
Misi mereka
kini belum selesai masih banyak yang harus di jalankan, pangeran pei sibuk
dengan sendirinya untuk mencari tau tentang rahasia ratu tangli ( ibunya yeijin
), tapi pangeran tidak sendiri ia di
bantu oleh adiknya pangeran nor dan sam, sedangkan nara dan dokter cheng,
mereka melajutkan tugas perawatan istanannya namun sama saman memikirkan
misinya juga.
Nara masih
saja kepikiran tentang suara di balik tembok saat di kurung di bawah tanah, ia
merasa bahwa ada seseorang yang sedang meminta tolong, dan merasa bahwa suara
itu adalah perempuan. setiap nara meracik obat, mengumpulkan data ia sama
sekali tidak fokus sampai dokter cheng merasa heran dan menanyakan.
“ nara… apa
ya ng sedang kau pikirkan?, kau hampir saja menuangkan obat yang salah “ Tanya
dokter cheng
“ a.. aku
kepikiran sesuatu saat di kurung di bawah tanah “ ucap nara
“ tenanglah
nara, aku akan membantu mu untuk mencari tau, kita juga akan menyelesaikan misi
ini, karena hal yang kamu temukan itu pasti ada kaitannya juga dengan
pembunuhan di daerah ZU.” Ucap dokter cheng menjelaskannya.
“ iya dokter
cheng “ jawab nara dengan senyum.
Mereka
berlima saling berkumpul untuk merundingkan sebuah rencana, pangeran pei merasa
bahwa hal ini ada hubungannya dengan ratu tangli, jadi ia merencanakan untuk
terlalu dekat dengan putri yeijin sehingga ia bisa tau tentang ibunya. Nara
yang mendengarkan akan rencananya merasa tidak suka, namun ia sendiri pun tak
memiliki cara jadi ia mengikuti apa aja yang direncanakannya.
Rencana itu
nara ditugaskan untuk sering sering melihat lingkungan istana ia di temani oleh
pangeran nor dan dokter cheng, karena nara adalaah orang yang di perintahkan
untuk bertanggung jawab dalam lingkungan istana tangli oleh raja, sedangkan sam
mengikuti pangeran pei.
Mereka
saling menjalankan rencananya, pangeran pei mungkin harus bersabar untuk selalu
dekat dengan putri yeijin, namun pangeran pei juga tidak ingin terlalu
berlebihan karena ia tak ingin menyakiti hatinya juga.
Pangeran pei
di ajak oleh putri yeijin ketaman bunga istana, dan disitu juga ada sang ratu “
salam yang mulia ratu “ ucap yeijin dan pangeran pei.
__ADS_1
“ bangunlah,
mengapa kalian harus sopan sekali “ ucap sang ratu
Pangeran pei
hanya menjawab dengan senyuman saja.
Mereka duduk
di saung taman sambil menyantap makan makana ringan di atas meja, mereka saling
mengobrol
“ pangeran
pei.. aku dengar kau gagal melakukan misi ya? “ Tanya sang ratu
“ ibu…
pangeran pei bukan gagal, mungkin hanya saja kemarin darurat “ ucap putri
yeijin anaknya yang membela pangeran pei.
“ oh.. maaf,
aku tidak bermaksud pangeran pei “ ucap sang ratu lagi
“ iya tidak
apa apa yang mulia ratu” ucap pangeran pei.
Pangeran pei
makin yakin bahwa sang ratu tangli adalah dalang di balik semua ini.
Nara,
pangeran nor dan dokter cheng sedang menjalankan misinya, mereka saling
memperhatikan dengan baik di setia[ sudut, orang orang yang lewat yang
membuatnya curiga. Ketika sedang berjalan tiba tiba nara merasa haus karena
satu pelayang yang berjalan menuju kearahnya sambil membawa nampan yang
terdapat air minum di teko.
“ hei..
berhenti “ ucap dokter cheng kepada pelayan tersebut.
“ salam “
ucap pelayan itu sambil berwajah gugup.
“ kemarilah,
untung saja kau lewat dan membawakan minum, putri sedang haus “ ucap dokter
cheng.
“ maaf
tuan.. minum ini untuk sang ratu tangli. “ ucap pelayan itu.
“ hei..
sudah lah beri kepada putri azura dulu, lagipula kenapa sang ratu menyuruhmu,
tapi kau melewati jalan yang sangat jauh dari tempat sang ratu berada?” ucap
pangeran nor yang ikut berbicara dan merasa curiga dengan sikap gerak geriknya.
Nara pun tak
hanya melamun ia juga merasa curiga, karena pangeran nor juga berkata benar.
Pelayan itu sangat jelas merasa kebingungan. Akhirnya nara berkata “ pelayan
beri saja minum itu, aku akan menyuruh yang lain “ ucapnya.
__ADS_1
“ baik tuan
putri, terima kasih “ ucap pelayan itu sambil mengangguk.
Pelayan itu
pergi dan menuju ke sang ratu, “ nara.. mengapa kau berkata seperti itu ? “
Tanya pangeran nor.
“ ayo.. kita
ikuti saja pelayan itu, karena itu adalah jawaban yang pangeran tanyakan padaku
“ ucapa nara pada pangeran nor dan sambil berjalan mengikuti pelayan tersebut.
Sesampainnya
ternyata, sang ratu itu ada di taman bunga bersama yeijin dan pangeran pei.
Nara, pangeran nor, dan dokter cheng melihatnya dari kejauhan, namun tidak bisa
mendengarnya dengan jelas. Pelayan itu memberikan minuman itu pada sang ratu
sambil matanya melirik ke arah ratu, dan pangeran pei merasa bahwa pelayan ini
adalah bayarannya sang ratu. Seakan akan mereka sedang memberikan kode.
“ sudah lah
lebih baim kita pergi, lagipula ada pangeran pei disana “ ucap dokter cheng
“ iyah
dokter benar “ ucap pangeran nor
Dan mereka
pun pergi.
“ pangeran
pei.. saya harus pergi dulu, karena ada urusan “ ucap sang ratu
“ ibu.. kau
ini bagaimana sih, minumnya kan baru saja datang, kenapa langsung pergi ? “
ucap putri yeijin.
“ itu untuk
kalian, “ ucap sang ratu sambil pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah agak
jauh jaraknya dari tempat itu, pangeran pei dan sam langsung bergerak
mengikutinya dengan diam diam. “ putri yeijin maaf aku ada sesuatu yang harus
di urus “ ucap pangeran pei
“ yah.. tapi
kan.. kita belum minum “ ucap putri yeijin mengeluh
“ maaf putri
“ ucap pangeran pei sambil meninggalkan tempat itu dan segera mengikuti jejak
sang ratu.
Pangeran pei
mengikuti sang ratu pergi dengan hati hati, lalu ia berhenti di toko obat yang
letaknya agak jauh dari istana, pangeran pei melihat sang ratu sedang
berkomunikasi dengan seorang bapa bapa dan memgang sebuah surat yang di
berinya, lalu orang tersebut pergi. Pangeran pei menyuruh sam untuk mengikuti
__ADS_1
orang tersebut. Dan pangeran pei terus menyelidiki sang ratu dengan hati hati.