
Pangeran pei terus mengikuti gerak gerik ratu azura, begitu juga dengan sam yang menikuti tuan tadi yang bertemu dengan ratu tangli, saat ratu tangli ingin memasuki gerbang istana ia berhenti dan melirik tajam ke salah satu pengawal. pangeran pei hanya diam sejenak dan berfikir bahwa ia tak bisa masuk ke istana lewat gerbang utama, karena pangeran pei merasa dirinya sudah ketahuan, akhirnya ia pergi ke halam luar belakang istana dan masuk dengan memanjat tembok.
Nara sedang berjalan menuju dapur, karena nara ingin membuat pangsit untuk sang raja, saat ia masuk ke dapur ia melihat pelayan tadi yang memberikan minum kepada sang ratu.
pelayan pelayan dapur saling memberikan salam kepada nara " salam .. tuan putri azura" ucap mereka
"nara hanya menganggukan kepala dan tersenyum "
" tuan putri ada yang bisa saya bantu " ucap salah satu pelayan, yaitu pelayan tadi yang saat di taman.
" tidak ada, semuanya kembalilah untuk bekerja lagi " ucap nara
nara mulai membuatkan pangsit untuk sang raja, namun nara juga terpikiran dengan pelayan tadi karena nara merasa pelayan itu seperti orang yang tidak baik.
setiap nara melakukan pekerjaanya membuat pangsit pelayan itu terus saja melirik ke arah nara dengan tajam.
sampai sampai " PRANKKK..." suara piring dari tanah liat itu jatuh dari tangan si pelayan tadi, karena terlalu fokus melirik tajam ke arah nara.
tentu saja nara merasa kaget dan langsung bertanya " ada apa dengan mu ?" tanya nara
" maaf tuan putri.. maaf... " ucap pelayan itu
nara terus saja melihat akaan ke anehan dari pelayan itu.
" sudahlah.. bersihkan pecahan pecahan itu, jangan sampai ada orang yangg terluka karena pecahan piring itu walaupun hanya sedikit saja " ucap nara dengan sedikit tegas pada pelayan itu.
dan semuanya melanjutkann pekerjaanya lagi.
__ADS_1
setelah selesai memsak pangsit, dengan senang nara langsung memberikannya kepada sang raja, sang rajaa berada di ruang kamarnya, nara menujunya dan sesampainya di depan pintu kamar sang raja " TOK..TOK..TOK.."
" SIAPA? " tanya sang raja dari dalam
" salam yang mulia... ini keponakanmu " ucap nara
" masuklah nak" ucap sang raja
nara pun memasuki kamar sang raja atau pamannya, ia melihat di kamar sang raja tidak ada sang ratu hanya ada raja seorang diri yang sedang menulis nulis.
" ada apa keponakan ku ? " tanya sang raja
" paman.. aku membawakan pangsit buatanku untukmu " ucap nara dengan senyum
" wahhh... kau ini pintar sekali memasak, persis seperti nenekmu " ucap sang raja memujinya.
" hem... sepertinya kamu ada sesuatu yang diinginkan ya? " ucap sang dengan curiga canda kepada nara.
" hehe... tidak paman.. tidak ada apa apa, hanya saja aku ingin bertanyya sesuatu " ucap nara
" tanyalah keponakan ku " ucap sang raja
" paman.. aku masih belum mengerti tentang ruangan obatnya ibuku, nenek bilang ada sesuatu yang dirahasiakan, tapi.. aku tidak mengerti paman.. apakah kau tau tentang hal itu? " tanya nara
sang raja pun langsung terpikirkan, bahwa saat itu ratu azura atau kaka iparnya pernah memberi tahukann tentang sebuah kata kata.
" nak..aku tahu kau sangat ingin sekali tahu tentang hal itu, namun paman tidak bisa memberikan jawabannya, tapi paman memiliki sebuah kata kata dari ibumu saat itu " ucap sang raja
__ADS_1
" hah.. kata kata? apa itu paman ? " ucap nara yang makin berpenasaran
ibumu berkata " jadilah sebuah akar yang masih bercabang di tanah " ucap sang raja yang memberitahukan akan kata katanya.
" jadilah sebuah akar yang masih bercabang di tanah ? " nara merasa bingung dengan kata katanya.
" apakah kau mengerti nak ? " tanya sang raja
" aku tidak tahu, paman.. apa paman mengerti ? " tanya nara lagi
" paman mengerti nak.. tapi, ibumu mengingikan jawaban ini hanya kau yang bisa bersuara " ucap sang raja yang sedikit tak tega
nara makin bingung dan bertanya tanya.
" maafkan paman nak.. tapi paman yakin kau pasti tahu akan arti dari kata kata itu " ucap sang raja
nara masih saja memikirkannya, dan pamannya pun menuju ke sebuah rak dan mengambil sesuatu.
" nak.. ini lukisam foto ibumu dan ayahmu " ucap sang raja
" nara mengambilnya dan sambil melihat wajah ibu dan ayahnya dengan mata yang begitu berkaca kaca. "
" paman.. aku ingin kembali ke kamar ku yah.. " ucap nara
" iya nak silahkan " jawab sang raja dengan rasa prihatin padanya.
setelah nara keluar dari ruangan sang raja, sang ratu pun masuk keruangannya sehingga pageran pei yang mengikutinya berhenti.
__ADS_1
sam masih saja mengikuti tuan tadi, sampai berhenti di pertengah jalan, dan berlokasi hutan, disitu tidak ada bangunan apapun bahkan rumah kecil satu pun, tapi saat sam mengintip tuan tersebut dari sedikit kejauhan, ia melihat tuan itu masuk kesbuha lubang di tanah, lalu sam mengikutinya namu lubang itu tidak ada ( tertutup ) dan sam teringat bahwa, hutan ini adalah sat itu di kejar sekelompokan penjahat, dan teringat dengan cerita putri azura kalu dia terkurung dibawah tanah. sam memutuskan unuk kembali dan melaporkan kepada pangeran pei.