PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 44 MISI TERLAKSANA


__ADS_3

Nara dan dokter cheng melakukan misi mereka disaat ratu


tangli tidak ada di istana, dan bahkan kerajaan tangli banyak sekali masalah


yang menimpanya, sehingga sang raja pun belum mengetahui di balik kejadian


daerah ZU, maka dari itu pangeran pei dan pangeran nor beserta prajurit lainnya


sedang membantunya melakukan tugas tersebut.


Di pagi hari, ada acara rapat kerajaan dan tempatnya di


kerajaan bawlon, termasuk kerajaan tangli pun di undang mengikutinya, dan waktu


tersebut adalah waktu yang tepat untuk masuk ke kamar sang ratu tangli. Namun seketika


rencana itu tidak terlalu sesuai karena nara tak bisa melakukanya, hanya dokter


cheng yang bisa , karena nara di perintahkan sang raja untuk ikut hadir di


undangan tersebut sebagai perwakilan ratu azura yang sudah sekian lama, dan


tentu saja yang lain sangat menginginkannya.


“ dokter, bagaimana ini aku tidak bisa melakukan misinya “


ucap nara


“ kau tidak perlu khawatir, kau hadir lah sudah sekian lama


kita membutuhkan kecerdasaanya ratu azura “ ucap dokter cheng


“ tapi dokter, bagaimana pun aku ini putrinya bukan sang


ratunya, dan lagi pula bagaimana aku bisa melakukan misi ini jika aku harus

__ADS_1


hadir ke undangan itu, dan aku tidak ingin dokter cheng mendapatkan resiko


sendirian “ ucap nara


“ kau tenang saja nak.. dokter cheng tidak akan sendirian “


seseorang yang tiba tiba hadir dan ikut berbicara dan ternyata itu adalah sang


kakek.


“ kakek? “ saut nara


“ nak.. mengapa kau sekarang ini tidak pernah meminta


bantuanmu, kakekmu ada di sini nak, masih ada “ ucap kakeknya


“ kakek maafkan aku, aku tidak ada maksud untuk menyembunyikan


apapun dari kakek, aku hanya bingung kek, aku harus bagaimna? “


“ tentu saja kau bingun, karena kau tidak cerita semuanya


“ kakek.. “ ucap nara dengan nada rendah dan termenung


“ iya nak, kakek  paham, tenang nak kau pergilah ke acaranya biar kakek yang akan membantu


dokter cheng, kau tidak perlu khawatir nak “ ucap kakeknya


“ kakek serius? “ ucap nara


“ nak apapun itu kakek akan selalu menolongmu, meski itu


harus mengorbankan nyawa sekali pun “ ucap kakeknya


“ iya kakek, tapi kake tidak boleh bilang nyawa , karena

__ADS_1


semuanya akan baik baik saja” ucap nara


“ iya nak.. sudahlah kau cepat pergi sang raja sudah


menunggumu. “ ucap kakeknya


Nara pun menganggukan kepalanya dan tersenyum, dan setelah


itu pergi.


Kakek dan dokter cheng sedang melakukan tugas yang sudah di


rencanakan, kakek menjadi pengawal di depan kamar sang ratu dan dokter cheng


menjadi pelayan pria dengan alasan untuk merapihkan kamarnya sang ratu.


Saat dokter cheng memasuki kamara sang ratu, dokter cheng


berpura pura untuk merapihkan kamarnya dan diam diam juga memberikan obat bius


kepada beberapa pelayan yang ada di kamar sang ratu juga, dokter cheng


memberikan bius dengan seciri asap. Setelah semuanya pingsan dengan cepat


dokter cheng mencari sabuah bukti di kamar sang ratu selam 1 jam, karena obat


bius itu akan hilang selama 1 jam.


Dokter cheng mencari cari dari loker, lemari tempat kasur dan


lain lain, namun tidak menemukan apa apa, dokter cheng merasa panic dan


melendehkan badannya ke tembok, saat melendehkan ke tembok, dokter cheng merasa


bahwa tembok nya bergetar saat di sentuh, di tembok tersebut ada bentuk bunga

__ADS_1


yang lumayan menonjol, kemudian dokter cheng memegang bentuk bunga tersebut


lalu memutarnya, dan saat di putar ternyata ada sebuah ruangan.


__ADS_2