PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 3 KE ESOKAN PAGI


__ADS_3

whaaaa...


si pria tersebut terbangun dan ia melihat di sekelilingnya


di..dimana aku... ucap dalam hatinya


ia melihat pakainnya yang di sobek bagian lengan dan dadanya dan bagian tubuhnya di perban


lalu si pria itu tiba tiba mencium aroma masakan yang sangat lezat, si pria itu langsung turun dari ranjang kasur dan keluar kamar, saat ia keluar kamar ia melihat seorang gadis yang jelek sedang menyiapkan makanan dan melihat seorang kakek tua yang sedang duduk di meja makan. kemudian nara menoleh ke arah si pria tersebut.


"hai...kemari" ucap nara pada si pria itu


dan kakenya pun menoleh kepadanya.


si pria itu menghapirinya.


silahkan duduk nak..ucap kakeknya


iya..jawab si pria itu dengan nada datar


apakah kamu menolongku di hutan.. tanya si pria itu


kakeknya kaget karna mendegar kata hutan


gadis nakal apa kau pergi kehutan malam hari ? tanya kakeknya dengan penasaran dan khawatir


eh...sudahlah..ngobrolnya, ayok makan ntar makanannya dingin, jawab nara dengan mengalih kan topik pembicaraan.


si pria itu merasa heran dengan gadis jelek yang ia tatap, karan ia tidak menjawab pertanyaan dari dirinya dan kakeknya.


ayok di makan nak..ucap kakek itu ke pada si pria tersebut.


iya kek..jawab si pria itu


oiya siapa namamu nak..  tanya kakeknya


si pria itu berfikir sebentar, ia tak mau identitasnya di ketahui orang yang belum kenal. ia memberikan nama palsu


" nama saya sufu" jawab pria itu


hooo.. hehe, kenalkan ini adalah cucu saya, dan saya kakeknya.  ucap kakeknya yang memperkenalkan dirinya juga sambil menujukan nara.


pria itu mangangguk


silahkan nak..dimakan, cucuku sangat jago sekali dalam memasak.


pria tersebut sufu langsung memakannya, saat makananya sampai kelidah makanan itu sangat enak


enak sekali...ucap pria tersebut dalam hatinya.


gimana rasanya...tanya kakeknya


sangat lezat ke..jawab sufu dengan senyum.


apakah kalian sudah pernah kenal sebelumnya? tanya kakenya kepada nara dan sufu


nara langsung menjawabnya dengan sepontal " iya kek kita udah kenal " sufu yang mendengarnya sangat terkejut dan melirik ke arah nara " mengapa ia berbohong " ucap dalam hatinya.


oh... gitu jawab kakeknya dengan tertawa kecil dan senang.


tadi nara bercerita kalo kamu tiba tiba terjatuh di depabn rumah kita dan nara tidak tega melihatnya akhirnya dia menolongmu, maka dari itu kamu ada disini,  ucap kakeknya kepada sufu dengan menjelaskannya.


sufu hanya mengangguk dan berfikir " mengapa gadis jelek ini mengarang cerita kepada kakeknya sendiri"


setelah makan selesai nara seperti biasa mencari sebuah uang untuk ia belajakan bahan bahan masakan. namun kakeknya tak bisa ikut karna nara melarangnya karna sedang sakit.

__ADS_1


KEK.. aku berangkat yah..  ucap nara dan sambil ingin berpamitan.


ayok..kake akan menemenimu, jawab kakeknya


tidak kek..kake masih sakit   jawab nara


udah pokoknya kake harus istirahat, nara gak mau tau klo kake sampe sakit lagi, kek...aku sangat takut..kalo kakek sakit...ucap nara sambil merayu dan mata yang berkaca kaca.


sufu yang melihat nara sangat begitu menyentuh akan kata katanya.


baiklah gadis nakal..kau hati hati ya..ucap kakeknya


nara pun lagsung keluar dan tiba tiba TUNGGU... ucap sufu


kek...boleh aku menemani nara? tanyanya


iya nak..aku minta tolong dengan mu, jaga cucuku yah..ucap mohon kakeknya


baik ke..jawab sufu denga senyum


heh..gadis jelek..ucap suffu


a..apa jawab nara


kenapa kau bohong kepada kakekmu? tanya sufu dengan sinis


hay...kau ini, bukannya bilang terima kasih. jawab nara


jawab pertanyaanmu atau aku akan memberitaukan yang benar pada kakekmu.  ujar sufu


heh...jangan, bahaya kalo kakek tau aku ke hutan malam hari, karna kakek ku sangat khawatir dengan ku jika aku ke hutan. jawab nara dengan memohon


ohh.. memangnya kamu ngapain ke hutan malam hari? apa jangan jangan kau ingin menakuti warga dengan mukamu yang jelek dan seram,  ujar sufu


ka...kamu, muka ku memang jelek tapi bukan berarti hatiku juga jelek,  jawab nara dengan kesal dan hati yang sakit karna perkataannya.


sudah lah ayok.. kita sudah telat  ucap nara.


nara berjualan kue bunga di pasar pagi seperti biasanya.


ayo... ayo kue bunganya... teriak nara


sudah menunggu 2 jam kue bunganya tidak ada yang beli, tidak seperti biasaya yang baru berjualan orang orang langsung membeli banyak, namun sekarang sangat begitu sepi.


kenapa tidak ada yang beli ya...? ucap nara dengan heran dan mengeluh.


sufu yang medengarnya langsug berkata " ya jelas tidak ada yang beli, pasti mereka takut karna muka mu." ucap sufu.


maksudmu apa? tanya sufu


pikirkan saja sendiri,  jawab sufu dengan sinis ke arah nara.


pergi sanah pergi....teriak nara sambil mendorong sufu, karna ia merasa sakit hati apa yang diucapkannya


tiba tiba pengawalnya sufu datang dan langsung mengarahkan pedang kepada nara.


nara langsung terkejut.


tahan...ucap sufu kepada pengawalnya


nara langsung memalingkan wajahnya dari mereka berdua karna matanya yang hampir ingin meneteskan air mata. lalu tiba tiba ada seorang perempuan yang datang dan bertepuk tangan dan dia adalah yeijin. dan tiba tiba


yeijin langsung merusak dagangannya nara. ja.. jangan...teriak nara sambil menghentikan yeijin.


apa salah ku... ucap nara yang sedikit membentak.

__ADS_1


YA JELAS LHO SALAH... orang orang disini tuh merasa jijik dengan muka mu itu yang jelek..apalagi makananya, ucap yeijin dengan sinis.


muka ku memang jijik di mata kalian tapi kalian yang muka begitu bersih tapi justru hati kalian jauh lebih jijik dari muka ku. ucap nara dengan kesal dan meneteskan airmata, dan sambil pergi berlari meninggalkan tempat itu.


sufu yang lagi lagi mendengar jawabanya nara ia merasa ikut tersakiti hatinya.


kau tidak perlu khawatir, aku akan kembali.  ujar sufu kepada pengawalnya sambil meninggalkan tempat itu dan mengejar nara.


nara berlari kearah hutan, ia sangat merasa sakit apa yang ia alami olehnya. ia tetap untuk kuat dan bertahan akan semuanya sebelum ia menempuh apa yang ia inginkan yaitu mencari ibunya.


sufu akhirnya bisa mengejar nara, sufu melihat nara dari kejauhan sedang memtik beberapa tanaman dan batang pohon. lalu sufu menghampirinya.


apa yang sedang kau lakukan,   tanya sufu kepada nara


nara mencuekan pertanyaan sufu


sufu melihat matanya nara yang sangat merah dan berlinang.


kemudian nara kembali ke rumahnya dan meninggalkan sufu. namun sufu tetap mengikutinya.


gadis nakal...kau sudah pulang kenapa cepat sekali...  tanya kakeknya


hayyah...kake ya.. seperti biasanya ramai,  jawab nara dengan senyum namun kepala yang menunduk karna matanya yang merah, kakeknya pun langsung heran akan sikapnya nara. lalu kakeknya melihat wajahnya nara dan terkejut melihat matanya yang merah seolah olah habis menangis.


kamu kenapa... siapa yang membuatmu menangis tanya kakeknya dengan khawatir.


ti..tidak kek...ini terkena debu karna tadi sangat ramai.  jawab nara dengan tenang.


sufun yang mendengar jawabannya nara lagi lagi ia berbohong, namun sufu mengerti kenapa harus menjawab seperti itu.


sudah kek... aku akan memasakan makanan dan obat untuk kakek dan sufu.


sufu yang mendengarnya dan heran " mengapa ia tidak marah dengan ku dan mengapa ia tidak memberitahukan kepada kakeknya klo aku juga yang membuat dia menangis mengapa dia begitu baik" ucap batinnya sufu.


nak..pasti kau mendapatkan uang lebih ya... tanya kakeknya lagi


hmmm iya kek..tapi semuanya habis karna aku membelanjakannya untuk membeli ikan, dan obat obatan. jawab nara dengan senyuman.


hah... apa kah kau membelajakannya sampai begitu habis..tanya kakeknya lagi


hehe iya kek.. jawab nara dengan berusaha girang.


sufu yang mendengar jawaban nara dan memikirkannya " dia bener bener sangat bohong kepada kakeknya, tapi dia bener bener memiliki niat yang baik." ucap dalam pikirannya sufu lagi. lalu sufu berfikir lagi dan dia sadar bahwa saat malam hari yang sangat gelap ia rela rela ke hutan untuk mencarikan obat untuk kakeknya bahkan ia berusah menyembuhkan kakeknya dengan tidak menggunkan obat yang ada di toko.


setelah sadar dengan apa yang nara kerjakan sufu benar benar merasa bersalah.


na..nara.. ucap sufu yang menghampiri nara sedang memasak.


nara hanya cuek dan tidak membalas atau bahkan menoleh ke arah sufu.


sufu ia merasa salah akan apa yang sudah mengatakan perkataan yang menghinannya, saat sufu ingin meminta maaf kepada nara tiba tiba, kakeknya memanggilnya. SUFU... teriak kakeknya.


dan sufu langsung menghampiri kakeknya ia tak sempat untuk meminta maaf kepada nara.


hey..sufu.. gimana berjualan tadi?apakah menyenangkan? tanya kakeknya


sufu bingun harus menjawab apa.


lalu kakeknya seperti biasanya dengan sikapnya HOO.. YA JELAS...SUFU PASTI MENYENANGKAN KAN.. gentak kakeknya dengan bahagia.


sufu hanya bisa diam dan mengangguk sedikit dan dengan hati yang sangat bersalah.


dan makanan pun telah siap untuk dimakan.


ikan yang diperolehnya itu sebenarnya bukan dari beli tapi menangkapnya dari sungai dan jamurnya mengambil dihutan.

__ADS_1


dab saat sufu memakannya " wah.. enak sekali rasanya" ucap dalam batin sufu


" dia sangat hebat sekali memasak padahal bahan bahanya ia peroleh dari hutan. " ucap batinya sufu lagi.


__ADS_2