
Banyak typo nya gaees!! Bijak aja ya, kalau yang bener lanjutin kalau nggak komplain aja jangan sungkan!!
~ Secret Director And assistant ~
Author POV
Malam harinya, Yuju memenuhi janji pada suaminya.
Yaitu memberikan sebuah ciuman, keduanya bercumbu sederhana di luar hubungan intim.
Cara mereka mengesankan momen romantis, dengan saling mengungkapkan apa yang tengah di rasakan.
Baik Jungkook maupun Yuju, mereka saling jujur tentang apa yang di pikirkan.
Jungkook mengatakan bahwa Yuju adalah tipe idealnya untuk di jadikan seorang wanita yang spesial di hatinya, sedangkan Yuju yang menganggap Jungkook sebagai teman hidup yang ia impikan sejak kecil.
Katanya pria yang perhatian lebih mengutamakan nya, juga sangat penyayang nan lembut bagaikan sutra itu lah gambaran Jungkook di mata Yuju.
Di mata Jungkook Yuju bagaikan Bunga yang mekar di musim dingin, karena istrinya mampuh menghangatkan suasana hatinya yang merinding di hantam badai kerinduan.
Gelak tawa pun pecah dari bibir sang istri, kata-kata Jungkook terlalu manis dan lucu.
Keduanya merasa lelah di tengah malam, Jungkook mengakhiri pembicaraan tangan kanannya memeluk tubuh Yuju yang terbaring lemas.
"Good night," ucap Jungkook pelan
Ucapan yang selalu ia ungkap, di setiap malam sebelum tertidur lelap.
"Good night too," balas Yuju
...............................
Ke esokan harinya, Jungkook berangkat kerja waktu fajar menyingsing.
Laki-laki itu serius dengan perkataan nya, tak tega membangunkan sang istri yang tertidur lelap.
Dia hanya menyimpan kecupan lembut di kening Yuju, sebagai tanda pemberitahuan bahwa ia akan pergi bekerja.
Beberapa jam setelah Jungkook meninggalkan rumah, giliran Yuju yang terbangun.
Ketika kedua matanya melirik ke samping, tak menemukan suami tercinta yang semalam banyak bercanda dengannya.
Yuju menyibakkan selimut menurunkan kedua kakinya, perlahan ia berusaha berdiri bangkit dari atas tempat tidur.
Gerak langkah tak secepat dahulu, hal ini terjadi pada seorang Ibu yang tengah mengandung.
Yuju memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dalam beberapa jam.
Kini dia tengah menggendong Jeno, berjalan-jalan di halaman.
__ADS_1
Sekaligus berolahraga kecil demi memperlancar persalinannya nanti sekaligus mengajak bermain Jeno, bayi yang sangat aktif tidak bisa terdiam.
"Jeno," panggil Yuju, ia memandangi wajah bayi mungilnya yang semakin bertumbuh pesat
Jeno hanya menatap wajah Yuju, seakan takut kehilangan sosok Ibunya lagi. Tangan kecilnya yang nakal menirukan gaya ayahnya, dia bisa berbuat kasar pada Yuju dengan menepukan telapak tangan ke atas dada Ibunya.
"Apa Ayah mu yang mengajarkan kelakuan nakal ini padamu," Yuju terlihat greget, namun di balik itu ia merasa terhibur senyum keceriaan Jeno menggantikan kesedihan di hatinya
Sore hari tiba, Yuju menatap ke atas langit di balkon kamarnya.
Menghayati keindahan alam dimana matahari sebentar lagi akan terbenam, belum juga ia mendapat kabar tentang suaminya.
Para pengawal yang berjaga juga tidak mengatakan apapun saat di tanya oleh nya, Yuju menutup jendela berjalan ke samping menarik kain gorden hingga tertutup kaca kamarnya.
Dia mendekati ranjang Jeno, dimana bayi laki-laki itu sedang tidur dan bermain dengan mimpi yang membuat ia tertidur nyenyak.
Yuju mengelus permukaan kening Jeno jari tangannya mengelus rambut yang seperti rumput di ladang.
"Ibunya begitu bodoh, mengapa dia tak ingin melihat pertumbuhan bayi yang menyegarkan perasaan sunyi," ucap Yuju syahdu
Ia menggoyangkan-goyangkan tempat tidur Jeno, pekerjaan sepele yang tak terlalu mengeluarkan banyak tenaga.
Si nenek mengetuk pintu, Yuju mengijinkan nenek itu untuk masuk ke dalam kamar.
Si nenek menyimpan segelas susu yang biasa Yuju minum, kemudian pergi tanpa berbasa-basi.
Kesepian melanda pikiran Yuju yang kosong, ia merasa hampa tanpa penghibur ataupun radio aktif dari pembicaraan dengan Jungkook.
Ketika ia melihat jam ding-ding sudah jam 10 malam, batin terusik resah.
Menatap Jungkook tidak datang juga, Yuju keluar dari kamar menunggu Jungkook di ruang tamu dekat pintu masuk.
"Kenapa Ayahmu belum pulang juga." kata Yuju, tangannya yang terus mengelus perutnya
Yuju duduk di sofa, kemudian berbaring dan bangun lagi.
Tidak bisa tidur karena pikiran terganggu oleh perasaan tidak enak, terus bulak-balik keluar rumah tak kunjung juga mendengar suara mobil Jungkook.
Sampai pada jam 02 pagi, barulah terdengar gemuruh suara mobil memasuki halaman rumah.
Yuju langsung membuka pintu berjalan menuruni tangga teras rumah, sesampainya dia depan mobil.
Ia tak bisa lagi berkata-kata, suaminya terlihat lesu di tambah keringat membasahi seluruh wajahnya.
Gerakan refleks tangan Yuju menarik tas Jungkook yang di pegang erat tangan suaminya.
"Apa kamu terbangun karena suara mobilku?" Jungkook menghentikan langkah kakinya, menahan lengan Yuju yang mencoba menarik tas kerja nya
"Tidak!" Yuju menggelengkan kepala, aku menunggu dari tadi sore
__ADS_1
"Apa kamu tidak sayang dirimu sendiri, bagaimana nanti kondisimu." Jungkook marah, ia menarik tas nya tangan kirinya menarik pergelangan tangan Yuju membawa istrinya masuk ke dalam rumah
Pintu tertutup rapat dan terkunci, Jungkook tidak berbicara lagi pada Yuju sampai mereka tiba di kamar.
Jungkook menyuruh Yuju untuk segera tidur, tapi istrinya menolak keras.
"Aku tidak bisa tidur kalau kamu tidak ada di sampingku," jawab Yuju dengan alasannya
"Yuju mulai sekarang tidur lah lebih awal, jangan menunggu kepulangan ku. Aku akan selalu pulang pada jam seperti ini, kamu tidak perlu menyusahkan dirimu sendiri untuk mengharapkan ku pulang lebih awal,"
"Tapi kenapa? hari ini aku bersedih, sepanjang hari tak melihat kamu. Aku cemas kamu pergi wanita lain,"
"Tidak, Yuju dengarkan aku, jika kamu masih tetap tidak melakukan apa yang aku perintahkan padamu. Aku benar-benar meninggalkan mu,"
Yuju terdiam akhirnya ia duduk di pinggir ranjang, tak lagi berdebat dengan suaminya.
Jungkook membanting pintu kamar mandi hingga menimbulkan suara keras, tetesan air mengalir deras keluar di kedua bola mata Yuju.
Ia menagis mengingat Jungkook tak sebaik semalam, dia berubah drastis tanpa mengingat dirinya.
Ketika Yuju pura-pura tertidur dan Jungkook selesai memakai baju tidurnya.
Suaminya berbaring memeluk Yuju erat, hembusan napas angin yang keluar dari bibir Jungkook membuat Yuju membuka kedua matanya.
"Apa kamu merindukanku?" pertanyaan Jungkook, mengingatkan Yuju tentang perasaan beratnya
"Pertanyaan apa itu, jika kamu saja sudah tahu apa yang akan ku jawab,"
"Ketakutan yang aku rasakan melebihi ketakutan mu, Yuju. Bukan kamu saja yang tersiksa akan jarak renggang kita jalani, aku pun begitu,"
"Bayangan wajahmu selalu membuatku salah mengenali orang, aku tersiksa saat mengetahui yang aku panggil itu bukan dirimu," lanjut Jungkook memperjelas ucapan nya tadi
"Aku tidak akan lagi menunggu mu, dan langsung tidur kalau sudah merasa ngantuk. Puas kan?!" Yuju terbawa perasaan marahnya hingga tidak ia cerna perkataan suaminya
"Baguslah, sekarang tidur besok pagi aku harus pergi." Jungkook menutup kedua matanya perlahan, rasa ngantuk sudah menjemput ia untuk datang
Jungkook yang lelah terlebih dahulu tertidur, Yuju masih terjaga karena masih memikirkan masalahnya dengan suaminya.
Waktu fajar datang, barulah Yuju tertidur pulas.
Giliran Jungkook yang harus segera beraktivitas, laki-laki itu bangun dan buru-buru pergi ke kamar mandi.
Kalau biasanya ia memakai pakaian setelan atas di bantu Yuju, kini ia harus berjuang sendiri.
Walau dasi yang ia rancang tidak sebagus bentuk yang di buat istrinya, tetap saja ia biarkan.
Setalah rapi memakai pakaian lengkap, Jungkook langsung berangkat ke kantor.
Tidak sarapan terlebih dulu, perut kosong ia hiraukan walau sudah berkicauan minta jatah makan.
__ADS_1
To be continued...........