PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 26 KECERIAAN


__ADS_3

Pagi hari yang cerah kini nara menghirup akan cuaca yang sangat begitu sejuk. ia melihat bunga bunga yang begitu mekar dengan indah di depan kamarnya. kemudian tiba tiba teman teman nara, yaitu mari. ikauce, ubin, saka, dan mion menghampirinnya DORRRR teriak mereka. dan nara pun terkejut " kalian..." mereka sedang tinggal di kerajaan tangli karena nara mengajaknya.


" kak nara.. kak nara benar benar cantik... aku ingin nanti besar bisa seperti kak nara.." ucap mari dengan lucunya.


" aku.. juga..."  ucap ikeuce yang tidak ingin kalah darinya.


" heii aku juga... " ucap ubin


" HAHHH.." ucap mereka dengan kagetnya


" kalian kenapa terkejut seperti itu? " tanya ubin


" bagaimana kita tidak terkejut.. masa kamu ingin menjadi seorang wanita.." ucap mion


" heiii maksduku bukan ingin menjadi cantik tapi.. ingin mempunyai pasangan yang cantik.. " ucap ubin.


" OHHHH" ucap mereka dengan kompak kecuali saka.


" saka.. kenapa kau tidak kompak " tanya nara yang memperhatikannya.


" iya.. kak nara, karena  yang aku inginkan bukan cantiknya tapi setianya, percuma kan kalo dia cantik tapi sikapnya tidak. " ucap saka dengan pedenya.


nara pun tersenyum dan bahkan ubin dan mion pun merasa sedikit kagum akan jawabannya.

__ADS_1


dan nara pun bertanya " memangya apa sih alasan lebih jelasnya mengapa kau ingin menerima orang karena sikapnya tapi buka karena parasnya ? " ujar nara


" karena... jika kita menerima karena kesetian kita.. dia juga bakalan nerima apa kekurangan dari kita.. jangan sampai hanya karena ingin kelebihannya saja. contohnya seperti kak nara sendiri.. saat kak nara masih terlihat jelek semua orang melihatnya dengan kejam namun.. ketika semua orang tau akan melihat kak nara yang sekarang mereka memuji mujinya, bahkan sampai tidak bisa mengedipkan mata ketika memandang kak nara. dan aku tidak suka dengan orang yang hanya melihat dari luarnya saja lalu mengkritiknya dengan salah. kan ada saja  yang emang benar benar orang itu memiliki banyak kekurangan..masa.. kita harus terus menjahuinya sih.. kan kasihan.." ucap saka yang menjelaskannya sampai ke perasaan bagi yang dengarnya.


ubin, mion, ikauce, nara, bahkan mari yang masih kecil pun mereka sangat kagum dengan jawaban saka.


PROK..PROKK...PROK... mereka tepuk tangan dengan kompak.


" wah.. benar kata saka... aku juga mau ah.. punya prinsip seperti itu.." ucap mion


" sudah sudah .. kak nara sangat bangga dengan kalian, kalian bisa berfikir jernih mana yang harus kalian lakukan, tapi... kalian boleh punya prinsip seperti ini namun.. tidak sekrang karena waktu kalian blm sampai situ, yang penting kalian bisa belajar dulu untuk diri kalian, orang tua kalian,dan  orang orang yang ada di sekitar kalian. " ucap nara.


" iya.. baik ka..."jawab mereka dengan kompak.


" BELUMM.." jawab mereka dengan kompak dan nada yang keras karena bersemangat.


" hehe... ayok... " ucap nara karena senang melihat akan sikap mereka.


dan mereka pun pergi ke ruang makan.


dari kejauhan ternyata ada yeijin dan ibunya yang dari tadi berdiri di situ dan memperhatikan nara dan temann temannya.


" ihsss.. nyebelin banget sih dia... dasar brisik " gumam yijin dengan kesal.

__ADS_1


" tenang lah putri ku.. kita akan membuatnya keluar dari istana namun tidak sekrang kita butuh waktu yang tepat " ucap ibunya.


Di ruang makan


merka duduk dengan tertibnya untuk menyantap hidangan yang ada di atas meja makan. lalu raja tangli kedua atau pamannya datang dan nenek pun datang.


" ayok.. makan lah.. yang banyak.." ucap sang raja


mereka makan dengan sangat begitu lahap dan sambil bercanda satu sama lain sehingga neneknya dan pamannya yang melihat akan tingkah mereka merasa sangat senang. dan disaat lagi hebohnya tiba tiba kakenya pun tak kunjung telat untuk makan " HAIIIII" teriak kakek yang tiba tiba hadir di ruang makan.


" KAKEK...kau mengagetkan kita.." ucap mari dengan wajah yang lucunya itu.


" hehe maaf.. maaf.. maff yang mulia.." ucap kakeknya


" sudah tida apa apa, dudk lah dan silahkan makan " ucap sang raja dengan ramah.


" nenek sama paman tidak makan ? " tanya nara


" iyah.. iyah.. ini kita makan " jawab neneknya


mereka pun makan sangat begitu lahap dan senang kecuali hanya yeijin dan dan ibunya saja yang tidak hadir di situ.


 

__ADS_1


 


__ADS_2