Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke dua puluh tujuh: kembali nya seorang putri


__ADS_3

Typo masih ada!!!


Sorry! 😵😵 belum bisa di perbaiki.


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


"Ko balik tanya sih, kenapa kamu bisa ada di kamar ku. Apa kamu sengaja ingin menebar bubuk racun di rumah tangga kami." tanpa segan-segan Yuju meraih sebagian pakaian atas dada seseorang itu, akting mengancam bertujuan membuat ketakutan


"Tidak tahu malu, kau sedang berada dimana... ini wilayah kekuasaan ku." Yuju mendorong keras hingga seseorang itu jatuh kasar ke atas kasur


"Wilayah kekuasaan darimana, apa hotel ini milik mu hah," ejek Yuju yang masih dalam pengaruh alkohol yang ia minum terlalu banyak


Merasa harga dirinya di injak-injak, seseorang itu membalikkan keadaan yang tadinya menjadi korban pancingan. Kini ia menarik Yuju berada di bawah tubuhnya, ia mencekal pergerakan kedua tangan Yuju yang terus memberontak.


"Kau pikir, kau sedang berada dimana. Sadar diri, aku telah menolong mu meberikan fasilitas terbaik... masih saja kau kurang ajar padaku." seseorang itu berusaha mempertahankan kemenangan nya di atas tubuh gadis itu, saling tatap menatap dalam rasa benci memicu keduanya saling mengenal


Dari sebuah kebencian luluh hingga saling memandang dengan rasa penasaran tinggi, terhadap masing-masing yang bergejolak meminta bantuan.


"Hey! Laki-laki seperti mu, tidak pantas menyentuhku." Yuju menendang salah satu paha seseorang itu, hingga laki-laki itu melepaskannya


Yuju segera bangkit dari tempat tidur, ia berlari menuju ke arah pintu.


Menarik kenop pintu keluar dari dalam hotel, berjalan sempoyongan menyusuri dingding.


Entah harus pergi kemana tujuan yang harus ia langkahkan, keputusan tidak lagi berpihak pada dirinya.


Yuju memasuki area pesta kembali tanpa ia sadari, ia duduk di bangku kosong jauh dari keramaian orang yang tengah menikmati acara.





Walau ia melihat bayangan suaminya jauh di depan matanya, ia tidak berniat menghampiri laki-laki tersebut.





Masih merasa sakit hati akan tindakan dan juga ucapan yang dia lontarkan padanya.


Yuju tetap memakan semua cemilan di atas meja yang kini menjadi tempat penghibur baginya, di temani sebotol alkohol di samping tangannya.


Tak di sangka ada seorang Ibu-ibu memperhatikan tingkahnya dari kejauhan.


Ibu itu merasa iba terhadap Yuju yang duduk sendiri tanpa seorang teman, ia berpamitan pada suaminya untuk menghampiri Yuju.

__ADS_1


Berjalan tanpa ragu mendekati gadis itu, kini ia berdiri di depan Yuju.


"Apa kursi di depan mu ini kosong?" tanya si Ibu di sertai senyuman hangat


"Iya, tentu saja." jawab Yuju sambil meneguk air dari dalam gelas


"Sebelum nya saya minta maaf, karena kelancangan saya ikut duduk bersamamu... saya hanya merasa kasihan dan khawatir sesuatu buruk menimpamu, saya berpikir untuk berbicara denganmu baik-baik," ujar Ibu itu memberitahukan tujuannya mengapa dia menghampiri Yuju


"Benar sekali, apa yang anda katakan. Saya tengah mengalami kecelakaan besar dalam kehidupan saya, dimarahi suami di tambah bertemu dengan laki-laki kasar... hidup ini tak berwarna lagi," ungkap Yuju dengan kejujuran kata-kata nya


"Itu sering terjadi dalam pernikahan, menjalakan hubungan memang sangat sulit di laksanakan untuk mencapai kelancaran. Kamu masih muda, apa yang kamu alami adalah pembelajaran bagimu. Masalah yang kamu hadapi menjadi pengalaman, agar bisa kamu tangani ke depannya," balas si Ibu memberi penjelasan pada Yuju


"Kata-kata anda begitu aku mengerti, anda sudah sangat berkelaman dalam kehidupan rumah tangga." Yuju menuangkan air dari botol ke dalam gelasnya


"Saya sudah 25 tahun menikah, belajar dari masa lalu menjadikan kenangan masa depan. Seperti sekarang, masalah datang penyelesaian pun dapat di andalkan." Ibu itu menghela napas sejenak


"Pasti jika anda punya anak dia terpelajar dan sopan seperti anda," terka Yuju


"Mungkin dia seumuran dengan mu, saya kehilangan dia saat kembali dari kanada. Kecelakaan menimpanya," Ibu terlihat menahan tangis dalam dadanya


"Saya turut berduka untuk anda nyonya." lagi-lagi Yuju meminum alkohol dalam satu tegukan


Ibu itu bisa merasakan kesepian yang tengah di alami gadis di depannya.


"Dia melarangku makan daging juga hindagan yang di sediakan di sini, termasuk ini." Yuju mengakat gelas kosong di tangannya


"Kenapa, di sini makanannya di masak sangat higienis... mengapa suami mu melarang kamu?" Ibu itu langsung heran, bertanya-tanya ada apa dalam benaknya


"Karena aku tengah mengandung, dia sekasar itu padaku." Yuju mengelus perutnya, menyentuh bayinya berada


"Ohh... anda salah tanggap, suami anda melarang demi kebaikan anda sendiri. Memang wanita yang tengah mengandung ada batasan makanan yang harus ia konsumsi, menjaga kandungan itu sangat penting bagi kesehatan si jabang bayi." sungut si Ibu tersenyum haru melihat kepolosan Yuju


"Termasuk minuman ini." jari telunjuk Yuju menunjuk ke botol anggur


"Iya, jangan di ulangi apalagi mengandung untuk pertama kali bisa beresiko." Ibu itu mengambil gelas dari tangan Yuju juga botol lalu menaruhnya di samping kakinya


"Apa telah salah, menyalahkan direktur atas kebodohan ku," gumam Yuju


"Nama anda siapa?"


"Nama samaran atau nama sebenarnya?" tak lagi bisa di jernihkan pikirannya, Yuju mengalami rasa pusing hebat hingga ia berbicara ngelantur seadanya do sertai kejujuran yang tidak bisa ia elak


"Nama yang anda ingin ucapkan saja." Ibu itu tertawa kecil, saat melihat Yuju terlihat lucu di depannya

__ADS_1


"Choi Yuna, aku jujur pada anda ... ini pertama kalinya aku menyebutkan nama asliku." Yuju pun tertawa terbahak-bahak, pengaruh minuman yang ia minum terlalu banyak menguasai alam kesadaran nya


Ia mulai berimajinasi, membuat ia tertawa dan mengatakan banyak kata-kata yang tidak masuk akal.


Ibu itu terlihat syok mendengar jawaban Yuju, ia sontak mengutarakan pertanyaan nya


"Apa anda pernah mengalami kecelakaan sewaktu kecil?" tanya si Ibu sedikit memiringkan wajahnya ke bawah, menatap wajah Yuna yang bersandar di atas meja


"Iya, saat aku berumur 10 tahun. Waktu itu ayah dan Ibu mengajakku pergi ke rumah nenek, tak pernah terpikir bus kami menabrak bus lain yang melawan arah... aku hampir sesak napas, ketika bus yang kamu tumpangi terjun ke jurang," jawab Yuju kedua matanya terpejam


"Yuna," ucap Ibu itu menangis lirih


"Ibu... Ayah, Yuna merindukan mereka," Yuju bergumam dalam tidurnya


"Kamu tunggu di sini, Ibu akan kembali." si Ibu pergi dengan terburu-buru meninggalkan Yuju yang tengah tertidur


Ia berniat memberitahu suaminya, kalau putrinya sudah kembali.


Jungkook yang tengah berjalan pulang, ia melihat Yuju, langkahnya pergi menghampiri istrinya tengah dalam keadaan tidak berdaya.


"Aku kira kamu pergi ke kamar, ternyata kamu masih bertahan di sini." Jungkook memangku tubuh Yuju ke dalam pelukan tangannya, segera ia mengambil langkah pergi meninggalkan ruang pesta tersebut


Di tempat lain si Ibu berkomunikasi dengan suaminya, memberitahu berita yang ia dapat langsung dengan bukti nyata.


Suaminya terkejut sekaligus merasa bahagia, ia meminta istrinya agar segera mempertemukan ia dengan anaknya.


Melalui anggukan senang, istrinya membawa suaminya ke tempat dimana anaknya berada.


Sesampainya di sana, ia tidak mendapati anaknya di meja yang ia tinggalkan bberpaa menit lalu.


"Kemana Yuna, tadi dia di sini tengah tertidur lelap," ucap panik si Ibu yang tidak mendapatkan keberadaan putrinya


"Apa kamu yakin gadis itu adalah putri kita, mungkin kamu salah orang," sahut si suami memberi respon terhadap rasa panik istrinya


"Tidak, dia yang mengatakan sendiri namanya Choi Yuna aku juga bertanya, mengenai kecelaan yang menimpa putri kita... jawabannya sama dengan musibah yang dialami anak kita," jelas si Ibu memberi rasa kepercayaan terhadap ucapannya yang tidak berbohong


"Mungkin gadis itu tahu kita sedang mencari putri kita, maka dari itu ia berpura-pura mengatakan kebohongan untuk mendapatkan uang dari kita," ujar si suami yang belum yakin terhadap kejujuran yang di katakan gadis tersebut


"Apa orang yang tengah mabuk bisa mengatakan itu, tidak! Dia putri kita aku yakin, anak kita masih hidup jasadnya tidak pernah di temukan bukan sampai saat ini ... ini adalah jawaban dari kekhawatiran kita terhadap putri kita, Siwon." air mata seorang Ibu yang merindukan sosok gadis kecilnya, mengalir deras keluar dari dalam matanya


Siwon segera merakul tubuh istrinya masuk ke dalam pelukan, memberi kata-kata agar ia tabah menghadapi masalah tentang anak mereka.


"Jika memang benar, apa yang kamu yakini Yoona. Besok kita akan mencari gadis itu sampai ketemu." Siwon mengecup puncuk rambut Yoona, sama seperti yang tengah istrinya rasakan ia juga mengalami rasa sedih

__ADS_1


To be continues........


__ADS_2