
"NARA....KAU" ucap pangeran pei yang terkejut
"iya, ini aku, kenapa memang ?" jawab nara dengan santainya
"kau kenapa harus ikut nara, hal ini sangatlah bahya bagimu, buktinya saja aku sampai harus menyuruh prajuritku untuk membantu" ujar pangeran pei
"sudahlah jangan khawatir, buktinya ini aku tidak apa apa kan, lagipula gak usah sombong jadi orang, yang sok kuat menghadapi masalah ini cuma berdua" jawab nara lagi dengan sedikit meledeknya.
"aku juga tidak tahu, jika ternyata harus serumit ini" ucap pangeran pei lagi.
"ah sudahlah kak, tidak apa apa nara ikut, dia ada gunanya juga untuk membantu kita, nara tolong obati lukaku ini rasanya sangat sakit sekali" ujar pangeran nor yang ikut berbicara sambil menyodorkan luka pada tangannya akibat perang semalam
"hah...baiklah ayo kita duduk disitu, aku akan mengobatinya, kau juga ya..pangeran pei" ucap nara sambil mengajak ke arah pohon yang cukup bsar agar enak ketika berteduh untuk mengobati lukannya,
__ADS_1
perjalanan pun harus di potong lagi sebentar karena darurat sebuah luka yang harus di obati terlebih dahulu. nara mengobati lukan lukanya pangeran pei dan pangerean nor, dan untung saja nara juga membawa obat obatan yang secukupnya yang begitu penting untuk di gunakan ketika jaga jaga.
"lain kali, kalian itu kalau ada masalah seperti ini, harus mengajak diriku" ucap nara dengan sombongnya.
"hei... kau ini gak usah sombong, mungkin saja kita ini sedang tidak beruntung makannya kita cepat terluka." jawab pengeran nor yang selalu biasa tak mau kalah dari nara.
"yaitu, tidak beruntungnya karena kalian tidak membawaku" ucap nara lagi dengan blaga sombong namun dengan hati yang hanya bercanda.
"sudah sudah, kalian ini selalu saja ribut, nara.. terima kasih untuk semuannya, tapi aku sangat takut jika kau harus ikut dengan ku, karena permasalahan ini pula sangat bersangkutan dengan dirimu." ujar pangeran pei yang khawatir jika nara harus ikut dengannya.
"meski kau berkata seperti itu, tapi aku benar benar sangat takut jika kau harus ikut bersama kami, karena kau juga tahu sendiri bukan kalau ratu tangli sangatlah licik, dan sedangkan dia juga menginginkan darah suci bangsawan dan kau mempunyai darah tersebut, aku sangat takut nara, alangkah baiknya jika ini tak berhasil biarkan aku saja yang gugur" ujar pangeran pei yang menjelaskan begitu panjang akan rasa takut yang berlebihan.
"apa yang kau katakan pangeran, jika kau berfikir kalau kau yang lebih baik gugur, maka maka hasilnya pula akan jauh lebih gugur dari kau" ucap nara
__ADS_1
"sudahlah kak, kita harus yakin kalau kita bisa" ucap pangeran nor
"pangeran pei hanya menganggukan kepalanya saja"
mereka pun tetap menjalankan rencanannya sampai berhasil ke daerah tang dan berharap akan berhasil dalam rencananya.
setelah dua pangeran itu di obati mereka segera melanjutkan perjalanannya, agar cepat sampai, karena untuk sampai ke daerah tang sangat membutuhkun waktu yang sangat lama.
narapun terus memberikan senyum kepada pangeran pei agar tidak merasa cemas terus meneruskan.
pangeran pei pula yang melihat akan dirinya sangatlah senang dan merasa sedikit lega.
diperjalanan juga mereka tetap terus berjaga jaga agar tidak terjadi apa apa, dan nara pun masih menyamar sebagai seorang pria dengan kumis palsu yang tebal.
__ADS_1