
Nara dan dokter cheng melakukan misi mereka disaat ratu
tangli tidak ada di istana, dan bahkan kerajaan tangli banyak sekali masalah
yang menimpanya, sehingga sang raja pun belum mengetahui di balik kejadian
daerah ZU, maka dari itu pangeran pei dan pangeran nor beserta prajurit lainnya
sedang membantunya melakukan tugas tersebut.
Di pagi hari, ada acara rapat kerajaan dan tempatnya di
kerajaan bawlon, termasuk kerajaan tangli pun di undang mengikutinya, dan waktu
tersebut adalah waktu yang tepat untuk masuk ke kamar sang ratu tangli. Namun seketika
rencana itu tidak terlalu sesuai karena nara tak bisa melakukanya, hanya dokter
cheng yang bisa , karena nara di perintahkan sang raja untuk ikut hadir di
undangan tersebut sebagai perwakilan ratu azura yang sudah sekian lama, dan
tentu saja yang lain sangat menginginkannya.
“ dokter, bagaimana ini aku tidak bisa melakukan misinya “
ucap nara
“ kau tidak perlu khawatir, kau hadir lah sudah sekian lama
kita membutuhkan kecerdasaanya ratu azura “ ucap dokter cheng
“ tapi dokter, bagaimana pun aku ini putrinya bukan sang
ratunya, dan lagi pula bagaimana aku bisa melakukan misi ini jika aku harus
__ADS_1
hadir ke undangan itu, dan aku tidak ingin dokter cheng mendapatkan resiko
sendirian “ ucap nara
“ kau tenang saja nak.. dokter cheng tidak akan sendirian “
seseorang yang tiba tiba hadir dan ikut berbicara dan ternyata itu adalah sang
kakek.
“ kakek? “ saut nara
“ nak.. mengapa kau sekarang ini tidak pernah meminta
bantuanmu, kakekmu ada di sini nak, masih ada “ ucap kakeknya
“ kakek maafkan aku, aku tidak ada maksud untuk menyembunyikan
apapun dari kakek, aku hanya bingung kek, aku harus bagaimna? “
“ tentu saja kau bingun, karena kau tidak cerita semuanya
“ kakek.. “ ucap nara dengan nada rendah dan termenung
“ iya nak, kakek paham, tenang nak kau pergilah ke acaranya biar kakek yang akan membantu
dokter cheng, kau tidak perlu khawatir nak “ ucap kakeknya
“ kakek serius? “ ucap nara
“ nak apapun itu kakek akan selalu menolongmu, meski itu
harus mengorbankan nyawa sekali pun “ ucap kakeknya
“ iya kakek, tapi kake tidak boleh bilang nyawa , karena
__ADS_1
semuanya akan baik baik saja” ucap nara
“ iya nak.. sudahlah kau cepat pergi sang raja sudah
menunggumu. “ ucap kakeknya
Nara pun menganggukan kepalanya dan tersenyum, dan setelah
itu pergi.
Kakek dan dokter cheng sedang melakukan tugas yang sudah di
rencanakan, kakek menjadi pengawal di depan kamar sang ratu dan dokter cheng
menjadi pelayan pria dengan alasan untuk merapihkan kamarnya sang ratu.
Saat dokter cheng memasuki kamara sang ratu, dokter cheng
berpura pura untuk merapihkan kamarnya dan diam diam juga memberikan obat bius
kepada beberapa pelayan yang ada di kamar sang ratu juga, dokter cheng
memberikan bius dengan seciri asap. Setelah semuanya pingsan dengan cepat
dokter cheng mencari sabuah bukti di kamar sang ratu selam 1 jam, karena obat
bius itu akan hilang selama 1 jam.
Dokter cheng mencari cari dari loker, lemari tempat kasur dan
lain lain, namun tidak menemukan apa apa, dokter cheng merasa panic dan
melendehkan badannya ke tembok, saat melendehkan ke tembok, dokter cheng merasa
bahwa tembok nya bergetar saat di sentuh, di tembok tersebut ada bentuk bunga
__ADS_1
yang lumayan menonjol, kemudian dokter cheng memegang bentuk bunga tersebut
lalu memutarnya, dan saat di putar ternyata ada sebuah ruangan.