
Dari lahir nara sudah ditinggal oleh ayahnya karna tenggelam dilaut saat ingin pulang kerumah menemui istrinya yang ingin melahirkan namun ditengah perjalanan seketika membuatnya terhambat untuk pulang karna ada seseorang yang menyerang ayahnya nara dan membuat nyawanya tiada.
nara masih belum mengetahui siapa ayahnya dan berasal dari mana karena saat ibunya meninggalkannya ia tak berpesan apapun namun hanya menceritakan tentang ayahnya mengap tiada. dan sebab itu nara harus mencari tau tentang kabar keluarganya dan menemui keberadaan ibunya, dan kakeknya pun tak heran untuk melarang nara ikut dengan pangeran pei ke istana karena kakenya merasakan bahwa keluarganya nara itu berasal dari sebuah kerajaan. dan nara pun ingin mengetahui siapa yang telah membunuh ayahnya.
Di pagi yang cerah nara berkeliling di istana, ia merasakan bahwa dirinya seperti seorang putri
saat nara sedang senang senangnya berjalan dan sampai membuatnya tidak fokus berjalan tiba tiba
BRAKKKK nara menabrak seorang pria yang berbadan tinggi dan gagah dengan mengenakan pakian kerajaan bewarna hitam dan dengan mahkota emas di kepalanya dan sangat begitu tampan dia adalah Pangeran Pei.
nara dia tidak bisa berkedip ia terus saja melotot kepadanya karna ketampanannya lebih indah dari sekeliling halaman istana.
" apa kau tidak bisa lihat... mengapa kau selalu saja tiap kali harus menabrak " ujar pangeran pei padanya dengan sedikit kesal
nara tidak menjawabnya karna ia masih saja fokus memandang pangeran pei yang sangat tampan
" hei... hei... nara" ujar pangeran pei lagi sambil melambaikan tangan di dekat wajahnya.
nara masih saja tidak menjawabnya dan akhirnya
" NARAAA..." bentak pangeran pei
nara pun terkejut dan " iyah... pangeran ada apa ?" jawab nara dengan sedikit gugup
" ada apa ? adanya kamu.. kenapa kau selalu saja harus menabrak" ujar pangeran pei
"e..e..a..aku minta maaf pangeran...aku tidak sengaja karena aku terlalu senang melihat hal hal yang indah di istana ini sampai sampai aku tidak fokus berjalan maaf...pangeran.." jawab nara dengan sedikit gugup
" sudah sudah...ayo cepat ikut aku" ujar pangeran sambil berjalan dan nara pun mengikutinya.
__ADS_1
dan sesampainya di ruangan pangeran pei ...
"HAH.....berantakan sekali..." ujar nara dengan kaget
" iyah maka dari itu tolong kau bereskan semuanya sampai rapih " ujar pangeran pei menyuruh pada nara
" ta..tapikan disini banyak pelayan dan lagian aku kan hanya koki mu saja.." jawab nara dengan gugup dan rasa sedikit kesal karna tak ingin membereskan tempatnya.
" tidak.. aku menambahkan pekerjaan mu yaitu menjadi asisten baru ku, jadi setiap aku menugaskanmu maka kau harus melakukannya. " ujar pangeran pei dengan sombongnya
nara pun kaget " ta..tapi kan... perjanjiannya aku hanya sebagai koki pribadimu dan lagian aku juga tidak akan lama disini" ujar nara lagi yang berusaha agar tidak melakukannya.
" ya sudah... sekalian saja kau pulang sekarang dari istana ini " ujar pangeran pei lagi dengan sombongnya yang menyebalkan
nara pun berfikir fikir lagi, dan ia tak mau pulang dulu sebelum menemukan tentang keluarganya.
" hei hei... malah bengong lagi yaudah cepat rapihkan aku kasih wakktu 2 jam " suruhnya sambil meninggalkan nara
nara pun merasa kesal " sombong banget sih... enak banget nyuruh nyuruh, sabar...sabar...inget tujuan kalo bukan karan tujuan juga ini gak akan aku lakukan sama sekali" ucap dalam benaknya.
nara pun dengan semangat merapihkan ruangan pangeran pei, dia sedikit menukarkan posisi mejanya agar terlihat luas, lalu ia menggantikan horden jendelanya ia kasih ke pelayan untuk mencucinya dan mencari kain disekitaran istana dan langsung membuat horden dengan diras yang indah, lalu ia menggati seprai dan sarung bantalnya, lalu membersihkan mejanya yang sangat begitu begitu berantakan, nara memindahkan mejanya ke dekat jendela dan memberikan tanaman di pojok mejanya agar terlihat segar.
nara pun kepikiran salagi ia di suruh seperti ini dia mencari cari sebuah petunjuk tentang keluarganya yang mungkin pernah bersangkutan, namun dari tadi nara tidak menemukan apa apa dan waktu pun sudah habis.
nara sedikit kesal karna tidak menemukan apapun dan akhirnya ia keluar dari ruangan pangeran dan pergi ke dapur.
pangeran pun kembali dan ketika melihat ruangannya ia terkejut dengan kerapihan ruangannya yang sa...sangat begitu nyaman " WAHHHH..."
pangeran pei melihat lihat hordennya yang begitu indah dan tanaman di atas mejanya yang begitu rindang " ternyata gadis jelek ini kreatif juga ya.." ujar pikirannya
__ADS_1
" pelayang panggilkan nara" suruhnya pada pelayan
dan nara pun menghampirinya dengan membawakan teh hangat dan cemilan
" pangeran.... " sapa nara dengan riang yang telah menghampirinya.
" pangeran kemarilah aku membuatkan teh hangat dan cemilan " ucap nara padanya sambil meletakan sajian diatas meja kecil.
pangeran pun menghampirinya " nara... mengapa kau merapihkan ruangan ku dengan mengubah konsep letak letaknya " tanya pangeran kepada nara
nara pun langsung menundukan badan dan kepala " maaf maaf pangeran aku tidak izin terlebiha dahulu npadamu aku benar benar lancang.. aku hanya ingin membuat ruangan ini terlihat luas dan nyaman.. maaf pangeran jika kau tidak senang aku akan merubahnya seperti semula " jawab nara dan merasa deg degan
" sudah lah... aku sangat senang dengan konsep mu " ujar pangeran pei dengan sedikit tertawa akan sikapnya
nara pun merasa lega dan senang " makasih pengera.... i..ini pangeran cobain teh hangat dan cemilan buatan ku2 ujar nara dengan senang dan sambil menyajikan untuk pangeran.
pangeran pun meminum teh hangatnya dan memakan cemilan buatannya " wah... ini benar benar sangat lezat.." ujar pangeran
" tentu saja.. aku kan koki paling hebat " jawab nara dengan pedenya
pangeran pei hanya tertawa terus dengan tingkahnya.
__ADS_1