PUTRI AZURA

PUTRI AZURA
Episode 17 HADIAH UNTUK NARA


__ADS_3

Nara merasa senang karan apa yang dilakukannya benar benar memukau banyak orang, karan dari dulu nara ingin sekali mewakilkan bagi orang orang yang selalu dirinya selalu dihina.


pangeran pei merasa senang akan membawa nara bersamanya yang tak sia sia, justru dirinya merasakan kalah dengan tindakan nara.


" hei... nara.. apa kau mau sesuatu " ucap pangeran pei yang sambil sama sama sedang berjalan.


" sesuatuu? hmm maksudnya hadiah " ucap nara


" iya kau mau hadiah apa" tanya pangeran lagi


" memangnya kenapa kok di kasih hadiah" ujar nara


" karan kau sudah melakukan yang terbaik dan luar biasa2 ucap pangerai pei


" hihi... baiklah hmmm aku ingin... makan " ucap nara


" makan saja ? tidak mau yang lainnyaa juga gitu seperti jepit perhiasan atau uang?" tanyanya pangeran lagi


" hmmm tidak pangeran aku hanya ingin makan kue kelapa bunga yang di taburi dengan gula cair " ucapnya lagi.


" baiklah ayok kita pergi ke restoran" ucap pangeran yang sambil pergi menuju rumah makan di restoran sambil menggandeng tangangannya nara.


     Meraka pun sampai di rumah makan.


mereka duduk dan langsung memesan apa yang nara mau.


" kau hanya memesan itu saja tidak yang lain juga ? " ucap pangeran pei yang menawarkannya lagi.


" ti..tidak karena ini adalah hari sepesial " ucap nara dengan senang dan riang.


" hari spesial apa maksudmu " tanya pangeran dengan penasaran.

__ADS_1


hmmmmm saat nara ingin berbicara makannya sudah datang dan nara pun langsung menyantapnya namun nara di awali dulu dengan berdoa di dalam hatinya " hari ini adalah hari ulang tahun ku, semoga aku selalu kuat untuk menjalani hidup ini dan bisa menemukan identitas tentang keluarga ku." ucap dalam hati nara


pangeran pei yang merasa heran dengan nara karma tidak biasanya nara langsung menyantapnya langsung habis tapi kini ia berdoa dulu dengan begitu tulusnya.


" ayokk makan pangeran.." ajak nara


" kau berdoa apa?" tanya sang pangeran.


" yaaa berdoa saja karena kue ini adalah kue yang sangat... nikmat apalagi buatan ibu ku yang selalu membuatnya di hari ulang tahun ku dan memakannya bersama namun...sekarang  tidak lagi buatan ibuku dan memakan bersamanya walaupun masih bisa memakannya dengan rasa yang berbeda." ucap nara dengan hati yang sedih dan mata yang berkaca kaca.


" ohh jadi ini hari ulang tahun mu, nih.. makan lah punya ku " ucap pangeran yang sambil memberikan jatahnya kepada nara dan melihat mata nya nera yang berkaca kac sehingga membuatnya sedih juga.


" hmmm ti.. tidak pangeran aku hanya bercerita saja i..ini pangeran " ucap nara yang ingin mengembalikannya lagi


" makan lah itu hadiah dari ku di hari ulang tahunmu " ucap pangeran pei dengan senyum yang manis.


" makasih pangeran..." jawab nara dengan senyum juga yang riang


" uffft kenyang sekali..." ucap nara yang sambil memegang perutnya.


" kau hebat juga yah.. bisa menahan tidak makan selama 3 hari " ucap pangeran pei


" kaya gini aku udah terbiasa pangeran.. dari dulu juga aku kalo tadak ada makanan terpakasa harus menahannya sampai tubuh sangat kering. lagi pula ada yang lebih hebat lagi saat di penjara seorang anak keci dan seorang ibu yang membawa bayi." ucap nara


" oiya pengeran bagaiman sekarang tindak lanjutnya sang ratu " tanya nara kembali


" sanga ratu kini sudah masalah bagi sang raja, jadi raja yang mengurusnya." ucap pangeran pei.


" tapi kok aneh ya sang raja itu benar benar baik.. tapi mengapa ratu bersikap sangat seperti itu sekali " tanya nara dengan penasaran.


" entahlah aku tidak terlalu tau tentang mereka, namun yang ku tau sang raja tangli ini adalah raja kedua, raja pertamanya telah tiada di bunuh oleh seseorang dan sampai sekarang masih belum tau siapa pelaku sebenarnya." ucap pangeran pei.

__ADS_1


" memangnya terbunuhnya dimana pangeran" tanya nara lagi dengan penasaran


" banyak yang bilang raja pertama tangli di bunuh oleh orang dengan anak panah di sungai yang sangat cukup dalam " ujar sang pangeran yang menjelaskannya.


nara merasa bahwa raja pertamanya adalah ayahnya karena ceritanya benar benar persis seperti kejadian ayahnya tiada.


" lalu apakah raja pertama itu sudah menikah dan mempunyai seorang anak? " tanyanya nara lagi dengan makin penasaran.


" iya raja pertama sudah menikah, kata ayah ku istrinya juga sangat...cantik tapi aku tidak tau kalo punya anak atau tidak karna semenjak raja pertama tiada istri menghilang begitu saja dalam keadaan hamil. " ujar pangeran yang menjelaskannya lagi.


nara makin penasaran bahkan ia merasakan bahwa cerita itu adalah tentang dirinya.


" lalu memangnya tidak ada yang mencari istri raja pertama? " tanya lagi


" sudah di cari namun ntah.. tidak ada yang bisa menemukannya," ucap pangeran


" mengapa kau ingin sekali tau tentangnya?" tanya pangeran yang sedikt aneh melihat nara


" ti..tidak pangeran aku hanya ingin tau saja, maaf kalu aku terlalu bertanya berlebihan " ujar nara.


" tidak apa apa, sudahlah ayo kita kembali ke istana tangli  dan menyiapkan untuk besok kembali ke kerajaan bawlon." ujar sang pangeran.


mereka pun kembali ke istana tangli.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2