
Pangeran pei dan pangeran nor
berencana untuk pergi ke kerajaan tang, dengan cara mereka menyamar sebagai
orang yang yang ingin melamar sabgai prajurit untuk pergi kesana, rencananya hanya pangeran pei
dan pangeran nor saja yang akan kesana , namun nara mengetahui akan rencana ini
dan nara pun ingin ikut dengannya, namun pangeran pei tidak mengizinkannya
karena takut akan gagal dalam rencanannya itu, karena nara memiliki darah
bangsawan dan takutnya rang rang sana akan menerkam nara, karena mereka juga
sangat membutuhkan darah bangasawan.
“tidak nara kau tidak boleh ikut,
ini sangat berbahaya bagimu” ujar pangeran pei
“tapi aku ingin ikut, aku ingin
membantu kalian dan aku janji aku tidak akan merepotkan kalian” jawabnya dengan
pede.
“sudahlah nara, kau lebih baik
disini saja, lagipula kau harus menemani yeijin, dia pasti sangat
membutuhkanmu, meskipun sudah ada ibu kandungnnya, dia juga butuh kepastian
terlebih dahulu untuk menerima keadaan yang sebenarnya.” Ucap pangeran nor yang
ikut menjelaskannya.
Nara pun akhirnya berfikir apaa
yang dikatakan pangeran nor itu benar
“baiklah, kau benar aku akan
disini menemani yeijin, kalian hati hati ya, aku akan selalu doakan kalian
untuk berhasil” ucap nara
“iyah.. kau tenang saja nara”
jawan pangeran pei dengan lembutnya dan senyuman di bibirnya.
Saat mereka ingin pamit pergi,
nara lagi lagi menyetopnya “TUNGGU”
“ada apa lagi ?” Tanya pangeran
nor
“sebentar” ujar nara dengan
langsung pergi kea rah taman dan mengambil sesuatau
__ADS_1
Nara mengambilkannya burung
merpati putih dari taman, yang mana burung itu sering kali nara rawat bahkan
sampai ia menamakan burung itu dengan sebutan “Nori”
“inih pangeran bawalah burung
Nori ini, jika kau membutuhkan pesan untuk kita sampaikan saja pesannya lewat
si Nori” ucap nara
Pangeran nor pun langsung ketawa
dengan sebutan kata NORI
“HAHAHAHAHAHA” ketawa sang
pangeran nor
“pangeran nor, kenapa ketawa, aku
kan sedang membantumu juga ? “ ujar nara
“hei..itu burung merpati putih
bukan burung Nori, HAHAHAHA” ucap pangeran nor lagi dengan ketawa.
“ ihhh aku tahu ini burung
merpati putih tapi aku juga menamainya
karena dia juga teman ku yaitu Nori” ucap nara yang menjelaskannya.
HAHAHA” ucap pangeran nor yang lagi lagi dengan tertawa terbahak bahak.
“ih… pangeran pei lihat adikmu
ini menyealkan sekali” ucap nara dengan cemberut
“heh, sudah sudah nor… kau ini,
baiklah nara terima kasih ya.. kau memang pintar sekali, aku akan mengirim
pesan lewat si Nori” ujar pangeran pei.
Setelah lama lama berbincang
akhirnya mereka berdua pun segera berangkat ke kerajaan Tang, dan perjalannya
juga cukup jauh. Mereka bedua mengendari kuda masing masing, mereka tanpa
diantar oleh pelayan atau pun prajurit.
2 jam berlalu dalam perjalanan,
dan hari pun sudah terlihat petang, akhirnya pangeran pei dan pangeran nor
berhenti di sebuah daerah kecil untuk beristirahat terlebih dahulu. Pangeran pei
dan pangeran nor tidak merasa khawatir dengan perjalanannya, karena di setiap
__ADS_1
perjalanannya juga memiliki setiap strategi.
Namun renanya juga tak berjalan
dengan lurus, karena tanpa dugaan saat pangeran pei dan pangeran nor berhenti
sebuah daerah kecil untuk istirahat, orang orang disitu memandang mereka bedua
dengan tatapan tajam dan pada saat ingin memesan kamar penginapan pangeran pei
dan pangeran nor di serang oleh orang orang itu.
Dengan sigapnya mereka berdua pun
melawannya.
TRANG…TRANG…TRANG..SREKK… suara
pedang dan tusukan hingga darah mengucur terlihat dan terdengar begitu tajam,
cukup berat untuk melawannya karena hanya bisa berdua untuk melawan musuh yang
jumlahnya cukup banyak, sedangkan pangeran pei dan pangeran nor tidak membawa
pasukan sama sekali.
Tapi mereka berdua tetap semangat
untuk melawannya, hingga pada akhirnya karena semakin banyak musuh akhirnya
mereka berdua untuk mundur, dan pergi dari tempat itu dengan cepat, meski tetap
saja mereka berdua di kejar sampai jauh, namun pada akhirnya mereka berdua juga
bisa lolos dari mangsa mangsa tersebut.
“hufft… kak capek sekali” ujar
pangeran nor kepada pangeran pei.
“iyah.. kaka juga hufttt…”jawab
pangeran pei
“ini benar benar tidak terduga,
kalau mereka akan menyerang kita, seakana akan mereka tahu bahwa kita ini siapa
dan mau apa lalu mereka di suruh oleh ratu tangli, akuu berfikir seperti itu
nor hufft..”ucap pangeran pei dengan nada sesak nafas karena lari yang sangat
jauh.
“tuh kak… aku kan udah bilang
pasti ada seseorangg yang sudah memantau kita dari awal” ucap pangeran nor
“iyah tapi siapa…”Tanya pangeran
pei
__ADS_1
“hah… entahlah, sekarang kita
istirahat saja dulu di bawah pohon ini ka” ucap pangeran nor