
Meraka kini
telah bertemu bersam di perbatasan dan akan melakukan tugas bersama. Pangeran
pei yang langsung dengan buru buru turun dari kudanya iya dengan cepat
menyambut nara dengan senang hati, sampai sampai pangeran nor bingung dan
sedikit tertawa mengejeknya karena melihat akan tingkah kakaknya.
“ salam tuan
putri azura “ sapa pangeran pei dengan lembutnya
Nara hanya
tertawa kecil
“ mengapa
kau tertawa ? “ Tanya pangeran pei
“ tidak…
salam.. yang mulia pangeran pei “ sapa nara balik dengan masih menahan tawanya.
“
ekhem..ekhem… “ suara yang pura pura batuk dari mulut bpangeran nor.
Pangeran pun
mengarahkan mata ke adiknya dengan melotot. Dan dengan langsung pangeran nor “
salam… tuan putri azura..” ucapnya yang mengeles agar tidak di plototin saja
oleh kakanya.
Begitu juga
sam yang ikut ikutan salam dengan hormat kepada nara.
“ haiii..
sudahlah.. tidak usah tertali sopan sekali, dan panggil aku seperti biasanya
saja nara. “ ucap nara dengan riang.
“ baiklah..”
jawab pangeran nor
“ nara…” ucap
pangeran pei yang ingin berbicara namun di potong oleh adiknya.
“ sudah
sudah nanti saja membahas rindunya, sekarang kita pikirin saja dulu tentang
misi kita “ ucap pangeran nor yang dengan sengaja menghentikan percakaapan
kakaknya.
Pangeran pei
merasa kesal dengan apa yang dikatakan adiknya sangat sok tau. Dan nara pun tertawa
kecil.
“ pangeran..
saya sarankan sebaiknya kita tidak melanjutkan perjalanan lagi, karena cuaca
sudah mulai gelap lebih baik kita mencari tempat untuk beristirahat dan
melanjutkannya besok pagi “ ucap dokter cheng yang ikut berbicara.
“ baiklah
dokter benar.. ayokk kita lanjutkan perjalananya “ ucap pangerai pei
memerintah.
Mereka
melanjutkan perjalanan lagi untuk mencari penginapan mala mini untuk
beristirahat. Tak lam kemudia mereka melihat perkampungan kecil dan mereka pun
masuk mengunjunginya. Disana sangat banyaka sekali penduduk yang tinggal
__ADS_1
padahal kampungnya sangat kecil sehingga cuaca sampai malam gelap pu akan tetap
ramai. Dan mereka menemukan tempat penginapan. Mereka memesan kamarnya masing
masing, dan sebelum mereka beristirahat mereka makan bersama terlebih dahulu
untuk mengisi perut yang kosong karena perjalan tadi yang cukup jauh.
Dan seperti
biasanya nara selalu makan pertama dan habis pertama dengan lahap, dan pangeran
pei juga masih saja menertawakan tingkah nara.
“ kau ini
seorang tuan putri sekrang tapi masih saja sikapmu seperti ini “ ucap pangeran
nor yang sama melihat akan tingkah nara yang belum berubah.
“ hmmm
memangnya jika aku sekarang tuan putri harus berubah seluruhnya gitu, lagipula
ya sudah saja namanya juga lapar “ ucap nara yang membela diri.
Pangeran
maasih saja menhan tawa akan tingkah nara.
“ pangeran
memangnyaa tidak tau ? kalo keturun ratu azura itu sedikit berbeda “ ucap
dokter cheng yang ikut bergurau
“ nah… bener
kata dokter cheng “ ucap nara
Hahahaha….
Semuanya pun ikut tertawa.
Malam
tidurpun tiba. Nara seperti biasanya ia sebelum tidur selalu melihat langit
tiba “ nara..” sapa pangeran pei yang tiba tiba menghampirinya.
“ pangeran….
Mmengapa belum istirahat ? “ ucap nara
“ kau
sendiri mengapa masih ada di sini ? “ Tanya pangeran balik
“ aku memang
sudah biasa seperti ini, sebelum tidur aku selalu ingin melihat bintang bintang
itu yang bersinar. “ ucap nara dengan senyum
“
hooo..Baiklah kau juga pernah memberi tau kuh soal ini, tapi aku ingin bertanya
padamu bagaimana jika malam hari ini hujan lalu apa yang akan kau lihat di
langit sedangkan bintang pun tidak ada di atas sana ? “ ucap pangeran pei.
“ ya tentu
saja aku akan melihat langit mesti itu harus hujan yang datang bukan bintang,
karena datangnya hujan juga membawa akan semua kesejukan, kesuburan, dan
mengeluarkan semua tangisan dalam hati. “ ujar nara yang menjawabnya sambil
menghayati
“ maksudnya
? “ Tanya pangeran pei yang belum mengerti
“ lihat lah
bunga bunga di sekeliling, pohon pohon bahkan tanah sekali pun yang sering kita
injak injak, mereka akan merasa senang
__ADS_1
karena dirinya berubah menjadi segar yah…mesti ada yang merugikan bagi mausia
tapi itu tidak rugi melainkan adil, coba pikirkan jika cuacanya sangat kering
tanah tuh makin tidak berguna iya akan terus kering dan retak namun ia
masih bisa membuat kita jalan di
atasnya, sedangkan saat cuaca hujan tanah ituh membalas akan jawaban kita selama
kita injak mereka, bunga pun sama ia memiliki adik di bawahnya yang tak pernah
kelihatan yaitu akar namun si akar itu sangat senang jika ada hujan, karena
banyak air yang bisa ia serap karena apa, ia harus menguatkan batangnya dan
menyuburkan bungannya meski dirinya tak terlihat oleh mata. “ ucap nara yang menjelaskan
isi pendapatnya.
“ wah… kau
memang luar biasa nara “ ucap pangeran pei yang mengaguminya
“ hehe “
nara hanya menjawab tertawa kecil yang tersipi malu karena di pujianya.
“ oiya
pangeran belum menjawab pertanyaan ku mengapa blm tidur? “ Tanya nara
“ karena aku
ingin menemui mu “ ucap pangeran pei dengan membingungkan nara
“ hah… hanya
ingin menemui ku ?” Tanya nara lagi yang masih bingung
“ iya..
benar menemuimu “ ucap pangeran pei lagi dengan senyum
“ oh…
pangeran rindu dengan ku ya.. “ ucap nara dengan pedenya
“ iya benar
aku rindu padamu “jawab pangeran pei lagi dengan senyum yang membuat nara malu.
“ hmm tapi
jika pangeran ingin menemuiku tapi aku tidak ada sat itu bagaimana ? “ Tanya nara
yang iseng iseng
“ aku akan
melihat bulan untuk menemuimu “ ucap pangeran pei
“ kenapa
bulan ? “ Tanya nara penasaran
“ karna kau
indah seperti bulan, ia terlihat jauh namun berasa dekat dimata, mengapa aku
memilih bulan karena itu adem jika aku memilih matahari rasanya akan sangat
panas dan bahkan di untuk dilhat sebentar pun tidak bias karena sinarnya yang
silau , sebab itu aku memelih bulan kau kan tidak membuatku panas seperti matahari..
melainkan membuatku nyaman akan melihat indahnya bulan” ucap pangeran pei yang
gombal manisnya
“ hehe..
pangeran bias aja… sudahlah aku ingin kembali ke kamar pangeran, salam..” ucap
nara yang sambil senyum dan segera pergi darinya karena akan takut dengan
wajahnya yang akan berubah merah.
Pangeran pei
pun senang akan pede dengan kata kata manisnya.
__ADS_1