
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Minhyun menegur Yuju, ia menyarankan wanita itu untuk ikut dengan nya merebahkan diri di sofa.
"Baiklah." Yuju kembali melangkah sebagai seorang penguntit yang baik
Terdengar langkah seseorang menuruni anak tangga, dan berbicara memanggil nama dengan sebutan Minhyun.
"Kak Minhyun, lansia mana lagi yang kau bawa kemari, kau sudah menghubungi keluarganya belum?" ujarnya bersuara keras
"Lansia? Apa!" batin Yuju kaget, mendengar perkataan dari mulut seorang wanita
Setelah Yuju duduk dan membuka ikat tali gendongan bayi di atas bahunya, semakin jelas terdengar seseorang mendekat ke arah dirinya.
"Ups!" ucap wanita itu, terkejut lalu menghentikan langkah kakinya
Yuju tertarik menoleh ke sumber suara, di tatapnya seorang wanita cantik penuh pesona dengan tatapan matanya yang terlihat cemerlang.

Mengerjapkan kedua matanya perlahan, menunjukan rasa kebingungan terhadap sosok yang datang.
"Ohh...oh... Kak, siapa wanita yang bersama mu ini." ucap adik Minhyun melangkah dengan tergesa-gesa mendekati tempat duduk yang kosong di sebelahnya
"Seorang Ibu, kenapa?" Minhyun menoleh ke samping menatap adiknya, tatapan mata yang tidak menyukai tingkah polos nya
"Jadi kakak tidak bawa lagi nenek ataupun kakek ke rumah, aku bersyukur akhirnya kamu menemukan jodoh secantik ini," ujar nya bahagia tidak berpikir yang terlalu jauh untuk menebak
"Dia sudah punya suami, tidakkah kamu lihat seorang bayi di pangkuan nya?" Minhyun merendahkan padangan matanya, memberi kode keras pada adiknya agar bersikap sopan terhadap tamu yang datang
Sering kali SinB berulah aneh di depan para tamu yang hadir di rumah keluarga Hwang, gadis hyper aktif itu tidak pernah diam dan banyak mengomel.
Sampai-sampai mereka meminta pulang dalam waktu 10 menit, setelah mereka duduk di atas sofa.
"Sayang sekali, wanita secantik dia sudah ada yang memiliki kasihan kakak ku yang jomblo ini," batin SinB merasakan duka cita terhadap kesendirian kakaknya yang tak kunjung menikah

"Nama kakak siapa, aku hwang EunBi." SinB mengulurkan tangan kanannya, bersedia berkenalan dengan Yuju
"Choi Yuju, senang bertemu dengan mu adik cantik." Yuju menerima jabat tangan manis dari SinB, mereka saling melepaskan jabat tangan yang sedang terjadi
"Kak Yuju, bolehkan aku bermain dengan bayimu. Aku ingin sekali mengendong bayi sejak dulu, tapi sampai saat ini keinginan ku belum kesampaian." SinB senyum memohon, agar ia di perbolehkan menggendong bayi yang berada di pelukan sang Ibu
"Tentu saja." Yuju mengangkat tubuh Jeno, ia beranjak dari sofa dan memberikan bayi nya ke pangkuan tangan SinB
SinB terlihat sangat senang, bahkan kegirangan beberapa kali gadis itu mengecup kedua pipi Jeno dengan gemasnya.
"Maafkan dia, bersikeras ingin menikah dan segera punya anak. Maka dari itu, ketika ia jatuh cinta pada kakak kelasnya, ia langsung mengikat pria itu untuk menjadi pendamping hidupnya,"
"Cinta memang buta, bagaimana pun caranya agar tidak jatuh ke dalam kasih sayang. Tetap saja kita tertarik untuk mengikuti jalur kodrat yang sudah di tentukan,"
"Untung nya Jimin mau mengikuti kemauannya, walau dia sangat arogan seperti itu." Minhyun melirik adiknya sekilas, lalu tersenyum
"Jimin mencintaiku sebelum aku mencintainya, jadi wajar saja kami bertunangan daripada kakak jomblo melulu," ejek SinB tak mau kalah dari sang kakak yang terus memojokan dirinya
"Bisa aja alibi nya, padahal kamu dulu yang nyatain cinta ya kan?" sindir Minhyun membuka kartu as miliknya terhadap sang adik
"Itu karena Jimin tidak mau mengungkapkan perasaannya padaku, ya aku aja yang bilang jujur ke dia. Lagipula... Dia tembak aku udah dua kali," SinB membalas sendirian kakaknya yang membenarkan cinta nya
"Keliatan bohong," Minhyun masih tidak ingin mengalah pada adiknya
"Bohong... Ini itu real... Fakta ngak ada fitnah ya." SinB menimang-nimang Jeno di pangkuan tangannya
Yuju menjadi seorang penonton gratisan antara drama kakak beradik yang belum usai, sedangkan Jungkook ia tengah kecewa besar.
__ADS_1
Setelah ia mengubek-ubek rumahnya, tak kunjung juga menemukan keberadaan istri dan anaknya.
Mengamuk pada setiap penjaga di rumahnya, mengatai penjaga gerbang sampai penjaga rahasia yang bertugas membuntuti Yuju.
"Maafkan kami Tuan, nyonya belum pulang sejak pagi dia pamit pergi ke kantor," jelas si penjaga gerbang
"Kami sudah berusaha mengikuti nyonya, tapi sayangnya kami kehilangan jejak," ungkap penjaga rahasia
"Menjaga wanita lemah seperti itu kalian tidak bisa, aku mengaji kalian bukan untuk di sia-sia kan. Tugas yang ku berikan itu sangat penting, cepat cari dia atau kalian tidak usah lagi bekerja di sini!" tegas Jungkook suara marah yang tak terkendali membuat semua penjaga kabur kocar-kacir keluar menuruti perintah sang majikan, mencari istrinya yang masih berkeliaran di luar
"Kenapa kamu melanggar lagi Yuju, larangan dariku tidak pernah kau ingat!" Jungkook berdengus kesal, hatinya tengah terbakar oleh nafsu amarah yang berkobar-kobar
Yuju melihat jam dingding, ia mulai gelisah dan meminta untuk segera pulang.
SinB mencoba menahan kepulangan nya, sayangnya Yuju masih tetap bersikeras pada keinginannya untuk langsung pulang.
"Bukannya tidak senang tinggal di sini, suamiku pasti tengah menunggu." Yuju memakai kain gendongan, lalu ia mengambil Jeno dari pangkuan tangan SinB memasukannya ke dalam gendongan bahunya
"Menginap saja kak, kamarku bisa jadi tempat nyaman untuk kakak beristirahat ini sudah hampir tengah malam... kasihan bayinya," ucap SinB merasa sedih akan di tinggal pergi, oleh Yuju yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri
"Maaf! Aku tidak bisa, bagaimana pun aku harus tetap pulang." Yuju meraih tas lalu ia naikkan ke atas bahu sebelahnya
"Aku akan pulang, lagipula semua barang mu ada di dalam mobil ku." Minhyun beranjak dari tempat duduk nyaman nya, bergegas mendahului Yuju ke arah pintu
SinB menahan pergelangan tangan Yuju, ia tidak rela di tinggal pergi oleh kakak yang baru saja ia kenal.
"Aku mohon! Jangan pergi ya kak," SinB memelas belas kasihan Yuju, agar ia tidak pulang ke tempat asalnya
"Maaf SinB, lain kali saja ya. Kalau kita bertemu lagi, sekalian bicara panjang lebar." perlahan Yuju melepaskan jari tangan SinB yang mencengkram kuat lengannya
Berat meninggalkan seseorang yang sudah menyanyangi seperti keluarga sendiri, walau beberapa jam saja bertemu SinB sudah tertarik dan menganggap Yuju sebagai saudarinya sendiri.
Tapi sayangnya, tugas Yuju membuatnya tidak bisa tinggal memenuhi permintaan gadis tersebut.
Dengan senyuman kerinduan, Yuju mencoba untuk tetap tegar. Ia tidak ingin meneteskan air mata, dan membuat SinB semakin sedih karena tangisan yang ia buat.
Mobil melaju di kendalikan meninggalkan rumah keluarga Hwang, meninggalkan perjalanan Yuju yang masih panjang.
Jungkook nekad mencari Yuju seorang diri tanpa kawalan dari siapapun, bahkan ia rela berjalan kaki dan mengendalikan kecepatan larinya mengejar harapan yang tak pasti.
Hujan rintik-rintik perlahan berubah menjadi butiran besar, semakin deras sebuah pukulan kecil ia terima ke sekujur tubuhnya.
"Yuju!" teriaknya menambah kecepatan lari
Beberapa jam kemudian.........
Yuju telah sampai di gerbang rumahnya, Minhyun membantu Yuju membawakan barang-barang dari bagasi ke dalam rumah.
Dalam perjalanan menuju ke pintu, Yuju merasakan keanehan. Ia tidak lagi menjadi target pengawasan ataupun lirikan mata tajam, seperti biasanya.
"Kemana para penjaga itu pergi," batin Yuju heran
Di depan teras rumah depan mobil sang suami terparkir menghalangi jalan nya, Yuju sontak terkejut segera ia berlari ke papan pintu.
Mengenggam erat kenop lalu memberikan tenaga kuat membukakan pintu secara luas, melenggang masuk dengan gerakan cepat, Minhyun yang memperhatikan hanya bisa menggeleng tak paham.
"Nona, aku taruh semua barang mu di sini," ucapan Minhyun tidak di dengar Yuju
"Nona!"
"Hey Nona!" kembali panggilan suaranya tak di dengarkan
"Kalau begitu aku pamit, selamat malam." Minhyun segera pergi dari dalam ruang tamu, setelah menyimpan barang yang ia bawa
Karena panik Yuju tidak mengindahkan ucapan dari Minhyun, ia bergegas berjalan ke arah tangga menuju kamar yang berada di atas.
"Jungkook!" panggil Yuju suara kepanikan terdengar jelas
__ADS_1
Yuju membuka pintu kamar, dia tak kunjung juga menemukan laki-laki yang ia cari.
Melepaskan gendongan menidurkan bayinya di tempat tidur.
"Jeno sayang, Ibu harus pergi sebentar tidur di sini dengan tenang." setelah menyelimuti Jeno, Yuju buru-buru keluar ia menuruni anak tangga dengan langkah sangat tergesa
Usai langkahnya menyentuh lantai dasar, ia menatap ke depan. Di balik pintu yang cukup terbuka lebar, munculah seorang laki-laki yang basah kuyup kehujanan.
Ambisi tatapan penuh kemarahan, tertuju kepada dirinya. Segera Yuju dengan langkah tanpa ragu mendekati laki-laki itu, namun.
Kehadirannya malah membuat ia celaka, tubuhnya di dorong kasar hingga terjatuh.
"Jungkook, maafkan aku!" Yuju memejamkan matanya, rasa takut mulai menghantuinya
"Maaf! Maaf apa yang kau katakan, maaf telah kabur dari sini atau pergi menemui pria lain hah?" dengan sigap Jungkook berjongkok di hadapan Yuju lalu menjepit dagunya dengan jari tangannya
"Aku tidak menemui pria lain, sungguh aku bicara jujur padamu!" terang Yuju bibirnya bergetar seperti tengah menggigil
"Omong kosong, alibi mu kurang bagus untukku. Aku keluar demi mencarimu, sekarang kau sudah berada di depanku dengan rasa takutmu. Apa bukti yang ku dapat ini, tidak jelas. Kalau kau menyembunyikan kebenaran, atas kebohongan mu," cerca Jungkook tidak mudah percaya pada ucapan Yuju
"Tuan Direktur...." ucapan Yuju semakin memicu amarah Jungkook yang terus meronta-ronta padanya
"Direktur lagi... Direktur lagi, baru saja kau memanggilku sebuah nama kenapa hilang lagi dari pikiranmu... Yuju!" teriak ganasnya sambil menghempaskan dagu Yuju
"Apa aku kurang baik padamu... sehingga kau berniat meninggalkan ku." Jungkook mengangkat tangan kanannya di atas kepalanya
Berniat membuat sebuah tamparan keras ke pipi istrinya, memberikan efeek jera yang akan selalu di ingat nya.
Yuju menutup matanya, bersiap menahan rasa sakit dari hukuman yang akan di berikan suaminya.
Akibat dari perbuatannya yang selalu mengelak, dari kebenaran di tambah perkataan yang didasarkan kebohongan.
To be continues......?
A/N:
Sekian lama aku menunggu kabar darimu!
Ok welcome back to readers!
Di cerita ini, mungkin udah lupa atau kalian hapus dari daftar bacaan.
Karena kabar yang tak kunjung datang!
😂😂😂 ashhiiappp
Gimana kabarnya?
Semoga dalam keadaan sehat walafiat, shut!!! 😣😣
Author lagi marah nih! 😈😈
Sama kalian, karena ngak ada yang perhatian!
But, cinta mengalahkan kebencian mencarikan kekerasan, meluluhkan hati yang kuat.
Semoga malam ini malam bahagia, ya.
Kemarin banyak masalah dan pekerjaan yang terus-menerus datang buat di kerjakan.
Ada yang baca kah author ketik dari atas sampai sini.
See you!!! 😍😍😍
BABY
@AnaPitriana
__ADS_1