
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Bahaya Typo ku!!!😂😂😂😂
Seseorang itu malah mengacuhkan Yuju, ia pura-pura sibuk bermain dengan ponselnya yang baru saja ia keluarkan dari dalam saku celana jeans hitamnya.
"Lee Taeyong, apa itu namamu?" Yuju akhirnya mengetahui nama seseorang di depannya, ia mengintip laki-laki itu ketika sedang bermain ponselnya
Taeyong melirik Yuju yang nampak terkejut setelah mengetahui namanya, ia bahkan mentertawakan gadis di sampingnya.
"Hehehe...."
Tawanya Taeyong membuat Yuju merasakan malu, apalagi orang-orang yang tengah duduk di cafe memperhatikan mereka berdua.
"Sudah hentikan, kau gila ya!" Yuju menyenggol lengan Taeyong
"Kenapa aku harus berhenti?" perlahan tawa mereda, Taeyong berbalik menghadap Yuju
"Lupakan, jika kau ingin tertawa keras aku tidak akan larang lagi." Yuju mengaduk sedotan di dalam minumannya, mengatasi rasa canggung akibat perhatian orang-orang yang sendiri tadi terus menyorotinya
"Lihat kedua orang tua jauh di depanmu tengah bersedih." tangan Taeyong menangkup dagu Yuju memutarkan wajah cantiknya, melihat ke sepasang suami istri yang terlihat tidak bahagia
"Mengapa harus melihat mereka?" Yuju memutarkan wajahnya menatap Taeyong datar, ia tidak peduli pada kejadian yang baru saja ia lihat
"Mereka menjodohkan ku dengan putri mereka yang hilang sudah sekitar 11 tahun, cik... bukankah sama saja mengharapkan hantu datang," sambung Taeyong
"Apa maksudmu, kau terdengar meremehkan niat baik mereka?" tiba-tiba saja Yuju tertarik pada topik yang di bicarakan laki-laki tersebut
"Bukan begitu, hanya saja mana ada yang mau menikah dengan hantu. Menjalani kehidupan tapi terasa mati di lakukan," jelas Taeyong membuat Yuju semakin tidak mengerti ucapannya
"Kau ini bicara apa, jika takdir berkehendak, putri mereka akan kembali lalu kau bahagia bisa memiliki gadis yang baru kau temui itu. Jujur saja, hantu ya... aku tidak bisa menggambar kan sosok nya, tapi yakinlah! Orang tuanya saja percaya kalau putrinya masih hidup, tapi kenapa calon suaminya pesimis kalau pengantinnya benar-benar sudah tiada?"
"Kau tidak tahu bagaimana mencintai dalam kebutaaan," dalih Taeyong
"Kebutaan," ucap Yuju sambil berpikir keras mengartikan maksud Taeyong
"Kita di kenalkan pada seorang gadis yang hanya mendengar kisah hidupnya, tanpa mengetahui sosok gadis itu sebenarnya. Sudah lama, aku ingin berontak pada orang tuaku, untuk menghentikan perjodohan konyol ini," Taeyong mengalami frustrasi, ia menundukan kepala karena tidak kuat menahan beban hidupnya yang pahit
"Andai aku bisa memilih, mungkin kematian cocok juga," andai Taeyong dengan ambisinya yang luntur
"Bodo! Kalau mau mati sekarang pun tidak ada yang peduli." saat Yuju beranjak pergi, Taeyong menarik salah satu lengan yang bisa ia jangkau sebagai sandera agar mempertahankan Yuju berada di dekatnya
"Hey!!! Bisakah kau temani aku sebentar, pikiran berat tengah menggandrungi naluri jiwaku!" pinta Taeyong ia menunjukan sisi kehampaan dalam dirinya, rasa iba Yuju pun bangkit untuk menolong nya
"Ok, hanya sebentar saja." Yuju duduk kembali di samping Taeyong
"Of course." Taeyong mengeratkan genggaman jarinya, menahan lengan Yuju
Scrolls
__ADS_1
Ke
Bawah
Beberapa jam kemudian.........
Yuju malah menjadi korban kejahatan Taeyong, laki-laki itu tidak hanya menyandera lengannya tapi bahunya ikut bergabung di sandera olehnya.
Taeyong yang tertidur lelap di atas bahunya, membuat Yuju merasa tidak nyaman dan takut.
Takut akan kemarahan suaminya, ketika mengetahui kejadian romantis yang berakhir dramatis setelah dia datang.
Benar saja dugaan yang ia pikirkan, Jungkook terlihat berjalan menuju ke dalam cafe yang tengah ia tempati.
"Tidak!" Yuju menggelengkan kepalanya, secara tak sadar tubuhnya yang bergetar menjadi alarm bangun tidur Taeyong
"Kenapa kau membangunkan ku?" Taeyong tak lagi bersandar di bahu Yuju, ia mencoba membuka kedua matanya lebar-lebar agar melihat dengan pemandangan yang jelas
"Bisa lepaskan lenganku atau tidak?" Yuju menatap Taeyong berharap laki-laki itu mengakhiri hubungan tidak jelas dengannya
"Kenapa harus aku lepaskan, apa kau sudah menebus pembayaran padaku atas tingkah laku mu di kamar hotel ku," jawab Taeyong licik
"Dasar picik, kau menjadikan ku sebagai tebusan atas kesalahan yang aku lakukan tanpa sadar. Jika aku membuatmu hamil, tentu harus bertanggung jawab. Ini tidak terjadi apa-apa, mengapa harus membayar lebih." Yuju berusaha sekuat tenaga melepaskan lengannya dari genggaman erat tangan laknat seorang Taeyong
"Coba saja kalau bisa, aku takkan melepaskan mu," ejek Taeyong semakin merasa seru memainkan perasaan gelisah gadis di depannya
"Cepat lepaskan atau suamiku akan...." ucapan Yuju terhenti ketika membayangkan kemarahan Jungkook
"Akan ... Apa?" Taeyong menjadi lebih tertarik pada sosok Yuju
"Memukul mu sampai mati!"
"Siapa yang mengatakan itu?" tanya Yuju, menggulirkan matanya ke samping

Taeyong memperhatikan Jungkook yang berdiri di depannya, keangkuhan juga tatapan lahar dingin terjadi di kedua bola mata di depannya.

"Kau sedang memegang tangan istri orang, dimana sopan santun mu." Jungkook melepaskan tangan Taeyong dari lengan istrinya, ia juga menarik tubuh Yuju hingga gadis itu keluar dari tempat duduknya dan berdiri di samping nya
"Ohh ternyata kau suaminya." Taeyong menepuk-nepuk kedua tangannya, seperti membersihkan debu di kedua telapak tangannya
"Sebaiknya kau hati-hati berurusan denganku, kalau kau masih ingin bernapas dan hidup di dunia ini. Karena Jungkook tidak menyukai sesuatu yang berharga baginya, di renggut paksa." Jungkook meraih telapak tangan Yuju menyatukan jari tangannya, menggengam erat tangan istrinya
Taeyong terlihat senang pada ancaman yang Jungkook katakan, ia mempunyai pesaing di dunia bisnis yang setara memenuhi kriteria musuh di inginkan nya.
"Carilah gadis yang belum punya ikatan, merebut sama saja mencari masalah menjerumuskan mu ke dalam kegelapan." kata terakhir nasihat dari Jungkook, ia pergi membawa sang istri menjauhi mala petaka
Yuju sempat melihat kebelakang, menatap kasihan Taeyong karena dimarahi habis-habisan oleh suaminya.
__ADS_1

"Malang sekali nasib mu, nak," batin Yuju merasa iba
"Jika kau melirik dia sekali lagi, aku tidak segan memperkosamu di kamar nanti!" ucap Jungkook marah, ia tidak senang melihat Yuju yang terus melihat kebelakang memperhatikan pria lain
"Ahh... Baiklah, kasihanilah aku tuan direktur." Yuju mengangguk, menyatakan persetujuan agar terhindar dari amukan massal suaminya yang mungkin mengarahkan ke dalam ke brutalan sikapnya
"Menurut lebih baik daripada menjadi seorang pembangkang," tegas Jungkook sambil terus fokus berjalan
Yuju berusaha menyamakan langkah kakinya, yang telat hingga cepat agar ia tidak tersandung karena tarikan tangan yang Jungkook lakukan padanya cukup keras.
.
..........{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}..............
.
.............,................
.
Yuju duduk pasrah di atas jok depan mobil yang tengah melaju, sang supir tampan tengah fokus menyetir membiarkan dia menjadi seorang bisu karena tidak diajak bicara sejak kepergian dari hotel beberapa menit lalu.
Merasa bosan dengan suasana hening yang menegangkan, akhirnya ia memainkan ponsel miliknya yang di berikan So Jung beberapa pekan lalu.
Ia menonton sebuah video hiburan dari channel aplikasi populer, ketawa sendiri dengan ceria mengundang rasa penasaran suaminya hingga melirik kegiatan istrinya.
Jungkook memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu berbalik menatap Yuju yang masih terkikik menatap layar ponselnya.
"Kau menonton sendirian, tanpa mempedulikan perasaan suamimu bagaimana keadaanya,"
Yuju mengalihkan perhatian matanya, menatap suaminya dengan tatapan kesal ia harus bersikap bagaimana lagi terhadap Jungkook.
"Menurutmu, aku harus bagaimana. Aku terus bertanya ini itu padamu... Apa yang kamu respon untukku, kau malah mengabaikan keberadaan ku. Menganggap ku tidak ada, walaupun sebenarnya aku ada di sampingmu. Aku mencari hiburan, untuk mengatasi kesepian yang aku rasakan. Itu juga di anggap salah olehmu, lalu aku harus diam sampai kita pulang ke rumah?"
"Ya ... kau pantas menerima hukuman, diamlah dan jangan lakukan apapun sampai kita tiba di rumah." Jungkook mengambil ponsel Yuju, menyita dan menyimpannya di atas dashboar
Yuju terlihat sedih tapi tidak menunjukkan kesedihan itu, ia memilih diam dan tak mengeluarkan suara mobil kembali Jungkook kendalikan.
Perjalanan kembali di lanjutkan, situasi yang tidak memungkinkan untuk membuat keharmonisan tumbuh menyertai arah jalan pulang.
Mereka terus terdiam, sampai di kota A.
Jungkook turun untuk menjemput Jeno kembali ke kota B, tempat dimana rumah rahasianya berada.
To be continues.............
Sekali lagi!!!
Buat readers jangan khilaf tekan like juga ketik komentar ya!!!
__ADS_1
Ya walau ada satu part. Lagi sih....
Fighting!😉😉😉