PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 14 MERATAPI MALAM INDAH


__ADS_3

mereka tak bisa pulang dengan cepat, karena permasalahnnya belum selesai jadi mereka harus tinggal di daerah tang untuk beberapa hari agar mendapatkan bukti dan petunjuk yang sebenarnya terjadi.


Malam yang penuh indah dengan bintang yang bercerah di langit biru yang sangat begitu indah. meratapi dengan senyum  dan hati yang teduh. mengingat akan dulu bersama seorang ibu yang selalu menemaniku sebelum mata ku tertidur.


    di tengah malam nara terbangun dan ke luar kamar karan matanya yang belum terlelap. ia memandangi langit langit yang sangat indaj dan bintang yang sangat..begitu bersinar.


lalu tiba tiba pangran pei datang dan menghampiri di sampingnya.


" apa yang sedang kau lakuka di tengah malam ini, mengapa kau tidak beristirahat? " tanyanya


" eh.. aku tidak bisa tidur pangeran.. dan aku juga merasa sepi dan bosan maka dari itu keluar " jawab nara padanya dengan sedikit kaget karena tiba tiba ada di sampingnya.


" memangnya kau tidak merasa kedinginan ?" tanyanya lagi


" hehe.. aku sudah terbiasa dari dulu juga aku selalu merasakan kedinginan bahkan sampai ke hutan di malam hari, lalu di kejar kejar penjahat sampai aku harus terpaksa menyebur ke sungai yang cukup agak dalam dan menahan rasa dingin, jadi aku sekarang tidak terlalu merasakan kedinginan karena sudah terbiasa" jawabnya dengan menjelaskan.


" kau hebat, kau bisa beradaptasi dari semua yang kau coba padahal awalnya kau belum pernah sama sekali, dan kadang mungkin hal itu selalu membuatmu dalam bahaya" ucap pangeran pei dengan kagum

__ADS_1


" ti..tidak seperti itu juga pangeran.. lagian namanya juga setiap jalan orang kan masing masing berbeda. " ujar nara


" lalu pangeran sendiri mengapa tidak istirahat " tanya nara kembali


" aku juga sama tidak bisa tidur dan terkadang aku selalu bermimpi seorang ibu yang selalu berpesan kepada ku untuk melindungi putrinya dan hal itu selalu ada dalam mimpiku sampai menghatui di pikiranku sehingga aku terbangun, dan tadinya aku ingin membaca peta untuk menuju ke kerajaan tangli namun hal itu membuatku bosan jadi akuu keluar dan aku melihat mu sedang duduk disini " ujar pangeran pei.


" mungkin dulu pangeran pernah bertemu dengan seorang ibu itu " ujar nara


" a.. aku tidak mengingatnya karna saat aku berusia 5 tahun aku pernah mengalami amnesia dan aku bsa mengingatnya lagi hanya orang orang yang ada di dekat ku saja " ujar pangeran pei.


pangeran pun membalasnya dengan senyuman yang sangat manis.


" pangeran... lihatlah ke langit banyak bintang yang sangat bersinar indah " ujar nara sambil menunjukan ke arah langit.


" iya kau benar.. apa kau suka bintang ? " tanya pangran pei


" iya aku sangat suka sekali dengan bintang  bahkan lebih dari bunga karena bintang itu walaupun jauh dan terlihat sangat kecil tapi ia sangat mampu untuk membuat orang yang melihatnya senang karna cahayanya, sedangkan bunga ia selalu ada dimana mana namun saat orang lain ingin menghampirinya terkadang ia langsung layuh sehingga membuat orang yang memandangnya merasa kecewa. " ujar nara.

__ADS_1


" ternyata kau orang yang berpikir sangat puitis sekali yah.." ujar pangran pei yang sedikit tertawa.


" oiya aku ingin tau perasaanmu ketika kau dihina oleh orang lain karna wajah mu" tanya pangeran pei dengan penasaran.


" pangeran... setiap orang itu, baik jelek atau cantik, kaya dan miskin, rendah dan tinggi ketika di hina itu pasti akan merasa sakit hati" jawab nara padanya.


" lalu mengapa kaau tidak berubah menjadi cantik ?" ujar pangeran pei


" hmmm aku udah cantik ko.. "  ujar nara dengan senyum manis kepada pangeran dengan pedenya


" sudah ya pangeran aku ingin istirahat " ujar nara sambil meninnggalkan pangeran


" terkadang akan merasa aneh dan curiga dengan nara " ucap dalam hatinya pangeran.


 


 

__ADS_1


__ADS_2