
di padi yang cerah nara dan kaeknya seperti biasa untuk pergi dan berjualan kue bunga, dan sudah tiga hari sufu masih tinggal di rumah kecilnya nara. walaupun kemarin sangatlah menyakitkan saat berjualan namun nara tak pernah berhenti untuk menyerah.
sesampainya dipasar.
AYO....AYOOO..KUE BUNGANYA BELI 4 GRATIS 1... teriak nara
kakeknya terkejut sat mendengar nara bahwa kuenya mendapatkan gratis.
hei...kau ini gadis nakan mengapa di kasih gratis? tanya kakeknya
tidak papa kek..." jawab nara sambil memegang tangannya kakeknya dengan menyakinkan.
heh..apa kau memberikan gratis karna kejadian kemarin.. ucap sufu yang tiba tiba bisik dibelakang nara.
sussst...diam nanti kake ku tau.. jawab nara dengan nada kecil
pelanggang pun saling berbondong bondong membeli kue bungan yang lezat.
sampai sampai di tengah keramaian ada seorang ibu ibu pembeli yang mengatkan maaf kepada nara " nak... maafkan ibu ya..karna sudah mengejek mu kemarin dan tidak membeli kue bunga mu yang lezat.." ucap salah satu ibu itu. lalu nara hanya mengangguk dan tersenyum, dan kekeknya yang mendengarkan nya merasa heran.. dan bahkan sufu pun terkejut.
lalu beberapa orang lain pun tiba tiba mengatakan " kek... kenapa kau tidak menemani putrimu berjualan saat kemarin...dia sangat sedih karna jualannya di buang oleh anak kaya" ucap salah satu pelanggan pria kepada kakeknya.
nara, sufu dan bahkan kekeknya sangat terkejut.
setelah beberapa jam kemudian jualan sudah habis lalu kakeknya langsung menanyakan kepada nara tentang apa yang dibicarakan oleh pembeli pembeli tadi.
nara...apa yang terjadi saat kemarin... tanya kakeknya
ti..tidak ada apa apa kek.. kemarin baik baik aja. jwab nara dengan senyum dan hati yang deg degan.
lalu mengapa orang orang mengatakan hal itu " ujar kakeknya yang masih bingung
nara pun tak bisa berkata kata apa apa lagi, karna dia tak mau menambahkan kebohongannya kepada kakek tapi tiba tiba..
kek... kemarin itu tidak terjadi apa apa hanya saja saat itu ada sebuah aksi yang tidak hati hati sehingga mengenai jualan nara " ujar sufu yang tiba tiba membalas pertanyaan kakeknya.
memangnya kemarin ada aksi apa.." tanya kakeknya dengan penasaran
aksinya...a..adalah aku kek." ucap susfu sambil memohon maaf kepada kakek
maksud mu..? tanya kakeknya lagi yang masih bingung.
saat sufu ingin menjawab tiba tiba dengan spontal nara menjawab " ohh itu kek..aksi sulap, namun sufu tidak berhasil jadi mengenai jualan ."
__ADS_1
ohh.. gitu rupanya " ucap kakeknya dengan ketawa.
sudah sudah tak apa apa " ujar kakeknya kepada sufu.
nara pun langsung tenang akan permasalah pembicaraan tadi, dan sufu pun masih bingun dan merasa bersalah kepada nara karena ia masi saja menutupi kebenarannya.
mereka pun lanjut perjalanan pulang
saat di tengah perjalanan tiba tiba segerembolan perampok menyerang pasar dan dengan cepatnya sufu langsung menolong nya dan di bantu pengawalnya yang dari tadi menawasi tuannya dari jauh lalu nara dan kakeknya pun cepat cepat untuk bersembunyi.
TRANG..TRANG... suara pedang
lalu saat sufu ingin menyerang balik tiba tiba dari belakan ada salah satu perampok yang menusuk badannya sufu dari belakang CELBB... nara pun langsung berteriak SUFU......
dan nara pun langsung menolongnya dan saat segerombolan perampok melihat wajahnya nara mereka semua langunsung berlari karena ketakutan, namun sufu merasa curiga dengan nara karana mengapa hanya dengan nara mereka semua berlari, dan namun tidak semua segerombolan perampok lolos namun ada satu yang berhasil tertangkap untuk di introgasi.
dan saat nara ingin menolong sufu untuk bangun tiba tiba... sufu mencekik nara dan menyodorkan ke tembok " SIAPA KAU SEBENARNYA..." tanya sufu dengan keras.
kakeknya yag melihat akan hal itu langsung menghentikan sufu, namun sufu tuidak melepaskan cekik kanya.
a..apa yang kau maksud..." ucap nara dengan kekusahan karana di cekik olehnya.
KENAPA ORANG ORANG TU SELALU KABUR SAAT MELIHAT DIRIMU.. APAKAH KAU GOLONGAN DARI MEREKA..." ujar si sufu dengan nada keras lagi.
sufu pun langsung melepaskan cekikkannya dan mengarah ke si perampok itu.
" SIAPA YANG MENYURUMU..." tanya sufu dengan nada yang keras juga
tu..tuan... san " jawab si perampok itu.
" apa.. jadi kerajaan tang yang melakukan hal ini semua" ucap sipengawal sufu.
" UNTUK APA KALIAN MELAKUKAN INI SEMUA." tanya sufu lagi
sa.. saya tidak tau, say hanya dilakukan untuk menghancurkan pasar" jawab si perampok itu.
" LALU MENGAPA KALIAN SELALU KABUR KETIKA MELIHAT WANITA ITU" ucap sufu dengan keras dan sambil menunjuk ke arah nara.
" HAHAHA.....bagaimana kita tidak lari.. apakau tidak lihat betapa seramnya wajah si wanita itu.. bahkan setan pun akan takut melihat wajahnya" ucap si perampok itu dengan tertawa.
nara yang mendengarkan hal itu ia langsung meneteskan air matanya dan cepat cepat menghapusnya dan menahan rasa sakitnya.
" HEH...APA YANG KAU KATAKAN .... IYA KAU MERASA TAKUT KARAN KAU ADALAH SETAN YANG MELIHATNYA..." ucah kakeknya dengan marah.
__ADS_1
" cepat bawa dia ke penjara" ujar sufu kepada pengawalnya.
nara...sudahlah jangan bersedih " ucap kakeknya yang sambil mengelus kepalanya.
suadahlah kakek. memangnya aku bersedih " ujar nara dengan tersenyum.
ayu.. kita pulang " ujar kakeknya lagi
na..nara.." ucap sufu dihadapannya
ayo...nara kita pergi.. " ujar kakeknya sambil memalingkan wajah kepada sufu karena kesal akan sikapnya tadi.
na..nara... kakek.. aku minta maaf, aku melakukan hal ini semua karena aku adalah pengawal asisten pangeran Pei. ucap sufu padanya
ara yang mendengar kara Pangeran ei ia langsung senang dan langsung memaafkan sufu
ia sufu... tidak apa apa" ucap nara dan langsung menghampiri sufu dan tersenyum.
TIDAK kakek tidak mau memaafkannya, dia sudah terlaluan " ujar kakeknya
hayyeh... kek tidak papa lagi pula wajar saja dia bersikap tadi karna itu kan udah tugasnya. " ucap nara yang membujuk kepada kakeknya.
baik..baiklah.." jawab kakeknya
sesampainya di rumah
kek... sapa sufu yang sedang melamun di halaman rumah
iya... nak.. jawab kakeknya
boleh saya duduk , katab si sufu
duduk lah " ujar kakeknya
kek...dimana orang tua nara kenapa saya tidak pernah melihatnya. tanya sufu
dia..sudah yatim piatu sejak kecil, tapi belum tau ibu nya masih ada atau tidak karan dia meninggalkannay di rumah saya pada saat nara berusia 5 tahun. " jawab kakeknya.
" lalu apakah dia memiliki wajah seperti itu sejak kecil" tanya sufu lagi dengan penasaran.
kakeknya pun tersenyum dan menjawab " terkadang setiap orang harus melewatkan rintangannya demi menempuh sesuatu dan bahkan dia rela mengorbankan diri aslinya meski itu sangat menyakitkan."
sufu bingun aka jawaban kakeknya..
__ADS_1