
HAI..SUFU.. ucap kakeknya
iya kek.. jawab sufu
kakek dan sufu salig berbicara di meja makan
" sufu mungkin kamu melihat cucuku itu sangatlah jelek, tapi sebenrnya dia tidak seperti apa yang kau lihat" ucap kakeknya kepada sufu sambil mengarahkan ke nara.
maksud kakek.. jawab sufu dengan masih heran dengan perkataannya.
jika kau selalu dekat dengan cucuku, kau pasti akan mengerti suatu hari nanti. ucap kakeknya lagi.
sufu hanya menganggukan kepala dan masih memikirkan apa yang dijelaskan kakeknya.
nara sedang duduk di depan rumah yang sangat sibuk dengan apa yang dia lakukan, nara sedang berusaha belajar sendiri tentang obat obatan. nara sangat pintar dalam suatu hal walaupun ia tak pernah sekolah dari kecil. saat nara lagi sibuk sibuknya belajar tiba tiba sufu menghampirinya.
" nara... aku minta maaf kepada mu karna perkataan ku tadi" ucap sufu
dengan riang nara langsung menjawab " iya.. aku sudah memaafkan mu"
sufu yang melihat wajahnya nara yang senyum merasa heran " mengapa ia mudah sekali untuk memafkan, padahal jelas jelas ia tadi menangis karna ku " batin sufu
apa yang sedang kau lakukan " tanya sufu lagi
aku sedang belajar " jawab nara dengan senyuman lagi.
dan saat sufu ingin bertanya lagi nara langsung berdiri,
KEK... teriak nara
kenapa kau selalu teriak gadis nakal jawab kakeknya
hehe.. aku mau pergi sebentar yah kek... ucap nara sambil tertawa riang kecil.
kau mau pergi kemana... tanya kakeknya
aku mau mencari sesuatu. jawab nara dengan senyum
pergilah.. tapi ingat jangan buat masalah " ujar kakeknya
SIAP... jawab nara dengan semangat
dan lalu sufu pun mengikuti nara pergi,
kau mau pergi kemana " tanya sufu
ke sesuatu tempat " jawab nara
__ADS_1
dengan biasanya nara selalu pergi ke sekolah perobatan dan mengintipnya dari jendela.
sufu sangat heran dengan apa yang dilakukan nara. " apa yang kau lakukan " tanya sufu
susst.... jawab nara dengan nada kecil
tiba tiba nara lagi lagu ketangguan, dengan cepat nara langsung lari dan menarik tangannya sufu " AYO....PERGI " ucap nara.
nara dan sufu pergi ke arah hutan ... dan berhenti di bawah pohon besar yang sangat sejuk.
huffft....capeknya " ucap nara dengan kecapaian
kenapa kau melakukan hal seperti itu. " tanya sufu yang sama kecapaian
maaf ya..." ujar nara lagi
dasar aneh " ucapnya fufu dengan sedikit sebal karena kecapain.
lalu nara duduk sambil bersender di bawah pohon dan mengeluarkan buku dan alat tulisnya, lalu nara menulis tetang pelajaran yang ia intip tadi di sekolah perobatan.
sufu pun duduk dan melihat apa yang nara tulis. " jika kau ingin tahu tentang pelajarannya mengapa kau tidak datang dan bersekolah saja" ujar sufu kepada yang sedang menulis.
" hmmm... bagaimana aku bisa sekolah pumya uang untuk makan aja aku tidak punya."
sufu yang mendengar jawabannya nara, merasakan kasihan kepadanya. " ternyata dia pintar dan hebat jugaya walaupun ia ingin bersekolah namun tak ada uang ia tetap melakukan sesuatu seperti orang yang bersekolah, walaupun caranya benar benar salah " ucap batin dan pikirannya sufu.
coba lihat " ucap sufu dan sambil merebut bukunya nara yang tiba tiba.
" wah hebat juga ya ternyata gadis jelek ini, dia menulis dengan lengkapa seakan akan seperti dokter." ucap dalam hatinya sufu.
kenapa kau ingin sekali belajar tentang obat obatan " tanya sufu dengan penasaran
karna aku bercita cita ingin menolong orang lain " jawab nara dengan senyum kepadanya.
lalu tiba tiba ada suara minta tolong, TOLONG,.... TOLONG.... ayo kita tolong ucap nara kepada sufu dan sambil berlari kearah suara.
nara dan sufu melihat ada seorang pria yang terluka dan seorang waita yang menangis. nara langsung menghampirinya...
ke.. kenapa tanya nara kepda si perempuan itu.
di.. di.. dia tergigit ular di bagian lengannya dan terpanah di punggung sebelah kanan... jawab si perempuan itu sambil menangis.
sufu melihat anak panah itu terdapat tulisan dari kerajaan Tang, dan nara langsung cepat cepat meminta sufu untuk membawanya.
sufu..ayo kta bantu mereka.. cepat kau angkat pria ini.." ujar nara
mereka pergi ke rumah sipria itu dan wanita tersebut karna dekat dari lokasi kejadian, mereka adalah suami istri.
__ADS_1
nara langsung cepat cepat pergi ke dapur untuk membuatkan obat lalu ia memberikannya dan mengoleskan lukanya kepada suami itu.
APA YANG KAULAKUKAN..." ucap si istri itu dengan gentak.
saya membantu mengobatinya jawab nara
apa kau bisa? tanya si istri dengan tidak yakin dengan nara.
si suami itu tak juga sadar sadar, nara yang juga merasa cemas ia akhirnya berlari ke arah hutan untuk mencari tanaman herbal. dan stelah mendapatkannya nara cepat cepat untuk membuatkan obat untuk suami tersebut. dan saat ia ingin memberikan obat kepada suaminya " JANGAN... APA YANG KAU LAKUKAN " gentaknya si istri itulagi
aku ingin memberikan obatnya agar racunnya mati. jawab nara dengan tenang
nara pun lansung memberikan obat ke mulutnya suami itu, dan lalu tiba tiba suami itu terbatuk dan si istrinya merasa khawatir dan marah kepada nara
APA YANG KAU LAKUKAN...KAU ITU SANGAN MENJIJIKAN JELEK.. BAGAIMANA KAU BISA MENGOBATI " ucap istri dengan teriak kepada nara dan mendorongnya hampir terjatuh, karna nara di tangkap oleh sufu.nara hanya diam dan memendam rasa sakit yang si istri ucapkan tadi. lalu beberapa menit kemudian dokter pun akhirnya datang. dan saat dokter memeriksaya dan mengatakan
" nona.. suami mu sudah sangat membaik" ujar dokter kepada istri tersebut
sufu yang mendengarnya langsung terkejut.
siapa yang telah mengobatinya nona.." tanya dokter lagi
dia..." ucap si istri itu sambil menujuk ke nara
nak.. apa yang kau bagaimana kamu meberikan obat itu kepadanya dan darimana, mungkin kalo kau tidak secepatnya bertindak sperti itu mungkin sudah 5 menit lagi suami dari isri itu sudah kehilangan nyawa. " tanya sang dokter dengan penasaran dan kagum kepada nara.
saya mendapatkan obat itu dari hutan dok... saya menggunakan tanaman herbal dan saya mengetahuinya karna saya pernah membaca suatu buku tentang obat." jawab nara dengan hati yang tenang dan senang.
kamu sangat luar biasa na... apakah kamu sekolah di perobatan ? tanya nya lagi
ti..tidak dok...saya tidak punya biaya " jawab nara lagi sambil menunduk.
kau sangat luar biasa.. walaupun kamu tidak sekolah tapi kau bisa melakukannya bahka seperti dokter " ucap dokter kepada nara sambil mengelus kepala nara.
nara sangat senag atas pujian dari dokter , dia merasakan bahwa tidak semua orang yang memandang dirinya gila tapi ada seseorang lain yang memandang bahwa dirinya seperti pahlawan. sufu pun yang melihat atas tindakan nara benar benar merasa kagum. " gadis jelek ini sangat luar biasa sekali dia bahkan bisa menyelamatkan nyawa orang " ucap batinnya sufu.
si isrti itu menghampiri nara dan mangatakan minta maaf " sa.. saya minta maaf dengan apa yang saya katakan tadi " ucap
iya..tidak apa apa..." jawab nara dengan senyum..
" dia kenapa sangat begitu tegar padahal kata katanya tadi sangat begitu menyakitkan " ucap batinnya sufu lagi.
sufu dan nara pun akhirnya kembali lagi dan melanjutkan perjalanan pulang.
__ADS_1