PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 34 TERNYATA


__ADS_3

Ternyata...saat mereka memasuki kawasan daerah zu, dengan terkejutnya jebakan yang seharusnya menangkap musu kinih malah mereka yang terkena sendiri mereka di kepung melingkar dengan jumlah sekelompokan penjahat yang lumayan banyak. dan mereka pun siap siaga untuk membela diri. ricuhan pun dimulai TRANG TRANG TRANG... mereka saling fokus satu sama lain melawan musuh dihadapan matanya. namun kali ini sangat begitu sulit karena jumlah yang sangat banyak sampai sampai semuanya terledor sehingga nara yang ikut melawannya namun tak sejago lainnya ia terperangkap dan di bawa lari atau di culik oleh sebagian penjahat itu " TOLONG.....TOLONG... " nara pun teriak dengan sangat begitu kencang. pangeran pei yang mendengarkannya langsung reflek dan cepat mengejar nara namun ia kesusahan karena sebagian kelompok yang lainnya menghalangi jalannya, sehingga pangeran pei dan yang lainnya harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


pertarungan itu makin sengit dan semakin sengit. dan satu persatu pun akhirnya terbunuh dengan tuntas.


Setelah semuanya selesai.. mereka dengan cepatnya mencari nara, mereka merasa kebingungan juga karena nara di bawa pergi tidak ada jejak ntah dibawa kemana nara pergi. dan pangeran pei pun bertanya tanya dengan penjahat itu yang sudah memusnahkan semua warga zu namun mereka masih menculik orang lain. dan pikiran pei pun makin menjadi jadi yang berfikir nara akan tiada seperti nasibnya warga zu.


Keadaan nara


nara di bius dan kini di penjara yang sangat begitu gelap seperti penjara bawah tanah lalu tangan dan kakinya terikat dengan kuat namun mulutnya tidak tertutup apa apa namun sama saja jika teriak juga tidak ada yang akan mendengar. nara terbangun dari pinngsanya dan bertanya tanya " dimana aku.. dimana aku..." lalu tiba tiba datang seorang tuan yang sudah bapa bapa dan berpakaian hitam seolah olah dirinya juga sedang menyamar dan di dampinngi 2 pengawal disamping kanan kirinya.

__ADS_1


" lepaskan aku... siapa kalian... " ucap nara yang memberanikan diri.


" kau harusnya beruntung karena kau tidak langsung aku bunuh hanya saja aku menahan mu untuk menjadi ancaman kerajaan bawlon dan kerajaan tangli. dan hanya kau satu satunya diantara mereka yang akan menurut dibawa kemari. " ucap tuan tersebut dengan sinisnya dan sombong.


" terserah dirimu... yang jelas justru mereka akan  memnemui ku dan malah mengancam mu. " ucap nara yang membalas berani lagi.


" HAHA...HAHA..." tertawa tuan sombong itu yang meremehkan akan ucapan nara.


nara hanya bisa diam dan menahan rasa takutnya yang bergetar. " aku yakin.. mereka akan menemuiku 2 ucap dalam hati nara.

__ADS_1


Masih mencari nara


NARA..... teriak pangeran pei yang dari tadi tak ada petunjuk keberadaan nara kemana. ia bertanya berkali kali kepada orang sekitar namun mereka tak ada yang mengetahuinnya.  " ka... lebih baik kita istirahat saja dulu. kita kan lanjut mencarinya besok karena cuacanya akan gelap. " ucap pangeran nor yang menasihati kakanya.


" kau bilang besok... bagimana jika nara akan kehilangan nyawanya sekrang.. " jawab pangeran pei dengan marahnya."


" tapi..ka.." ucap pangeran nor yang ingin berbicara lagi namun kakanya pergi begitu saja yang kekeh terus mencara nara.


Malam hari tiba

__ADS_1


nara yang terbiasa makan banyak ia kini harus bertahan dengan perut yang kosong ia tak terbiasa kelaparan ia masih berfikir  " aku lebih baik kelaparan didalam huta yang setidaknya daun yang tidak aku ketahui masih bisa aku makan, tapi ini apa yang aku makan hanya ada besi besi di depan mata. " ucap dalam dirinya nara yang mengeluh.


pangeran pei terus mencarinya dan diikuti dengan yang lainnya.


__ADS_2