
Up faster! Karena antusias kalian!
Vote and comments!!!!!
Di harap kalian berhati-hati atas typo dan adegan dewasa NC18++++
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
"Sudah cukup Jungkook! cukup, biarkan aku pergi... pergilah bersama dengannya, jangan menatapku lagi." Yuju memalingkan wajahnya, ia berusaha bergerak melewati tubuh suaminya
Sayangnya Jungkook menarik lengannya kemudian membalikkan tubuhnya menghadap dingding.
"Dengar Yuju! kau hanya wanita simpanan, apa kau pantas berkeliaran di luar." Jungkook mencekal kedua tangan Yuju di dalam satu genggaman tangannya, tangan kanannya menarik resleting belakang gaun yang di kenakan istrinya
"Simpanan... Iya memang benar, seharusnya aku di dalam kurungan...." ucapan Yuju tersenggal, karena ciuman yang tiba-tiba saja menghantam bibirnya
Penolakan dan gairah seorang Jungkook, yang melakukan percintaan dengan istrinya di mulai dari bibir Yuju.
"Jangan lakukan!" batin Yuju menjerit histeris
Ketika napas tak lagi kuat menahan sebuah kecanduan, Jungkook melepaskan tautan bibirnya secara perlahan.
"Hhahah...hahhahah... Jangan lakukan lebih dari ini, aku sedang tidak enak badan!" lirih Yuju meminta ampunan pada suaminya
"Tugasmu hanya memenuhi hasratku, kau telah membuatku kecewa jadi terimalah balas dendam dariku, atas penghianatan mu." jari jemari Jungkook menyusup masuk ke bawah gaun Yuju, menarik kain celana dalam yang istrinya kenakan menurunkannya ke bawah paha
"Hukum aku nanti saja, jangan sekarang! Aku sedang...."
"Sedang apa, sedang melakukan kencan dengan pria itu... munafik sekali dirimu." cekalan tangan kiri Jungkook menggengam erat kedua tangan Yuju terlepas kan
Jungkook menarik belt yang melingkar di pinggang nya kemudian mengunakan belt tersebut untuk mengikat kedua tangan Yuju.
"Aku mohon! Aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku!"
"Pekerjaan... selesaikan pekerjaanmu dengan ku dulu, baru kau boleh pergi menemui pria itu lagi." setelah mengikat kedua tangan istrinya, Jungkook menurunkan resleting celananya
Menaikkan gaun Yuju sampai ke atas perutnya, memajukan langkahnya untuk melakukan hubungan seksual dengan istrinya.
Saat kejantanan nya masuk dengan sempurna, Jungkook memulai hukuman bagi Yuju.
Hentakkan hebat terjadi di dalam ** nya, membuat desahan lembut terhempas keluar.
Menggeram menahan rasa nikmat, ia tidak ingin bermain dalam kehanyutan sebuah hubungan intim.
Jungkook memasukan kepalanya ke dalam ruang yang berada di dalam ikatan kedua tangan istrinya, sehingga tubuhnya berada lebih dekat dengan Yuju.
Dengan kedua telapak tangannya saling menyatu yang terikat berada di belakang pundak suaminya, Yuju meratapi kepasrahan yang tengah terjadi.
Jungkook mengangkat kedua paha Yuju naik ke atas pinggang nya, laki-laki itu menginginkan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.
"Yuju... jika kau mengatakan kejujuran... Aku melepasmu sekarang?"
Tanya Jungkook sambil menstabilkan jalur masuknya kejantanan di dalam rahim Yuju.
"Jika aku jujur, kamu pasti akan mengacaukan semuanya," batin Yuju
__ADS_1
"Kau tetap tutup mulut, tidak ingin menjelaskan siapa dia padaku!" Jungkook emosi kembali, ia semakin mempercepat pompaan senjata nya yang terus menguat
Suara rancau yang tak tertahankan lagi, Yuju memanggil nama Jungkook dalam kenikmatan yang bergejolak panas membara tubuhnya.
"Jungkook!" desah Yuju sekencangnya
"Cepat katakan sejujurnya, hubunganmu apa dengan dia?"
Jungkook hampir mencapai organisme, Yuju yang belum mengungkapkan rahasianya hampir sampai ke puncak masturbasi.
"Katakanlah Yuju!" bentakan Jungkook di sertai wajah yang menyeramkan, kedua matanya melotot tajam bibirnya memberi isyarat pembunuhan
"Kami hanyalah rekan organisasi yang di bangun kakak," jawab Yuju telah mencapai batas di ambang ujung kelelahan
Jungkook terkejut perlahan gesekan penisnya melambat, gerakan yang cepat menjadi turun drastis dan tak bergerak lagi.
"Aku ingin melindungimu dari kakakmu, ia mengunakan nama mu dalam dunia perdagangan narkoba," ungkap lanjut Yuju
Jungkook menurunkan kedua kaki Yuju dari atas pingganya, karena syok mendengar ucapan yang di katakan istrinya.
Yuju akhirnya bisa bernapas dengan lega, percintaan yang baru saja selesai membuang banyak tenaganya.
Letih merasakan kelusuan dalam dirinya, Yuju terduduk di atas toilet pembuangan yang tertutup rapat.
"Seharusnya aku tidak mengatakan ini padamu, tapi kau terus memaksaku. Aku dan kak Jin hanyalah seorang anggota, kami tidak pernah berkomunikasi dengan sangat serius. Tidak ada hubungan yang jelas di antara kami, aku juga tidak melakukan perselingkuhan dengannya," sungut Yuju untuk menambah kepercayaan yang mulai di rasakan suaminya
"Melindungi ku, jadi selama ini... aku telah di buta kan oleh kecemburuan yang tidak benar kenyataan nya." Jungkook merendahkan pandangan matanya, melihat Yuju yang wajahnya sedikit menunduk ke bawah
Jungkook membenarkan posisi celananya yang hampir melorot ke bawah, menutup resleting nya kemudian membantu Yuju membuka ikatan belt yang mencengkram pergerakan tangannya.
"Aku sudah mengatakan kebenaran padamu, jangan halangi aku lagi... Aku sedang membalas jasa mu yang telah membiayai kelompok kami." Yuju menarik celana dalamnya yang berada di bawah kakinya, memakainya kembali lalu membenarkan resleting di punggungnya
"Kata maaf sudah terlambat." Yuju menggeserkan bahu suaminya, ia lolos pergi dari ruang kamar mandi
Setelah menerobos pertahanan tubuh kekar Jungkook
Jungkook yang terdiam menjadi seorang pembisu dalam kebodohan, di dalam kepalan tangan kirinya masih ia pegang erat belt hitamnya.
Yuju menutup pintu toilet, mulai merapikan tataan rambutnya yang acak-acakan.
"Kemarahan yang tidak ada artinya." Yuju melangkah pergi dari depan kamar mandi menuju meja yang ia tinggalkan cukup lama
Sesampainya di sana, ia hanya melihat Jin yang tengah duduk setia menunggu dirinya.
"Yuju!" panggil Jin, yang menangkap penglihatan Yuju sedang berjalan ke tempatnya
"Kak Jin, dimana mereka?" tanya Yuju sembari duduk di samping Jin
"Sayang sekali kita kehilangan kejadian itu, mereka baru saja melakukan transaksi... kamu darimana saja, aku tadi ke toilet tapi tidak berani masuk?" ungkap Jin yang penasaran karena hilangnya Yuju
"Ada masalah besar, aku harus menyelesaikan permasahan itu dulu... Jadi, gimana apa hari ini kita sia-sia?" raut kekecewaan terpancar jelas di wajah Yuju
"Kalau mau di kata jujur iya, tapi kita mendapat informasi lagi kalau transaksi itu akan kembali di lakukan." Jin meneliti keadaan Yuju yang sedikit berantakan
Matanya sembab, hidung memerah dan warna lipstik yang ia pakai terlihat memudar.
"Wajahmu terlihat pucat, sebaiknya kita periksa ke dokter sebelum pulang." Jin menyentuhkan telapak tangannya, meraba pipi Yuju dan merasakan suhu panas
__ADS_1
"Kamu sedang sakit?" Jin menarik tangan nya kembali, menaruhnya di samping tubuhnya
"Tidak usah, memang aku tengah sakit sebelum datang ke sini. Kak Jin kita pulang saja, aku merindukan Jeno." Yuju mengambil tasnya, menaikan tali tas ke atas bahunya
"Baiklah, ayo." Jin beranjak dari tempat duduknya, mereka berdua berjalan meninggalkan meja
Jungkook baru saja keluar dari toilet wanita, ia melihat Yuju pergi bersama Jin melewati pintu gedung.
"Maaf telah mengacaukan segalanya, Yuju." Jungkook pergi ke arah keramaian orang
Semua orang bertanya padanya, ia hanya tersenyum dan sesekali menggelengkan kepala menjawab pertanyaan yang datang padanya.
Eunha datang menghampiri Jungkook dan mengeluarkan kekesalan nya padanya. Karena suaminya pergi lama sekali dari perkiraan nya, merengek manja padanya.
"Jungkook, Ibu dan Ayah bertanya kamu dimana... aku juga nyariin kamu dari ujung pintu ke pintu, kenapa kamu pergi tanpa bilang sih?" Eunha menaruh kedua lengannya di bahu Jungkook
Ia memamerkan kemesraan di antara suaminya di depan umum, hingga mendapat banyak perhatian tamu undangan yang datang.
"Singkirkan tanganmu, malu di lihat semua orang." Jungkook meraih kedua lengan Eunha di kedua sisi bahunya
"Jawab pertanyaanku?" Eunha memunculkan ekspresi tidak senang atas perlakuan suaminya
"Kalau aku bilang pasti kamu akan menyusulku, bukan." Jungkook pergi dari hadapan Eunha ia ingin menghadap kepada kakeknya yang sedang berbincang dengan seorang klien
"Aku kan istrimu, Jungkook ingat! Nanti malam kau akan tidur denganku!" teriak Eunha karena tidak mendapat perhatian dari suaminya, kini ia malah mendapat banyak perhatian dari para tamu undangan
Jungkook berbalik kebelakang menatap Eunha dengan tatapan marah, mendengus kesal lalu melanjutkan langkahnya kembali.
"Dia menambah rasa maluku." Jungkook menutupi bagian halisnya menggunakan tangan kanan, agar ia tidak menjadi pusat padangan semua orang karena dampak bencana ucapan dari istri manja nya
Saat berdampingan dengan sang kakek, ia di peringati tentang sikap Eunha yang mempermalukanku nama keluarga dengan tindakan kekanak-kanakan.
"Seharusnya kau tidak membawa istrimu kemari, belum juga selesai komplik perceraian yang masih menjadi topik hangat pembicaraan media. Kini aku harus mendengar kabar buruk di berita, tentang istrimu yang kedua," bisik pedas kakeknya di telinga Jungkook
"Maaf kek, Ibu yang membawa dia kemari. Aku tidak pernah mengundang nya ataupun tinggal bersama dia," balas Jungkook berbicara pelan
"Kendalikan dia sekarang atau pesta ini kacau karena ulah nya!" sang kakek pergi meninggalkan cucunya, yang tengah menanti sebuah pembicaraan hangat tentang kinerja dirinya di dunia perbisnis-an
"Eunha kau selalu membawa masalah bagiku, sekarang aku tidak bisa berbuat banyak," desis Jungkook menahan amarah
Sore harinya Yuju di buat sibuk oleh Jeno, yang terus menangis sejak mereka sampai di rumah.
"Sayang... Kenapa kamu terus menangis, minum susu ngak di minum." Yuju duduk di pinggang ranjang terus mengelus kening Jeno yang bercucuran keringat
Tiba-tiba rasa pusing dan nyeri di dalam perutnya menyerang, pandangan kabur penglihatan matanya tak terlihat jelas memandang.
Yuju terpaksa menaruh Jeno di atas tempat tidur, ia tidak bisa membahayakan nyawa Jeno saat dirinya hilang kendali atas tubuhnya sendiri.
"Dalam keadaan seperti ini, Jungkook malah tidak ada di sini." Yuju menjatuhkan tubuhnya perlahan, berbaring dan memeluk Jeno ke dalam pelukannya
Seperti tertusuk-tusuk oleh sebuah pisau tajam, perutnya menggeliat semakin parah.
Yuju mendorong tubuh Jeno menjauhi dirinya, ia bangkit dalam kecemasan yang terjadi secara dadakan.
"Kuatkan dirimu Yuna," batin Yuju
Mencoba bangkit meneguhkan perasaan sakitnya, ia mengingat perkataan Jungkook yang mengatakan akan tidur dengan istri barunya.
__ADS_1
"MENGAPA!" teriak Yuju, tak bisa di tahan kekecewaan dalam hatinya
To be continues..............