Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke Dua Belas: Terbalaskan Warning NC+18


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Danger! Typo!


Yuju memangku Jeno masuk ke dalam pangkuan tangannya, menimang-nimang punggungnya dengan tepukan lembut.


Jeno masih saja menangis, Yuju menidurkan kembali di ranjang.


Ia segera membuatku susu untuk Jeno, setelah memakan waktu yang cukup lama.


Dot bayi yang ia genggam mulai di susukan ke dalam bibir Jeno yang mungil, bayi itu terlihat tenang dan menikmati.


Buih keringat yang menempel di area kening si bayi, Yuju mengusap pelan dengan telapak tangan halus nya.


Bayi itu merespon dengan senyuman murni yang terbentuk secara alami, membuat Yuju mempunyai kebahagiaan tersendiri.


Ia memasukan jari telunjuk tangan kanannya ke dalam genggaman tangan sang bayi, Jeno mengeratkan jari jemari tangannya menggengam erat.


"Kenapa pegang jari Ibu, kamu tidak rela ibu pergi hm...." ucap Yuju dengan suara gemesnya


Bayi Jeno hanya tersenyum dan tersenyum mendengar setiap ucapan Yuju yang terus mengajaknya berbicara.


Tak berapa lama suara pintu tertutup menjadi sebuah pengacau yang membelah suasana hangat.


"Jungkook." Yuju sedikit mendongak wajahnya, karena posisi berbaring ke samping yang sedang menghadap ke tubuh bayi


"Apa anak itu sudah mendapat perhatianmu?" Jungkook terlihat kesal, senyum yang tak terlihat dengan gerakan jalan yang nampak malas berjalan


"Kau merajuk pada seorang bayi yang tidak bisa melawanmu, lupakan dendam," balas Yuju setelah memperhatikan tingkah sebal suaminya


"Pergi begitu saja... apa pantas kau meninggalkan suamimu, ketika kita sedang berhubungan. Apalagi...." curahan kekesalan Jungkook di cerca Yuju


"Kita tidak bisa melanjutkan percintaan dengan tenang kalau bayi kita sedang menangis meminta perhatian, kamu sudah dewasa kan?" Yuju sedikit membuka mulutnya, menyatakan pertanyaan pada sang suami


"Iya." jawab Jungkook sambil menggerakkan alis turun ke bawah, mengatakan kalau pernyataan Yuju benar adanya


"Berarti kamu harus mengalah, sudah menidurkan bayinya kita lanjutkan lagi." Yuju menurunkan kepalanya ke atas bantal, ia kembali dengan tenang dan memandangi sang bayi


Jungkook kalah berbicara oleh Yuju, akhirnya ia mengalah berdiri diam di depan ranjang.


Namun kediaman nya semakin menimbulkan rasa bosan dan gundah, ia segera naik ke atas kasur berbaring di samping tubuh Yuju.


Melingkarkan tangan kanannya memeluk pinggang Yuju, hembusan napasnya menyebar sampai menusuk-nusuk bulu kuduknya menimbulkan hawa merinding di sertai rasa takut.


"Yuju!"


Suara parau dari seorang Jungkook yang terdengar halus menyayat jantung Yuju, tak kalau dirinya harus bergelut dengan perasaan yang bimbang.


"Hmmm...m...." jawab nya sangat singkat, Yuju masih sibuk mengelus kening bayinya


"Berapa lama aku harus menunggu!" Jungkook tidak bisa sabar dalam waktu yang lama, hasrat yang begitu besar tidak dapat ia kendalikan


"Jeno masih terjaga ... sebaiknya kita lanjutkan lain waktu saja," sahut Yuju tanpa mempedulikan perasaan Jungkook yang tengah memendam kekecewaan


"Apa! Kamu ... tidak bisa begitu padaku, ini tidak adil. Hampir separuh waktu lebih yang ia ambil dariku, ini waktunya kita bersama.... berilah keadilan padaku Yuju, kenapa suamimu hanya mendapat beberapa jam saja...." kesah Jungkook terus menggerutu tanpa henti


Yuju hanya tersenyum dan tertawa dalam hati, ia bersyukur kenyataan dalam khayalannya yang selalu berimajinasi tentang sikap Jungkook yang manja telah terjadi.

__ADS_1


Jungkook mengangkat kepalanya dan menyimpannya di telapak tangan kanan yang tengah menjadi tumpuan tubuhnya.


"Jeno! Kenapa kau tidak tidur, sudah... Jangan ganggu Ayah dan Ibumu, kami tengah sibuk membuatkan bayi untukmu kau malah mengganggunya. Apa kau tak ingin punya adik hah! cemburuan sekali," gerutu yang tidak masuk akal Jungkook ulaskan, membuat ia mendapat cubitan di area pinggang nya


"Yuju, kamu memberiku sebuah luka." Jungkook menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur kembali tanganya reflek mengelus pinggang yang memerah bekas cubitan istrinya


"Tuan Direktur, kenapa kau jadi seperti anak kecil ya. Dikit-dikit marah terus bertingkah manja, bukankah itu terlihat aneh jikalau mengingat usiamu," Yuju bingung harus bagaimana lagi


"Jangan panggil Direktur terkesan aku sedang berbicara dengan bawahan saja, panggilan aku sayang atau nama!" Jungkook mengemukakan sarannya merasa ia tidak di hargai sebagai seorang suami


"Kalau di panggil sayang ntar kecanduan terus ketagihan, kalau nama itu kurang sopan... lebih baik tuan Direktur saja." Yuju mengamati Bayi kecil nya yang sudah di rasuki rasa ngatuk


"Panggil itu di luar rumah kalau di dalam suami atau panggilan romantis, paham!" Jungkook sedikit menegaskan nada bicaranya agar membuat Yuju mengerti akan maksudnya


Yuju diam beberapa menit, beberapa detik kemudian ia mulai mengangkat suaranya.


"Baiklah, Jung-kook," panggil Yuju masih ada keraguan dalam dirinya


"Bayinya sudah tidur apa belum?" Jungkook kembali memeluk tubuh Yuju, mendekap erat menginginkan suhu panas masuk ke dalam tubuhnya


"Belum... butuh proses buat dia tertidur dengan nyaman." Yuju memberikan sebuah tepukan lembut ke atas perut Jeno


Rencana evil Jungkook ternyata masih mengalir lancar di dalam benaknya, tangan yang tadinya melingkar di pinggang Yuju berpindah naik ke atas menyusup masuk ke dalam bra istrinya.


Sontak Yuju terkejut, ia mendongak wajahnya melihat wajah suaminya yang tengah melihat dirinya.


"Kenapa? Sudah lanjutkan agar bayi kita tidur, biarkan aku mempermainkanmu sedikit lebih bergairah, agar nanti kamu semakin berhasrat padaku," Jungkook menjawab rasa heran Yuju, yang ingin dia tanyakan padanya


Yuju membiarkan suaminya bermain di atas dadanya, raba-rabaan jari tangan Jungkook membuat ia geli hampir mengeluarkan gelak tawa.


Tapi masih bisa control karena sedang menjadi seorang Ibu yang tengah menidurkan putranya.


"Biarkan." Jungkook ***-remas payudara Yuju sebelah kanan setelah ia puas bergeser ke sebelah kiri


Suara lembut dari sebuah desahan yang membuat Yuju mulai menggila, suaminya benar-benar telah menyentuh nafsu yang terus ia tahan sejak tadi.


Jungkook mengeluarkan tangan kanannya dari dalam bra Yuju, ia menggerakan tangan nakal itu mengelus perut datar Yuju.


"Cepat selesaikan, aku sudah tidak tahan," bisik nya menggoda


"Jungkook... Aku juga menginginkan hal sama, tapi... belum saatnya," batin Yuju


Elusan tangan itu lurus ke bawah, tangan Jungkook menyelinap masuk ke celana dalam Yuju.


Area paling sensitif itu, adalah titik dimana seorang wanita akan mulai memberontak dan membalas perlakuan manis untuk pelakunya.


Jari telunjuk Jungkook sangat lincah bergerak di salah satu lubang ** istrinya, Yuju semakin tertekan dengan birahi yang tengah memanas.


Menggigit kuat bibir bawahnya mengunakan deretan gigi atasnya, sekali lagi Yuju harus tersiksa menahan godaan bertubi-tubi datang padanya.


Tingkat rasa sabar sudah di ambang dangers! Jungkook menarik tangannya keluar sehingga lambat laun desahan menikmati itu perlahan tidak mengeluarkan suara.


Lidah Jungkook menjelajahi pundak Yuju, setelah ia menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi, menghisap dan memberi sedikit gigitan karena sebuah perasaan gemas terhadap sang istri.


Tangan kanan nakal nya menarik-narik celana dalam untuk turun dari tahkta nya, Yuju sedikit mengangkat pinggulnya ke atas bertujuan agar Jungkook mencapai apa yang dia ingin kaukukan.


Jungkook melepaskan kain yang ia tarik ketika celana dalam itu sampai di bawah paha istrinya, Jungkook membuka tali handuk kimono yang ia ikatkan.

__ADS_1


"Jungkook! Bantulah aku!" suara memohon dari sang istri membuat ketidak sabaran Jungkook menggebu, dengan segera Jungkook mengeluarkan senjata terbaiknya


Sebelum di masukan ke dalam ruang kenikmatan, ia mengelus sebentar pangkal penisnya.


Tak sampai 30 detik Jungkook melancarkan masuk bagian tubuh lunak namun, keras itu.


"Ahhh....!" suara sakit yang lebih dinikmati Yuju, tangan kanan yang tadinya tengah menepuk perut Jeno pergi ke atas menggapai pelipis wajah suaminya


Dalam keadaan posisi menyendok seperti ini, Jungkook menggerakan penisnya secara berkala dan bebas tapi merasakan sangat sempit.


Apalagi Yuju yang membelakangi tubuhnya, akan tetapi. Sensai seksual yang luar biasa menghasilkan kenikmatan yang tak terduga.


Jungkook seperti tengah merasakan keajaiban dunia, dalam surga wanita yang di bicarakan orang-orang katanya tiada duanya.


"Sayang... Kamu suka cara main ku?" bisik Jungkook sambil mempercepat gerakan masuk dan keluar penisnya


"I...ya...." Yuju tidak bisa lagi berkata-kata, ia hanya mengatakan kata yes untuk mengungkapkan service yang di berikan suaminya


"Jeno tengah tidur, apa kita pindahkan tubuhnya ke ranjang bayi?" Yuju menakutkan satu hal, kalau pergerakan mereka di atas kasur akan mempengaruhi tidur nyenyak si bayi


"Jangan sekarang... Lagi nanggung," jawab Jungkook tengah meresapi alunan sek yang ia jalani


Yuju hanya bisa mengangguk dan menelan salivanya. Hentakkan yang terjadi di dalam dingding rahimnya, sangat hebat bahkan luar biasa.


Jungkook berhasil membuatnya jadi seorang yang bisu dan mengeluarkan suara lembut tak terkendali makna dan dasar ucapan yang berbahasa.


Malam percintaan yang memuaskan hasrat itu berakhir pada jam 03 malam, keduanya saling melepaskan diri.


Jungkook yang berinisiatif pindah tempat ke sebelah Jeno, ia tersenyum dan mengucapkan.


"good night Yuju, I'm very satisfied with what we just did. I hope we dream of the same thing, as before," ungkapan Jungkook membuat Yuju melemparkan senyuman manisnya, membalas perlakuan suaminya yang begitu romantis padanya


Cara kerja ia dalam hubungan intim terkesan lembut tidak memberi rasa sakit berlebih, Yuju akhirnya bisa menutup matanya dengan tenang.


Salah satu Tangan Jungkook berusaha menyentuh pucuk rambut Yuju, merasa ada pergerakan di atas kepalanya Yuju menggeser tubuhnya sedikit lebih menempel dengan Jeno.


Sehingga telapak tangan Jungkook mencapai tujuannya, menyentuh rambut atas Yuju dan mengelus nya.


Jungkook memejamkan matanya, tangannya tetap di pekerjakan mengelus-elus atas kepala istrinya demi membuat jalinan kasih sayang mereka semakin kuat.


Keesokan harinya.....


To be continues.......


A:N/


Hai! Hai ... Hai. .👋👋👋


Malam, udah ada yang tidur belum nih?😅


Gimana part kali ini, bikin panas hati ya? 😓


Nusuk 😫


Greget 😖


Kurang .😏

__ADS_1


Atau


Biasa aja sih .😔


__ADS_2