PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 31 KATA KATA


__ADS_3

Meraka kini


telah bertemu bersam di perbatasan dan akan melakukan tugas bersama. Pangeran


pei yang langsung dengan buru buru turun dari kudanya iya dengan cepat


menyambut nara dengan senang hati, sampai sampai pangeran nor bingung dan


sedikit tertawa mengejeknya karena melihat akan tingkah kakaknya.


“ salam tuan


putri azura “ sapa pangeran pei dengan lembutnya


Nara hanya


tertawa kecil


“ mengapa


kau tertawa ? “ Tanya pangeran pei


“ tidak…


salam.. yang mulia pangeran pei “ sapa nara balik dengan masih menahan tawanya.



ekhem..ekhem… “ suara yang pura pura batuk dari mulut bpangeran nor.


Pangeran pun


mengarahkan mata ke adiknya dengan melotot. Dan dengan langsung pangeran nor “


salam… tuan putri azura..” ucapnya yang mengeles agar tidak di plototin saja


oleh kakanya.


Begitu juga


sam yang ikut ikutan salam dengan hormat kepada nara.


“ haiii..


sudahlah.. tidak usah tertali sopan sekali, dan panggil aku seperti biasanya


saja nara. “ ucap nara dengan riang.


“ baiklah..”


jawab pangeran nor


“ nara…” ucap


pangeran pei yang ingin berbicara namun di potong oleh adiknya.


“ sudah


sudah nanti saja membahas rindunya, sekarang kita pikirin saja dulu tentang


misi kita “ ucap pangeran nor yang dengan sengaja menghentikan percakaapan


kakaknya.


Pangeran pei


merasa kesal dengan apa yang dikatakan adiknya sangat sok tau. Dan nara pun tertawa


kecil.


“ pangeran..


saya sarankan sebaiknya kita tidak melanjutkan perjalanan lagi, karena cuaca


sudah mulai gelap lebih baik kita mencari tempat untuk beristirahat dan


melanjutkannya besok pagi “ ucap dokter cheng yang ikut berbicara.


“ baiklah


dokter benar.. ayokk kita lanjutkan perjalananya “ ucap pangerai pei


memerintah.


Mereka


melanjutkan perjalanan lagi untuk mencari penginapan mala mini untuk


beristirahat. Tak lam kemudia mereka melihat perkampungan kecil dan mereka pun


masuk mengunjunginya. Disana sangat banyaka sekali penduduk yang tinggal

__ADS_1


padahal kampungnya sangat kecil sehingga cuaca sampai malam gelap pu akan tetap


ramai. Dan mereka menemukan tempat penginapan. Mereka memesan kamarnya masing


masing, dan sebelum mereka beristirahat mereka makan bersama terlebih dahulu


untuk mengisi perut yang kosong karena perjalan tadi yang cukup jauh.


Dan seperti


biasanya nara selalu makan pertama dan habis pertama dengan lahap, dan pangeran


pei juga masih saja menertawakan tingkah nara.


“ kau ini


seorang tuan putri sekrang tapi masih saja sikapmu seperti ini “ ucap pangeran


nor yang sama melihat akan tingkah nara yang belum berubah.


“ hmmm


memangnya jika aku sekarang tuan putri harus berubah seluruhnya gitu, lagipula


ya sudah saja namanya juga lapar “ ucap nara yang membela diri.


Pangeran


maasih saja menhan tawa akan tingkah nara.


“ pangeran


memangnyaa tidak tau ? kalo keturun ratu azura itu sedikit berbeda “ ucap


dokter cheng yang ikut bergurau


“ nah… bener


kata dokter cheng “ ucap nara


Hahahaha….


Semuanya pun ikut tertawa.


Malam


tidurpun tiba. Nara seperti biasanya ia sebelum tidur selalu melihat langit


tiba “ nara..” sapa pangeran pei yang tiba tiba menghampirinya.


“ pangeran….


Mmengapa belum istirahat ? “ ucap nara


“ kau


sendiri mengapa masih ada di sini ? “ Tanya pangeran balik


“ aku memang


sudah biasa seperti ini, sebelum tidur aku selalu ingin melihat bintang bintang


itu yang bersinar. “ ucap nara dengan senyum



hooo..Baiklah kau juga pernah memberi tau kuh soal ini, tapi aku ingin bertanya


padamu bagaimana jika malam hari ini hujan lalu apa yang akan kau lihat di


langit sedangkan bintang pun tidak ada di atas sana ? “ ucap pangeran pei.


“ ya tentu


saja aku akan melihat langit mesti itu harus hujan yang datang bukan bintang,


karena datangnya hujan juga membawa akan semua kesejukan, kesuburan, dan


mengeluarkan semua tangisan dalam hati. “ ujar nara yang menjawabnya sambil


menghayati


“ maksudnya


? “ Tanya pangeran pei yang belum mengerti


“ lihat lah


bunga bunga di sekeliling, pohon pohon bahkan tanah sekali pun yang sering kita


injak injak, mereka  akan merasa senang

__ADS_1


karena dirinya berubah menjadi segar yah…mesti ada yang merugikan bagi mausia


tapi itu tidak rugi melainkan adil, coba pikirkan jika cuacanya sangat kering


tanah tuh makin tidak berguna iya akan terus kering dan retak namun ia


masih  bisa membuat kita jalan di


atasnya, sedangkan saat cuaca hujan tanah ituh membalas akan jawaban kita selama


kita injak mereka, bunga pun sama ia memiliki adik di bawahnya yang tak pernah


kelihatan yaitu akar namun si akar itu sangat senang jika ada hujan, karena


banyak air yang bisa ia serap karena apa, ia harus menguatkan batangnya dan


menyuburkan bungannya meski dirinya tak terlihat oleh mata. “ ucap nara yang menjelaskan


isi pendapatnya.


“ wah… kau


memang luar biasa nara “ ucap pangeran pei yang mengaguminya


“ hehe “


nara hanya menjawab tertawa kecil yang tersipi malu karena di pujianya.


“ oiya


pangeran belum menjawab pertanyaan ku mengapa blm tidur? “ Tanya nara


“ karena aku


ingin menemui mu “ ucap pangeran pei dengan membingungkan nara


“ hah… hanya


ingin menemui ku ?” Tanya nara lagi yang masih bingung


“ iya..


benar menemuimu “ ucap pangeran pei lagi dengan senyum


“ oh…


pangeran rindu dengan ku ya.. “ ucap nara dengan pedenya


“ iya benar


aku rindu padamu “jawab pangeran pei lagi dengan senyum yang membuat nara malu.


“ hmm tapi


jika pangeran ingin menemuiku tapi aku tidak ada sat itu bagaimana ? “ Tanya nara


yang iseng iseng


“ aku akan


melihat bulan untuk menemuimu “ ucap pangeran pei


“ kenapa


bulan ? “ Tanya nara penasaran


“ karna kau


indah seperti bulan, ia terlihat jauh namun berasa dekat dimata, mengapa aku


memilih bulan karena itu adem jika aku memilih matahari rasanya akan sangat


panas dan bahkan di untuk dilhat sebentar pun tidak bias karena sinarnya yang


silau , sebab itu aku memelih bulan kau kan tidak membuatku panas seperti matahari..


melainkan membuatku nyaman akan melihat indahnya bulan” ucap pangeran pei yang


gombal manisnya


“ hehe..


pangeran bias aja… sudahlah aku ingin kembali ke kamar pangeran, salam..” ucap


nara yang sambil senyum dan segera pergi darinya karena akan takut dengan


wajahnya yang akan berubah merah.


Pangeran pei


pun senang akan pede dengan kata kata manisnya.

__ADS_1


__ADS_2