Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
keempat puluh delapan: Jalan Terbuka Lebar


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Warning!!!typo!!!


Author pov


Yuju berhasil naik ke atas punggung Jungkook, tawa mereka menghidupkan suasana di dalam rumah.


Yuju menarik rambut Jungkook dengan jari tangannya, suaminya melirik ke atas menatap istrinya dan tersenyum.


"Lepaskan Yuju!" Jungkook pura-pura merasa sakit


"Tidak!" Yuju malah tertawa, ia di bawa berjalan ke arah ruang tamu


Di atas gendongan Jungkook, ia merasa bahagia.


Jungkook bercanda ria dengan Yuju, tanpa di sadari ada seroang wanita tua tengah duduk di sofa ruang tamu memperhatikan tingkah mereka.


"Yuju turun atau aku jatuhkan kamu?"


"Tidak, hehehe...." tawa Yuju kedua tangannya masih mencengkram rambut suaminya


"Kamu sedang hamil besar, ingat itu!" ucap peringatan Jungkook


"Maka nya jangan pergi, temani aku di sini," balas Yuju tak mengindahkan peringatan Jungkook


Di saat Jungkook bertatapan hangat dengan sang istri, di situlah wanita itu merusak suasana romantis mereka.


"Apa setiap hari itu yang kalian lakukan," tegur si wanita tidak tahan melihat tingkah pasangan suami istri di depannya


Jungkook melihat ke sumber suara, iya pun kaget dengan kedatangan wanita yang tengah menatap ganas padanya.


"Nenek," panggilan Jungkook membuat Yuju mengikuti arahan mata suaminya, segera turun dari punggung nya


Yuju merapikan pakaian nya yang sangat berantakan, lalu berdiri di samping tubuh Jungkook.


"Dia siapa," bisik Yuju pelan, agar tidak terdengar oleh wanita tua itu


"Nenek ku, cepat pergi mandi pakai baju yang sopan," balas bisik Jungkook


Yuju langsung mematuhi perintah suaminya, ia pergi masuk ke kamar.


Jungkook mengambil napas panjang, sembari berjalan menghadap sang nenek.


Patuh dan pendiam Jungkook duduk di hadapan neneknya, sebagai seorang cucu yang baik ia perankan dengan apik.


"Masih pagi sudah buat keributan, apa kau belum juga dewasa. Anak mu akan segera lahir, tinggal menghitung Minggu saja," ceramah sang nenek di mulai


"Hmm...." jari telunjuk Jungkook menggaruk bagian belakang kepalanya, tersirat rasa canggung di hatinya


"Membahagiakan istri tugas seorang suami, aku sedang menghiburnya Nek, sudah 3 Minggu lebih aku tidak memperhatikan kondisinya," ucapan pembelaan Jungkook mengapa ia berbuat seperti tadi yang nenek nya lihat


"Nenek sudah mengatur pekerjaan mu di handle oleh paman mu, kenapa masih saja pergi ke kantor," greget si nenek pada sang cucu yang tidak mendengarkan kata-katanya


"Jungkook ingin menambah masa libur satu bulan setelah Yuju melahirkan, jadi terpaksa ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas," sahut gerogi Jungkook


"Tindakan mu memang selalu beda, ya sudah... laksanakan sesuai rencana mu, tapi ingat!!" Nenek mengembuskan napas lelah


"Kamu tidak boleh mengabaikan istrimu, dukunglah dia dan terus dampingi!" pesan si Nenek


"Itu aku sudah tahu, kewajiban nomor satu Nek," jawab Jungkook


Jungkook terus di interogasi oleh neneknya, dengan jawaban seadanya ia menjawab.


Tak berapa lama Yuju datang sambil menggendong Jeno di pangkuan pinggang nya.


Dia duduk di samping Jungkook sembari tersenyum.


Yuju di sapa oleh Neneknya Jungkook dengan pembicaraan yang penuh tutur kata lembut, melihat senyum di wajah istrinya.


Jungkook merasa tenang, jika ia terus di sini sebagai penyimak ia akan kehilangan kontak dengan klien.


Jungkook mengecup mesra bibir Yuna, membuat neneknya terkejut.


"Jungkook!" kecam sang nenek


Jungkook hanya tersenyum, tangannya mengelus rambut Yuju.


"Aku pergi, bicaralah dengan nenek ku." Jungkook mulai menjauhkan dirinya, ia pun bebas melangkah pergi keluar dari rumah


"Apa kelakuannya melukai mu?" tanya nenek khawatir

__ADS_1


"Tidak nek, sudah terbiasa kami begitu," jawab Yuju senyum malu


"Anak muda jaman sekarang punya cara yang lebih romantis," ujar si nenek


"Jeno sayang nenekmu datang, apa nenek mau menggendong Jeno?" tanya Yuju


"Tidak, dia bukan anak Jungkook. Nenek hanya ingin menggendong bayinya," penolakan dari nenek Jungkook membuat pertanyaan besar di benak Yuju


"Kenapa nenek berkata seperti itu, bukannya Jeno juga cuci nenek walau Ayahnya adalah kakak Jungkook?"


Nenek pun berdiri, ia mengajak Yuju untuk pergi berjalan-jalan di luar.


Yuju menuruti ajakan Nenek, mereka berdua berjalan di sekitar halaman rumah.


Jungkook memang pandai memilih tempat untuk di tinggali, ada sebuah taman di belakang rumah.


Bermacam bunga-bunga berbeda jenis tumbuh di sana, menghiasi tempat yang kecil sekarang luas.


Yuju mendengarkan cerita Nenek mengenai masa kecil Jungkook, ia baru mengetahui kalau suaminya kekurangan kasih sayang.


Apalagi mendengar Jungkook di perlakukan tidak adil oleh Ayahnya, yang lebih memilih Wonwoo sebagai kebanggaan keluarga.


Kata nenek Jungkook hanya di sayangi olehnya, Ibunya memanfaatkan cucunya untuk mewarisi harta anaknya.


Menurut neneknya Jungkook yang sekarang lebih baik dari Jungkook kecil yang dulu, cucunya telah tumbuh melebihi orang dewasa seumuran nya.


Yuju di nasihati nenek, jika suatu saat nanti Jungkook berubah kasar padanya. Bukan berarti dia melupakan Yuju ataupun membencinya, melainkan Jungkook ketakutan kehilangan Yuju dalam hidupnya.


"Dia sering berbuat kasar pada ku nek, tapi setelah itu dia meminta maaf," ujar Yuju memberitahu pengalamannya


"Dari kecil dia suka marah-marah karena persoalan kecil, nenek biarkan dia merasakan amarahnya. Tapi tidak lama ia pun sadar, dan menyalahkan dirinya," lanjut si nenek menceritakan karakter Jungkook


Nenek dan Yuju duduk di atas ayunan, mengistirahatkan tubuhnya menggantikan rasa lelah menjadi rasa semangat.


Sementara di kantor Jungkook baru saja keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba ada seorang pria yang menyapa nya.


"Jungkook," panggil nya


"Iya, kau siapa?" Jungkook melirik tajam pria di depannya


"Semudah itu melupakan saingan mu," jawab nya


"Apa?! saingan," Jungkook heran


Di cafe terdekat kantornya, Jungkook tengah tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dari teman lamanya baru saja ia ingat.


Ia tidak menyangka teman lamanya masih mengingat ia walau sudah 11 tahun tidak bertemu, ia memuji temannya yang sukses dalam karir hidupnya.


"Mingyu, hebat kau sekarang dulu kau itu bawahan ku. Sekarang sudah terkenal saja, apa kau kembali untuk mencari seorang istri?" tanya Jungkook basa-basi


"Iya, tapi sayangnya wanita yang aku sukai sudah menikah," jawab Mingyu


"Benarkah, kenapa kau tidak mengatakan cinta padanya sebelum dia dinikahi,"


"Sudah terlambat, entah kenapa dia bisa seegois itu padahal kami saling mencintai,"


"Sangat di sayangkan,"


"Bagaimana dengan mu, pernikahan pertama mu gagal bukan... apa ada wanita penggantinya?" tanya Mingyu balik


"Aku mempunyai istri yang baik, perhatian tentunya aku mencintai dia," jawab Jungkook berterus terang


"Mau tahu siapa yang telah merebut wanita yang ku cintai!"


"Siapa?" tanya Jungkook sedikit penasaran


"Kamu,"


"Aku," kening Jungkook berkerut heran


"Iya," tegas Mingyu


"Tidak Mingyu, bagaimana mungkin aku merebut wanita yang kau cintai sedangkan aku tidak tahu siapa dia," sangkal Jungkook merasa dirinya tak merebut cinta dari siapapun apalagi temannya sendiri


"Apa mungkin yang kau maksud Yuna," Jungkook di terpa rasa cemas


"Yuna siapa dia, aku tak pernah mengenal wanita yang bernama Yuna," Mingyu gagal paham


"Bagaimana dengan Yuju," Jungkook tertekan perasaan gelisah ia takut bahwa Mingyu adalah orang yang istrinya cintai sebelum ia datang ke dalam kehidupan Yuju


"Yuju siapa lagi wanita yang kau sebutkan, jangan-jangan mereka adalah selingkuhan mu," Mingyu menaruh kecurigaan besar

__ADS_1


Jungkook mengelus dadanya, perlahan hembusan napas tegang keluar dari bibirnya.


"Lalu siapa yang kau maksud?"


"Eunha,"


suara Mingyu menusuk gendang telinga Jungkook, sehingga nama Eunha terus berdengung di telinga nya.


"Kau merebut Eunha dariku, padahal dia tidak mencintai mu," nada tinggi Mingyu tak terkontrol saat mengucap karena patah hati nya masih di rasakan


"Ku berikan dia padamu, jika memang kau mau. Aku dengan senang hati, memberikan Eunha ke pelukan mu lagi." Jungkook malah tersenyum bahagia, pada akhirnya ada cara menghilangkan Eunha dari kehidupan nya


"Bukankah kau sangat menginginkan dia?" Mingyu kebingungan mengapa Jungkook dengan bahagia memberikan Eunha kembali


"Tidak, aku mempunyai istri yang lain. Eunha tidak pernah aku sentuh, dia milik mu sekarang,"


"Lalu dia dimana?" Mingyu tidak sabar, ia memaksa pada Jungkook untuk mengantarkan nya bertemu dengan Eunha


Jungkook memberikan alamat rumahnya, dimana Eunha masih berada di sana.


Mingyu sangat berterimakasih padanya, ia juga meminta maaf telah salah sangka pada Jungkook.


Jungkook yang sangat berterimakasih pada Mingyu, dia berharap temannya bisa segera mengambil Eunha dan membawanya pergi.


Mengadakan pertemuan dengan Mingyu membuka harapan baru untuk Jungkook, keduanya menjalin hubungan persahabatan kembali.


Senyuman ramah mengakhiri pertemuan di antara mereka, pukul 08 malam.


Jungkook sudah berada di rumah barunya, ia memanggil nama Yuju tapi tidak mendapatkan respon dari penghuni rumah.


Jungkook menuju kamar, ia membuka pintu dan melihat Yuju tengah menidurkan Jeno di sampingnya.


"Yuju, dimana nenek?" tanya Jungkook semabri masuk ke dalam tak lupa juga menutup pintu dan mengunci ganda


"Tadi sore nenek pulang, katanya tidak bisa lama-lama tinggal." Yuju melirik Jungkook sekejap, pandangan matanya beralih memperhatikan Jeno yang mulai menutup kedua mata kecilnya


"Kenapa kamu pulang cepat, biasanya tengah malam baru pulang?" Ucap lalu Yuju mengecup pipi Jeno


"Nenek menambah karyawan kepercayaan, sehingga aku bebas pulang jam berapa saja." Jungkook melepas sepasang sepatu di kedua kakinya, setelah itu melepas kaos kaki dan melempar kemana saja


"Ohh...." Yuju hendak mengangkat tubuh Jeno memindahkan bayi kecil itu ke tempat tidurnya, namun di karang Jungkook


Suaminya yang akan memindahkan Jeno ke tempat tidur di sebelah ranjang.


Yuju hanya mengangguk paham, Jungkook sudah pandai menjadi seorang Ayah yang baik untuk anaknya.


Jeno telah di amankan Jungkook, bayi itu kini di selimuti kain lembut tebal.


Jungkook tersenyum lalu naik ke atas kasur, ingin segera bermanja-manja dengan sang istri.


Jungkook menidurkan kepalanya di atas paha Yuju, hingga istrinya harus duduk dan bersandar di papan ranjang.


Yuju mengelus-elus rambut depan Jungkook, memainkan poni suaminya yang sudah memanjang melebihi batas alis.


Di saat Yuju melirik wajah suaminya, Jungkook tersenyum sendiri membuat Yuju menaruh curiga pada sang suami.


"Kamu sedang memikirkan apa?" Yuju mencubit otot bisep Jungkook


"Tidak usah pakai kekerasan juga Yuju, aku tidak berpikir hal kotor." Jungkook membalas cubitan Yuju, dengan mencubit balik paha istrinya


"Ya terus apa?" Yuju terpancing emosi


"Soal Eunha, ternyata dia kekasih teman ku," balas Jungkook


"Berarti Eunha selingkuh dari kamu," terka Yuju


"Tidak, mereka sudah lama putus sebelum aku menikahi dia. Mingyu berniat membawa Eunha ikut dengannya ke Swiss," lanjut Jungkook memperjelas perkataan sebelum Yuju salah paham padanya


"Terus, kamu gimana nanti?"


"Ya bahagia, bebanku ada yang nanggung." Jungkook tersenyum mendongak wajahnya ke atas, memperhatikan wajah cemas istrinya


Di rumah Jungkook dan Yuju di kota B, Mingyu datang ke rumah tersebut.


Dia mulai menekan bel di samping pintu yang menempel di dekat jendela.


"Sebentar!" terdengar teriakan dari dalam rumah


Mingyu tersenyum untuk menunjukan wajah kebahagiaan, tak berapa lama pintu pun terbuka.


Sosok Eunha lah yang ada di depan matanya, membuat Mingyu merasa tenang.

__ADS_1


"Kamu?!" Kaget Eunha, sehingga ia memundurkan langkahnya kakinya kebelakang


To be continued..............


__ADS_2