PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 39 MEMATA MATAI


__ADS_3

Misi mereka


kini belum selesai masih banyak yang harus di jalankan, pangeran pei sibuk


dengan sendirinya untuk mencari tau tentang rahasia ratu tangli ( ibunya yeijin


),  tapi pangeran tidak sendiri ia di


bantu oleh adiknya pangeran nor dan sam, sedangkan nara dan dokter cheng,


mereka melajutkan tugas perawatan istanannya namun sama saman memikirkan


misinya juga.


Nara masih


saja kepikiran tentang suara di balik tembok saat di kurung di bawah tanah, ia


merasa bahwa ada seseorang yang sedang meminta tolong, dan merasa bahwa suara


itu adalah perempuan. setiap nara meracik obat, mengumpulkan data ia sama


sekali tidak fokus sampai dokter cheng merasa heran dan menanyakan.


“ nara… apa


ya ng sedang kau pikirkan?, kau hampir saja menuangkan obat yang salah “ Tanya


dokter cheng


“ a.. aku


kepikiran sesuatu saat di kurung di bawah tanah “ ucap nara


“ tenanglah


nara, aku akan membantu mu untuk mencari tau, kita juga akan menyelesaikan misi


ini, karena hal yang kamu temukan itu pasti ada kaitannya juga dengan


pembunuhan di daerah ZU.” Ucap dokter cheng menjelaskannya.


“ iya dokter


cheng “ jawab nara dengan senyum.


Mereka


berlima saling berkumpul untuk merundingkan sebuah rencana, pangeran pei merasa


bahwa hal ini ada hubungannya dengan ratu tangli, jadi ia merencanakan untuk


terlalu dekat dengan putri yeijin sehingga ia bisa tau tentang ibunya. Nara


yang mendengarkan akan rencananya merasa tidak suka, namun ia sendiri pun tak


memiliki cara jadi ia mengikuti apa aja yang direncanakannya.


Rencana itu


nara ditugaskan untuk sering sering melihat lingkungan istana ia di temani oleh


pangeran nor dan dokter cheng, karena nara adalaah orang yang di perintahkan


untuk bertanggung jawab dalam lingkungan istana tangli oleh raja, sedangkan sam


mengikuti pangeran pei.


Mereka


saling menjalankan rencananya, pangeran pei mungkin harus bersabar untuk selalu


dekat dengan putri yeijin, namun pangeran pei juga tidak ingin terlalu


berlebihan karena ia tak ingin menyakiti hatinya juga.


Pangeran pei


di ajak oleh putri yeijin ketaman bunga istana, dan disitu juga ada sang ratu “


salam yang mulia ratu “ ucap yeijin dan pangeran pei.

__ADS_1


“ bangunlah,


mengapa kalian harus sopan sekali “ ucap sang ratu


Pangeran pei


hanya menjawab dengan senyuman saja.


Mereka duduk


di saung taman sambil menyantap makan makana ringan di atas meja, mereka saling


mengobrol


“ pangeran


pei.. aku dengar kau gagal melakukan misi ya? “ Tanya sang ratu


“ ibu…


pangeran pei bukan gagal, mungkin hanya saja kemarin darurat “ ucap putri


yeijin anaknya yang membela pangeran pei.


“ oh.. maaf,


aku tidak bermaksud pangeran pei “ ucap sang ratu lagi


“ iya tidak


apa apa yang mulia ratu” ucap pangeran pei.


Pangeran pei


makin yakin bahwa sang ratu tangli adalah dalang di balik semua ini.


Nara,


pangeran nor dan dokter cheng sedang menjalankan misinya, mereka saling


memperhatikan dengan baik di setia[ sudut, orang orang yang lewat yang


membuatnya curiga. Ketika sedang berjalan tiba tiba nara merasa haus karena


satu pelayang yang berjalan menuju kearahnya sambil membawa nampan yang


terdapat air minum di teko.


“ hei..


berhenti “ ucap dokter cheng kepada pelayan tersebut.


“ salam “


ucap pelayan itu sambil berwajah gugup.


“ kemarilah,


untung saja kau lewat dan membawakan minum, putri sedang haus “ ucap dokter


cheng.


“ maaf


tuan.. minum ini untuk sang ratu tangli. “ ucap pelayan itu.


“ hei..


sudah lah beri kepada putri azura dulu, lagipula kenapa sang ratu menyuruhmu,


tapi kau melewati jalan yang sangat jauh dari tempat sang ratu berada?” ucap


pangeran nor yang ikut berbicara dan merasa curiga dengan sikap gerak geriknya.


Nara pun tak


hanya melamun ia juga merasa curiga, karena pangeran nor juga berkata benar.


Pelayan itu sangat jelas merasa kebingungan. Akhirnya nara berkata “ pelayan


beri saja minum itu, aku akan menyuruh yang lain “ ucapnya.

__ADS_1


“ baik tuan


putri, terima kasih “ ucap pelayan itu sambil mengangguk.


Pelayan itu


pergi dan menuju ke sang ratu, “ nara.. mengapa kau berkata seperti itu ? “


Tanya pangeran nor.


“ ayo.. kita


ikuti saja pelayan itu, karena itu adalah jawaban yang pangeran tanyakan padaku


“ ucapa nara pada pangeran nor dan sambil berjalan mengikuti pelayan tersebut.


Sesampainnya


ternyata, sang ratu itu ada di taman bunga bersama yeijin dan pangeran pei.


Nara, pangeran nor, dan dokter cheng melihatnya dari kejauhan, namun tidak bisa


mendengarnya dengan jelas. Pelayan itu memberikan minuman itu pada sang ratu


sambil matanya melirik ke arah ratu, dan pangeran pei merasa bahwa pelayan ini


adalah bayarannya sang ratu. Seakan akan mereka sedang memberikan kode.


“ sudah lah


lebih baim kita pergi, lagipula ada pangeran pei disana “ ucap dokter cheng


“ iyah


dokter benar “ ucap pangeran nor


Dan mereka


pun pergi.


“ pangeran


pei.. saya harus pergi dulu, karena ada urusan “ ucap sang ratu


“ ibu.. kau


ini bagaimana sih, minumnya kan baru saja datang, kenapa langsung pergi ? “


ucap putri yeijin.


“ itu untuk


kalian, “ ucap sang ratu sambil pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah agak


jauh jaraknya dari tempat itu, pangeran pei dan sam langsung bergerak


mengikutinya dengan diam diam. “ putri yeijin maaf aku ada sesuatu yang harus


di urus “ ucap pangeran pei


“ yah.. tapi


kan.. kita belum minum “ ucap putri yeijin mengeluh


“ maaf putri


“ ucap pangeran pei sambil meninggalkan tempat itu dan segera mengikuti jejak


sang ratu.


Pangeran pei


mengikuti sang ratu pergi dengan hati hati, lalu ia berhenti di toko obat yang


letaknya agak jauh dari istana, pangeran pei melihat sang ratu sedang


berkomunikasi dengan seorang bapa bapa dan memgang sebuah surat yang di


berinya, lalu orang tersebut pergi. Pangeran pei menyuruh sam untuk mengikuti

__ADS_1


orang tersebut. Dan pangeran pei terus menyelidiki sang ratu dengan hati hati.


__ADS_2