PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 33 MENANGKAP MUSUH


__ADS_3

mereka sudah menemukan petunjuk masing masing dari apa yang mereka cari, dan mereka pun langsung membuat rencana untuk menangkap pelakunya.


" aku punya ide, ini baru saja terjadi kita akan tetap siaga namun kita tidak bisa tinggal disni kita hanya bisa bersembunyi di balik pohon pohon diluar daerah ZU ini kita akan berjaga disana untuk menangkap musuhnya. karna aku yakin pasti pelakunnya akan kembali lagi setelah semua orang ini tewas dan pasti mereka akan cepat mengampil tanah ZU. " ucap pendapat pengeran pei


" kalo seperti itu aku setuju, tapi... berarti kita harus pasang mayat lagi tergeletak dijalanan agar musuh itu saat kembali tidak curiga bahwa ada kita yang sudah datang kemari, dan sebelum itu juga kita harus biki jebakan, agar saat menangkapnya pun lebih mudah. " ucap nara yang menambahkan pendapatnya.


" WAHH... kau memang pintar tuan putri.." ucap pangeran nor dengan girang akan perkataan nara.


bahkan pangeran pei yang mendengarkannya saja merasa senang dengan pendapat nara namun ia merasa malu karena pendapatnya lebih baik dari dirinya.


" baiklah kita mulai strateginya ! " ucap pangeran pei yang akan membuat rencana jebakan yang tak mau kalah juga dengan pendapatnya nara.


" aku punya rencana kita akan taburkan beberapa obat yang sekerinya membuat mereka juga keracunan saat memasuki kawasan daerah zu, jadi aku ingin nara dan dokter cheng untuk menyiapkannya. " dan kitta bertiga dengan prajurit lainnya akan siap siagaa untuk melawan balik.  " ucap pangeran pei lagi.

__ADS_1


" BAIKLAH " ucap mereka dengan kompak akan pendapat pangeran pei.


Mereka menyiapakan semua apa yang mereka rencanakan tadi, mereka saling melakukan tugas dengan sesuai yang direncanakan. mereak siap siap untuk beraksi.


setelah semuanya telah selesai dengan apa yang direncanakan mereka dengan cepat untuk mengambil posisi masing masing, pangeran pei di pohon pertama yang agak dekkat dengan daerah zu, lalu pangeran nor berada di pohon yang tidak jauh dari pangeran pei, kemudian nara berada di antara pohon pangeran pei dan nor agar terjaga juga, lalu dokter cheng dan sam di pohom yang berdekat dekatan dan tidak beda jauh dari jarak pohon pangerai pei. mereka tetap terus untuk siap siaga.


Sudah 3 jam mereka menunggu musu di balik pohon sampai samapi nara tak kuat dengan posisinya yang di gerubungi dengan semut di kakinya. " aduh.... gatel sekali.... AW... sakit.. " nara mengeluh sakit dan gatel karena semut. bahkan membuatnya bising.


" heii nara diam... " ucap pangeran nor


pangeran pei yang melihat nara rasanya tidak tega dan ingin ketawa juga karna melihat mukanya yang begitu  polos dan kasihan.


" nara.. kemarilah " ucap pangeran pei mengajak

__ADS_1


" mengapa aku harus ke situ nanti kau akan susah melawan musuhnya " ucap nara.


" tidak apa apa, kemarilah..." ucap pangeran pei mengajaknya lagi.


nara pun tak punya pilhan karena pohonnya yang banyak begitu semut jadi kahirnya dia datang ke pangeran pei.


nara mengahampirinya dan berada di sampingnya. "kau bersama ku saja " ucap pangeran pei


" tapi.. memangnya tidak akan terganggu? " tanya nara lagi yang tak mau menyusahkannya.


" tidak... untuk apa mengganggu lagi pula kau juga sangat jago belah dirikan.. " ujar pangeran pei dengan pasti kepadanya.


" heh baiklah.. " ucap nara dengan senang.

__ADS_1


Setelah menunggunya begitu sanga lama tiba tiba sekelompok orang dengan mengenakan pakaian hitam dan menutupi mukannya mereka semua memasuki daerah ZU. dan pangeran pei & nor, nara, dokter cheng, dan sam begitu juga dengan prajurit lainnya untuk siap siap siaga menyerangnya.


di dalam daerah zu sudah ricuh dengan teriakan teriakan, dan tandanya racun itu berhasil mengenai mereka. dan dengan cepatnya mereka memasuki daerah ZU. saat mereka memasuki ternyata....


__ADS_2