
Meraka telah sampai di daerah tang, semua penduduk disan sangat sepi mereka semua mengurungkan dirinya didalam rumah masing masing agar tidak menularkan kepada yang lain. pangeran pei menemui kepala daerahnya yaitu tuan Han ia mengatakan " yang mulia pangeran, saya minta bantuan mu untuk penduduk yang ada disini , saya tidak tau harus apalagi mananggani kasus ini yang mulia " ucapnya yang sangat begitu memohon.
" sudah berapa lama kejadian ini" tanya pangeran pei
" 2 minggu yang mulia namun hampir setengahnya mati karena wabah ini." ujar tuan han
" Tuan..memang terakhir kalinya sebelum ini ada kejadian apa, misal seperti ada perayaan atau salah memakan sesuatu " ujar nara yang tiba tiba ikut berbicara
" iyah.. iyah.. saya ingat saat itu terakhir kalinya ada Raja Tangli datang mengujungi kami, lalu kami merayakannya ya.. seperti biasa pada umunnya kita hanya makan makan dan berbincang bincang namu setelah 2 hari itu wabah ini menimpa kita " ujar tua han menjelaskannya
mereka yang mendengarkannya merasa heran terutama pangeran pei ia sangat curiga.
" apakah tidak ada dokter yang bisa menyembuhkannya " tanya pangeran nor
" tidak ada pangeran kedua sebab itu saya meminta bantuan kepada kalian " ujar tuan han lagi
" aneh.. mengapa daerah tang tidak di bantu sama sekali oleh kerajaan tangli, mengapa tuan harus jauh jauh minta tolong kepada kerajaan bawlon sedangkan daerah tang sendiri sudah termasuk berada di kerajan tangli." ucap nara dengan bingun
pangeran pei, pangeran nor dan pengawalnya sam yang mendengar akan perkataan nara benar benar sangat masuk akal.
" iyah.. benar yang di ucapkan nara, mengapa kau tidak meminta bantua dulu ke kerajaan tangli." tanya pangeran pei pada tuan han.
" saya sudah mengajukan pertolongan kepada kerajaan tangli, namun sampai sekrang belum ada satu pun yang datang untuk menolong kami dan kami tidak bisa menunggu sangat begitu lama akhirnya kita dengan cepat untuk meminta pada kerajaan lain, dan say pun tidak tau ada apa dengan kerajaan tangli karna saya terlalu memikirkan warga yang ada di sini." jelas tuan han padanya yang begitu sangat sedih.
" benar benar keterlaluan kerajaan tangli aku akan pergi menemuinya ka, aku ingin tau penjelsannya " ujar pangeran nor yang ingin pergi
" berhenti.. nor kita tidak seperti ini datang kepadanya karena ini tidak terlalu jelas apa tujuan mereka, kita harus cari asala asulnya terlebih dahulu" ujar pangeran pei yang menghentikan nor
" iya.. bukan waktunya yang ada malah menambahkan masalah, yang paling penting kita harus tau dari mana wabah gatal gatal itu, apakah itu alami atau buatan orang lain? pak saya ingin lihat satu orang saja untuk saya periksa wabahnya " ujar nara
__ADS_1
" baik.. baik nak ayo ikut saya " ucap tuan han dan sambil mengikutinya
mereka pergi kerumah tuan han bahwa istrinya juga terkena wabah bahkan tua hannya juga terbawa namun tidak terlalu parah seperti istrinya. nar memperhatikan wabah itu dengan hati hati ia menggunkan sarung tangan dan menutupi hidungnya dengan kain begitu juga dengan pangeran pei, pangeran nor dan pengawal.
wabah itu benar benar sangat gatal ia terlihat bintik bintik merah dikulit. nara tidak membawa apa apa karena semuanya telah hilang saat ada penjahat ia langsung pergi keluar dan menuju kearah gerbang hutan untuk membuat obat yang ia dapat dari tanaman tanman herbal " HEII.. NARA KAU MAU PERGI KEMANA " teriak pangeran pei
" AKU AKAN SEGERA KEMBALI , AKU INGIN MENGUMPULKAN OBAT " teriak nara kembali
" sam.. cepatlah ikuti dia dan jaga dia " ujar pangeran pei kepada pengawalnya
" baik..." jawab sam dengan cepat bergegas mengikuti nara.
Di gerbang hutan nara dengan cepat dan teliti mencium satu persatu daun daunan yang akan dibuat obat dan sam yang mengikutinya membantunya untuk mengumpulkan tanaman yang di dapat. 30 menitan semua yang di butuhkan dapat lalu merka segera kembali.
" tuan saya akan mencoba menbuatkan obat semoga saja berhasil, tapi jika hal ini tidak berhasil aku siap bertanggung jawab tuan " ucap nara dengan izin kepada tuan han.
" baiklah nak silahkan" jawab tuan han yang mengizinkannya dengan riang.
" apa kau tidak mau aku bantu " ujar pangeran pei yang tidak di sebut olehnya
" hmm sudahlah pangeran pei kau mengobrol saja dengan tuan han, mungkin saja ada petunjuk" ujar nara
" baiklah " jawab pangeraan pei yang sambil memandang nara dengan kagum
nara pun pergi ke dapur untuk membuatkan obatnya.
" Sam.. tolong tumbuk dedaunan ini hingga halus" ujar nara
" pangeran nor tolong bantu aku mengambil getah dari pelapah pisang ini 2 ujar nara
__ADS_1
dan nara pun menyiapkan yang lainnya untuk obat nya di rebus dan di ambil sari sari nya.
mereka menyelasaikan dengan cukup waktu yang lam sampai 2 jam dan semuanya telah selesai nara dan pangeran nor serta sam kembali lagi keruangan tuan han.
nara mengoleskan luka pada tuan han terlebih dahulu yang lukanya masih sedikit untuk percobaan " tuan han saya izin untuk mengoleskan obat " ujar nara
" iya nak iya .." jawab tuan han
nara mengoleskannya lalu " tuan han saya membuatkan obat dalmnya juga untuk diminum ini untuk menghilngkan rasa gatalnya sedangkan obat olesnya untuk menghilangkan bintik bintik menular pada kulitnya " ujar nara pada tuan han lagi.
" kita tunggu 1 jam perubahn obatnya 2 ujar nara lagi
istrinya tuan han ia hanya diam karna untuk menhan rasa gatalnya.
setelah 1 jam kemudian tiba tiba bintik bintik yang ada di kulit tuan han yang baru saja tadi di oleskan obatnya mulai mengering tandanya obat itu bekerja " nak... obat mu sangat ampuh lihat lah bintik bintiknya jadi mengering dan tidak meresakan gatal dan obat minumnya juga bener ampuh " ujar tuan han yang memberitahukan akan rasa obatnya dengan senang.
" syukurlah akhirnya berhasil " nara merasa senang akan apa yang ia lakukan berhasil bisa menolong orang lain.
pangeran pei langsung menugaskan pada sam untuk segera pengirim beberapa prajurit kemari untuk membantu memberikan obat pada warga di daerah tang.
" nara.. kau benar benar sangat hebat, kau bisa melakukan hal ini walaupun kau tidak sekolah di perobatan sama sekali" ucap pangeran pei memuji pada nara.
" hihi.. makasih pujiannya pangeran, aku memang tidak sekolah dim perobatan tapikan.. ilmunya juga dari sana" jawab nara dengan senang dan tersipu malu.
pangeran pei pun tertawa.
" kak.. kau tidak memujiku.." ujar pangeran pei yang tiba tiba ikut berbicara
" haiii.. dasar kau ini, kau juga hebat " ujar pangeran pei pada adiknya
__ADS_1
setelah melakunnya mereka blm selesai dalam misinya mereka harus cari tau dulu tentang kerajaan tangli.
dan mereka pun harus tingagal di daerah tang untuk beberapa hari.