
Kerajaan tangli tidak terlalu jauh dari daerah tang, hanya membutuhkan ewakyu satu jam untuk sampai disana. mereka melanjutkan perjalannannya menuju ke kerajaan tangli, mereka berencana untuk mengetahui semuanya dengan mengunjungi sesama kerabat kerajaan.
di kota kerajaan tangli banyak sekali toko toko yang kaya dan orang orangnya pun terlihat seperti sombong bahkan tidak ada satu pun pengemis disekitarnya.
Meraka pun sampai di kerajaan tangli, begitu besarnya gerbang menutupi istana tangli.
" saya yang mulia raja" ucap pangeran pei sambil menunjukan kartu kerajaan bawlon.
" baik yang mulia silahkan masuk " ujar si pengawal gerbang itu.
" WAHHHH..." nara merasa takjub akan melihat kerajaan tangli yang sangat begitu luas dan megah bakhan kerajaan bawlon bisa dibilang kalah olehnya.
" hei.. nara tutup saja mulut mu nanti ada lalat masuk, tempat ini luas jadi sangat mudah bagi lalat sekecil apapun bisa masuk " ujar pangeran nor
" mheh.. iya sangat...bisa bahkan nyamuk sebesar apapun juga bisa masuk" ujar nara yang membalasnya
" maksudmu apa.." tanya pangeran pei yang seakakan akan merasa dirinya
" sudah diamlah kalian yang mulia raja sudah disini " ujar pangeran pei yang menghentikan nara dan pangeran nor.
" SALAM YANG MULIA... " ucap mereka dengan kompak
" BERDIRI LAH" ucap raja tangli dengan suara yang besarnya.
" yang mulia saya disini ingin mengunjungi sebagai sesama kerajaan saja karna saya juga selagi ada di daerah ini untuk mengurus sesuatu dan jala jalan. " ujar pangeran pei
" boleh boleh.. ayo kita masuk dan makan makanan yang lezat di dalam dan sambil mengobrol " ujar raja tangli dengan ramah.
Mereka semua duduk dimeja makan dan menyantap hidanggan yang ada di atas meja yang sanga begitu banyak dan lezat.
__ADS_1
nara mengambil porsi yang sangat banyak sehingga semua orang melihatnya kaget dan sedikit tertawa karan mengejek akan tingkah lakunya. dan pangeran pei dan nor hanya melamun karna bingung akan tingkahnya.
" yang mulia dia adalah teman dekat ku, dia memang memiliki sikap seperti ini, tolong maafkan akan sikapnya yang mulia" ucap pangeran pei meminta maaf kepada sang raja.
" tidak apa apa, biarkan dia memakannya dengan puas dan banyak lagi pula banyak sekali makanan disini " ujar pangeran raja tangli.
" oh oh oh ternyata pangeran seganteng dirimu memiliki teman yang sangat kumel, kotor dan jelek ya? bukannya itu sangat memalukan" ucap yang mulia ratu yang tiba tiba hadir dan mengatakannya secara sepontal.
" salam yang mulia ratu.. memangnya mengapa jika pangeran harus berteman dengan orang yang jelek seperti ku? jika itu membuatnya sangat memalukan untuk apa pangeran membawa ku hingga kemari justru yang menghinalah yang lebih memalukan." ujara nara yang menjawab akan pertanyaan sang ratu yang menyebalkan karna sikap sombongnya kepada pangeran.
" maafkan kami ratu maaf.. atas ucapan teman saya yang tidak sopan." ucap pengeran pei yang memohon kepadanya.
" mheh.. dasar gak tau malu, kau laamcang sekali dalam berbicara yah... sampai sampai pangeran pei harus rela rela minta maaf untuk dirimu " ujar sang ratu
" aku tidak memintanya untuk maaf lagi pula mengapa setiap orang dengan gampangnya menghina orang lain tapi hal itu tidak pernah di untuk disalahin " ujar nara dengan kesel akan perkataan sang ratu.
" berani sekali kamu... PENGAWAL... tangkap bawa dia kepenjara." ujar sang ratu dengan marah
" aku akan memaafkan dia jika dia yang meminta maaf kepada ku bukan dirimu " ucap sang ratu
" nara minta maaf lah...karna sikap mu " ucap pangeran pei menyuruh nara untuk meminta maaf
" baiklah.. aku akan pergi ke penjara " jawab nara dengan riang dan menerimanya dengan gampang
" SOMBONG SEKALI DIRIMMU.." ujar sang ratu yang sangat kesal
" yang mulia ratu, saya memang diajarkan oleh orang tua saya untuk meminta maaf kepada orang lain jika saya salah, tapikan saya tidak salah jadi untuk apa saya harus meinta maaf " ucap nara dengan santainya
" CEPAT BAWA DIA KE PENJARA, aku akan mengeluarkan dia sampai kunjungan kedua pangeran ini selesai " ucap sang ratu dengan sinisnya.
__ADS_1
sang raja yang hanya melihatnya saja hanya memendam akan rasa sikap istrinya yang kejam. sang raja mempunyai alasan tersendiri mengapa tidak ikut akan debat itu.
nara pun terpakasa harus di penjara sampai pangeran pei selesai dalam urusannya.
Ketika sampai di lingkungan penjara yang sangat begitu luas namun sedikit gelap dengan kagetnya
" HAHHH.." nara sangat terkena banyak sekali orang didalamnya.
" MASUK..." gentak pengawal kepada nara dengan kasar dan di dorong
nara melihat akan sekeliling orang orang yang ada di sekitarnya benar benar sangat begitu menderita. bahkan ada seorang anak kecil yang sangat termenung di dalam penjara ini dan bahkan ada seorang ibu yang sambil mengenggendong bayinya yang menangis. nara merasa bingung dengan apa yabng di lakukan oleh kerajaan tangli yang sangat begitu kejam.
nara pun bertanya kepada salah satu orang yang ada disitu
" pak... saya ingin tau, mangapa banyak sekali orang yang tertahan disini memangnya apa yang membuatnya hinga di penjara ?! tannya nara
" saya tidak tahu sang ratu nenek sihir itu benar benar kejam hanya dengan maslah sepele saja sampe membuatkita harus ada disini, contohnya saya hanya karena kuda saya yang tiba tiba terjatuh kerana menbrak gerobak jualan yang baru saja dbeli nya sang tuan ratu tua tu marah marah dan memasukan saya ke penjara selama seminggu tampa makan dan minum, padahal kan hak itu karena sebuah kecelakaan " ujar pak tua itu dengan menjelaskannya penuh haru dan sedikit kesal denga sikap ratu.
" hoo jadi begitu" ucap nara ynag memikirkannya dengan bingung
" lalu apa hukuman ini ada toleran ? agar tidak sampai seminggu menerimanya " tanya nara lagi
" ada nak.. kita harus denda dengan apa yang ia mau bahkan ia meminta nya lebih dari harga kuda yang saya jual, dan saya tidak memiliki uang sebanyak itu, dan kalo orang lain yang di sekitar sini juga sama namu dengan keslahan sepele yang berbeda." ujar pak tua itu menjelaskannya lagi.
" jadi sang ratu hanya memikirkan kekayaan namun dengan cara melantarkan rakanya sendiri, benar benar tidak masuk akal " ucap dalam pikiran dan hatinya naraa.
__ADS_1