Rahasia Alit

Rahasia Alit
Misteri di Balik Musibah - Bagian 1


__ADS_3

Pada suatu dini hari, ketika kakek dan nenek masih tinggal di rumah lama, suara kentongan terdengar keras. Orang berteriak membangunkan warga yang tinggal di sekitarnya untuk siaga. Suara sirine mobil pemadam kebakaran turut menambah ramainya pagi hari itu. Para petugas yang sangat terampil dan cekatan telah menyelamatkan rumah-rumah di sekitarnya agar tidak terkena api. Beruntung, angin hanya bertiup sepoi-sepoi dan tidak berhembus kencang. Jadi, kobaran api bisa dikendalikan dengan sangat cepat.


Di tengah kerumunan, terdengar luapan rasa perihatin terhadap musibah yang barusan saja terjadi. Ada juga di antara mereka yang hanya melihat-lihat karena penasaran dengan kejadian itu.


"Resto itu belum setahun direnovasi, sekarang sudah terbakar habis. Kasihan, ya," kata seorang warga.


"Berapa kerugian yang dideritanya? Iya, kasihan sekali pemiliknya," jawab warga yang satu.


"Pasti rugi banyak, perabot dan alat masaknya kan mahal," kata yang lain.


"Api sudah padam."


"Untung tidak ada korban jiwa ya."


"Orang yang bekerja di resto itu berhasil keluar semua."


"Untung resto itu tidak bertingkat dan hanya ada satu lantai, jadi orang bisa langsung berhamburan keluar."


Begitulah kira-kira percakapan para warga yang berkerumun. Beberapa orang yang masih penasaran, bergunjing dan berkomentar dengan persepsi masing-masing terhadap kejadian itu. Meski tidak ada korban jiwa, tapi orang-orang menghitung kerugian materi yang diderita pemiliknya.


Nenek tidak melihat langsung musibah yang terjadi di dekat rumah lamanya itu. Dia mendengar cerita detilnya dari seorang laki-laki tua yang dulunya merupakan tetangga dekat nenek. Oleh warga, dia mendapat julukan Pak Tua sebagai orang yang dituakan atau dihormati. Dia terkenal sebagai orang 'pintar' yang mempunyai ilmu klenik. Kabarnya Pak Tua itu menekuni klenik sejak muda. Rumahnya selalu ramai dikunjungi orang yang ingin mencari solusi akan masalah mereka.


Nenek pun bercerita tentang kejadian aneh yang dialami oleh Pak Tua itu. Suatu ketika, nenek dan kakek berniat untuk pergi keluar kota. Pergi meninggalkan rumah, apalagi untuk ke luar kota, pastinya butuh waktu beberapa hari. Mereka tentu khawatir jika harus meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Terutama, siapa yang akan mengurus perkutut kesayangan kakek dan juga menyiram tanaman di rumah?


Pak Tua itu merupakan teman dekat kakek, dan kebetulan juga tinggal di dekat rumah. Oleh karena itulah, kakek minta bantuannya untuk merawat burung perkutut selama seminggu di saat rumah mereka sedang kosong. Pak Tua merasa senang dititipi seekor perkutut itu. Dia memang suka dengan perkutut. Saat kakek menitipkan perkututnya, Pak Tua berpikir bisa belajar merawat sebelum memelihara perkutut miliknya sendiri.


Kakek juga merasa lega ada yang mau merawat perkutut kesayangannya. Rupanya, tidak semua orang bersedia merawat perkutut. Alasannya macam-macam, seperti malas, tidak telaten, dan lain sebagainya. Ada pula orang tidak mau merawat perkutut karena adanya mitos perkutut. Beberapa orang yakin bahwa perkutut adalah hewan yang mempunyai hubungan dengan alam gaib.


Cerita mistis burung perkutut ini membuat beberapa orang jadi urung untuk memeliharanya. Mereka takut kalau si perkutut tidak suka atau tidak cocok dengannya, maka mereka akan tertimpa musibah atau sial. Padahal, di dalam kebudayaan Jawa dan menurut sebagian orang, banyak yang percaya bahwa burung perkutut mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia. Yaitu pembawa keberuntungan.


Berhubung Pak Tua sudah bersedia untuk merawat perkututnya, kakek jadi lega. Dia pun bersemangat untuk berangkat ke luar kota.

__ADS_1


"Untung ada Pak Tua, jadi aku ngga usah terburu-buru pulang," kata kakek. "Aku minta seminggu untuk titip rawat perkutut itu."


***


Nenek dan kakek pergi selama lima hari. Perjalanan pulang butuh waktu lama malam baru sampai rumah.


Di hari ke enam itu, kakek pergi ke rumah Pak Tua. Sesampaiya di rumah itu, tampak Pak Tua tergopoh-gopoh ke halaman depan menemui kakek yang masih berdiri di pintu pagarnya.


"Kenapa Pak? Ada masalah?" Tanya kakek.


"Ini, Pak, burung itu," jawab Pak Tua sambil menunjuk perkutut dalam sangkar yang tergantung di teras rumahnya.


"Sudah bagus manggungnya, kan?" Kata kakek sambil tersenyum membanggakan burung kesayangannya itu.


"Iya, manggungnya sudah bagus kok," ucap Pak Tua.


"Kalau Bapak masih mau menikmati kicauannya, ngga apa-apa, besok atau lusa baru saya ambil," kata kakek.


"Saya punya masalah dengan perkutut itu," ujar Pak Tua.


"Kenapa? Serius Pak?" kata kakek.


"Ya, serius," ujar Pak Tua.


"Bagaimana ceritanya, Pak?" tanya nakek.


Kemudian, Pak Tua pun menceritakan tentang pengalamannya. Rupanya, dia memimpikan perkutut itu. Di mimpinya, dia sedang asyik bersiul untuk melatih perkutut, tiba-tiba mata perkutut itu berubah jadi garang.


"Matanya tampak merah dan melotot. Sayapnya membentang dan bersiap menyerang saya! Perkutut itu seakan menganggap saya sebagai musuh yang harus dibinasakan," cerita Pak Tua.


"Hi... aku merinding. Meski itu mimpi, tapi seolah nyata dan membekas di benakku," lanjut Pak Tua sambil bergidik dan memperkihatkan bulu lengannya yang berdiri.

__ADS_1


Kakek terlihat sedih saat mendengarnya. Dia merasa bersalah, tapi hal itu berada di luar dugaannya. Ketika menerima perkutut itu, Pak Tua juga terlihat senang. Burung itu memang indah, baik bulu maupun suaranya.


***


"Nenek tahu jenis perkutut itu?" tanyaku memotong cerita nenek.


"Iya. Itu namanya perkutut Lurah," jawabnya.


***


Pak Tua mengatakan, banyak orang percaya bahwa burung perkutut akan memilih sendiri pemiliknya. Karena itulah, Pak Tua yakin, mimpinya merupakan pertanda kalau burung itu tidak mau tinggal di rumahnya. Jika dipaksakan, akan mendatangkan malapetaka buat dia dan keluarganya.


***


"Hah... segitunya, Nek?" Aku terkaget-kaget mendengarnya.


"Iya, jika cocok, maka akan mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya," kata nenek sambil menunjukkan gambar burung perkutut lurah.


Konon, perkutut lurah adalah spesies langka. Orang menamainya sebagai perkutut lurah, karena burung-burung lain selalu menyediakan makanan buat si perkutut lurah. Sehingga, makanan mereka akan datang dengan sendiri dari burung lain, ibarat raja dengan pasukan pencari makan. Karena itulah, nama perkutut lurah disandangkan ke namanya.


Perkutut lurah digemari oleh banyak orang karena keindahannya. Selain itu, banyak mitos dari pengalaman mistis yang terjadi pada orang banyak, sehingga burung itu sangat populer dan tidak lekang oleh waktu. Cerita mistis akan selalu eksis.


Selain kagum akan keindahannya, sebagian orang juga percaya burunt ini akan mendatangkan keberuntungan. Apalagi jika dapat melatihnya menjadi burung dengan suara merdu.


***


Jam dinding telah menunjukkan pukul 17.15. Aku pun ingin bergegas menuju ke halaman depan untuk menyiram bunga kak Luni.


"Cerita Nenek bersambung besok ya," ujar nenek.


- Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2