Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke-sepuluh: Diterpa Kebingungan


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Attentions Please! Typo Ngakak!😭


Tujuan sudah pasti di niatkan dalam tekad nya, Jungkook menuruni anak tangga dengan terburu-buru.


Saat tarikan tangannya menyentuh gagang kenop pintu, Ibunya memanggil namanya dengan sangat keras.


Lantas membuat ia menurunkan tangannya dan memutar tubuhnya berbalik kebelakang.


Di tatap sang Ibu yang sedang kecewa sekaligus menujukan kemarahannya, Jungkook tidak bisa berkutik untuk beberapa saat.


Klotak... Klotak... suara yang berasal dari high heels sepatu Ibunya, memasuki ruang kecil telinganya.


"Kenapa kau keluar dari kamar pengatin, kalian bukannya sedang menghabiskan malam bersama. Jungkook!" kemarahan seorang Ibu meluap keluar, menatap seorang putra yang lebih tinggi dari tinggi tubuhnya


"Biarkan dia istirahat Bu, kenapa harus melakukan itu sekarang... Masih banyak waktu untuk kami lakukan di hari lain, jangan cemaskan hal itu. Semua masih kendalimu bukan, maaf! Kata-kata ku menyakiti hatimu ... Bu." Jungkook menundukan wajahnya sejenak, kemudian menatap sang Ibu dengan tatapan luluh


"Kau ingin pergi kemana? Bukankah, di rumahmu dahulu semua pelayan telah kau usir, sekarang kau akan tinggal sendirian,"


"Aku masih punya rumah yang lain, dimana bayiku tinggal. Kakek akan mengadakan pertemuan besar 4 hari lagi. Jadi aku sibuk selama waktu itu. Siapkan dirimu saja Bu, aku selalu baik setiap harinya. Jika Tuhan memberiku rasa sakit, aku tetap menjalani penyakit itu tanpa mengeluh." Jungkook memberikan senyuman penuh kepatuhan pada sang Ibu, ia segera kembalikan tubuhnya menarik kenop pintu tanpa rasa ragu yang mengganggu nya


"Perkataanmu yang halus menyayat hati Ibu nak," lirihan seorang Ibu yang tidak rela melepaskan kepergian putranya dari sisinya


Jungkook duduk di jok belakang, ia mulai memainkan ponselnya. Sayangnya, batre habis begitu saja.


Akhirnya ia bersandar di punggung jok, menenangkan beban pikiran yang terus menggeluti perasaannya.


Di Kota B, dimana tempat tinggal Yuju dan bayi nya di rahasiakan.


Yuju merenung sambil memeluk kedua lututnya di sofa dekat dingding pembatas kamar.


Setelah di tinggal pergi ke alam mimpi oleh sang bayi, dia merasakan kesedihan juga kehampaan di sisinya.


Meninggal rasa rindu yang mulai menginginkan kehangatan dan kehadiran seseorang di sampingnya.


"Hhhahh...." Yuju melepaskan udara bosan dari dalam dirinya


Suara gemuruh mobil, membuat ia bangkit dan bersemangat beranjak dari sofa berlari ke arah jendela.


Membuka sedikit tirai mengintip ke bawah, orang yang tengah ia tunggu keluar lewat pintu belakang mobil.


Senyuman bahagia timbul di wajahnya, segera ia merapikan rambut yang sedikit acak-acakan karena keresahan.


"Tuan Direktur," gumam Yuju semangat mulai merasuki tubuhnya

__ADS_1


Segera pergi dari kamar untuk menemui laki-laki yang telah menanamkan sebuah rindu besar.


Ceklek.....


Suara pintu terbuka, lalu tertutup kembali setelah Jungkook masuk ke dalam.


Kerinduan tengah menggebu-gebu melalui detak jantungnya yang berdebar-debar, Yuju tidak bisa lagi menahan dirinya.


Langkah kakinya semakin dekat untuk memberikan sebuah pelukan, ketika sampai keraguan tiba-tiba menjadi pembatas rasa rindu nya.


Perlahan langkah kakinya berhenti, mengingat ia bukanlah wanita yang pantas untuk di cintai oleh Tuan Direktur itu.


Jungkook merangkul pinggang Yuju, sehingga menjadi sebuah perlakuan dekapan yang hangat lalu memberikan kecupan bibirnya ke atas kening nya.


"Tadi kau sangat bergairah saat mendatangiku, mengapa sekarang surut." Jungkook memperhatikan raut wajah Yuju yang terlihat tidak bereaksi sedikitpun


"Itu...." tangan kiri Yuju kebelakang lehernya, menyentuh pundak dengan jemari tangannya


"Itu lupakan saja, karena aku tidak sedang mengalami apa-apa," sahut Yuju mencoba menyembunyikan perasaan yang sedang terjadi sebenarnya


"Ok, aku lupakan. Jeno pasti sudah tidur, aku ingin mandi!" ungkap Jungkook membuyarkan tatapan matanya yang terus menatap Yuju dalam kelekatan


"Kamu pergi ke atas untuk mandi, aku masakan menu makan malam," respon Yuju menanggapi permintaan Jungkook


"Nafsu makan ku sudah hilang, cuma nafsu... ingin tidur denganmu belum terpenuhi,"


"Kau ini." Jungkook meraih pergelangan tangan kiri Yuju, karena menghalagi sepasang bola mata yang tengah terpesona akan wajah cantik istrinya


"Jangan di tatap terus, nanti perih matamu." Yuju segera menjauh dari dekapan Jungkook dan pergi ke ruangan lain


Jungkook hanya senyum pasrah tidak bisa berbuat banyak ataupun menolak, ia pergi menaiki tangga menuju kamar.


Tempat pelarian Yuju di tembok dapur, tubuhnya menurun ke bawah duduk dan meluruskan kedua kakinya.


Menyentuh bagian tubuh yang berdegup kencang, menekannya untuk membuat detakan itu berhenti.


"Apa ini Yuna, mengapa kamu mempunyai perasaan terhadapnya. Tidak, tidak boleh begitu... atau aku akan di anggap wanita lemah," Yuju menenangkan perasaan berbunga nya, ia harus mengendalikan rasa jatuh cinta yang menyerbak keluar


"Tuhan! Bagaimana mengendalikan perasaan ini, semakin aku menahan sulit bagiku terus mengendalikannya," batin Yuju tengah merasakan kegelisahan takut akan jatuh cinta dan akhirnya merasakan kepedihan juga takut kehilangan jika ia di tinggalkan


20 menit berlalu, Jungkook keluar dari kamar mandi. Kini ia mengunakan handuk kimono putih menutupi tubuhnya yang gagah, Yuju tengah menuangkan minuman anggur merah ke dalam gelas kosong.


Jungkook mengambil ponselnya di atas laci setelah ia cas dari tadi sebelum masuk ke kamar mandi, sambil berdiri dan kabel penghubung charger masih menempel di stok kontak dingding.


Ia membaca pesan whatsapp yang masuk ke dalam nomornya, semua pesan berasal dari para penjaga yang menjaga rumahnya.

__ADS_1


Menuliskan pesan seorang laki-laki yang menjadi kakak Yuju datang menemuinya.


Terbesit keanehan di benak Jungkook, kalau kakak nya tengah melakukan pengobatan di singapura atas rujukan darinya.


Membaca pesan lain yang masuk, tertulis kalau Yuju pulang pada waktu petang di antar sebuah mobil toyota hitam bersama dengan seorang wanita dan laki-laki yang di maksud.


Seketika raut wajah tenang berubah menjadi kecemburuan dan penasaran, siapa yang para anak buahnya maksud.


Ia meletakan ponselnya kembali berbalik dan menahan emosinya, demi mendapatkan sebuah jawaban untuk pertanyaan nya.


"Tuan, duduk lah." Yuju menepuk busa empuk di sebelah pahanya, mengajak Jungkook untuk duduk di sebelahnya


Jungkook tersenyum kecil, menghargai ajakan Yuju. Ia menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya sesuai perintah darinya.


Yuju memberikan gelas berisi minuman anggur pada Jungkook yang di terima baik oleh laki-laki itu, walaupun hatinya sedang mengalami kejanggalan.


Mereka bersulang satu sama lain, mengadukan badan gelas dan meminum anggur merah tersebut.


Jungkook menyimpan gelasnya, melihat Yuju selesai meminum air anggur itu.


Jungkook pun memulai pembicaraan nya.....


"Yuju... tadi darimana?" tanya Jungkook dengan halus


"Pergi periksa ke dokter kandungan, bukankah penjaga mu memberitahukan?" jawab Yuju menunjukan wajah polosnya


"Apa kamu penasaran dengan mual-mual mu waktu itu?"


"Ya... Tidak juga sih, aku hanya penasaran saja,"


"Sama saja, lalu dokter bilang apa?"


"Tidak bilang apa-apa, katanya kita harus sering melakukan hubungan dan menjaga kesehatan, makan teratur supaya cepat dapat buah hati," alibi Yuju untuk membohongi Jungkook


"Pandai sekali," batin Jungkook


"Yuju, jika kamu punya teman lupakan dia. Jika kamu punya pacar, tinggalkan dia. Jika kamu mempunyai seseorang yang sedang kamu sukai, jangan harap kamu bisa memilikinya," nada suara lembut Jungkook berubah keras membuat Yuju kaget


"Apa maksudmu?" Yuju kebingungan bagaimana menafsirkan ucapan Jungkook yang ia kurang mengerti, tersirat sebuah tebakan di dalam benaknya bahwa suaminya itu telah mengetahui kebohongan yang ia buat


"Jangan menghianatiku!" teriak Jungkook lalu mendorong tubuh Yuju, hingga punggungnya berbenturan dengan papan sofa yang sangat keras


Yuju menahan rasa sakit yang amat terasa di area punggungnya, karena dorongan kuat yang tak sempat ia ia tahan.


"Kamu kenapa?" Yuju menatap Jungkook dengan binar matanya yang ingin mengeluarkan air mata, takut terhadap kemarahan sang Direktur tak kala berada dalam puncaknya

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2