Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Ketiga Puluh satu: Kuatkan perasaan ku


__ADS_3

Vote dulu ya Ders!!!


Supaya nyaman baca nya!


Dukungan bagi Author!


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Yuju mempersilahkan istri Jungkook itu masuk ke dalam rumah pribadi mereka, ia tetap sopan dan mengatakan tutur kata yang baik dalam kesempurnaan santunnya.


"Pembantu, dimana suamiku berada?" Eunha berjalan cepat, meninggalkan kedua koper yang ia bawa di tengah jalan pintu masuk


"Tuan tengah mandi." jawab Yuju sembari mengikuti langkah kaki Eunha dari belakangnya


"Kenapa kau mengikutiku, kau tidak lihat aku tidak membawa koper. Cepat bawa masuk ke dalam koper bawaanku, taruh di kamar yang Jungkook tempati!" titah Eunha, ia berjalan menaiki tangga tanpa rasa peduli


"Wanita itu menyusahkan saja, kalau bukan karena Direktur aku tidak mau membawa barang nya." Yuju terpaksa mengerti koper besar di kedua tangannya, berjalan cepat untuk cepat sampai di tempat tujuan


Scrolls


Ke


Bawah





Eunha masuk ke dalam kamar Jungkook dan Yuju, dia langsung berbaring di atas tempat tidur.


Yuju menyimpan perasaan dendam padanya, karena berani menempati ranjang nya.


"Nona Eunha, kamar anda bukan di sini. Tapi di sebelahnya, ini kamar saya bersama tuan Jeno kecil," ujar Yuju memberitahu


"Kau saja yang pindah, kenapa harus memerintah dan mengaturku. Cepat bawa barang mu sekalian bayi nya juga!" Eunha menolak pindah tempat, padahal Yuju berusaha keras membohonginya


"Katanya mau di kamar tuan Jungkook, kamarnya di sebelah bukan di sini," sindir Yuju diiringkan suara halus


"Aku tidak bodoh, jelas-jelas suamiku tengah mandi di sini. Aku malah curiga, jika ini kamarmu mengapa suamiku mandi di kamar mandi tempat ini... apa kalian...." ungkapan Eunha langsung di cegat Yuju yang menyetujui untuk pindah kamar


"Baiklah Nona, saya akan pindah ke kamar sebelah. Semoga Nona betah tinggal di sini." Yuju bergegas menuju lemari pakaian, segera mengeluarkan semua pakaian nya yang ada di dalam menarik koper di sebelah lemari menata baju-baju nya


"Tidak bisa! Dia kan cuma seorang pembantu, kenapa harus tinggal bersebelahan kamar. Aku di anggap apa di sini, aku penguasa Nyonya Jeon. Mana bisa orang kecil seperti dia sederajat dengan kami. Aku harus menyuruh dia pindah ke kamar bawah, iya memang begitu," batin Eunha yang menemukan ide licik dalam percikan kejahatan nya


"Ehhh... Kau tidak bisa tinggal di kamar sebelah, bukankah kau bilang itu kamar Jungkook. Jadi, kau pindah ke kamar yang lain lebih tepatnya di bawah, jangan menggangu kami. Kau takkan tahan." Eunha pun tertawa gembira, setelah mengatakan itu pada Yuju


"Pintar juga dia, berani sekali memerintah," batin Yuju


Yuju bangkit setelah ia duduk sambil membereskan pakaiannya juga pakaian so kecil Jeno, ia memohon pamit untuk segera turun ke bawah.


Tentu Eunha dengan senang hati melepas Yuju pergi, Yuju keluar dari kamar sambil menyeret koper miliknya juga tas cukup besar di tangan kiri pakaian milik Jeno dan barang bayi kecilnya itu.


Jungkook keluar dari kamar mandi, rambut basah tubuh yang di tutupi handuk dari atas pinggang sampai atas lutut.


Ia melihat Eunha yang di kiranya Yuju sedang merapikan pakaian, berjalan mendekatinya dan memeluk dari belakang.


"Kamu mau kemana, 2 koper ini... Apa kamu mau kabur dariku?" tanya Jungkook sembari menyandarkan dagunya di atas bahu Eunha


"Jungkook, akhirnya kamu memperlakukan aku semanis ini," batin Eunha lalu menganggukkan kepala

__ADS_1


"Kamu tidak bisa pergi dari sisiku, aku akan kesepian tanpa kamu. Hari-hari yang ku lewati, bagaikan hari kematian yang terus menghantui ku setiap waktu." Jungkook melingkarkan kedua lengannya, memeluk erat perut Eunha


"Keajaiban apa yang telah terjadi padaku hari ini, mengapa dia mengatakan kelembutan padaku," batin Eunha di buat melonjak-lonjak ke atas awan, perlakuan Jungkook juga kata-kata semakin membuat ia semangat


Berdebar!!!!


__________________


Yuju berjalan menaiki tangga untuk menjemput Jeno yang tengah tertidur di tempat bayi, di kamar yang baru saja ia serahkan kepemilikan nya.


Namun, ketika ia menginjak lantai pertama kamar tersebut. Ia mendapati Jungkook tengah bermesraan dengan Eunha, hancur perasaan nya saat itu.


Ia ingin sekali memundurkan langkahnya dan tidak lagi melangkah maju, menyaksikan pemandangan menyakitkan di depan matanya.


Tetapi, ia harus membawa Jeno pergi dari sana. Kemudian ia mengetuk papan pintu mengunakan punggung jari telunjuknya


Tuk...tuk...tuk...


Tiga kali ketukan jari tangannya, membuat Jungkook berbalik ke arah belakang tanpa melepaskan pelukannya.


"Yuju!" seketika matanya di buat terkejut dengan kehadiran istrinya, Jungkook langsung melepas genggaman pelukan erat terhadap tubuh Eunha


"Maaf! Saya lupa membawa Jeno, permisi." Yuju membelokkan perjalanan langkah nya menuju tempat tidur bayi


Perlahan kedua tangannya mengambil Jeno dari alas tempat tidur, memangku ke dalam gendongan tangannya berjalan terburu-buru meninggalkan ruang kamar.


"Siapa yang aku peluk kalau bukan Yuju," batin Jungkook resah


Dia berbalik dan terkejut ternyata yang ia peluk adalah Eunha, istri keduanya itu memeluk erat tubuhnya.


"Jungkook, aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Kamu tidak kesepian lagi, aku terus bersama mu sampai ajal menjemputku." Eunha tersenyum dalam pelukan yang mulai menghangatkan suhu tubuhnya


"Lepaskan." Jungkook mendorong tubuh Eunha menjauhkan sosok nya dari dirinya


"Tidak, aku tidak mengatakan itu padamu. Biarpun kau meninggalkan ku untuk selamanya, itu lebih baik. Kenapa kau ada di sini, pergilah ke rumah jangan pernah kembali lagi!" usir Jungkook ia membalikkan tubuhnya membelakangi Eunha perasaan bersalah pun mendatanginya


"Aku akan tinggal di sini, Ibu sudah merencanakan semuanya. Diam-diam dia mengirim mata-mata untuk mengikutimu, ternyata benar dugaan nya. Ternyata kamu memiliki rumah lagi, ia menyuruhku untuk tinggal denganmu di sini." Eunha memeluk kembali tubuh suaminya, walau pemberontakkan ia terima


"Rumah sederhana ini, kau masih menginginkannya juga. Rumah yang kau tinggali itu justru lebih baik untukmu, mengapa kau ingin merebut hak orang lain." Jungkook berjalan dengan sekuat tenaga, hingga terlepas dari pelukan erat tersebut


"Hak orang lain, ini adalah hak ku. Hak bersamamu, menghabiskan waktu bersamamu... tinggal bersamamu menjalankan aktivitas dengan mu. Aku memiliki hak penuh atas dirimu," ucap Eunha yang mengeluarkan kekuasaan nya


"Hak mu tidak pernah ada dariku." Jungkook meninggalkan kamarnya, ia tidak menengok kembali kebelakang melihat Eunha yang mulai memerah menahan tangisannya


"Kamu itu bodoh, suami keterlaluan! Tidak pernah paham apa yang di inginkan istrinya. Berengsek, aku membencimu!" Eunha duduk pasrah menatap lantai, meratapi kepedihan nasib yang ia miliki


"Jahat! Seorang pecundang Jeon Jungkook!" teriak Eunha tak bisa menahan amarah dalam dadanya


Tabah!!!!


Yuju membaringkan Jeno, bayi kecil itu tertidur lelap.


Yuju masih mengingat kejadian malam pertama nya dengan Jungkook di kamar yang ia tinggali, apalagi bercak darah keperawanan yang masih membekas di atas spray.


Yuju menyentuh darah kering tersebut, ter-iris hatinya terluka jiwanya dan terbakar perasaan cintanya.


Mengapa harus dia yang menjadi sasaran umpan dalam nasib pertukaran tidak memastikan kebahagian, menghasilkan sebuah senyuman melainkan kesengsaraan.


"Setidaknya, aku berguna... tapi kegunaan juga memiliki kelemahan. Iya, memang lemah. Aku tidak kuat menahan perasaan sedihnya, berbagi lelaki itu tidak mudah sangat sulit di lepas atau di biarkan pergi." air asin mengkristal keluar, melebur membasahi pelipis wajah Yuju


Menangis ia lakukan, sebagai seorang wanita tersakiti tangisan lebih baik dari tindakan.


Selain menjauh dari kecelakaan juga memiliki arti tersendiri untuk di renungkan.

__ADS_1


Brakkk!!!!


Pintu tertutup keras, seseorang masuk ke dalam sebagai penyusup.


Apalagi dia juga mengunci ganda pintu, Yuju segera bangun dari tempat duduk di atas ranjang.


Menghapus air matanya, berusaha mengukir senyuman di wajah cantiknya.


"Kamu mengganti wanita yang tidur di sampingku, kenapa Yuju. Kenapa kamu tidak mau lagi menjadi istri yang selalu aku rindukan?" Jungkook menahan perasaan kesalnya, demi berkomunikasi baik dengan istrinya


"Jungkook, dia istrimu juga. Ya... aku tidak apa-apa berbagi suami dengan nya, walau sejujurnya tidak rela. Tapi mau gimana lagi, kewajibanku hak yang aku miliki tidak lebih dari itu," jawab Yuju setegar mungkin, menghadapi keretekan hatinya


"Mau aku bilang padanya, sebenarnya kamu adalah istri Jungkook yang paling aku sayang. Biar dia tahu, kita menjalakan hubungan dengan cinta bukan karena paksaan orang tua." perlahan kedua kaki Jungkook melangkah mendekati jarak kedekatan dengan sang istri


"Kalau kamu mengatakan itu, nanti aku bisa di bunuh. Iya kan." Yuju tertawa kecil membebaskan dirinya, dari kerumunan pikiran kacau balau


Jungkook menarik tubuh Yuju ke dalam pelukan hangat, mengeratkan kedua tangannya memegang pertengahan tubuh istrinya.


"Yuju... Kembali lagi ke atas bersamaku, aku bongkar semua rahasia kita berdua. Aku tidak sanggup melihat mu menahan penderitaan, maaf telah menyakiti perasaanmu. Aku berani menyatakan hubungan kita, aku mencintaimu,"


"Jungkook." Yuju mengelus punggung suaminya, memberi rasa penenang sekaligus pertanda bahwa ia tidak apa-apa


"Kamu merasa bersalah padaku karena aku mengeluh ya, maaf! Tidak bermaksud menyinggungmu dengan perkataan ku, aku sudah kuat bisa menghadapi situasi menakutkan ini," ucap Yuju berbohong, hal itu ia katakan agar Jungkook merasa tenang dan tidak berulah membuat ia kehilangan segalanya nanti dan menyesal pada akhirnya


Something


Di luar kamar, Eunha terus memanggil nama suaminya.


Tangisan masih terjadi, tapi ia tidak mau kehilangan Jungkook.


Suara lirih mengiringi kesedihan, Jungkook dimana kamu itu yang ia ucapkan.


Yuju terbuka hatinya, segera mendorong tubuh Jungkook melepaskan kehangatan dari sang suami.


"Pergilah, temani dia. Aku masih banyak perkerjaan, itu membuatku sibuk dan melupakan apa yang kamu lakukan bersama dia nanti." Yuju melangkah melewati bahu Jungkook, akan tetapi.


Suaminya meraih pergelangan tangan nya, mempertahankan keberadaan Yuju di dekatnya.


"Biarkan dia mencariku, aku takkan menemui nya sebelum kamu berbaikan denganku!"


"Kita sudah berbaikan, bicara kita juga sudah lakukan. Aku tidak ingin jadi wanita jahat, yang menghancurkan perasaan wanita dan tidak mengerti perasaan Eunha. Pergilah Jungkook, biarkan aku sendiri." Yuju menghempaskan tangannya, ia dengan mudah lolos dari genggaman Jungkook


Tapi saat dirinya berjalan cepat menuju pintu, Jungkook menarik tubuhnya memangku Yuju membawanya ke tempat tidur.


To be continues..............


A/N:


Jadi di part kali ini, Yuju mulai mengerti arti pelindungan dari Jungkook. Bahwa rahasia dan keamanan Yuju itu berharga dari apapun yang Jungkook miliki.


Tapi karena Jungkook, ngak tahan Yuju terus berbohong tentang perasaan nya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengungkap siapa Yuju baginya.


Menurut kalian gimana Readers?


Hai guys!


Apa kabar nya?


Semoga baik-baik aja.


Berikan komentar kalian authot pasti balas.


Jangan pernah bosen ya, semangat terus buat kasih like dan komenan terbaik kalian.

__ADS_1


__ADS_2