
Dihari yang begitu sangat sibuk masing masing menyiapakan kepentngan dirinya masing masing terutama Pangeran Pei tapi nara tidak sibuk untuk dirinya melainkan sibuk untuk pangeran pei.
pangeran pei diperintahkan oleh sang raja untuk melakukan tugas penyelidikan di daerah Tang yang kini sedang tertimpa wabah gatal gatal, pangeran pei diperintahakan untuk mengetahui penyebanya dan menemukan obatnya. jadi pangeran pei harus mempersiapkan semuanya dan termasuk nara yang harus ikut kesana untuk menemaninya dan tak heran juga karna sekarang nara adalah asisten pribadinya.
pangeran pei tidak hanya di temani oleh nara namun dengan pangeran Nor dan 1 pengawal sejatinya ia bernama Sam, perjalanan dari istana ke daerah Tang memerlukan waktu 2 hari karna perjalanannya yang sangat begitu panjang dan disana pun tidak ada kerajaan hanya saja kepala desa seba itu mereka meminta bantuan kepada Kerajaan Bawlon.
" hei kak.. mengapa kau membawa gadis jelek ini" ujar pangeran nor
" diamlah dia akan membantu kita dalam mengobati dan memasak untuk makanan kita " ujar pangeran pei padanya
" YAPP BENAR..." ujar nara yang tiba tiba ikut berbicara dengan semnagat.
" heh... gak usah sombong, gue gak percaya sam lho " ujar pangeran nor kepada nara
__ADS_1
" sudah sudah ayo kita berangkat " ucap pangeran pei
Selama perjalanan pangeran pei menaiki kereta kuda dan didampingi oleh nara sedangkan pangeran nor dan pangeran pengawal sejatinya yaitu Sam menaiki kuda masing masing masing. selama didalam kereta pangeran pei hanya fokus dengan buku yang dibacanya. sedangkan nara ia melihat keluar dari jendela kereta kuda dengan pemandangan yang sangat indah.
tiba tiba di tengah perjalanan SETSSSTTT TRANG.... tuiba tiba ada sekelompokan penjahat mengunakan pakaian hitan dan menutupi wajahnya yang menghalangai perjalanan misinya pangeran.
dengan gegas pangeran pei dan pangeran nor menyerang kembali dan disertai pengawal Sam sedangkan nara ia keluar dari kereta dan berlari jauh dari tempat tersebut untuk melindungi diri. mereka pergi ke tempat yang sangat jauh hanya berempat saja tampa membawa prajurit karna ini adalah rencananya pangeran pei.
pangeran pei sangat terluka yang begitu dalam dan hari sudah mulai gelap dan hawa pun akan tersa sangat dingin dengan cepat nara pergi unntuk mencari kayu bakar DAN " HEI... NARA MAU KEMANA KAU..." teriak pangeran nor. " AKU AKAN SEGERA KEMBALI... " ujar nara dengan teriak juga padanya
kondisi pangeran pei sangat lemah dan ia juga pingsan karna kelelahan. nara yang mencari cari kayu bakar untuk cepat cepat dan nara pun mencari jamu jamuran dan sebagian daun yang bisa untuk dimakan dan nara pun mencari batok kelapa juga yang bisa di buat sebagai alat masaknya dan nara pun tak lupa juga untuk mencarikan oba obatan herbal untuk pangerai pei ia harus mengumpul hal itu semua karena barang barang saat perjalanan telah hilang karna serangan penjahat tadi dan ia harus cepat cepat karena awan sudah hampir akan gelap sekali dan gludug pun menyambar akan hujan.
Pangeran nor merasa heran kemana perginya nara karna masih saja belum kembali " kemana wanita jelek itu, mengapa ia masih saja blm kembali" ucap dalam benaknya
__ADS_1
tiba tiba pangeran pei mengigo " dimana nara.. nara..nara.." pangeran nor sangat merasa kaget dan bingung untuk menjawab apa dan akhirnya pangeran nor menyuruh pengawal sam untuk mencari nara, namun saat pengawal sam ingin mencarinya tiba tiba nara sudah datang dengan membawa banyak barang ditangannya dan hujan pun pas sekali turun.
" abis kemana saja kau" ucap pangeran nor
" aku abis mencari sesuatu untuk digunakan " jawab nara sambil memulai untuk membuat api unggun.
" tolong cepat bantu aku, aku akan membuat obat untuk pangeran pei dan setelah itu aku akan membuat makanan " ujar nara kepada pangeran nor dan pengawalnya.
mereka pun saling tolong menolong, nara mengutamakan untuk membuat obat untuk pangeran pei karena kondisinya yang sudah makin parah dengan cepatnya nara menumbuk daun daunan yang akan dibuatkan obat lalu dengan cepat memberikan kepada pangeran untuk mengoleskan di bagiam terlukanya. panah yang menusuk bahunya masih menempel dengan kuat dan nara terpaksa untuk mencabutnya nsendiri dengan sekuat tenaga karena pangeran nor dan pengawalnya tidak ada yang berani. dan saat nara bmencabutnya "HAHHH AWWW" desah rasa sakitnya dan sedikit terbangun, " maaaf maaf maaaf pangeran aku akan mkengobati lukamu " ujar nara pada pangeran dengan halusnya agar tidak menambah rasa sakit, nara membersihkan lukanya terlebih dahulu dengan sedikit air yang tersisah di botol minumnya dan kemudia mengoleskan obat yang sudah di tumbuk tadi ke lukanya dengan perlan pelan dan nara pun menyobek kain bagian bawah bajunya untuk dijadikan perban, dan setelah selesai mengobatinya nara langsung membaringkan pangeran pei untuk istirahat " pangeran pangeran istirahatlah sebentar aku akan membuatkan makanan agar kau lebih bertenaga " ujar nara padanya
pei yang melihat akan apa yang nara tindakan benar benar merasa kagum bahkan pangeran nor yang selalu mengejeknya juga sangat merasa kagum dan begitu juga pengawalnya sam. setalah masakannya jadi mereka pun mereka pun memakaiinya dengan nikmat dan stelah semuanya selesai nara langsung tidur pertama diantara mereka.
" terkadang dari segi penampilan tidak harus buruk juga dengan hatinya " ucap dalam benaknya pangeran pei dan sambil memandang nara.
__ADS_1