
sam segera melaporkan kepada pangeran pei. " salam
pangeran pei " ucap sam
" apa yang kau dapat? " tanya pangeran pei.
" pangeran, saat aku mengikuti tuan tadi ia berhenti di
sebuah hutan dan memasuki sebuah lubang di bawah tanah, aku merasa bahwa itu adalah
tempat dimana saat itu putri azura di culik " ucap sam
" kau serius ? " tanya pangeran pei lagi
" iya pangeran, hanya saja saya tidak bisa mengikutinya
sampai masuk ke dalam, karena saya tidak punya rencana" ucap sam lagi
" baiklah tidak apa aapa, aku punya rencana " ucap
pangeran pei.
Malam hari..
nara duduk diteras depan kamarnya sambil memendang lukisan
ibunya yang di pegang di tangannya. lalu ada pangeran pei datang "
nara.." sapa pangeran pei
" hah.pangeran " jawab nara sedikit terkejut
" kau tidak istirahat ? " tanya pangeran
" nanti saja, aku belum ngantuk " ucap nara
" apa yang kau pegang ? " tanya pangeran
__ADS_1
lagi
" oh.. ini lukisan ibuku " ucap nara sambil
memberikan lukisan itu kepada pangeran pei
saat pangeran pei melihat lukisan ibunya nara, dan
terkejutnya melihat wajah lukisan tersebut, bahwa lukisannya ibunya adalah
orang yang sama seperti di mimpinya pangeran.
" pangeran... pangeran.. " ucap nara yang dari
tadi pangeran terus memandang lukisan tersebut.
namun pangeran pei terus saja akan mengingat ngingat
mimpinya, lagi lagi nara memanggil pangeran pei, namun tak juga sadar
" pangeran pangeran " ucap nara
" pangeran pei.. kenapa melamun? pangeran tahu ibuku ?
" tanya nara
" iya nara.. aku ingat " jawab pangeran pei
" ingat apa maksudnya? " tanya nara penasaran
" nara.. kau ingat kan saat aku bercerita kepadamu
tentang mimpiku ada seorang ibu yang minta tolong kepada ku" ucap pangeran
pei
" iyah.. maksud pangeran, seorang yang ada di mimpi
__ADS_1
pangeran adalah ibuku? “ Tanya nara
“ iyah nara” jawab pangeran pei
" nara kau tak perlu khawatir, aku janji aku akan menemukan ibumu " ucap pangeran pei
" iyah pangeran " jawab nara sambil menganggukan kepalanya.
keesokan paginya, dipagi hari nara mennginginkan untuk keluar istana, ia pergi di temani oleh teman teman kecilnya, yaitu mari, ikauci, mion, ubin, dan saka. mereka pergi keluar yntuk bersenang senang.
sedangkan pangeran pei sedang menjalakna misinya untuk mencari tau tentang topeng di balik mukanya ratu tangli, pangeran pei ditemani oleh sam dan pangeran nor. pangeran pei sengaja untuk tidak membawa nara ikut bersamanya, karena takut akan membahayakan.
nara dan teman temannya membeli banyak sesuatu jajanan, dan saat ia membeli jajanan ia melihat ratu tangli sedang berbicara kepada seorang tuan bapak bapak, namun pakaian ratu tangli tidak seperti orang bangsawan, ia berpakaian biasa biasa saja. naraa segera membeli topi untuk menyamar dirinnya juga agar bisa mengetahui apa yang di lakukan ratu tangli.
nara makin mendekat agar terdengar pembicaraanya. ia hanya bisa mendengar sedikit, karena banyaknya sura kerumuan orang di pasar. dia hanya mendengar " cepat lakukann penyiksaan terhadap perempuan itu " ucap ratu tangli kepada tuan tersebut.
nara bertanya tanya, perempuan mana yang akan mereka sakiti?
seketika tiba tiba ada seorang ibu ibu yang marah marah mengampri ratu tangli " hei kau apagunanya kau menjadi seorang ratu jika hati mu itu seperti orang mencuri " ucapnya
lalu tuan itu membela ratu tangli dan berkata " tunggu kau kenapa/ ada masalah apa ? dia bukan ratu " ucap tuan tersebut.
" kau juga jahat, kalian berdua jahat... balikin putri ku..." ucap ibu tersebut dengan marah dan ingin merintihkan air mata.
dan nara yang melihatnya baru sadar, bahwa ibu itu adalah orang yang minta bantuan kepadanya untuk mencarikan putrinya yang selama ini pergi.
dengan cepat ratu tangli dan tuan tersebut meningalkan tempat itu dan mengabaikan ibu ibu tadi.
nara langsung menghampiri ibu tersebut dan menenangkannya karena sedang menangis.
" bu.." sapa nara
" putri azura, salam putri... putri.. dia orangnya yang sudah mengambil putriku " ucap ibu tersebut dengan meririhkan nada sedihnya.
" iya... tenang lah bu, akan janji aku akan mencarinya dan mencari tau akan kebenarannya " ucap nara
" iya nak iya " ucap ibu tersebut.
__ADS_1
nara mengantarkan ibu itu pulang kerumahnya, nara makin kepikiran dan bertanya tanya, " sebenarnya siapa putri ibu ini, dan perempuan mana yang akan mereka sakiti? apa jangan jangan putri ibu ini adalah perempuan yang akan di sakiti mereka ?