Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Ke dua puluh dua: Tentang Dia


__ADS_3

Typo masih banyak ya, guys jadi enjoy....!!!


~ Secret Director And Assistant ~


Masih di kota F, acara ulang tahun kakeknya belum berakhir. Jungkook menghindari kontak mata dengan Ibunya dengan cara menghampiri neneknya.


Dia adalah cucu favorit dan tersayang bagi kedua orang tua berumur paruh baya tersebut.


"Jungkook!" tegur sang nenek yang duduk di samping cucunya


"Iya nek." jawab Jungkook sembari meraba punggung tangan sang nenek


"Kapan kamu menikah lagi?" tanya si nenek mengguraukan si cucu


"Kemarin aku sudah menikah nek, apa nenek ingin menyaksikan pernikahan ku yang ke seratus kalinya," balas canda Jungkook menghibur suasana hati neneknya


"Kau ini." pukulan kecil dari tangan kanan si nenek memukul lengan berotot Jungkook


"Seharusnya kau memberikan nenek cicit, nenek ingin sekali mengendong anak mu!" ujar si nenek meratapi kesepian dalam hidupnya


"Aku sudah punya anak, Jeno dia adalah cicit pertama mu," Jungkook mengungkapkanĀ  anak yang bukan anaknya


"Nenek tahu apa yang kamu sembunyi kan, bayi yang kamu asuh juga bukan bayimu," ucap si nenek pelan, yang di respon Jungkook tercengang mendengarnya


"Bagaimana nenek tahu?" tanya Jungkook yang terkejut secara mendadak


"Apa nenekmu ini tidak tahu semua tentang cucu kesayangan nya, apalagi ada seorang wanita cantik yang selalu kamu datangi," tambah si nenek membuat Jungkook semakin syok


"Nek, jangan-jangan yang selama ini...." ucapan Jungkook di sela si nenek yang mengatakan apa yang ia ketahui dan mengutarakan apa yang ia ingin sampaikan


"Diam! Anak nakal kau tidak boleh banyak bicara di sini. Nenek mengetahui segalanya tentang kamu, walau kamu tidak pernah sadar akan hal itu. Suatu saat... Nenek berpikir kamu akan tumbuh menjadi orang lemah, karena terus di bayangi oleh sosok kakak mu... ternyata kau jauh lebih dewasa darinya. Tentang seorang wanita dalam kehidupan laki-laki yang terus mendapampingi, kau memiliki wanita yang hebat di sisimu... dia mau mengurus bayi yang bukan milikmu, jangan sakiti perasaanya, sebab sikap wanita tidak seluluh hatinya." si nenek membalikkan keadaan tangannya yang di elus telapak tangan cucunya, kini menjadikan ia mengelus punggung tangan Jungkook


"Nenek sampai tahu aku punya seorang wanita," gumam Jungkook mengingat Yuju dalam ingatan benaknya


Senyum merindukan kehadiran istri di sampingnya, Jungkook jadi salah tingkah jadinya entah kenapa itu reflek terjadi pada dirinya.


"Dia istrimu atau cuma seorang wanita di hatimu?"


Nenek bertanya lewat bisikan kembali, ia tahu jawaban atas pertanyaan nya. Tapi menginginkan kejujuran dari cucunya, karena dengan mengatakan jujur kebohongan akan tersisipkan sampai tidak pernah berpikir untuk menyangkal.


"Aku tidak mungkin mempermainkan perasaan wanita nek, aku tahu pelanggaran dan hukum. Nenek yang selalu mengajarkan untuk menjadi manusia yang baik, di dalam negara ataupun agama. Aku rasa jawabannya tentu tidak perlu aku jawab, nenek dia adalah istri yang paling aku sayangi." senyum kepastian Jungkook membuat neneknya kagum akan ucapan yang ia barusan katakan


"Pendidikan yang tinggi kau telah pahami, bangga itu sudah pasti yang terpenting kamu menjaga kerukunan di dalam rumah tangga mu... semoga kau bahagia bersamanya." nenek mengelus punggung Jungkook dengan lembut juga sedikit memberi tepukan keras agar cucunya tidak bermain dengan kata-kata manis melainkan perlakuan yang sebenarnya harus ia wujudkan


"Yuju, aku segera pulang padamu," batin Jungkook


"Dia datang," bisik si nenek yang menarik tangan nya dari belakang punggung Jungkook, menaruh tangannya di atas pahanya


Jungkook berdelik ke depan, sinar keterangan wajahnya berubah suram dan peduli tak kala ia mengetahui siapa yang di maksud neneknya.

__ADS_1


"Ahh... Jungkook!" panggil manja dari Eunha, yang langsung duduk di samping suaminya sekaligus merangkul lengan Jungkook dengan erat


"Nenek tidak berpikir kalau istri yang ku maksud dia bukan," isyarat Jungkook dalam hati sembari melirik neneknya meminta pertolongan


"Nenek tahu apa yang kamu pikirkan, cara jalan keluar sendiri nenek akan pergi," jawab batin si nenek yang entah sampai atau tidak pada cucunya


"Kalian berdua mesra sekali," ujar si nenek


"Iya dong nek, pasangan suami istri harus terlihat di antara kami," balas Eunha gembira ria


"Kalau begitu nenek pamit, jangan terlalu agresif atau Nona Jung akan mempermalukan dirimu sendiri!" pesan singkat si nenek pada Eunha yang terlihat genit pada cucunya, rasa tidak suka pun bermunculan menjadi spesifikasi yang sudah tepat


"Nenekmu seperti nya tidak menyukai ku," kesan Eunha terhadap ucapan si nenek yang mulai masuk ke dalam pikirannya


"Aku pun begitu," sahut Jungkook berbicara pelan


"Apa kata mu!" Eunha langsung melepas rangkulan manja nya, ia mendorong tubuh Jungkook karena kesal atas ucapan suaminya


"Seperti nya kita tidak jadi bermalam, aku tidak enak badan. Aku akan pulang terlebih dahulu, kalau kamu ingin tetap di sini silahkan, ijin sudah ku berikan." Jungkook bangkit dari atas kursi, tersenyum menunjukan perpisahan


"Kamu tega meninggalkan ku di sini." Eunha langsung berdiri mencegat kepergian Jungkook


"Tidak, ada bodyguard ku yang setia menemanimu." Jungkook membelai pipi Eunha sebentar, menunjukan ia juga peduli pada istrinya itu


"Kamu tidak boleh begini padaku, bukankah tadi kita akan tidur berdua... aoa itu hanya ucapan kosong saja," raut kekecewaan mendalam tergurat jelas di wajah cantik Eunha, yang tidak bisa menerima kenyataan


"Lain kali saja." ucapan singkat menjadi akhir pembicaraan, ketika Eunha akan mengejar langkah pelarian Jungkook


"Sial! Kenapa dia menghindari ku lagi," kejengkelan Eunha terus menjadi-jadi ia berniat mengadukan pada mertuanya tentang sikap suaminya yang terus dingin padanya


Jungkook berpamitan pada sang kakek juga neneknya, setelah resmi mendapatkan restu ia di giring pergi oleh para pengawal yang menjaganya.


Dalam suasana yang terasa dingin menusuk-nusuk suhu tubuhnya, di dalam sebuah mobil di jok belakang tempatnya.


Jungkook berusaha menelpon telpon rumah, ia ingin berkomunikasi dengan istrinya.


Tapi sayang nya, panggilan masuk darinya tidak terangkat dan respon otomatis tidak ia dapatkan.


"Apa kamu tidak ada di rumah," pikir Jungkook cemas, pikiran buruk mulai menyerang mengenai dimana Yuju berada


wait for a few minutes!


please re-read guys!


don't regret it!


Di kamar yang berada di lantai dua, Yuju terbaring lemas di tempat tidur sambil memeluk Jeno. Tangisannya mereda setelah beberapa menit Yuju berusaha menenangkannya, sakit masih tetap ia tahan.


Rasa sakit bergejolak di dalam perutnya keram terasa, perih terus menusuk-nusuk agar ia menjerit kesakitan.

__ADS_1


Ia membutuhkan pertolongan, wajah putih pucat di sertai keringat yang terus keluar membasahi tubuhnya.


Beberapa jam berlalu, suara mobil datang terdengar dan berhenti berbunyi.


Jungkook turun dari dalam mobil dengan sangat buru-buru, ia masuk ke dalam rumah dan berlari menuju arah tangga.


Langkah kakinya tidak terhitung jumlahnya, sesampai di depan kamar. Jungkook mendorong pintu hingga terbuka, ia melihat kejadian yang membuatnya panik.


Segera menghampiri Yuju dan bertahya tentang keadaan istrinya.


"Yuju ada apa dengan mu." ketika sentuhan tangannya memeriksa keadaan Yuju, tangannya di tepis kasar oleh si pemilik tubuh


"Jangan dekati! Kau sangat kotor saat ini, pergilah menyucikan dirimu... baru kau bisa menyentuhku!" Yuju bangun dengan segera, ia menjauhkan diri dari jarak dekat Jungkook


"Aku tidak tidur dengan Eunha, sekarang aku bicara jujur padamu... katakan padaku, mengapa wajahmu terlihat lesu seperi itu?" Jungkook mendekati Yuju yang bersandar di punggung ranjang tempat tidur mereka


"Jangan berbohong," berlinang-linang air mata berjatuhan, Yuju menagis dan memeluk tubuh suaminya


"Tenangkan dirimu, aku bersama mu... dengarkan aku... dengarkan aku." Jungkook mengecup pipi Yuju, lalu meraba-raba punggung istrinya hingga menjadi elusan lembut yang mendamaikan perasaan


"Jungkook... bisakah aku... hidup dengan bebas, tidak ada kekangan ataupun pemaksaan!" pinta lirih Yuju


"Kamu membicarakan tentang apa?" Jungkook pura-pura tidak mengerti


"Aku... ingin menjadi istrimu yang sebenarnya...." setelah mengatakan itu Yuju kehilangan kesadaran terhadap dirinya, ia pun seketika pingsan dan tak mengingat apa-apa


"Aku tahu... kamu pasti akan berbicara hal ini... tapi Yuju, aku belum bisa mengatakan jawaban atas permintaan mu... Aku benar-benar tidak sanggup, kalau mengatakan kejujuran... aku harap kamu mengerti, Yuju," jawab Jungkook memahami penderitaan Yuju dan mengerti kalau situasi saat ini tidak memungkinkan bagi keduanya


"Yuju!" panggil nya, Jungkook merasa pelukan Yuju yang mulai merenggang


"Yuju!" Jungkook mendorong tubuh Yuju, menahan tubuh istrinya di pangkuan tangannya


"Hey... Buka mata mu!" Jungkook tambah panik ketika ucapan dan panggilannya tidak ada respon yang di tunjukan Yuju


Tubuh Yuju yang panas merambat ke tubuhnya, ia pun mengetahui kalau istrinya tengah menderita sakit.


"Bertahanlah Yuju, kamu membuatku semakin khawatir saja." Jungkook membaringkan tubuh Yuju dengan benar


Kemudian ia mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku celananya, menghubungi dokter khusus untuk memeriksa keadaan istrinya.


Tut... Tut... Tut...


Suara panggilan dari dalam ponsel yang terdengar, mengakibatkan Jungkook merasakan panik hebat.


To be continues................


like and comments guys!!!


Like sebagai penghargaan kepada author<

__ADS_1


Comments sebagai tanda dalam artian kalian sangat suka dan antusias pada cerita ini>


Sekian guys!!! See you


__ADS_2