
saat nara membaca sebuah rahasia dari kamarnya sang ratu
tangli itu ia kaget bahwa putri yeijin bukan putrinya melainkan putri yang di
adopsi, dan nara merasa ibu kandungnya yeijin adalah seorang ibu yang terus
terusan minta tolong kepada ku. dan banyak sekali rahasia yang di simpan oleh
ratu tangli. dari itu kekayaan, yeijin, dan darah bangsawan.
nara mengerti akan semuanya kecuali dareah bangsawan,
akhirnya nara bertanya kepada dokter cheng
" dokter apa itu darah bangsawan " tanyanya nara
dokter chengg teringat akan apa ittu darah bangsawan. "
darah bangsawan adalah darah yang sangat bagus yang dimiliki oleh manusia yang
sangat istimewa. " ucap dokter cheng
" istimewa apa, semua darah
kan banyak " ucap nara
" istimewanya bisa menyembuhkan suatu penyakt dari
racun yang sangat menyiksa dan mematikan " ucap dokter cheng
" wah... luar biasa sekali, lalu kira kira siapa ya..
yang punya darah bangsawan itu? " tanyya nara lagi dengan penasaran
" tentu saja ibumu, yaitu Azura, dia memilki banyak
darah bangsawan di tubuhnya, tapi entahlah sekarang dimana murid ku berada,
entah bagaiman kabara hidup atau matinya. " ucap dokter cheng
" apa... ibu ku? berarti jika memang itu ibuku,
kepergian ibuku juga karena ulah ratu tangli ittu, karena dia juga menyimpan
rahasia tentang darah bangsawan. " ucap nara
" hah... iya kau benar nara... pasti dia dibalik
semuanya, dari awal dia datang pun aku sudah tidak suka, suasana kerajaan
tangli sangat berbeda ketika ratu tangli dantang. " ucap dokter
cheng
" kalau begitu ayo.. dokter kita bilang kepada raja,
agar tau ratu tangli itu sebenarnya jahat " ucap nara sambil menggandeng
tanganya dokter
" tidak nara, tidak seperti ini caranya kita harus
__ADS_1
bermain cerdik, karena ratu tanglin benar benar sangat licik, lihat saja sudah
bertahun tahun identitas sebenarnya belum di ketahui oleh siapa pun, hanya baru
kita saja, jadi kita harus melakukan rencana untuk mengungkapakan kedoknya
dihadapan semua orang " ucap dokter cheng
" iyah.. dokter cheng kau benar, tapi apa rencananya ?
" tanya nara
" entahlah.. aku juga belum menemukannya, aku rasa
lebih baik kita minta tolong kepada pangeran pei dan pangeran nor, agar lebih
mudah melakukannya. " ucap dokter cheng
" iyah. kita tidak bisa hanya berduaan saja
melakukannya itu pasti sangat sulit, tapi kita harus nunggu sampai kapan
dokter cheng? pangeran pei dan pangeran nor belum pulang pulang selama seminggu
ini " ucap nara.
“ pasti sebentar lagi akan atang ko. “ ucap dokter cheng.
Pangeran
pei terus berfikir apa yang sebenarnya terjadi, di sisi lain ratu tangli
jelas ketangguan identitas mengapa ratu tangli tidak bertindak padahal jelas
jelas sangat dekat baginya, dan aku yakin ini ketamakan ini ada suatu alasan
yang sangat besar, aku rasa ratu tangli seperti ingin membalas dendam. “ucap
dalam pikirannya pangerai pei. “
Pangeran pei berencana untuk tidak membawa ratu Azura ke
kerajaan tangli maupun bawlon, biarkan ratu Azura beridentitas tiada, ratu
azura tinggal di tempat biasa pangeran pei bersembunyi, pangeran pei terpaksa
untuk melakukan ini semua sementara waktu sampai mebuka kedok ratu tangli yang
sebenarnya. Tapi rat u tangli juga tidak sendirian ia ditemani dengan Sam.
Pangeran pei harus segera kembali dulu ke kerajaan tangli,
agar tidak terlalu khawatir bagi mereka, karena setidaknyya sudah ada hasil
yang di laporkan kepada sang raja, kecuali laporan tentang ratu azura.
Pangeran pei dan pangeran nor beserta prngawal lainnya
berangkat ke kerajaan tangli, dan sebagian pengawaal lainnya juga menjada Ratu
Azura. Pangeran pei dan pangeran nor
__ADS_1
melewati jalannya agar ramai dan menyamar supaya tidak hala hal yang terjadi
menghalangi perjalanannya.
Akhirnya sampai juga di kerajaan tangli.
Saat pangeran pei dan pangeran nor turun dari kuda,
kebetulan naraa melihatnnya yang sedang berjalan.
“ PANGERAN….” Sapa nara dengan teriak sambil melambaikan
tangan kepadanya.
“ pangeran pei dan pangeran nor membalasnya dengan senyum
manis dan menghampirinya. “
“ sepertinya kau kangen dengan ku “ ucap pangeran nor yang
tetap saja tidak ada habisnya dengan pede.
“ apaan sih, biasa aja “ ucap nara dengan jujur
“ sombong sekali kau “ ucap pangeran nor
“ kalian ini tetap saja ya setiap ketemu selalu berantem “
ucap pangeran pei dengan ketawa kecil
“ hei lalu tadi kau teriak keras itu kau nunjuk ke pangeran
siapa? “ Tanya pangeran nor kepada nara.
“ ya tentu saja aku menunjuk pangeran pei karena aku sangat
rindu dengannya “ ucap nara dengan senyum senyum manis dan dengan pedenya
terlalu jujur.
Pangeran pei terkejut dengan ucapan nara, lalu pangeran nor
akan tetap berkomentar “ maksudmu apaan hah, kau ini hanya rindu dengan kakak
ku saja, tapi kau tidak rindu dengan ku, itu tidak adil “ ucap pangeran nor
yang tak terima.
“ hai.. sudahlah, aku hanya bercanda, lagi pula aku juga
kangen kok sama kamu “ ucap nara kepada pangeran nor.
“ ya sudah ayu.. kita masuk kedalam dan beritahu raja kalu
kalian telah datang dan kita makan bersama kalian pasti laparkan “ ucap nara.
“ oh iya… kau benar sekali nara “ ucap pangeran pei
“ yasudah ayok.. “ ucap nara sambil berjalan, dan juga
pangeran pei dan pangeran nor untuk menemui sang raja dan makan bersama.
__ADS_1