya.” Ucap pangeran nor yang


ikut menjelaskannya.


Nara pun akhirnya berfikir apaa


yang dikatakan pangeran nor itu benar


“baiklah, kau benar aku akan


disini menemani yeijin, kalian hati hati ya, aku akan selalu doakan kalian


untuk berhasil” ucap nara


“iyah.. kau tenang saja nara”


jawan pangeran pei dengan lembutnya dan senyuman di bibirnya.


Saat mereka ingin pamit pergi,


nara lagi lagi menyetopnya “TUNGGU”


“ada apa lagi ?” Tanya pangeran


nor


“sebentar” ujar nara dengan


langsung pergi kea rah taman dan mengambil sesuatau

__ADS_1


Nara mengambilkannya burung


merpati putih dari taman, yang mana burung itu sering kali nara rawat bahkan


sampai ia menamakan burung itu dengan sebutan “Nori”


“inih pangeran bawalah burung


Nori ini, jika kau membutuhkan pesan untuk kita sampaikan saja pesannya lewat


si Nori” ucap nara


Pangeran nor pun langsung ketawa


dengan sebutan kata NORI


“HAHAHAHAHAHA” ketawa sang


pangeran nor


“pangeran nor, kenapa ketawa, aku


kan sedang membantumu juga ? “ ujar nara


“hei..itu burung merpati putih


bukan burung Nori, HAHAHAHA” ucap pangeran nor lagi dengan ketawa.


“ ihhh aku tahu ini burung


merpati putih tapi  aku juga menamainya


karena dia juga teman ku yaitu Nori” ucap nara yang menjelaskannya.


HAHAHA” ucap pangeran nor yang lagi lagi dengan tertawa terbahak bahak.


“ih… pangeran pei lihat adikmu


ini menyealkan sekali” ucap nara dengan cemberut


“heh, sudah sudah nor… kau ini,


baiklah nara terima kasih ya.. kau memang pintar sekali, aku akan mengirim


pesan lewat si Nori” ujar pangeran pei.


Setelah lama lama berbincang


akhirnya mereka berdua pun segera berangkat ke kerajaan Tang, dan perjalannya


juga cukup jauh. Mereka bedua mengendari kuda masing masing, mereka tanpa


diantar oleh pelayan atau pun prajurit.


2 jam berlalu dalam perjalanan,


dan hari pun sudah terlihat petang, akhirnya pangeran pei dan pangeran nor


berhenti di sebuah daerah kecil untuk beristirahat terlebih dahulu. Pangeran pei


dan pangeran nor tidak merasa khawatir dengan perjalanannya, karena di setiap

__ADS_1


perjalanannya juga memiliki setiap strategi.


Namun renanya juga tak berjalan


dengan lurus, karena tanpa dugaan saat pangeran pei dan pangeran nor berhenti


sebuah daerah kecil untuk istirahat, orang orang disitu memandang mereka bedua


dengan tatapan tajam dan pada saat ingin memesan kamar penginapan pangeran pei


dan pangeran nor di serang oleh orang orang itu.


Dengan sigapnya mereka berdua pun


melawannya.


TRANG…TRANG…TRANG..SREKK… suara


pedang dan tusukan hingga darah mengucur terlihat dan terdengar begitu tajam,


cukup berat untuk melawannya karena hanya bisa berdua untuk melawan musuh yang


jumlahnya cukup banyak, sedangkan pangeran pei dan pangeran nor tidak membawa


pasukan sama sekali.


Tapi mereka berdua tetap semangat


untuk melawannya, hingga pada akhirnya karena semakin banyak musuh akhirnya


mereka berdua untuk mundur, dan pergi dari tempat itu dengan cepat, meski tetap


saja mereka berdua di kejar sampai jauh, namun pada akhirnya mereka berdua juga


bisa lolos dari mangsa mangsa tersebut.


“hufft… kak capek sekali” ujar


pangeran nor kepada pangeran pei.


“iyah.. kaka juga hufttt…”jawab


pangeran pei


“ini benar benar tidak terduga,


kalau mereka akan menyerang kita, seakana akan mereka tahu bahwa kita ini siapa


dan mau apa lalu mereka di suruh oleh ratu tangli, akuu berfikir seperti itu


nor hufft..”ucap pangeran pei dengan nada sesak nafas karena lari yang sangat


jauh.


“tuh kak… aku kan udah bilang


pasti ada seseorangg yang sudah memantau kita dari awal” ucap pangeran nor


“iyah tapi siapa…”Tanya pangeran


pei

__ADS_1


“hah… entahlah, sekarang kita


istirahat saja dulu di bawah pohon ini ka” ucap pangeran nor


__ADS_2