Rahasia Alit

Rahasia Alit
Misteri di Balik Musibah - Bagian 9


__ADS_3

"Nek….kebakaran berulang kali di tempat sama. Misterius banget, ya," kataku menanggapi cerita nenek.


Menurut nenek, banyak orang lain pula yang berkata bahwa kebakaran itu misterius. Orang mulai bergunjing tentang pesugihan yang dianut oleh Pak Biduk. Mereka mulai menelisik gaya hidup keseharian Pak Biduk dan keluarganya.


Di pagi itu, orang yang berkerumun di sekitar bekas kebakaran resto berangsur-angsur menyusut. Mereka tidak semuanya beranjak pergi, ada pula yang masih tetap bertahan di lokasi itu karena rasa penasaran. Beberapa orang di antaranya masih serius mengobrol sambil  berdiri. Kebakaran kali ketiga yang baru berakhir itu menjadi perbincangan serius dan meluas, hingga merembet ke dugaan pesugihan. 


"Aku baru menyadari, sepertinya ada sesuatu misterius yang tidak dapat dibuktikan secara kasat mata," kata seseorang di situ.


"Aku pun tidak berpikir akan terulang kebakaran itu," kata yang lain ikut nimbrung.


"Ternyata semakin parah," ucap yang kainnya lagi sambil menunjukkan raut muka sedih dan geram.   


Jika menelisik keseharian Pak Biduk  dan keluarganya, mereka memang berubah. Dari semula seseorang yang sederhana dan ramah, tapi berubah total menjadi orang dengan gaya hidup mewah dan menutup diri dari orang yang dulu dekat dengannya.    


"Selama dua tahun belakangan ini, aku melihat ada perubahan drastis dari gaya hidup pak Biduk dan keluarganya.


Isteri pak Biduk tidak lagi belanja di warungku. Padahal dulunya setiap hari, bahkan untuk kebutuhan restonya. Sekarang Bu Biduk tidak pernah menginjakkan kakinya lagi ke warungku. Orang di sekitar sini hampir tidak pernah bertemu lagi dengannya. Dia belanja ke  toko besar, meski lebih mahal. Mobilnya saja baru, dan menggaji seorang  sopir pula. Gaya hidupnya sungguh berbeda,"  seseorang lainnya yang berada di situ akhirnya buka suara setelah sekian lama diam saja. 


"Aku pun heran dengan perubahan perilaku itu."


"Orang sekitar sini kehilangan dengan sikap ramahnya yang suka menyapa."


"Jika  sangkaan terhadapnya benar, aku akan sangat membencinya," tambahnya.


"Awalnya, aku sangat empati. Aku sangat terharu  dan membantu keluarganya  yang terus meratap..  Aku bersamanya mengumpulkan barang-barang yang tersisa dari kebakaran itu. Aku berusaha menghibur dan menenangkan  keluarga itu. Betapa kecewanya aku telah menolong orang jahat."


Memang jika direnungkan, kebakaran resto itu aneh kelihatannya. Sudah tiga kali terjadi kebakaran di tempat yang sama. Selain itu, pemiliknya dalam waktu tidak lama telah membangun lagi restonya bahkan l lebih megah dari sebelumnya. 


"Sungguh aneh, darimana duit sebanyak itu?"


"Aku heran pak Biduk jadi kaya dadakan gitu."


"Rasa penasaranku telah lama kupendam. Aku  berusaha menepis kecurigaanku itu tapi kini aku ingin tahu kebenarannya."


Namun menguak sebuah peristiwa gaib tidak mudah. / Pelaku pesugihan pasti menutup rapat dari orang lain. Dia takut orang akan ngamuk akibat ulahnya.  


Orang  berprasangka tentang kekayaan itu dari pesugihan. Sebenarnya prasangka itu muncul sejak kali pertama kebakaran itu kemudian membangun restonya menjadi lebih bagus. 


"Aku pernah mendengar selentingan tentang pesugihan kandang bubrah," kata seseorang


"Apalagi tuh...." kata orang lainnya.


"Pesugihan itu mengharuskan pelakunya terus menerus merenovasi rumahnya'l."

__ADS_1


Sekilas imbalan pesugihan itu sepele karena tidak ada korban jiwa. Korban materi hanya diderita si  pemilik tapi ternyata mengerikan, misalnya kejadian tadi pagi itu. Aku melihat orang kalang kabut mendengar sirine tanda adanya kebakaran. 


Pelakunya mungkin tidak menyadari dampak tersembunyi dibaliknya.  Seorang yang tinggal berdekatan dengan resto itu mengatakan bahwa  kebakaran itu adalah cara penghancuran bangunan untuk direnovasi kembali. 


Sekilas tampak remeh. Tapi jika  ditelisik kebakaran itu tidak hanya kerugian materi dari pelaku pesugihan tapi ketakutan dan kepanikan orang sekitarnya saat kebakaran itu adalah penderitaan dari tumbal pesugihan. 


Pak Aman yang sejak tadi diam mendengarkan obrolan itu, mulai terusik. 


'Barangkali ada benarnya dugaan mereka itu', gumamnya dalam hati


'Kenapa aku menduga hal yang belum pasti'. 


‘Pak Biduk yang kukenal itu baik hati, mana mungkin berniat mencelakai orang lain’. 


Namun gunjingan itu beralasan,  ada sesuatu yang ganjil dari musibah itu. 


Namun perlu tahu juga agar perilaku jahat akibat mengabdi ilmu hitam itu berakhir.  Aku sedih melihat  kehebohan di pagi itu. Rintihan dan raungan histeris ketakutan di pagi yang semula hening itu 


Orang pasti  kaget mendengar suara sirine pemadam kebakaran. Mereka  pasti dilanda kecemasan. Mereka panik bukan main dan repot mengemasi barang-barangnya dan belum lagi harus menjaga anak-anaknya dari musibah itu. 


Demikian gambaran yang berada di benakku tatkala api melalap  resto itu. Aku mendengar  suara tangisan karena ketakutan dan kalang kabut di kegelapan. Listrikpun  langsung mati untuk mencegah api tidak merambat kemana-mana.


Pemandangan seperti itu membuat miris dihati setiap orang.  


  


Benaknya dipenuhi dengan pertanyaan yang tidak terjawab. Dia termanggu sambil mendengar obrolan itu. .


Perasaan pak Aman berkecamuk tidak keruan, penasaran, geram dan iba.   Aku sudah lama tidak pernah  ngobrol bareng  dengan pak Biduk. Pernah sekali bertemu Manut yang saat ini  dekat dengan pak Biduk tapi  seolah menghindar.   


Meski tidak menyangkut dirinya tapi perasaanku mulai terusik. Aku tidak akan membenarkan perilaku yang membuat banyak orang kesusahan. Aku harus menghentikan perilaku keji itu. Pak Aman iba terhadap orang yang berempati pada pak Biduk tanpa menyadari akibat ulahnya orang lain ikut menderita. 


Pak Biduk tidak dapat menutup mata dihadapan orang-orang yang mulai curiga dan mengamati kejadian aneh atas kebakaran itu. Ramai orang bergunjing di seputar resto itu. Apapun pendapat orang tentang pak Biduk, dia  adalah sahabatku.  Pak Aman mencari sahabatnya dan mencari cara untuk menghentikannya. 


Pak Aman mengunjungi pak Biduk di rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran itu. Dia melihat pak Biduk dengan wajah sedih duduk selonjor di lantai. Dia langsung memeluknya sambil menangis. Isteri dan anaknya juga tampak sedih banget dan takut peristiwa itu terulang  lagi. Isterinya juga ketakutan karena orang lain akan menyalahkan kejadian yang datang tiba-tiba itu. Dia takut orang membencinya karena curiga telah bermain ilmu hitam. 


Pak Aman bertemu isterinya dengan wajah lusuh dan air matanya terus menetes ke pipinya. 


‘Pak, sampeyan teman dekat suamiku’.


‘Sangkaan pesugihan terhadap kami tidak benar adanya’, katanya dengan terbata-bata. .  


‘Dugaan pak Aman benar. Isteri pak Biduk tidak mengetahui perbuatan  suaminya yang gemar ke tempat yang menyediakan jasa pesugihan.  Sungguh kasihan banget harus menerima hujatan orang. 

__ADS_1


'Neek..... sedih bangeeett', Alit terlihat berkaca-kaca terbawa sedih.


'Alit terbawa perasaan nek'.  


Bagaimanapun pak Biduk manusia biasa yang punya kelemahan. Namun salah jalan. Keinginan hidup mewah tidak memperhitungkan akibatnya. Imannya ga kuat jadi gampang jadi pengabdi setan. 


'Hii...hi', dengar cerita itu Alit jadi takut. 


'Alit takut sesat nek'.


'Oh... sudah jam 5 neek'.


'Kak Luni belum samapi rumah'. 


Terdengar suara motor. 'Itu kak Luni dan Aciel'. 


'Oh... ada Arlo'.


'Tumben mereka bareng'. Kebetulan aku sudah merampungkan kerja rutinku.


'Kalian ngobrol dulu, aku mau mandi, bajuku basah ke semprotan air'. 


Aku bergegas masuk ke dalam. 


'Neek ... ayam goreng presto masih banyak, Alit tawarin mereka makan bareng ya'. 


Aku menuju depan.


'Kalian santap malam disini, nenek masak ayam goreng presto'. 


'Perlu dibantu? kata Aciel dan Arlo hampir serempak.  


'Kalian ngobrol aja'. 


'Aku menghangatkannya dengan oven'. 


'Makasih Alit', kata Arlo.


'Kalo sudah siap, panggil aku ya', kata Aciel sambil nyengir.  


'Jangan marah bro'. imbuhnya sambil melirik Arlo. 


'Kak, aku bajuku basah ke semprot air'. 

__ADS_1


'Ada ayam presto buatan nenek cukup untuk berlima'.


'Papa dan mama pulang malem'. 


__ADS_2